Sifat dalam kristal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29319114; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 2: | Baris 2: | ||
==Kerapuhan== | ==Kerapuhan== | ||
Mineral mudah patah atau menjadi bubuk. Kebanyakan mineral dengan [[ikatan ion]] bersifat rapuh atau getas.<ref>William D. Nesse. [https://books.google.com/books?id=7JTdwAEACAAJ Pengantar mineralogi]. Oxford University Press. 2000. hlm. 122. ISBN 9780195106916.</ref> | |||
Mineral mudah patah atau menjadi bubuk. Kebanyakan mineral dengan [[ikatan ion]] bersifat rapuh atau getas. | |||
==Kelenturan== | ==Kelenturan== | ||
Mineral dapat ditempa menjadi lembaran tipis. Mineral dengan [[ikatan logam]] biasanya bersifat lentur. | Mineral dapat ditempa menjadi lembaran tipis. Mineral dengan [[ikatan logam]] biasanya bersifat lentur. | ||
===Keuletan=== | ===Keuletan=== | ||
Mineral dapat ditarik menjadi kawat. Material ulet haruslah lentur sekaligus [[ketangguhan|tangguh]]. | Mineral dapat ditarik menjadi kawat. Material ulet haruslah lentur sekaligus [[ketangguhan|tangguh]]. | ||
===Keterpotongan=== | ===Keterpotongan=== | ||
Dapat dipotong dengan rapi menggunakan pisau. Relatif sedikit mineral yang dapat dipotong. Keterpotongan adalah salah satu bentuk ketahanan dan dapat digunakan untuk membedakan mineral yang tampak mirip.<ref>[http://www.minerals.net/mineral_glossary/sectile.aspx Sectile - Minerals.net Glossary of Terms]. ''www.minerals.net''.</ref> [[Emas]], misalnya, dapat dipotong, tetapi [[pirit]] ("emas palsu") tidak. | |||
Dapat dipotong dengan rapi menggunakan pisau. Relatif sedikit mineral yang dapat dipotong. Keterpotongan adalah salah satu bentuk ketahanan dan dapat digunakan untuk membedakan mineral yang tampak mirip. [[Emas]], misalnya, dapat dipotong, tetapi [[pirit]] ("emas palsu") tidak. | |||
===Elastisitas=== | ===Elastisitas=== | ||
Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral elastis akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan. | Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral elastis akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan. | ||
===Plastisitas=== | ===Plastisitas=== | ||
Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral plastis tidak akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan. Mineral tersebut tetap dalam keadaan bengkok. | Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral plastis tidak akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan. Mineral tersebut tetap dalam keadaan bengkok. | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sifat+dalam+kristal&oldid=29319114 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29319114 (2026-06-06T06:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sifat+dalam+kristal&oldid=29319114 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29319114 (2026-06-06T06:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.13
Sifat dalam kristal (tenacity) adalah karakteristik fisik yang menggambarkan ketahanan dan respons suatu mineral terhadap berbagai gaya mekanik, seperti tekanan, tarikan, pukulan, tekukan, atau goresan. Sifat ini mengacu pada tingkat kohesi atau kekuatan ikatan internal antar atom atau molekul penyusun mineral, yang menentukan apakah mineral tersebut akan patah, terpotong, berubah bentuk secara permanen, atau kembali ke bentuk semula ketika gaya eksternal diberikan.
Kerapuhan
Mineral mudah patah atau menjadi bubuk. Kebanyakan mineral dengan ikatan ion bersifat rapuh atau getas.[1]
Kelenturan
Mineral dapat ditempa menjadi lembaran tipis. Mineral dengan ikatan logam biasanya bersifat lentur.
Keuletan
Mineral dapat ditarik menjadi kawat. Material ulet haruslah lentur sekaligus tangguh.
Keterpotongan
Dapat dipotong dengan rapi menggunakan pisau. Relatif sedikit mineral yang dapat dipotong. Keterpotongan adalah salah satu bentuk ketahanan dan dapat digunakan untuk membedakan mineral yang tampak mirip.[2] Emas, misalnya, dapat dipotong, tetapi pirit ("emas palsu") tidak.
Elastisitas
Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral elastis akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan.
Plastisitas
Jika dibengkokkan oleh gaya eksternal, mineral plastis tidak akan kembali ke bentuk dan ukuran aslinya ketika tekanan, yaitu gaya eksternal, dilepaskan. Mineral tersebut tetap dalam keadaan bengkok.
Referensi
- ↑ William D. Nesse. Pengantar mineralogi. Oxford University Press. 2000. hlm. 122. ISBN 9780195106916.
- ↑ Sectile - Minerals.net Glossary of Terms. www.minerals.net.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29319114 (2026-06-06T06:52:06Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.