Lompat ke isi

Warna primer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28739898; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 11: Baris 11:


== Warna primer aditif ==
== Warna primer aditif ==
Warna primer aditif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem [[warna aditif]]. [[Televisi]] adalah yang paling umum. '''Warna primer aditif''' adalah [[merah]], [[hijau]] dan [[biru]]. Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna aditif primer menghasilkan nuansa warna [[kelabu]]; jika ketiga warna ini di[[saturasi]]kan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. [[Ruang warna]]/model warna yang dihasilkan disebut dengan [[RGB]] (red, green, blue).
Warna primer aditif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem [[warna aditif]]. [[Televisi]] adalah yang paling umum. '''Warna primer aditif''' adalah [[merah]], [[hijau]] dan [[biru]]. Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna aditif primer menghasilkan nuansa warna [[kelabu]]; jika ketiga warna ini di[[saturasi]]kan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. [[Ruang warna]]/model warna yang dihasilkan disebut dengan [[RGB]] (red, green, blue).


Baris 26: Baris 24:
=== CMYK ===
=== CMYK ===
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian '''warna primer subtraktif''': [[magenta]], [[kuning]] dan [[cyan]] dalam ukuran yang bermacam-macam.
Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian '''warna primer subtraktif''': [[magenta]], [[kuning]] dan [[cyan]] dalam ukuran yang bermacam-macam.


Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya di[[saturasi]]kan secara penuh, tetapi dalam praktik hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan. Oleh karena itu, sering kali dipakai warna keempat, yaitu [[hitam]], sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning.
Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya di[[saturasi]]kan secara penuh, tetapi dalam praktik hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan. Oleh karena itu, sering kali dipakai warna keempat, yaitu [[hitam]], sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning.
Baris 32: Baris 29:


=== Warna primer dasar umum ===
=== Warna primer dasar umum ===
Jenis warna primer dasar untuk para pelukis ialah pada warna kuning, biru, dan merah. Warna ialah sebuah spektrum yang dapat dengan suatu cahaya yang begitu sempurna, yakni terletak pada warna putih. Warna merah kuning dan biru merupakan warna primer (warna dasar). Disebut sebagai warna primer dikarenakan warna primer adalah warna yang tidak dapat di bentuk dengan pencampuran."
Jenis warna primer dasar untuk para pelukis ialah pada warna kuning, biru, dan merah. Warna ialah sebuah spektrum yang dapat dengan suatu cahaya yang begitu sempurna, yakni terletak pada warna putih. Warna merah kuning dan biru merupakan warna primer (warna dasar). Disebut sebagai warna primer dikarenakan warna primer adalah warna yang tidak dapat di bentuk dengan pencampuran."


Baris 48: Baris 44:
* [[Warna sekunder]]
* [[Warna sekunder]]
* [[Warna tersier]]
* [[Warna tersier]]


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Warna+primer&oldid=28739898 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28739898 (2025-12-26T01:22:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Warna+primer&oldid=28739898 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28739898 (2025-12-26T01:22:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.02

Warna primer menurut teori warna pigmen dari Brewster adalah warna-warna dasar. Warna-warna lain dibentuk dari kombinasi warna-warna primer.

Ini kemudian dikenal sebagai warna pigmen primer yang dipakai dalam dunia seni rupa. Campuran dua warna primer menghasilkan warna sekunder. Campuran warna sekunder dengan warna primer menghasilkan warna tersier.

Landasan biologis

Pada dasarnya warna primer adalah bukan milik cahaya, tetapi lebih merupakan konsep biologis, yang didasarkan pada respon fisiologis mata manusia terhadap cahaya. Secara fundamental, cahaya adalah spektrum berkesinambungan dari panjang gelombang, yang berarti bahwa terdapat jumlah warna yang tak terhingga. Akan tetapi, mata manusia normalnya hanya memiliki tiga jenis alat penerima/reseptor yang disebut dengan sel kerucut (yang berada di retina). Ini yang merespon panjang gelombang cahaya tertentu. Manusia serta spesies lain yang memiliki tiga macam reseptor warna disebut makhluk trichromat.

