SQL: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28762237; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''SQL''' ( ''S-Q-L'', "sequel"; '''Structured Query Language''') adalah sebuah [[Bahasa pemrograman|bahasa]] yang digunakan untuk mengakses [[data]] dalam [[basis data]] [[RDBMS|relasional]]. Bahasa ini secara ''[[de facto]]'' merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua [[server basis data]] yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya. | [[File:Sql_data_base_with_logo.png|thumb|right|280px|Sql data base with logo]] | ||
'''SQL''' ( ''S-Q-L'',<ref>Alan Beaulieu. [https://archive.org/details/learningsql0000beau_p5d6 Learning SQL]. O'Reilly. April 2009. ISBN 978-0-596-52083-0.</ref> "sequel"; '''Structured Query Language''')<ref name="chamberlin2001">Donald D. Chamberlin. [https://conservancy.umn.edu/handle/11299/107215 Oral history interview with Donald D. Chamberlin]. 2001-10-03.</ref> adalah sebuah [[Bahasa pemrograman|bahasa]] yang digunakan untuk mengakses [[data]] dalam [[basis data]] [[RDBMS|relasional]]. Bahasa ini secara ''[[de facto]]'' merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua [[server basis data]] yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya. | |||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
| Baris 14: | Baris 16: | ||
== Pemakaian dasar == | == Pemakaian dasar == | ||
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu ''[[Data Definition Language]]'' (DDL) dan ''[[Data Manipulation Language]]'' (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap [[sistem manajemen basis data]] (SMBD), tetapi secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan [[ANSI]]. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD. | Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu ''[[Data Definition Language]]'' (DDL) dan ''[[Data Manipulation Language]]'' (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap [[sistem manajemen basis data]] (SMBD),<ref>Troels Arvin, 2007-05-26, http://troels.arvin.dk/db/rdbms/ Comparison of different SQL implementations</ref> tetapi secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan [[ANSI]]. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD. | ||
=== Data Definition Language === | === Data Definition Language === | ||
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus [[basis data]] dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya [[tabel]], [[view]], [[user]], dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah <code>CREATE</code> untuk membuat objek baru, <code>USE</code> untuk menggunakan objek, <code>ALTER</code> untuk mengubah objek yang sudah ada, dan <code>DROP</code> untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh [[administrator]] basis data dalam pembuatan sebuah [[program|aplikasi]] basis data. | DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus [[basis data]] dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya [[tabel]], [[view]], [[user]], dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah <code>CREATE</code> untuk membuat objek baru, <code>USE</code> untuk menggunakan objek, <code>ALTER</code> untuk mengubah objek yang sudah ada, dan <code>DROP</code> untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh [[administrator]] basis data dalam pembuatan sebuah [[program|aplikasi]] basis data. | ||
| Baris 21: | Baris 23: | ||
<code>CREATE</code> digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah: | <code>CREATE</code> digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql">CREATE DATABASE nama_basis_data</syntaxhighlight> | |||
<code>CREATE DATABASE</code> membuat sebuah basis data baru. | <code>CREATE DATABASE</code> membuat sebuah basis data baru. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql">CREATE TABLE nama_tabel</syntaxhighlight> | |||
<code>CREATE TABLE</code> membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk | <code>CREATE TABLE</code> membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
CREATE TABLE [''nama_tabel''] | |||
( | |||
nama_field1 tipe_data [constraints][, | |||
nama_field2 tipe_data, | |||
...] | |||
) | |||
</syntaxhighlight> | |||
atau | atau | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
CREATE TABLE [''nama_tabel''] | |||
( | |||
nama_field1 tipe_data [, | |||
nama_field2 tipe_data, | |||
...] | |||
[CONSTRAINT nama_field constraints] | |||
) | |||
</syntaxhighlight> | |||
dengan: | dengan: | ||
| Baris 40: | Baris 59: | ||
Contoh: | Contoh: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
CREATE TABLE user | |||
( | |||
username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY, | |||
passwd VARCHAR(20) NOT NULL, | |||
tanggal_lahir DATETIME | |||
); | |||
</syntaxhighlight> | |||
akan membuat tabel <code>user</code> seperti berikut: | akan membuat tabel <code>user</code> seperti berikut: | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! <u>username</u> | |||
! passwd | |||
! tanggal_lahir | |||
|} | |||
=== Data Manipulation Language === | === Data Manipulation Language === | ||
| Baris 52: | Baris 83: | ||
==== <code>SELECT</code> ==== | ==== <code>SELECT</code> ==== | ||
<code>SELECT</code> adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah ''query'' dirujukkan pada perintah <code>SELECT</code>.<code>SELECT</code> digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah <code>SELECT</code> memiliki bentuk lengkap: | <code>SELECT</code> adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah ''query'' dirujukkan pada perintah <code>SELECT</code>.<code>SELECT</code> digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah <code>SELECT</code> memiliki bentuk lengkap:<syntaxhighlight lang="mysql"> | ||
