Lompat ke isi

Torpex: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26757677; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Torpex''' ("Torpedo explosive")  adalah [[bahan peledak]] sekunder, 50% lebih kuat dari massa [[Trinitrotoluena|TNT]]. Torpex terdiri dari 42% [[RDX]], 40% TNT, dan 18% [[bubuk aluminium]]. Nama ini digunakan pada [[Perang Dunia Kedua]] pada akhir tahun 1942, ketika beberapa orang menggunakan nama Torpex dan RDX secara bergantian, sehingga membingungkan para peneliti sejarah saat ini. Torpex terbukti sangat berguna dalam [[amunisi]] bawah air karena komponen aluminium memiliki efek membuat ledakan lebih lama, sehingga meningkatkan daya rusaknya. Selain [[torpedo]], [[ranjau laut]], dan bom kedalaman, Torpex hanya digunakan pada bom Upkeep, Tallboy, dan Grand Slam serta drone yang digunakan dalam Operasi Aphrodite. Torpex telah lama digantikan oleh [[komposisi H6]] dan bahan peledak berikat Polimer (PBX). Oleh karena itu, torpedo ini dianggap usang dan Torpex kemungkinan tidak akan ditemui kecuali pada amunisi tua atau persenjataan yang belum meledak, meskipun pengecualian untuk hal ini adalah torpedo ringan Sting Ray, yang hingga Oktober 2020 masih digunakan oleh Torpex. Royal Navy dan beberapa militer asing. Setara dengan Torpex dalam bahasa Jerman adalah Trialen.
'''Torpex''' ("Torpedo explosive")  adalah [[bahan peledak]] sekunder, 50% lebih kuat dari massa [[Trinitrotoluena|TNT]]. Torpex terdiri dari 42% [[RDX]], 40% TNT, dan 18% [[bubuk aluminium]]. Nama ini digunakan pada [[Perang Dunia Kedua]] pada akhir tahun 1942, ketika beberapa orang menggunakan nama Torpex dan RDX secara bergantian, sehingga membingungkan para peneliti sejarah saat ini. Torpex terbukti sangat berguna dalam [[amunisi]] bawah air karena komponen aluminium memiliki efek membuat ledakan lebih lama, sehingga meningkatkan daya rusaknya. Selain [[torpedo]], [[ranjau laut]], dan bom kedalaman, Torpex hanya digunakan pada bom Upkeep, Tallboy, dan Grand Slam serta drone yang digunakan dalam Operasi Aphrodite. Torpex telah lama digantikan oleh [[komposisi H6]] dan bahan peledak berikat Polimer (PBX). Oleh karena itu, torpedo ini dianggap usang dan Torpex kemungkinan tidak akan ditemui kecuali pada amunisi tua atau persenjataan yang belum meledak, meskipun pengecualian untuk hal ini adalah torpedo ringan Sting Ray, yang hingga Oktober 2020 masih digunakan oleh Torpex. Royal Navy dan beberapa militer asing. Setara dengan Torpex dalam bahasa Jerman adalah Trialen.<ref>Lemi Türker. ''Structurally modified RDX - A DFT study''. ''Defence Technology''. Elsevier BV. 2017. Vol. 13 (6). hlm. 385–391. doi:10.1016/j.dt.2017.02.002.</ref><ref>[https://www.barneswallisfoundation.co.uk/life-and-work/munitions-design/ Munitions Design]. ''Barnes Wallis Foundation''.</ref><ref>Mason B. Webb. [https://warfarehistorynetwork.com/2019/01/17/operation-aphrodite/ Operation Aphrodite]. ''Warfare History Network''. 18 January 2019.</ref><ref>M.B.K. Graf. [https://books.google.com/books?id=EuFKDgAAQBAJ&pg=PA30 Avro Lancaster]. REI. 2017. hlm. 30. ISBN 978-2-37297-333-5.</ref><ref>P.A. Persson. [https://books.google.com/books?id=i2C1DwAAQBAJ&pg=PA73 Rock Blasting and Explosives Engineering]. CRC Press. 2018. hlm. 73. ISBN 978-1-351-41822-5.</ref><ref>B.T. Fedoroff. [https://books.google.com/books?id=VdBTAAAAMAAJ&pg=RA2-PA55 Encyclopedia of Explosives and Related Items]. Picatinny Arsenal. 1960. hlm. 2-PA55.</ref>


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 36: Baris 36:


== Referensi ==
== Referensi ==
*
<references />
*
*
 
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Torpex&oldid=26757677 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26757677 (2025-01-05T18:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Torpex&oldid=26757677 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26757677 (2025-01-05T18:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.03

Torpex ("Torpedo explosive") adalah bahan peledak sekunder, 50% lebih kuat dari massa TNT. Torpex terdiri dari 42% RDX, 40% TNT, dan 18% bubuk aluminium. Nama ini digunakan pada Perang Dunia Kedua pada akhir tahun 1942, ketika beberapa orang menggunakan nama Torpex dan RDX secara bergantian, sehingga membingungkan para peneliti sejarah saat ini. Torpex terbukti sangat berguna dalam amunisi bawah air karena komponen aluminium memiliki efek membuat ledakan lebih lama, sehingga meningkatkan daya rusaknya. Selain torpedo, ranjau laut, dan bom kedalaman, Torpex hanya digunakan pada bom Upkeep, Tallboy, dan Grand Slam serta drone yang digunakan dalam Operasi Aphrodite. Torpex telah lama digantikan oleh komposisi H6 dan bahan peledak berikat Polimer (PBX). Oleh karena itu, torpedo ini dianggap usang dan Torpex kemungkinan tidak akan ditemui kecuali pada amunisi tua atau persenjataan yang belum meledak, meskipun pengecualian untuk hal ini adalah torpedo ringan Sting Ray, yang hingga Oktober 2020 masih digunakan oleh Torpex. Royal Navy dan beberapa militer asing. Setara dengan Torpex dalam bahasa Jerman adalah Trialen.[1][2][3][4][5][6]

Lihat pula

Referensi

  1. Lemi Türker. Structurally modified RDX - A DFT study. Defence Technology. Elsevier BV. 2017. Vol. 13 (6). hlm. 385–391. doi:10.1016/j.dt.2017.02.002.
  2. Munitions Design. Barnes Wallis Foundation.
  3. Mason B. Webb. Operation Aphrodite. Warfare History Network. 18 January 2019.
  4. M.B.K. Graf. Avro Lancaster. REI. 2017. hlm. 30. ISBN 978-2-37297-333-5.
  5. P.A. Persson. Rock Blasting and Explosives Engineering. CRC Press. 2018. hlm. 73. ISBN 978-1-351-41822-5.
  6. B.T. Fedoroff. Encyclopedia of Explosives and Related Items. Picatinny Arsenal. 1960. hlm. 2-PA55.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26757677 (2025-01-05T18:42:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.