Lompat ke isi

Kabut Arktik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22765918; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kabut Arktik''' adalah [[fenomena]] [[kabut]] [[musim semi]] coklat kemerahan yang terjadi di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] pada garis lintang yang lebih tinggi akibat adanya polusi udara antropogenik. Perbedaan Kabut Arktik dengan kabut atmosfer yang ada pada tempat lain adalah kemampuan bahan kimia Kabut Arktik yang mampu bertahan di atmosfer dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan polutan lainnya. Tercatat lebih dari 30 hari sisa Kabut Arktik berada di atmosfer udara Kutub di musim semi, hal tersebut terjadi karena curah hujan, salju, dan udara yang rendah untuk dapat menggantikan [[polutan]] dari Kabut Arktik.
[[File:Contamination_pathways_large.jpg|thumb|right|280px|Contamination pathways large]]


'''Kabut Arktik''' adalah [[fenomena]] [[kabut]] [[musim semi]] coklat kemerahan yang terjadi di [[Atmosfer Bumi|atmosfer]] pada garis lintang yang lebih tinggi akibat adanya polusi udara antropogenik.<ref>[http://gi.alaska.edu/ScienceForum/ASF12/1279.html Arctic Haze: An Uninvited Spring Guest, Alaska Science Forum]. ''web.archive.org''. 2007-04-12.</ref> Perbedaan Kabut Arktik dengan kabut atmosfer yang ada pada tempat lain adalah kemampuan bahan kimia Kabut Arktik yang mampu bertahan di atmosfer dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan polutan lainnya. Tercatat lebih dari 30 hari sisa Kabut Arktik berada di atmosfer udara Kutub di musim semi, hal tersebut terjadi karena curah hujan, salju, dan udara yang rendah untuk dapat menggantikan [[polutan]] dari Kabut Arktik.<ref>[https://www.earth.com/earthpedia-articles/arctic-haze/ What is Arctic Haze? • Earth.com]. ''Earth.com''.</ref><ref>[https://nsidc.org/cryosphere/arctic-meteorology/phenomena.html Arctic Phenomena National Snow and Ice Data Center]. ''nsidc.org''.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari [[Universitas Utah]], Kabut Arktik ditemukan pertama kali pada tahun 1750, atau pada awal [[Revolusi Industri]]. Pada saat itu, ada seorang pemburu [[Paus]] yang memperhatikan [[polusi]], yang oleh orang [[Inuit]] disebut ''Poo-juk.'' Selain itu, pernah ada penjelajah dan pahlawan nasional [[Norwegia]] [[Fridtjof Nansen]] menemukan noda gelap di permukaan es, dalam kunjungannya di garis lintang Kutub Utara. Istilah Kabut Arktik sendiri diciptakan oleh [[Murray Mitchell Jr.]](seorang perwira Angkatan Udara, [[Amerika Serikat]]) pada tahun 1956. Dia menggunakan istilah Kabut Arktik untuk menggambarkan pengurangn visibilitas yang tidak biasa dan bertahan selama pengamatannya pada misi pengintaian cuaca, yang disebut Penerbangan Ptarmigan. Selama misi tersebut, Murray Mitchell Jr. melaporkan bahwa kabut telah berada sejauh 3.200&nbsp;km melintasi cakrawala.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari [[Universitas Utah]], Kabut Arktik ditemukan pertama kali pada tahun 1750, atau pada awal [[Revolusi Industri]]. Pada saat itu, ada seorang pemburu [[Paus]] yang memperhatikan [[polusi]], yang oleh orang [[Inuit]] disebut ''Poo-juk.'' Selain itu, pernah ada penjelajah dan pahlawan nasional [[Norwegia]] [[Fridtjof Nansen]] menemukan noda gelap di permukaan es, dalam kunjungannya di garis lintang Kutub Utara. Istilah Kabut Arktik sendiri diciptakan oleh [[Murray Mitchell Jr.]](seorang perwira Angkatan Udara, [[Amerika Serikat]]) pada tahun 1956. Dia menggunakan istilah Kabut Arktik untuk menggambarkan pengurangn visibilitas yang tidak biasa dan bertahan selama pengamatannya pada misi pengintaian cuaca, yang disebut Penerbangan Ptarmigan. Selama misi tersebut, Murray Mitchell Jr. melaporkan bahwa kabut telah berada sejauh 3.200&nbsp;km melintasi cakrawala.<ref>[http://gi.alaska.edu/ScienceForum/ASF12/1279.html Arctic Haze: An Uninvited Spring Guest, Alaska Science Forum]. ''web.archive.org''. 2007-04-12.</ref><ref>[https://www.earth.com/earthpedia-articles/arctic-haze/ What is Arctic Haze? • Earth.com]. ''Earth.com''.</ref>