( QUERY BUDIN ) Cilegon. | |||
SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...] | |||
FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung''] | |||
[, nama_tabel3 [AS alias3], ...] | |||
[WHERE ''kondisi''] | |||
[ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]] | |||
[GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]] | |||
[HAVING ''kondisi_aggregat''] | |||
</syntaxhighlight> | |||
dengan: | dengan: | ||
* ''kondisi'' adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan. | * ''kondisi'' adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan. | ||
| Baris 63: | Baris 103: | ||
Diasumsikan terdapat tabel <code>user</code> yang berisi data sebagai berikut. | Diasumsikan terdapat tabel <code>user</code> yang berisi data sebagai berikut. | ||
{| class="wikitable" | |||
|- | |||
! <u>username</u> | |||
! passwd | |||
! tanggal_lahir | |||
! jml_transaksi | |||
! total_transaksi | |||
|- | |||
| Aris | |||
| 6487AD5EF | |||
| 09-09-1987 | |||
| 6 | |||
| 10.000 | |||
|- | |||
| Budi | |||
| 97AD4erD | |||
| 01-01-1994 | |||
| 0 | |||
| 0 | |||
|- | |||
| Charlie | |||
| 548794654 | |||
| 06-12-1965 | |||
| 24 | |||
| 312.150 | |||
|- | |||
| Daniel | |||
| FLKH947HF | |||
| 24-04-1980 | |||
| 3 | |||
| 0 | |||
|- | |||
| Erik | |||
| 94RER54 | |||
| 17-08-1945 | |||
| 34 | |||
| 50.000 | |||
|} | |||
Contoh 1: | Contoh 1: | ||
Tampilkan seluruh data. | Tampilkan seluruh data. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT * | |||
FROM user | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh 2: | Contoh 2: | ||
Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi. | Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT * | |||
FROM user | |||
WHERE total_transaksi = 0 | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh 3: | Contoh 3: | ||
Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000. | Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT username | |||
FROM user | |||
WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000 | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh 4: | Contoh 4: | ||
Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi. | Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi | |||
FROM user | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh 5: | Contoh 5: | ||
Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil. | Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT * | |||
FROM user | |||
ORDER BY jml_transaksi DESC | |||
</syntaxhighlight> | |||
===== Fungsi aggregat ===== | ===== Fungsi aggregat ===== | ||
| Baris 93: | Baris 189: | ||
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar. | Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar. | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
SELECT username | |||
FROM user | |||
WHERE jml_transaksi = | |||
( | |||
SELECT MAX(jml_transaksi) | |||
FROM user | |||
) | |||
</syntaxhighlight> | |||
==== <code>INSERT</code> ==== | ==== <code>INSERT</code> ==== | ||
Untuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks: | Untuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI]) | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh: | Contoh: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass'); | |||
</syntaxhighlight> | |||
==== <code>UPDATE</code> ==== | ==== <code>UPDATE</code> ==== | ||
Untuk mengubah data menggunakan sintax: | Untuk mengubah data menggunakan sintax: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI] | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh: | Contoh: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc" | |||
</syntaxhighlight> | |||
==== <code>DELETE</code> ==== | ==== <code>DELETE</code> ==== | ||
Untuk menghapus data dipergunakan sintaks: | Untuk menghapus data dipergunakan sintaks: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI] | |||
</syntaxhighlight> | |||
Contoh: | Contoh: | ||
<syntaxhighlight lang="mysql"> | |||
DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test'; | |||
</syntaxhighlight> | |||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Kata-kata yang dilindungi di SQL]] | * [[Kata-kata yang dilindungi di SQL]] | ||
| Baris 122: | Baris 236: | ||
* [http://www.sql.org/ SQL Org] | * [http://www.sql.org/ SQL Org] | ||
* [http://www.1keydata.com/sql/sql.html SQL Tutorial] | * [http://www.1keydata.com/sql/sql.html SQL Tutorial] | ||
* Mike Chapple, [http://databases.about.com/od/sql/a/sqlfundamentals.htm ''SQL Fundamentals''] | * Mike Chapple, [http://databases.about.com/od/sql/a/sqlfundamentals.htm ''SQL Fundamentals''] | ||
* MySQL AB, [http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/index.html MySQL 5.0 Reference Manual] | * MySQL AB, [http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/index.html MySQL 5.0 Reference Manual] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=SQL&oldid=28762237 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28762237 (2025-12-31T12:10:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=SQL&oldid=28762237 Wikipedia bahasa Indonesia], | |||
revisi 28762237 (2025-12-31T12:10:31Z) | <!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | ||
Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 03.07

SQL ( S-Q-L,[1] "sequel"; Structured Query Language)[2] adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
Sejarah
Sejarah SQL dimulai dari artikel seorang peneliti dari IBM bernama Jhonny Oracle yang membahas tentang ide pembuatan basis data relasional pada bulan Juni 1970. Artikel ini juga membahas kemungkinan pembuatan bahasa standar untuk mengakses data dalam basis data tersebut. Bahasa tersebut kemudian diberi nama SEQUEL (Structured English Query Language).
