Lompat ke isi

Oki Gunawan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28748126; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Riwayat Hidup ==
== Riwayat Hidup ==
=== Kompetisi Olimpiade Fisika Internasional dan pendidikan ===
=== Kompetisi Olimpiade Fisika Internasional dan pendidikan ===
Gunawan lahir di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 1975. Sejak [[Sekolah dasar|Sekolah Dasar]], Gunawan sudah tertarik ingin menjadi Insinyur teknik elektro. Dia pernah meraih medali [[perunggu]] dalam kompetisi [[Olimpiade Fisika Internasional]] pada tahun 1993 di [[Williamsburg, Brooklyn|Williamsburg]], [[Amerika Serikat]] ketika masih menjadi siswa di [[SMA Negeri 78 Jakarta|Sekolah Menengah Atas Negeri 78 Jakarta]] yang menjadi medali pertama untuk Indonesia selama mengikuti kompetisi tersebut. Dia melanjutkan studi di [[Universitas Teknologi Nanyang]] untuk meraih gelar ''[[Sarjana Teknik|Bachelor of Engineering]]'' dan lulus dengan gelar kehormatan ''first class'' pada tahun 1998 ''.'' Gelar [[Magister teknik|Master of Engineering]]  diraihnya di univeristas yang sama dan lulus pada tahun 2000.
Gunawan lahir di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 1975.<ref>Ester Lince Napitupulu. [https://researcher.watson.ibm.com/researcher/files/us-ogunawa/OG_Kompas-2019.pdf Oki Gunawan, Ilmuwan Indonesia yang Memecahkan Misteri Efek Hall]. ''kompas.id''. 18 Desember 2019.</ref> Sejak [[Sekolah dasar|Sekolah Dasar]], Gunawan sudah tertarik ingin menjadi Insinyur teknik elektro.<ref>[http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1067663127#:~:text=Alumni%20Pertama%20Itu%20Kini%20Belajar%20di%20Princeton&text=OKI%20Gunawan%20benar-benar%20anak,TOFI,%20Tim%20Olimpiade%20Fisika%20Indonesia.&text=Di%20jurusan%20itu%20ia%20dapat,Tsui,%20peraih%20Nobel%20Fisika%201998. Alumni Pertama Itu Kini Belajar di Princeton]. ''www.fisikanet.lipi.go.id''. 25 Juli 2002.</ref> Dia pernah meraih medali [[perunggu]] dalam kompetisi [[Olimpiade Fisika Internasional]] pada tahun 1993 di [[Williamsburg, Brooklyn|Williamsburg]], [[Amerika Serikat]] ketika masih menjadi siswa di [[SMA Negeri 78 Jakarta|Sekolah Menengah Atas Negeri 78 Jakarta]] yang menjadi medali pertama untuk Indonesia selama mengikuti kompetisi tersebut.<ref>[https://www.yayasansimetri.or.id/international-physics-olympiad-ipho-yogyakarta-2017-ratusan-pelajar-terbaik-dari-86-negara-bereksperimen-dengan-efek-fisika-baru-temuan-fisikawan-indonesia-pada-ipho-2017/ International Physics Olympiad (IPhO), Yogyakarta 2017: “Ratusan Pelajar Terbaik dari 86 Negara Bereksperimen dengan Efek Fisika Baru Temuan Fisikawan Indonesia pada IPhO 2017”]. ''Simetri''. 27 Juli 2017.</ref><ref>[http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakprestasi&743706513 Oki Gunawan]. ''www.fisikanet.lipi.go.id''.</ref> Dia melanjutkan studi di [[Universitas Teknologi Nanyang]] untuk meraih gelar ''[[Sarjana Teknik|Bachelor of Engineering]]'' dan lulus dengan gelar kehormatan ''first class'' pada tahun 1998 ''.'' Gelar [[Magister teknik|Master of Engineering]]  diraihnya di univeristas yang sama dan lulus pada tahun 2000.<ref>Boon Siew Ooi. [https://www.researchgate.net/publication/2974409_Multiple-wavelength_integration_in_InGaAs-InGaAsP_structures_using_pulsed_laser_irradiation-induced_quantum-well_intermixing Multiple-wavelength integration in InGaAs-InGaAsP structures using pulsed laser irradiation-induced quantum-well intermixing]. ''IEEE Journal of Quantum Electronics''. 2004-05-XX. Vol. 40 (5). hlm. 481–490. doi:10.1109/JQE.2004.826431.</ref>