Spesies yang dikenal sebagai tetrachromat, dengan empat reseptor warna menggunakan empat warna primer. Manusia hanya dapat melihat sampai dengan 400 nanometer, warna violet, sedangkan makhluk tetrachromat dapat melihat warna ultraviolet sampai dengan 300 nanometer, warna primer keempat ini kemungkinan bertempat di panjang gelombang yang lebih rendah dan kemungkinan adalah warna magenta spektral murni lebih dari sekadar magenta yang kita lihat sebagai campuran dari merah dan biru.

Banyak dari jenis burung dan binatang marsupial merupakan makhluk tetrachromat.

Warna primer aditif

Warna primer aditif adalah warna primer cahaya. Alat/media yang menggabungkan pancaran cahaya untuk menciptakan sensasi warna menggunakan sistem warna aditif. Televisi adalah yang paling umum. Warna primer aditif adalah merah, hijau dan biru. Campuran warna cahaya merah dan hijau, menghasilkan nuansa warna kuning atau orange. Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa cyan, sedangkan campuran merah dan biru menhasilkan nuansa ungu dan magenta. Campuran dengan proporsi seimbang dari warna aditif primer menghasilkan nuansa warna kelabu; jika ketiga warna ini disaturasikan penuh, maka hasilnya adalah warna putih. Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue).

RGB

Merah, Hijau, Biru / RGB (Red, Green, Blue) merupakan warna primer aditif. Khususnya digunakan dalam seni rupa (seni lukis). Ruang warna RGB membentuk triad warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar; juga warna sekunder: violet, orange/jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang ekuidistan (berjarak sama) dalam sebuah lingkaran warna.

Warna primer subtraktif

Warna primer subtraktif adalah warna primer pantulan cahaya. Media yang menggunakan pantulan cahaya untuk menghasilkan warna memakai metode campuran warna subtraktif.

RGB

Merah, Hijau, Biru / RGB (Red, Green, Blue) bisa merupakan warna primer subtraktif tetapi tidak digunakan dalam industri percetakan.

CMYK

Dalam industri percetakan, untuk menghasilkan warna bervariasi, diterapkan pemakaian warna primer subtraktif: magenta, kuning dan cyan dalam ukuran yang bermacam-macam.

Campuran kuning dan cyan menghasilkan nuansa warna hijau; campuran kuning dengan magenta menghasilkan nuansa warna merah, sedangkan campuran magenta dengan cyan menghasilkan nuansa biru. Dalam teori, campuran tiga pigmen ini dalam ukuran yang seimbang akan menghasilkan nuansa warna kelabu, dan akan menjadi hitam jika ketiganya disaturasikan secara penuh, tetapi dalam praktik hasilnya cenderung menjadi warna kotor kecoklatan. Oleh karena itu, sering kali dipakai warna keempat, yaitu hitam, sebagai tambahan dari cyan, magenta dan kuning. Ruang warna yang dihasilkan lantas disebut dengan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Hitam disebut dengan "K" (key) dari istilah "key plate" dalam percetakan (plat cetak yang menciptakan detail artistik pada gambar, biasanya menggunakan warna tinta hitam).

Warna primer dasar umum

Jenis warna primer dasar untuk para pelukis ialah pada warna kuning, biru, dan merah. Warna ialah sebuah spektrum yang dapat dengan suatu cahaya yang begitu sempurna, yakni terletak pada warna putih. Warna merah kuning dan biru merupakan warna primer (warna dasar). Disebut sebagai warna primer dikarenakan warna primer adalah warna yang tidak dapat di bentuk dengan pencampuran."

Contoh:

  • ungu merupakan hasil pencampuran dari merah dan biru (bukan warna primer atau dasar)
  • merah tidak dapat dihasilkan dari pencampuran apa apa (ini merupakan warna primer atau dasar)

Untuk alasan ini, seorang pelukis dengan 3 warna primer merah, biru, dan kuning yakni dapat menghasilkan dalam ribuan dan bahkan warna tak terbatas dalam lukisan nya. Karena warnanya sangat kaya pada setiap goresan pada kanvas, merupakan dari hasil dari sebuah pencampuran dalam tiga warna utama.

Lihat pula

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28739898 (2025-12-26T01:22:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.