Setelah terbitnya artikel tersebut, IBM mengadakan proyek pembuatan basis data relasional berbasis bahasa SEQUEL. Akan tetapi, karena masalah hukum mengenai penamaan SEQUEL, IBM pun mengubahnya menjadi SQL. Implementasi basis data relasional dikenal dengan System/R.
Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama Oracle yang membuat server basis data populer yang bernama sama dengan nama perusahaannya. Dengan naiknya kepopuleran John Oracle, maka SQL juga ikut populer sehingga saat ini menjadi standar de facto bahasa dalam manajemen basis data.
Standardisasi
Standardisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI. Standar ini sering disebut dengan SQL86.Standar tersebut kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1992. Versi terakhir dikenal dengan SQL92. Pada tahun 1999 dikeluarkan standar baru yaitu SQL99 atau disebut juga SQL99, akan tetapi kebanyakan implementasi mereferensi pada SQL92.
Saat ini sebenarnya tidak ada server basis data yang 100% mendukung SQL92. Hal ini disebabkan masing-masing server memiliki dialek masing-masing.
Pemakaian dasar
Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa, yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). Implementasi DDL dan DML berbeda untuk tiap sistem manajemen basis data (SMBD),[3] tetapi secara umum implementasi tiap bahasa ini memiliki bentuk standar yang ditetapkan ANSI. Artikel ini akan menggunakan bentuk paling umum yang dapat digunakan pada kebanyakan SMBD.
Data Definition Language
DDL digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, serta menghapus basis data dan objek-objek yang diperlukan dalam basis data, misalnya tabel, view, user, dan sebagainya. Secara umum, DDL yang digunakan adalah CREATE untuk membuat objek baru, USE untuk menggunakan objek, ALTER untuk mengubah objek yang sudah ada, dan DROP untuk menghapus objek. DDL biasanya digunakan oleh administrator basis data dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data.
CREATE
CREATE digunakan untuk membuat basis data maupun objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan adalah:
<syntaxhighlight lang="mysql">CREATE DATABASE nama_basis_data</syntaxhighlight>
CREATE DATABASE membuat sebuah basis data baru.
<syntaxhighlight lang="mysql">CREATE TABLE nama_tabel</syntaxhighlight>
CREATE TABLE membuat tabel baru pada basis data yang sedang aktif. Secara umum, perintah ini memiliki bentuk
<syntaxhighlight lang="mysql">
CREATE TABLE [nama_tabel] ( nama_field1 tipe_data [constraints][, nama_field2 tipe_data, ...] )
</syntaxhighlight> atau <syntaxhighlight lang="mysql">
CREATE TABLE [nama_tabel] ( nama_field1 tipe_data [, nama_field2 tipe_data, ...] [CONSTRAINT nama_field constraints] )
</syntaxhighlight> dengan:
nama_field adalah nama kolom (field) yang akan dibuat. Beberapa sistem manajemen basis data mengizinkan penggunaan spasi dan karakter nonhuruf pada nama kolom.
tipe_data tergantung implementasi sistem manajemen basis data. Misalnya, pada MySQL, tipe data dapat berupa VARCHAR, TEXT, BLOB, ENUM, dan sebagainya.
constraints adalah batasan-batasan yang diberikan untuk tiap kolom. Ini juga tergantung implementasi sistem manajemen basis data, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan sebagainya. Ini dapat digunakan untuk mendefinisikan kunci primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).
Satu tabel boleh tidak memiliki kunci primer sama sekali, namun sangat disarankan mendefinisikan paling tidak satu kolom sebagai kunci primer.
Contoh: <syntaxhighlight lang="mysql">
CREATE TABLE user ( username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIMARY KEY, passwd VARCHAR(20) NOT NULL, tanggal_lahir DATETIME );
</syntaxhighlight>
akan membuat tabel user seperti berikut:
| username | passwd | tanggal_lahir |
|---|
Data Manipulation Language
DML digunakan untuk memanipulasi data yang ada dalam suatu tabel. Perintah yang umum dilakukan adalah:
SELECTuntuk menampilkan dataINSERTuntuk menambahkan data baruUPDATEuntuk mengubah data yang sudah adaDELETEuntuk menghapus data
SELECT
SELECT adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang istilah query dirujukkan pada perintah SELECT.SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya dalam sebuah basis data yang sama. Secara umum, perintah SELECT memiliki bentuk lengkap:<syntaxhighlight lang="mysql">
( QUERY BUDIN ) Cilegon.
SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...] FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON kondisi_penghubung] [, nama_tabel3 [AS alias3], ...] [WHERE kondisi] [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]] [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]] [HAVING kondisi_aggregat]
</syntaxhighlight> dengan:
- kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi suatu data agar ditampilkan.
- kondisi_aggregat adalah syarat khusus untuk fungsi aggregat.
Kondisi dapat dihubungkan dengan operator logika, misalnya AND, OR, dan sebagainya.
Contoh:
Diasumsikan terdapat tabel user yang berisi data sebagai berikut.
| username | passwd | tanggal_lahir | jml_transaksi | total_transaksi |
|---|---|---|---|---|
| Aris | 6487AD5EF | 09-09-1987 | 6 | 10.000 |
| Budi | 97AD4erD | 01-01-1994 | 0 | 0 |
| Charlie | 548794654 | 06-12-1965 | 24 | 312.150 |
| Daniel | FLKH947HF | 24-04-1980 | 3 | 0 |
| Erik | 94RER54 | 17-08-1945 | 34 | 50.000 |
Contoh 1: Tampilkan seluruh data. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT * FROM user
</syntaxhighlight> Contoh 2: Tampilkan pengguna yang tidak pernah bertransaksi. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT * FROM user WHERE total_transaksi = 0
</syntaxhighlight> Contoh 3: Tampilkan username pengguna yang bertransaksi kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT username FROM user WHERE jml_transakai < 10 AND total_transaksi > 1000
</syntaxhighlight> Contoh 4: Tampilkan total nominal transaksi yang sudah terjadi. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT SUM(total_transaksi) AS total_nominal_transaksi FROM user
</syntaxhighlight> Contoh 5: Tampilkan seluruh data diurutkan berdasarkan jumlah transaksi terbesar ke terkecil. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT * FROM user ORDER BY jml_transaksi DESC
</syntaxhighlight>
Fungsi aggregat
Beberapa SMBD memiliki fungsi aggregat, yaitu fungsi-fungsi khusus yang melibatkan sekelompok data (aggregat). Secara umum fungsi aggregat adalah:
SUMuntuk menghitung total nominal dataCOUNTuntuk menghitung jumlah kemunculan dataAVGuntuk menghitung rata-rata sekelompok dataMAXdanMINuntuk mendapatkan nilai maksimum/minimum dari sekelompok data.
Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat untuk fungsi aggregat diletakkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.
Subquery
Adakalanya query dapat menjadi kompleks, terutama jika melibatkan lebih dari satu tabel dan/atau fungsi aggregat. Beberapa SMBD mengizinkan penggunaan subquery. Contoh:
Tampilkan username pengguna yang memiliki jumlah transaksi terbesar. <syntaxhighlight lang="mysql">
SELECT username FROM user WHERE jml_transaksi = ( SELECT MAX(jml_transaksi) FROM user )
</syntaxhighlight>
INSERT
Untuk menyimpan data dalam tabel digunakan sintaks: <syntaxhighlight lang="mysql">
INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI])
</syntaxhighlight> Contoh: <syntaxhighlight lang="mysql">
INSERT INTO TEST (NAMA, ALAMAT, PASSWORD) VALUES ('test', 'alamat', 'pass');
</syntaxhighlight>
UPDATE
Untuk mengubah data menggunakan sintax: <syntaxhighlight lang="mysql">
UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI]
</syntaxhighlight> Contoh: <syntaxhighlight lang="mysql">
UPDATE Msuser set password="123456" where username="abc"
</syntaxhighlight>
DELETE
Untuk menghapus data dipergunakan sintaks: <syntaxhighlight lang="mysql">
DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI]
</syntaxhighlight> Contoh: <syntaxhighlight lang="mysql">
DELETE FROM TEST WHERE NAMA='test';
</syntaxhighlight>
Catatan
Lihat pula
Pranala luar
- SQL Org
- SQL Tutorial
- Mike Chapple, SQL Fundamentals
- MySQL AB, MySQL 5.0 Reference Manual
Referensi
- ↑ Alan Beaulieu. Learning SQL. O'Reilly. April 2009. ISBN 978-0-596-52083-0.
- ↑ Donald D. Chamberlin. Oral history interview with Donald D. Chamberlin. 2001-10-03.
- ↑ Troels Arvin, 2007-05-26, http://troels.arvin.dk/db/rdbms/ Comparison of different SQL implementations
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28762237 (2025-12-31T12:10:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.