Dia melanjutkan gelar Doktoralnya di [[Universitas Princeton]] dengan mengambil gelar Doktoral Bidang Elektronik dan Material yang lulus pada tahun 2007.  Selama di Princeton, Gunawan dibimbing oleh Prof Mansour Shayegan dan [[Daniel Chee Tsui|Prof Daniel Tsui]].
Dia melanjutkan gelar Doktoralnya di [[Universitas Princeton]] dengan mengambil gelar Doktoral Bidang Elektronik dan Material yang lulus pada tahun 2007.<ref>Ester Lince Napitupulu. [https://researcher.watson.ibm.com/researcher/files/us-ogunawa/OG_Kompas-2019.pdf Oki Gunawan, Ilmuwan Indonesia yang Memecahkan Misteri Efek Hall]. ''kompas.id''. 18 Desember 2019.</ref> Selama di Princeton, Gunawan dibimbing oleh Prof Mansour Shayegan dan [[Daniel Chee Tsui|Prof Daniel Tsui]].<ref>[http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1067663127#:~:text=Alumni%20Pertama%20Itu%20Kini%20Belajar%20di%20Princeton&text=OKI%20Gunawan%20benar-benar%20anak,TOFI,%20Tim%20Olimpiade%20Fisika%20Indonesia.&text=Di%20jurusan%20itu%20ia%20dapat,Tsui,%20peraih%20Nobel%20Fisika%201998. Alumni Pertama Itu Kini Belajar di Princeton]. ''www.fisikanet.lipi.go.id''. 25 Juli 2002.</ref>


=== Karier dan kontribusi ===
=== Karier dan kontribusi ===
Setelah lulus pada tahun 2007, Gunawan melakukan peneliti pasca doktoral di Departemen Ilmu Fisika di [[Pusat Penelitian Thomas J. Watson]]. Selama bekerja di sana, Gunawan telah menulis lebih dari 50 publications dan memiliki 75 [[paten]].  Penemuan paling terkenal miliknya adalah penemuan efek punuk unta yang dikerjakan bersama dengan Yudistira Virgus Penemuan ini terus berkembang hingga akhirnya Gunawan berhasil memecahkan masalah yang telah berlangsung selama 140 tahun di bidang Efek Hall. Penemuannya ini dipercaya dapat meningkatkan perkembangan teknologi semikonduktor. Hasil penelitiannya ini diterbitkan di Jurnal [[Nature]].
Setelah lulus pada tahun 2007, Gunawan melakukan peneliti pasca doktoral di Departemen Ilmu Fisika di [[Pusat Penelitian Thomas J. Watson]]. Selama bekerja di sana, Gunawan telah menulis lebih dari 50 publications dan memiliki 75 [[paten]].<ref>[https://researcher.watson.ibm.com/researcher/view.php?person=us-ogunawa Oki Gunawan - IBM]. ''researcher.watson.ibm.com''. 25 Juli 2016.</ref> Penemuan paling terkenal miliknya adalah penemuan efek punuk unta yang dikerjakan bersama dengan Yudistira Virgus <ref>[https://www.ibm.com/blogs/research/2017/10/new-effect-electromagnetism/ A New Effect in Electromagnetism Discovered – 150 years later]. ''IBM Research Blog''. 20 Oktober 2017.</ref><ref>Oki Gunawan. [https://www.researchgate.net/publication/316006954_The_one-dimensional_camelback_potential_in_the_parallel_dipole_line_trap_Stability_conditions_and_finite_size_effect The one-dimensional camelback potential in the parallel dipole line trap: Stability conditions and finite size effect]. ''Journal of Applied Physics''. 2017. Vol. 121 (13). hlm. 133902. doi:10.1063/1.4978876.</ref> Penemuan ini terus berkembang hingga akhirnya Gunawan berhasil memecahkan masalah yang telah berlangsung selama 140 tahun di bidang Efek Hall. Penemuannya ini dipercaya dapat meningkatkan perkembangan teknologi semikonduktor.<ref>Isabelle Dumé. [https://physicsworld.com/a/new-equation-unlocks-140-year-old-hall-effect-secret/ New equation unlocks 140-year-old Hall effect secret]. ''Physics World''. 11 Oktober 2019.</ref> Hasil penelitiannya ini diterbitkan di Jurnal [[Nature]].<ref>Oki Gunawan. [https://www.researchgate.net/publication/336339221_Carrier-Resolved_Photo-Hall_Effect Carrier-resolved photo-Hall effect]. ''Nature''. 2019-11. Vol. 575 (7781). hlm. 151–155. doi:10.1038/s41586-019-1632-2.</ref>


