Lompat ke isi

Adakit: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26525672; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Adakit''' adalah [[batuan vulkanik]] menengah hingga [[felsik]] yang memiliki karakteristik [[geokimia]] dari [[magma]] yang diperkirakan telah dibentuk oleh [[lelehan parsial]] dari [[basal]] terubah yang mensubduksi ke bagian bawah [[busur vulkanik]]. Sebagian besar magma yang berasal dari zona [[subduksi]] datang dari mantel yang berada di atas lempeng subduksi ketika cairan hidraulis dilepaskan dari mineral-mineral yang memecah di basal termetamorfosis, yang naik ke dalam mantel, dan memulai lelehan parsial. Namun, Defant dan Drummond menemukan bahwa ketika [[kerak samudra]] muda (kurang dari 25 juta tahun) tersubduksi, adakit biasanya diproduksi di dalam busur vulkanik tersebut. Mereka memperkirakan bahwa ketika kerak muda samudra tersubduksi, kerak menjadi lebih "hangat" (lebih dekat dengan [[Punggung tengah samudra|pegunungan dasar laut]] di mana ia terbentuk) dibanding kerak lain yang biasanya tersubduksi. Kerak yang lebih hangat ini memungkinkan basal termetamorfisme yang mensubduksi meleleh dan bukan mantel diatasnya. karya eksperimental oleh beberapa peneliti mengenai karakteristik geokimia dari "slab yang mencair" telah diverifikasi dan dianggap bahwa lelehan dapat terbentuk dari kerak muda dan karenanya hangat di zona subduksi.
[[File:Andesite.jpg|thumb|right|280px|Andesite]]
 
'''Adakit''' adalah [[batuan vulkanik]] menengah hingga [[felsik]] yang memiliki karakteristik [[geokimia]] dari [[magma]] yang diperkirakan telah dibentuk oleh [[lelehan parsial]] dari [[basal]] terubah yang mensubduksi ke bagian bawah [[busur vulkanik]].<ref>Defant M.J. & Drummond M.S. [http://www.geo.mtu.edu/EHaz/ConvergentPlatesClass/macpherson/defand_drummond_1990.pdf Derivation of some modern arc magmas by melting of young subducted lithosphere]. ''Nature''. 1990. Vol. 347. hlm. 662–665. doi:10.1038/347662a0.</ref> Sebagian besar magma yang berasal dari zona [[subduksi]] datang dari mantel yang berada di atas lempeng subduksi ketika cairan hidraulis dilepaskan dari mineral-mineral yang memecah di basal termetamorfosis, yang naik ke dalam mantel, dan memulai lelehan parsial. Namun, Defant dan Drummond menemukan bahwa ketika [[kerak samudra]] muda (kurang dari 25 juta tahun) tersubduksi, adakit biasanya diproduksi di dalam busur vulkanik tersebut. Mereka memperkirakan bahwa ketika kerak muda samudra tersubduksi, kerak menjadi lebih "hangat" (lebih dekat dengan [[Punggung tengah samudra|pegunungan dasar laut]] di mana ia terbentuk) dibanding kerak lain yang biasanya tersubduksi. Kerak yang lebih hangat ini memungkinkan basal termetamorfisme yang mensubduksi meleleh dan bukan mantel diatasnya. karya eksperimental oleh beberapa peneliti mengenai karakteristik geokimia dari "slab yang mencair" telah diverifikasi dan dianggap bahwa lelehan dapat terbentuk dari kerak muda dan karenanya hangat di zona subduksi.<ref>Rapp R.P. & Watson E.B. [http://petrology.oxfordjournals.org/content/36/4/891.short Dehydration Melting of Metabasalt at 8–32 kbar: Implications for Continental Growth and Crust-Mantle Recycling]. ''Journal of Petrology''. 1995. Vol. 36 (4). hlm. 891–931. doi:10.1093/petrology/36.4.891.</ref>


Karakteristik yang Defant dan Drummond berikan untuk adakit adalah:
Karakteristik yang Defant dan Drummond berikan untuk adakit adalah:
Baris 12: Baris 14:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adakit&oldid=26525672 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26525672 (2024-11-14T22:03:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Adakit&oldid=26525672 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26525672 (2024-11-14T22:03:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.11

Andesite

Adakit adalah batuan vulkanik menengah hingga felsik yang memiliki karakteristik geokimia dari magma yang diperkirakan telah dibentuk oleh lelehan parsial dari basal terubah yang mensubduksi ke bagian bawah busur vulkanik.[1] Sebagian besar magma yang berasal dari zona subduksi datang dari mantel yang berada di atas lempeng subduksi ketika cairan hidraulis dilepaskan dari mineral-mineral yang memecah di basal termetamorfosis, yang naik ke dalam mantel, dan memulai lelehan parsial. Namun, Defant dan Drummond menemukan bahwa ketika kerak samudra muda (kurang dari 25 juta tahun) tersubduksi, adakit biasanya diproduksi di dalam busur vulkanik tersebut. Mereka memperkirakan bahwa ketika kerak muda samudra tersubduksi, kerak menjadi lebih "hangat" (lebih dekat dengan pegunungan dasar laut di mana ia terbentuk) dibanding kerak lain yang biasanya tersubduksi. Kerak yang lebih hangat ini memungkinkan basal termetamorfisme yang mensubduksi meleleh dan bukan mantel diatasnya. karya eksperimental oleh beberapa peneliti mengenai karakteristik geokimia dari "slab yang mencair" telah diverifikasi dan dianggap bahwa lelehan dapat terbentuk dari kerak muda dan karenanya hangat di zona subduksi.[2]

Karakteristik yang Defant dan Drummond berikan untuk adakit adalah:

  • SiO2 > 56 wt %
  • Al2O3 >= 15 wt %
  • MgO < 3 wt %
  • Sr > 400 ppm
  • Y <18 ppm
  • Yb < 1.9 ppm
  • 87Sr/86Sr biasanya < 0.7045
  • Hanya terbentuk pada subduksi kerak muda

Referensi

  1. Defant M.J. & Drummond M.S. Derivation of some modern arc magmas by melting of young subducted lithosphere. Nature. 1990. Vol. 347. hlm. 662–665. doi:10.1038/347662a0.
  2. Rapp R.P. & Watson E.B. Dehydration Melting of Metabasalt at 8–32 kbar: Implications for Continental Growth and Crust-Mantle Recycling. Journal of Petrology. 1995. Vol. 36 (4). hlm. 891–931. doi:10.1093/petrology/36.4.891.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26525672 (2024-11-14T22:03:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.