Strategi Jangka Panjang 2050: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22863566; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Strategi Jangka Panjang 2050''' adalah sebuah program yang diinisiasikan oleh [[Komisi Eropa]] pada 28 November 2018 yang bertujuan mencapai ekonomi yang modern, kompetitif, dan netral terhadap iklim pada tahun 2050. Strategi ini sejalan dengan [[Persetujuan Paris]] yang ingin menekan pemanasan global di bawah 2 °C semenjak masa revolusi industri. Implementasi dari strategi ini dicapai dengan melakukan investasi dalam solusi teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta menyelaraskan upaya pada bidang kunci seperti kebijakan industri, ekonomi industri, hingga riset industri. | '''Strategi Jangka Panjang 2050''' adalah sebuah program yang diinisiasikan oleh [[Komisi Eropa]] pada 28 November 2018 yang bertujuan mencapai ekonomi yang modern, kompetitif, dan netral terhadap iklim pada tahun 2050. Strategi ini sejalan dengan [[Persetujuan Paris]] yang ingin menekan pemanasan global di bawah 2 °C semenjak masa revolusi industri. Implementasi dari strategi ini dicapai dengan melakukan investasi dalam solusi teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta menyelaraskan upaya pada bidang kunci seperti kebijakan industri, ekonomi industri, hingga riset industri.<ref>Anonymous. [https://ec.europa.eu/clima/policies/strategies/2050_en 2050 long-term strategy]. ''Climate Action - European Commission''. 2016-11-23.</ref> | ||
== Ikhtisar == | == Ikhtisar == | ||
''Intergovernmental Panel on Climate Change'' (IPCC) merilis laporan spesialnya pada Oktober 2018 mengenai dampak kenaikan temperatur global sebesar 1.5 °C sejak masa pra industrial beserta dengan analisis jalur emisi GRK (gas rumah kaca) yang terkait. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa pemanasan global yang disebabkan manusia telah mencapai 1 °C di atas temperatur masa pra industrial dan bertambah sekitar 0,2 °C setiap dekade. Dengan demikian, diprediksi pada tahun 2060 pemanasan global akan mencapai 2 °C dan semakin meningkat setelahnya. | ''Intergovernmental Panel on Climate Change'' (IPCC) merilis laporan spesialnya pada Oktober 2018 mengenai dampak kenaikan temperatur global sebesar 1.5 °C sejak masa pra industrial beserta dengan analisis jalur emisi GRK (gas rumah kaca) yang terkait. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa pemanasan global yang disebabkan manusia telah mencapai 1 °C di atas temperatur masa pra industrial dan bertambah sekitar 0,2 °C setiap dekade. Dengan demikian, diprediksi pada tahun 2060 pemanasan global akan mencapai 2 °C dan semakin meningkat setelahnya.<ref>[https://eur-lex.europa.eu/legal-content/EN/TXT/?uri=CELEX:52018DC0773 EUR-Lex - 52018DC0773 - EN - EUR-Lex]. ''eur-lex.europa.eu''.</ref><ref>[https://report.ipcc.ch/sr15/pdf/sr15_spm_final.pdf IPCC 2018 Special Report].</ref> | ||
Perubahan iklim yang tak terkendali dinilai memiliki potensi untuk menyebabkan dampak lingkungan skala besar yang tidak dapat dikembalikan seperti semula. Sebagai contoh, 99% dari terumbu karang dunia diprediksi akan hilang apabila pemanasan global mencapai 2 °C. Sedangkan kenaikan temperatur sebesar 1,5-2 °C dapat memicu melelehnya lapisan es di Greenland yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut setinggi 7 meter, yang mengancam daerah pesisir dan kepulauan kecil di penjuru dunia. | Perubahan iklim yang tak terkendali dinilai memiliki potensi untuk menyebabkan dampak lingkungan skala besar yang tidak dapat dikembalikan seperti semula. Sebagai contoh, 99% dari terumbu karang dunia diprediksi akan hilang apabila pemanasan global mencapai 2 °C. Sedangkan kenaikan temperatur sebesar 1,5-2 °C dapat memicu melelehnya lapisan es di Greenland yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut setinggi 7 meter, yang mengancam daerah pesisir dan kepulauan kecil di penjuru dunia.<ref>[https://report.ipcc.ch/sr15/pdf/sr15_spm_final.pdf IPCC 2018 Special Report].</ref> | ||
== Cangkupan Strategi == | == Cangkupan Strategi == | ||
* Efisiensi Energi | * Efisiensi Energi | ||
* Penyebaran Energi Terbarukan | * Penyebaran Energi Terbarukan | ||
| Baris 16: | Baris 15: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Strategi+Jangka+Panjang+2050&oldid=22863566 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22863566 (2023-02-05T06:11:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Strategi+Jangka+Panjang+2050&oldid=22863566 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22863566 (2023-02-05T06:11:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.08
Strategi Jangka Panjang 2050 adalah sebuah program yang diinisiasikan oleh Komisi Eropa pada 28 November 2018 yang bertujuan mencapai ekonomi yang modern, kompetitif, dan netral terhadap iklim pada tahun 2050. Strategi ini sejalan dengan Persetujuan Paris yang ingin menekan pemanasan global di bawah 2 °C semenjak masa revolusi industri. Implementasi dari strategi ini dicapai dengan melakukan investasi dalam solusi teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta menyelaraskan upaya pada bidang kunci seperti kebijakan industri, ekonomi industri, hingga riset industri.[1]
Ikhtisar
Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) merilis laporan spesialnya pada Oktober 2018 mengenai dampak kenaikan temperatur global sebesar 1.5 °C sejak masa pra industrial beserta dengan analisis jalur emisi GRK (gas rumah kaca) yang terkait. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa pemanasan global yang disebabkan manusia telah mencapai 1 °C di atas temperatur masa pra industrial dan bertambah sekitar 0,2 °C setiap dekade. Dengan demikian, diprediksi pada tahun 2060 pemanasan global akan mencapai 2 °C dan semakin meningkat setelahnya.[2][3]
Perubahan iklim yang tak terkendali dinilai memiliki potensi untuk menyebabkan dampak lingkungan skala besar yang tidak dapat dikembalikan seperti semula. Sebagai contoh, 99% dari terumbu karang dunia diprediksi akan hilang apabila pemanasan global mencapai 2 °C. Sedangkan kenaikan temperatur sebesar 1,5-2 °C dapat memicu melelehnya lapisan es di Greenland yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut setinggi 7 meter, yang mengancam daerah pesisir dan kepulauan kecil di penjuru dunia.[4]
Cangkupan Strategi
- Efisiensi Energi
- Penyebaran Energi Terbarukan
- Mobilitas yang bersih, aman, dan terkoneksi
- Siklus ekonomidan industri yang kompetitif
- infrastruktur dan interkoneksi
- Bio-ekonomi dan penyerap karbon alami
- Penangkap karbon dan penyimpanan untuk terhadap sisa emisi
Referensi
- ↑ Anonymous. 2050 long-term strategy. Climate Action - European Commission. 2016-11-23.
- ↑ EUR-Lex - 52018DC0773 - EN - EUR-Lex. eur-lex.europa.eu.
- ↑ IPCC 2018 Special Report.
- ↑ IPCC 2018 Special Report.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22863566 (2023-02-05T06:11:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.