Lompat ke isi

Aseton peroksida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28975746; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Aseton peroksida''' adalah [[peroksida]] [[Senyawa organik|organik]] dan [[bahan peledak]] utama. Ini dihasilkan oleh reaksi aseton dan hidrogen peroksida untuk menghasilkan campuran monomer dan dimer siklik, trimer, dan tetramer. Dimer tersebut dikenal sebagai diacetone peroxide (DADP). Trimer tersebut dikenal sebagai triacetone triperoxide (TATP) atautri-cyclic acetone peroksida (TCAP). Aseton peroksida berbentuk bubuk kristal putih dengan bau khas pemutih (jika tidak murni) atau berbau seperti buah jika murni, dan dapat meledak dengan kuat jika terkena panas, gesekan, listrik statis, asam sulfat pekat, UV yang kuat. radiasi atau kejutan. Hingga sekitar tahun 2015, detektor bahan peledak belum dipasang untuk mendeteksi bahan peledak non-nitrogen, karena sebagian besar bahan peledak yang digunakan sebelum tahun 2015 berbahan dasar nitrogen. TATP, karena bebas nitrogen, telah digunakan sebagai bahan peledak pilihan dalam beberapa aksi terorisme sejak tahun 2001.
[[File:Acetone_peroxide.jpg|thumb|right|280px|Aseton peroksida]]
 
'''Aseton peroksida''' adalah [[peroksida]] [[Senyawa organik|organik]] dan [[bahan peledak]] utama. Ini dihasilkan oleh reaksi aseton dan hidrogen peroksida untuk menghasilkan campuran monomer dan dimer siklik, trimer, dan tetramer. Dimer tersebut dikenal sebagai diacetone peroxide (DADP). Trimer tersebut dikenal sebagai triacetone triperoxide (TATP) atautri-cyclic acetone peroksida (TCAP). Aseton peroksida berbentuk bubuk kristal putih dengan bau khas pemutih (jika tidak murni) atau berbau seperti buah jika murni, dan dapat meledak dengan kuat jika terkena panas, gesekan, listrik statis, asam sulfat pekat, UV yang kuat. radiasi atau kejutan. Hingga sekitar tahun 2015, detektor bahan peledak belum dipasang untuk mendeteksi bahan peledak non-nitrogen, karena sebagian besar bahan peledak yang digunakan sebelum tahun 2015 berbahan dasar nitrogen. TATP, karena bebas nitrogen, telah digunakan sebagai bahan peledak pilihan dalam beberapa aksi terorisme sejak tahun 2001.<ref>Robert Matyáš. [https://books.google.com/books?id=wfJHAAAAQBAJ&pg=PA262 Primary Explosives]. Springer. 2013. hlm. 262. ISBN 978-3-642-28436-6.</ref>


==Lihat pula==
==Lihat pula==
Baris 31: Baris 33:


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aseton+peroksida&oldid=28975746 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28975746 (2026-02-19T13:08:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aseton+peroksida&oldid=28975746 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28975746 (2026-02-19T13:08:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 18.13

Aseton peroksida

Aseton peroksida adalah peroksida organik dan bahan peledak utama. Ini dihasilkan oleh reaksi aseton dan hidrogen peroksida untuk menghasilkan campuran monomer dan dimer siklik, trimer, dan tetramer. Dimer tersebut dikenal sebagai diacetone peroxide (DADP). Trimer tersebut dikenal sebagai triacetone triperoxide (TATP) atautri-cyclic acetone peroksida (TCAP). Aseton peroksida berbentuk bubuk kristal putih dengan bau khas pemutih (jika tidak murni) atau berbau seperti buah jika murni, dan dapat meledak dengan kuat jika terkena panas, gesekan, listrik statis, asam sulfat pekat, UV yang kuat. radiasi atau kejutan. Hingga sekitar tahun 2015, detektor bahan peledak belum dipasang untuk mendeteksi bahan peledak non-nitrogen, karena sebagian besar bahan peledak yang digunakan sebelum tahun 2015 berbahan dasar nitrogen. TATP, karena bebas nitrogen, telah digunakan sebagai bahan peledak pilihan dalam beberapa aksi terorisme sejak tahun 2001.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. Robert Matyáš. Primary Explosives. Springer. 2013. hlm. 262. ISBN 978-3-642-28436-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28975746 (2026-02-19T13:08:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.