Daya rusak air: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28647311; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Daya rusak air''' adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, yang antara lain berupa kejadian [[banjir]], [[Erosi|erosi tanah]] dan [[sedimentasi]], [[tanah longsor]], [[Banjir lahar dingin Gunung Marapi 2024|banjir lahar dingin]], tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, [[Intrusi air asin|instrusi air laut]], dan perembesan pada tempat yang tidak diinginkan. | [[File:Kota_Barabai_saat_banjir_Kalsel_2021.jpg|thumb|right|280px|Kota Barabai saat banjir Kalsel 2021]] | ||
'''Daya rusak air''' adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, yang antara lain berupa kejadian [[banjir]], [[Erosi|erosi tanah]] dan [[sedimentasi]], [[tanah longsor]], [[Banjir lahar dingin Gunung Marapi 2024|banjir lahar dingin]], tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, [[Intrusi air asin|instrusi air laut]], dan perembesan pada tempat yang tidak diinginkan.<ref>P3SDA&Konstruksi. [https://sibangkoman.pu.go.id/center/pelatihan/uploads/edok/2022/07/41ea6_Modul_7_Pengendalian_Daya_Rusak_Air.pdf MODUL 5: PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR - PELATIHAN ORIENTASI TERPADU]. Kementrian PUPR. 2017.</ref> | |||
== Penyebab Utama == | == Penyebab Utama == | ||
=== Faktor alam === | === Faktor alam === | ||
* '''Erosi''': Proses pengikisan tanah oleh air, angin, dan gravitasi. Paling dominan di Indonesia adalah erosi oleh air. | * '''Erosi''': Proses pengikisan tanah oleh air, angin, dan gravitasi. Paling dominan di Indonesia adalah erosi oleh air. | ||
* '''[[Sedimentasi]]''': Akumulasi material batuan dan organik akibat erosi, terbawa arus dan menumpuk di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan. | * '''[[Sedimentasi]]''': Akumulasi material batuan dan organik akibat erosi, terbawa arus dan menumpuk di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan. | ||
=== Faktor manusia === | === Faktor manusia === | ||
* Perilaku membuang sampah ke sungai menghambat aliran air. | * Perilaku membuang sampah ke sungai menghambat aliran air. | ||
* Pendangkalan sungai akibat sedimen dan penyempitan kapasitas tampung air memicu banjir saat debit meningkat di musim hujan. | * Pendangkalan sungai akibat sedimen dan penyempitan kapasitas tampung air memicu banjir saat debit meningkat di musim hujan. | ||
== Dampak == | == Dampak == | ||
* Penurunan kualitas lingkungan | * Penurunan kualitas lingkungan | ||
* Risiko banjir akibat meluapnya air sungai | * Risiko banjir akibat meluapnya air sungai | ||
| Baris 28: | Baris 25: | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Daerah aliran sungai|Daerah aliran sungai (DAS)]] | * [[Daerah aliran sungai|Daerah aliran sungai (DAS)]] | ||
* [[Dewan Sumber Daya Air Nasional]] | * [[Dewan Sumber Daya Air Nasional]] | ||
| Baris 37: | Baris 33: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Daya+rusak+air&oldid=28647311 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28647311 (2025-12-01T02:17:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.11

Daya rusak air adalah daya air yang dapat menimbulkan kerusakan dan atau bencana terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya, yang antara lain berupa kejadian banjir, erosi tanah dan sedimentasi, tanah longsor, banjir lahar dingin, tanah amblas, perubahan sifat dan kandungan kimia, biologi dan fisik dalam air, instrusi air laut, dan perembesan pada tempat yang tidak diinginkan.[1]
Penyebab Utama
Faktor alam
- Erosi: Proses pengikisan tanah oleh air, angin, dan gravitasi. Paling dominan di Indonesia adalah erosi oleh air.
- Sedimentasi: Akumulasi material batuan dan organik akibat erosi, terbawa arus dan menumpuk di dasar sungai, menyebabkan pendangkalan.
Faktor manusia
- Perilaku membuang sampah ke sungai menghambat aliran air.
- Pendangkalan sungai akibat sedimen dan penyempitan kapasitas tampung air memicu banjir saat debit meningkat di musim hujan.
Dampak
- Penurunan kualitas lingkungan
- Risiko banjir akibat meluapnya air sungai
- Berkurangnya kapasitas tampung sungai dan waduk
Upaya Pengendalian
Dilakukan pada berbagai sumber air seperti sungai, danau, rawa, waduk, cekungan air tanah, sistem irigasi dan air hujan dengan berfokus pada pencegahan melalui:
- Perencanaan terpadu
- Penanggulangan kerusakan
- Pemulihan kualitas lingkungan
Lihat pula
- Daerah aliran sungai (DAS)
- Dewan Sumber Daya Air Nasional
- Hidrologi pegunungan
- Manajemen sumber daya air
- Sumber daya air
- Wilayah Sungai (WS)
Referensi
- ↑ P3SDA&Konstruksi. MODUL 5: PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR - PELATIHAN ORIENTASI TERPADU. Kementrian PUPR. 2017.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28647311 (2025-12-01T02:17:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.