Lompat ke isi

Bijih uranium: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27987172; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Endapan bijih uranium''' adalah konsentrasi [[uranium]] yang dapat diperoleh kembali secara ekonomis di dalam kerak bumi. Uranium adalah salah satu unsur paling umum di kerak bumi, 40 kali lebih umum daripada perak dan 500 kali lebih umum daripada emas. Dapat ditemukan hampir di semua tempat di batu, tanah, sungai, dan lautan. Tantangan untuk ekstraksi uranium komersial adalah untuk menemukan daerah-daerah di mana konsentrasinya memadai untuk membentuk deposit yang layak secara ekonomi. Penggunaan utama uranium yang diperoleh dari [[pertambangan]] adalah sebagai [[bahan bakar]] untuk [[reaktor nuklir]].
'''Endapan bijih uranium''' adalah konsentrasi [[uranium]] yang dapat diperoleh kembali secara ekonomis di dalam kerak bumi.<ref>[http://www.cameco.com/uranium_101 Cameco – Uranium 101].</ref><ref>[http://www.cameco.com/uranium_101/uranium_science/uranium/#two Cameco – Uranium 101, Where is uranium found?].</ref> Uranium adalah salah satu unsur paling umum di kerak bumi, 40 kali lebih umum daripada perak dan 500 kali lebih umum daripada emas. Dapat ditemukan hampir di semua tempat di batu, tanah, sungai, dan lautan. Tantangan untuk ekstraksi uranium komersial adalah untuk menemukan daerah-daerah di mana konsentrasinya memadai untuk membentuk deposit yang layak secara ekonomi. Penggunaan utama uranium yang diperoleh dari [[pertambangan]] adalah sebagai [[bahan bakar]] untuk [[reaktor nuklir]].


==Mineral Uranium==
==Mineral Uranium==
Mineral bijih uranium utama adalah [[uraninit]] (UO<sub>2</sub>) (sebelumnya dikenal sebagai [[bijih]] uranium). Berbagai mineral uranium lainnya dapat ditemukan di berbagai deposit. Ini termasuk carnotite, tyuyamunite, torbernite dan autunite.Uranium titanat jenis davidite-brannerite-absite, dan kelompok euxenite-fergusonite-samarskit adalah mineral uranium lainnya.<ref>Klein, Cornelis and Cornelius S. Hurlbut, Jr., ''Manual of Mineralogy,'' Wiley, 1985, 20th ed. pp. 307–308</ref>


Berbagai macam mineral uranium sekunder diketahui, banyak di antaranya berwarna cemerlang dan berpendar. Yang paling umum adalah gummite (campuran mineral), autunite (dengan kalsium), saleeite (magnesium) dan torbernite (dengan [[tembaga]]); dan silikat uranium terhidrasi seperti coffinite, uranophane (dengan kalsium) dan sklodowskite (magnesium).<ref>[https://www.mindat.org/min-1774.html Gummite].</ref>


Mineral bijih uranium utama adalah [[uraninit]] (UO<sub>2</sub>) (sebelumnya dikenal sebagai [[bijih]] uranium). Berbagai mineral uranium lainnya dapat ditemukan di berbagai deposit. Ini termasuk carnotite, tyuyamunite, torbernite dan autunite.Uranium titanat jenis davidite-brannerite-absite, dan kelompok euxenite-fergusonite-samarskit adalah mineral uranium lainnya.
{| class="wikitable" style="margin:auto;"
 
|-
Berbagai macam mineral uranium sekunder diketahui, banyak di antaranya berwarna cemerlang dan berpendar. Yang paling umum adalah gummite (campuran mineral), autunite (dengan kalsium), saleeite (magnesium) dan torbernite (dengan [[tembaga]]); dan silikat uranium terhidrasi seperti coffinite, uranophane (dengan kalsium) dan sklodowskite (magnesium).
! colspan="2"  style="background:tan; text-align:center;"| Mineral Uranium<ref>Merkel, B., und Sperling, B. ''Schriftenreihe des Deutschen Verbandes für Wasserwirtschaft und Kulturbau (DVWK)''. DVWK. 1998. Vol. Schriften 117: Hydrogeochemische Soffsysteme Teil II.</ref><ref>[http://www.mindat.org Mineralogy Database].</ref>
|-
! colspan="2"  style="background:#ffdead; text-align:center;"|Mineral uranium primer
|-
! style="background:#ffdead;"|Nama
! style="background:#ffdead;"|Formula Kimia
|-
|[[uraninite]] or pitchblende
| UO<sub>2</sub>
|-
|[[coffinite]]
| U(SiO<sub>4</sub>)<sub>1–x</sub>(OH)<sub>4x</sub>
|-
|[[brannerite]]
| UTi<sub>2</sub>O<sub>6</sub>
|-
|[[davidite]]
| (REE)(Y,U)(Ti,Fe<sup>3+</sup>)<sub>20</sub>O<sub>38</sub>
|-
|[[thucholite]]
| Uranium-bearing pyrobitumen
|-