== Penyebab ==
== Penyebab ==
Baris 13: Baris 14:
# Aerosol atmosfer (nitro oksida, sulfur dioksida).
# Aerosol atmosfer (nitro oksida, sulfur dioksida).
# Polutan zona O (merkuri, aluminium, vanadium, dan mangan).
# Polutan zona O (merkuri, aluminium, vanadium, dan mangan).
# Letusan gunung berapi.
# Letusan gunung berapi.<ref>[https://www.earth.com/earthpedia-articles/arctic-haze/ What is Arctic Haze? • Earth.com]. ''Earth.com''.</ref>


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==
<br />
<br />


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabut+Arktik&oldid=22765918 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22765918 (2023-01-24T15:19:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kabut+Arktik&oldid=22765918 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 22765918 (2023-01-24T15:19:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 14.08

Contamination pathways large

Kabut Arktik adalah fenomena kabut musim semi coklat kemerahan yang terjadi di atmosfer pada garis lintang yang lebih tinggi akibat adanya polusi udara antropogenik.[1] Perbedaan Kabut Arktik dengan kabut atmosfer yang ada pada tempat lain adalah kemampuan bahan kimia Kabut Arktik yang mampu bertahan di atmosfer dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan polutan lainnya. Tercatat lebih dari 30 hari sisa Kabut Arktik berada di atmosfer udara Kutub di musim semi, hal tersebut terjadi karena curah hujan, salju, dan udara yang rendah untuk dapat menggantikan polutan dari Kabut Arktik.[2][3]

Sejarah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Utah, Kabut Arktik ditemukan pertama kali pada tahun 1750, atau pada awal Revolusi Industri. Pada saat itu, ada seorang pemburu Paus yang memperhatikan polusi, yang oleh orang Inuit disebut Poo-juk. Selain itu, pernah ada penjelajah dan pahlawan nasional Norwegia Fridtjof Nansen menemukan noda gelap di permukaan es, dalam kunjungannya di garis lintang Kutub Utara. Istilah Kabut Arktik sendiri diciptakan oleh Murray Mitchell Jr.(seorang perwira Angkatan Udara, Amerika Serikat) pada tahun 1956. Dia menggunakan istilah Kabut Arktik untuk menggambarkan pengurangn visibilitas yang tidak biasa dan bertahan selama pengamatannya pada misi pengintaian cuaca, yang disebut Penerbangan Ptarmigan. Selama misi tersebut, Murray Mitchell Jr. melaporkan bahwa kabut telah berada sejauh 3.200 km melintasi cakrawala.[4][5]

Penyebab

Ada banyak penyebab terjadinya Kabut Arktik, antara lain :

  1. Gas rumah kaca dan polusi dari industri.
  2. Emisi kapal yang berlebih.
  3. Asap yang berasal dari kebakaran hutan.
  4. Aerosol atmosfer (nitro oksida, sulfur dioksida).
  5. Polutan zona O (merkuri, aluminium, vanadium, dan mangan).
  6. Letusan gunung berapi.[6]

Daftar Pustaka


Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22765918 (2023-01-24T15:19:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.