Lompat ke isi

Heksanit: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25909092; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


Biasanya, heksanit digunakan dalam [[senjata]] [[angkatan laut]] bawah air, misalnya [[hulu ledak]] untuk [[torpedo]] seri G7a dan G7e dan muatan peledak utama seberat 300 kilogram (660 pon) dalam [[Ranjau laut|ranjau]] magnetik "EMF" yang mengapung dan ditambatkan dalam wadah [[aluminium]] yang dapat dipasang oleh [[kapal selam]] di kedalaman air 200, 300, atau 500 meter (110, 160, atau 270 depa).
Biasanya, heksanit digunakan dalam [[senjata]] [[angkatan laut]] bawah air, misalnya [[hulu ledak]] untuk [[torpedo]] seri G7a dan G7e dan muatan peledak utama seberat 300 kilogram (660 pon) dalam [[Ranjau laut|ranjau]] magnetik "EMF" yang mengapung dan ditambatkan dalam wadah [[aluminium]] yang dapat dipasang oleh [[kapal selam]] di kedalaman air 200, 300, atau 500 meter (110, 160, atau 270 depa).
 
<ref>[http://www.ibiblio.org/hyperwar/USN/rep/WDR/WDR58/WDR58-3.html#fn9 HyperWar: War Damage Report 58: Submarine Report [Section 3]].</ref><ref>Tony DiGiulian. [http://www.navweaps.com/Weapons/WTGER_WWII.htm World War II Torpedoes of Germany]. NavWeaps.</ref><ref>[http://www.dutchsubmarines.com/specials/special_torpedoes_mines.htm Dutch Submarines: The Submarines of the Royal Netherlands Navy].</ref><ref>[http://www.lhg.is/english/eod/ Explosive Ordnance Disposal - EOD | EOD | Landhelgisgæsla Íslands].</ref><ref>Tony DiGiulian. [http://www.navweaps.com/Weapons/WAMGER_Mines.htm Mines of Germany]. NavWeaps.</ref><ref>[http://www.lhg.is/english/eod/mines/ Mines and Mine Laying in Iceland WWII | Landhelgisgæsla Íslands].</ref><ref>[http://www.ibiblio.org/hyperwar/USN/rep/WDR/WDR58/WDR58-3.html#cn9 HyperWar: War Damage Report 58: Submarine Report [Section 3]].</ref>


Bahan peledak ini dianggap sudah tidak digunakan lagi, jadi amunisi berisi heksanit yang ditemukan akan berupa persenjataan yang belum meledak dari [[Perang Dunia II]].
Bahan peledak ini dianggap sudah tidak digunakan lagi, jadi amunisi berisi heksanit yang ditemukan akan berupa persenjataan yang belum meledak dari [[Perang Dunia II]].
Baris 43: Baris 43:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Heksanit&oldid=25909092 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25909092 (2024-06-24T05:33:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Heksanit&oldid=25909092 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25909092 (2024-06-24T05:33:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.05

Heksanit adalah bahan peledak militer Jerman yang dapat dituang dan dikembangkan pada awal abad ke-20 sebelum Perang Dunia Pertama untuk Kaiserliche Marine, yang dimaksudkan untuk menambah persediaan trinitrotoluena (TNT), yang saat itu persediaannya terbatas. Heksanit sedikit kurang kuat daripada TNT. Rumus heksanit yang paling umum (berdasarkan berat) adalah 60% TNT dan 40% heksanitrodifenilamin.

Biasanya, heksanit digunakan dalam senjata angkatan laut bawah air, misalnya hulu ledak untuk torpedo seri G7a dan G7e dan muatan peledak utama seberat 300 kilogram (660 pon) dalam ranjau magnetik "EMF" yang mengapung dan ditambatkan dalam wadah aluminium yang dapat dipasang oleh kapal selam di kedalaman air 200, 300, atau 500 meter (110, 160, atau 270 depa). [1][2][3][4][5][6][7]

Bahan peledak ini dianggap sudah tidak digunakan lagi, jadi amunisi berisi heksanit yang ditemukan akan berupa persenjataan yang belum meledak dari Perang Dunia II.

Jepang menggunakan bahan peledak ini dalam Perang Dunia II sebagai jenis senyawa peledak 97 dan 98.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25909092 (2024-06-24T05:33:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.