=== Penghargaan ===
=== Penghargaan ===
Selama bekerja di IBM, Gunawan sempat mengikuti [[Olimpiade Fisika tingkat Dunia]] dan memenangkan beberapa penghargaan untuk pembuatan soal. Pada tahun 2011, dia memenangkan medali 25.000 dolar untuk soal eksperimennya bernama "A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement". Pada tahun selanjutnya, dia mendapatkan penghargaan kembali  berupa dua medali emas untuk  tes teori dengan soalnya yang bernama "Tornado" dan medali emas satu lagi untuk  soal kolaborasinya dengan Virgus yang bernama "Pencil in a magnetic trap ". Karena kontribusinya di tingkat Internasional, Gunawan mendapatkan penghargaan nasional, yaitu Achmad Bakrie Award untuk kategori Ilmuwan Muda Berprestasi pada tahun 2013. Dia kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional, yaitu  BPPT Innovator Awards  untuk kategori kehormatan penerima Nobel pada tahun 2019 yang diberikan oleh [[Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi]].
Selama bekerja di IBM, Gunawan sempat mengikuti [[Olimpiade Fisika tingkat Dunia]] dan memenangkan beberapa penghargaan untuk pembuatan soal. Pada tahun 2011, dia memenangkan medali 25.000 dolar untuk soal eksperimennya bernama "A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement".<ref>Khaerul Anwar. [https://nasional.kompas.com/read/2012/01/02/23295351/peserta.indonesia.raih.medali.emas.wopho.di.mataram Peserta Indonesia Raih Medali Emas WoPho di Mataram]. ''KOMPAS.com''. 2 Januari 2012.</ref> Pada tahun selanjutnya, dia mendapatkan penghargaan kembali  berupa dua medali emas untuk  tes teori dengan soalnya yang bernama "Tornado" dan medali emas satu lagi untuk  soal kolaborasinya dengan Virgus yang bernama "Pencil in a magnetic trap ".<ref>Mahardika Satria Hadi. [https://koran.tempo.co/read/ilmu-dan-teknologi/296536/zoom-incina-sabet-medali-emas-olimpiade-fisika-sedunia-ii Zoom InCina Sabet Medali Emas Olimpiade Fisika Sedunia II - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.co]. ''Tempo''. 2 Januari 2013.</ref> Karena kontribusinya di tingkat Internasional, Gunawan mendapatkan penghargaan nasional, yaitu Achmad Bakrie Award untuk kategori Ilmuwan Muda Berprestasi pada tahun 2013.<ref>[https://republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/25/ms3c4e-lima-tokoh-penerima-penghargaan-achmad-bakrie Lima Tokoh Penerima Penghargaan 'Achmad Bakrie']. ''Republika Online''. 25 Agustus 2013.</ref> Dia kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional, yaitu  BPPT Innovator Awards  untuk kategori kehormatan penerima Nobel pada tahun 2019 yang diberikan oleh [[Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi]].<ref>Alfarizi Moh Khory. [https://tekno.tempo.co/read/1281824/bppt-innovator-award-2019-digelar-ini-pemenangnya/full&view=ok BPPT Innovator Award 2019 Digelar, Ini Pemenangnya]. ''tekno.tempo.co''. 9 Desember 2019.</ref>


== Daftar Pustaka ==
== Daftar Pustaka ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oki+Gunawan&oldid=28748126 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28748126 (2025-12-27T19:44:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oki+Gunawan&oldid=28748126 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28748126 (2025-12-27T19:44:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 17.58

Oki Gunawan () merupakan seorang fisikawan teknik elektro dari Indonesia di bidang semikonduktor. Dia terkenal karena berhasil menemukan efek punuk unta pada tahun 2014 dan memecahkan 140 tahun rahasia dalam Efek Hall. Saat ini, dia bekerja sebagai peneliti di Departemen Ilmu Fisika di Pusat Penelitian Thomas J. Watson yang merupakan pusat penelitian IBM. Dia telah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Achmad Bakrie Award pada tahun 2013 dan BPPT Innovator Award pada tahun 2019.

Riwayat Hidup

Kompetisi Olimpiade Fisika Internasional dan pendidikan

Gunawan lahir di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 1975.[1] Sejak Sekolah Dasar, Gunawan sudah tertarik ingin menjadi Insinyur teknik elektro.[2] Dia pernah meraih medali perunggu dalam kompetisi Olimpiade Fisika Internasional pada tahun 1993 di Williamsburg, Amerika Serikat ketika masih menjadi siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 78 Jakarta yang menjadi medali pertama untuk Indonesia selama mengikuti kompetisi tersebut.[3][4] Dia melanjutkan studi di Universitas Teknologi Nanyang untuk meraih gelar Bachelor of Engineering dan lulus dengan gelar kehormatan first class pada tahun 1998 . Gelar Master of Engineering diraihnya di univeristas yang sama dan lulus pada tahun 2000.[5]

Dia melanjutkan gelar Doktoralnya di Universitas Princeton dengan mengambil gelar Doktoral Bidang Elektronik dan Material yang lulus pada tahun 2007.[6] Selama di Princeton, Gunawan dibimbing oleh Prof Mansour Shayegan dan Prof Daniel Tsui.[7]