! colspan="2"  style="background:#ffdead; text-align:center;"|Mineral uranium sekunder
|-
! style="background:#ffdead;"|Nama
! style="background:#ffdead;"|Formula Kimia
|-
|[[autunite]]
| Ca(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(PO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 8-12 H<sub>2</sub>O
|-
|[[carnotite]]
| K<sub>2</sub>(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(VO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 1–3 H<sub>2</sub>O
|-
|[[gummite]]
| gum like mixture of various uranium minerals
|-
|[[saleeite]]
| Mg(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(PO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 10 H<sub>2</sub>O
|-
|[[torbernite]]
| Cu(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(PO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 12 H<sub>2</sub>O
|-
|[[tyuyamunite]]
| Ca(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(VO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 5-8 H<sub>2</sub>O
|-
|[[uranocircite]]
| Ba(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(PO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 8-10 H<sub>2</sub>O
|-
|[[uranophane]]
| Ca(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(HSiO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 5 H<sub>2</sub>O
|-
|[[zeunerite]]
| Cu(UO<sub>2</sub>)<sub>2</sub>(AsO<sub>4</sub>)<sub>2</sub> x 8-10 H<sub>2</sub>O
|}


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bijih+uranium&oldid=27987172 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27987172 (2025-10-15T21:51:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bijih+uranium&oldid=27987172 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27987172 (2025-10-15T21:51:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.05

Endapan bijih uranium adalah konsentrasi uranium yang dapat diperoleh kembali secara ekonomis di dalam kerak bumi.[1][2] Uranium adalah salah satu unsur paling umum di kerak bumi, 40 kali lebih umum daripada perak dan 500 kali lebih umum daripada emas. Dapat ditemukan hampir di semua tempat di batu, tanah, sungai, dan lautan. Tantangan untuk ekstraksi uranium komersial adalah untuk menemukan daerah-daerah di mana konsentrasinya memadai untuk membentuk deposit yang layak secara ekonomi. Penggunaan utama uranium yang diperoleh dari pertambangan adalah sebagai bahan bakar untuk reaktor nuklir.

Mineral Uranium

Mineral bijih uranium utama adalah uraninit (UO2) (sebelumnya dikenal sebagai bijih uranium). Berbagai mineral uranium lainnya dapat ditemukan di berbagai deposit. Ini termasuk carnotite, tyuyamunite, torbernite dan autunite.Uranium titanat jenis davidite-brannerite-absite, dan kelompok euxenite-fergusonite-samarskit adalah mineral uranium lainnya.[3]

Berbagai macam mineral uranium sekunder diketahui, banyak di antaranya berwarna cemerlang dan berpendar. Yang paling umum adalah gummite (campuran mineral), autunite (dengan kalsium), saleeite (magnesium) dan torbernite (dengan tembaga); dan silikat uranium terhidrasi seperti coffinite, uranophane (dengan kalsium) dan sklodowskite (magnesium).[4]

Mineral Uranium[5][6]
Mineral uranium primer
Nama Formula Kimia
uraninite or pitchblende UO2
coffinite U(SiO4)1–x(OH)4x
brannerite UTi2O6
davidite (REE)(Y,U)(Ti,Fe3+)20O38
thucholite Uranium-bearing pyrobitumen
Mineral uranium sekunder
Nama Formula Kimia
autunite Ca(UO2)2(PO4)2 x 8-12 H2O
carnotite K2(UO2)2(VO4)2 x 1–3 H2O
gummite gum like mixture of various uranium minerals
saleeite Mg(UO2)2(PO4)2 x 10 H2O
torbernite Cu(UO2)2(PO4)2 x 12 H2O
tyuyamunite Ca(UO2)2(VO4)2 x 5-8 H2O
uranocircite Ba(UO2)2(PO4)2 x 8-10 H2O
uranophane Ca(UO2)2(HSiO4)2 x 5 H2O
zeunerite Cu(UO2)2(AsO4)2 x 8-10 H2O

Referensi

  1. Cameco – Uranium 101.
  2. Cameco – Uranium 101, Where is uranium found?.
  3. Klein, Cornelis and Cornelius S. Hurlbut, Jr., Manual of Mineralogy, Wiley, 1985, 20th ed. pp. 307–308
  4. Gummite.
  5. Merkel, B., und Sperling, B. Schriftenreihe des Deutschen Verbandes für Wasserwirtschaft und Kulturbau (DVWK). DVWK. 1998. Vol. Schriften 117: Hydrogeochemische Soffsysteme Teil II.
  6. Mineralogy Database.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27987172 (2025-10-15T21:51:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.