Karier dan kontribusi

Setelah lulus pada tahun 2007, Gunawan melakukan peneliti pasca doktoral di Departemen Ilmu Fisika di Pusat Penelitian Thomas J. Watson. Selama bekerja di sana, Gunawan telah menulis lebih dari 50 publications dan memiliki 75 paten.[8] Penemuan paling terkenal miliknya adalah penemuan efek punuk unta yang dikerjakan bersama dengan Yudistira Virgus [9][10] Penemuan ini terus berkembang hingga akhirnya Gunawan berhasil memecahkan masalah yang telah berlangsung selama 140 tahun di bidang Efek Hall. Penemuannya ini dipercaya dapat meningkatkan perkembangan teknologi semikonduktor.[11] Hasil penelitiannya ini diterbitkan di Jurnal Nature.[12]

Penghargaan

Selama bekerja di IBM, Gunawan sempat mengikuti Olimpiade Fisika tingkat Dunia dan memenangkan beberapa penghargaan untuk pembuatan soal. Pada tahun 2011, dia memenangkan medali 25.000 dolar untuk soal eksperimennya bernama "A Rotary Magnetic Drag System for Conductivity Measurement".[13] Pada tahun selanjutnya, dia mendapatkan penghargaan kembali berupa dua medali emas untuk tes teori dengan soalnya yang bernama "Tornado" dan medali emas satu lagi untuk soal kolaborasinya dengan Virgus yang bernama "Pencil in a magnetic trap ".[14] Karena kontribusinya di tingkat Internasional, Gunawan mendapatkan penghargaan nasional, yaitu Achmad Bakrie Award untuk kategori Ilmuwan Muda Berprestasi pada tahun 2013.[15] Dia kembali mendapatkan penghargaan tingkat nasional, yaitu BPPT Innovator Awards untuk kategori kehormatan penerima Nobel pada tahun 2019 yang diberikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.[16]

Daftar Pustaka

Referensi

  1. Ester Lince Napitupulu. Oki Gunawan, Ilmuwan Indonesia yang Memecahkan Misteri Efek Hall. kompas.id. 18 Desember 2019.
  2. Alumni Pertama Itu Kini Belajar di Princeton. www.fisikanet.lipi.go.id. 25 Juli 2002.
  3. International Physics Olympiad (IPhO), Yogyakarta 2017: “Ratusan Pelajar Terbaik dari 86 Negara Bereksperimen dengan Efek Fisika Baru Temuan Fisikawan Indonesia pada IPhO 2017”. Simetri. 27 Juli 2017.
  4. Oki Gunawan. www.fisikanet.lipi.go.id.
  5. Boon Siew Ooi. Multiple-wavelength integration in InGaAs-InGaAsP structures using pulsed laser irradiation-induced quantum-well intermixing. IEEE Journal of Quantum Electronics. 2004-05-XX. Vol. 40 (5). hlm. 481–490. doi:10.1109/JQE.2004.826431.
  6. Ester Lince Napitupulu. Oki Gunawan, Ilmuwan Indonesia yang Memecahkan Misteri Efek Hall. kompas.id. 18 Desember 2019.
  7. Alumni Pertama Itu Kini Belajar di Princeton. www.fisikanet.lipi.go.id. 25 Juli 2002.
  8. Oki Gunawan - IBM. researcher.watson.ibm.com. 25 Juli 2016.
  9. A New Effect in Electromagnetism Discovered – 150 years later. IBM Research Blog. 20 Oktober 2017.
  10. Oki Gunawan. The one-dimensional camelback potential in the parallel dipole line trap: Stability conditions and finite size effect. Journal of Applied Physics. 2017. Vol. 121 (13). hlm. 133902. doi:10.1063/1.4978876.
  11. Isabelle Dumé. New equation unlocks 140-year-old Hall effect secret. Physics World. 11 Oktober 2019.
  12. Oki Gunawan. Carrier-resolved photo-Hall effect. Nature. 2019-11. Vol. 575 (7781). hlm. 151–155. doi:10.1038/s41586-019-1632-2.
  13. Khaerul Anwar. Peserta Indonesia Raih Medali Emas WoPho di Mataram. KOMPAS.com. 2 Januari 2012.
  14. Mahardika Satria Hadi. Zoom InCina Sabet Medali Emas Olimpiade Fisika Sedunia II - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.co. Tempo. 2 Januari 2013.
  15. Lima Tokoh Penerima Penghargaan 'Achmad Bakrie'. Republika Online. 25 Agustus 2013.
  16. Alfarizi Moh Khory. BPPT Innovator Award 2019 Digelar, Ini Pemenangnya. tekno.tempo.co. 9 Desember 2019.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28748126 (2025-12-27T19:44:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.