Lompat ke isi

Silikon nitrida: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29582983; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Silikon nitrida''' adalah senyawa kimia dari unsur [[silikon]] dan [[nitrogen]], dengan rumus . Ini adalah padatan putih dengan titik lebur tinggi yang relatif inert secara kimiawi. Ia dapat diserang oleh [[Hidrogen fluorida|HF]] encer dan [[Asam sulfat|Asam sulfat]] panas.  sangat keras (8,5 pada [[skala Mohs]]). Ini adalah nitrida silikon yang paling stabil secara termodinamika dari. Oleh karena itu,  adalah nitrida silikon yang paling penting secara komersial dan umumnya dipahami sebagai apa yang disebut di mana istilah "silikon nitrida" digunakan.
[[File:Si3N4ceramics2.jpg|thumb|right|280px|Si3N4ceramics2]]
 
'''Silikon nitrida''' adalah senyawa kimia dari unsur [[silikon]] dan [[nitrogen]], dengan rumus . Ini adalah padatan putih dengan titik lebur tinggi yang relatif inert secara kimiawi. Ia dapat diserang oleh [[Hidrogen fluorida|HF]] encer dan [[Asam sulfat|Asam sulfat]] panas.  sangat keras (8,5 pada [[skala Mohs]]). Ini adalah nitrida silikon yang paling stabil secara termodinamika dari. Oleh karena itu,  adalah nitrida silikon yang paling penting secara komersial<ref>Joseph William Mellor. ''A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry''. Longmans, Green and Co. 1947. Vol. 8. hlm. 115–7.</ref> dan umumnya dipahami sebagai apa yang disebut di mana istilah "silikon nitrida" digunakan.


== Produksi ==
== Produksi ==
Baris 5: Baris 7:
:<chem>3Si + 2N2 -> Si3N4</chem>
:<chem>3Si + 2N2 -> Si3N4</chem>


Bobot sampel silikon meningkat secara progresif karena kombinasi kimia antara silikon dan nitrogen. Tanpa katalis besi, reaksinya selesai setelah beberapa jam (~7), bila tidak terdeteksi kenaikan berat lebih lanjut akibat penyerapan nitrogen (per gram silikon). Selain , beberapa fase nitrida silikon lainnya (dengan rumus kimia yang sesuai dengan berbagai tingkat nitratasi/keadaan oksidasi Si) telah dilaporkan dalam literatur. Misalnya, gas disilikon mononitrida (); silikon mononitrida (SiN), dan silikon seskuinitrida (), yang masing-masing merupakan fase stoikiometri. Seperti halnya [[refraktori]] lainnya, produk yang diperoleh melalui sintesis suhu tinggi ini bergantung pada kondisi reaksi (misalnya waktu, suhu, dan bahan awal termasuk reaktan dan bahan wadah), serta cara pemurnian. Namun, keberadaan seskuinitrida sejak itu mulai dipertanyakan.
Bobot sampel silikon meningkat secara progresif karena kombinasi kimia antara silikon dan nitrogen. Tanpa katalis besi, reaksinya selesai setelah beberapa jam (~7), bila tidak terdeteksi kenaikan berat lebih lanjut akibat penyerapan nitrogen (per gram silikon). Selain , beberapa fase nitrida silikon lainnya (dengan rumus kimia yang sesuai dengan berbagai tingkat nitratasi/keadaan oksidasi Si) telah dilaporkan dalam literatur. Misalnya, gas disilikon mononitrida (); silikon mononitrida (SiN), dan silikon seskuinitrida (), yang masing-masing merupakan fase stoikiometri. Seperti halnya [[refraktori]] lainnya, produk yang diperoleh melalui sintesis suhu tinggi ini bergantung pada kondisi reaksi (misalnya waktu, suhu, dan bahan awal termasuk reaktan dan bahan wadah), serta cara pemurnian. Namun, keberadaan seskuinitrida sejak itu mulai dipertanyakan.<ref>O. N. Carlson. ''The N-Si (Nitrogen-Silicon) system''. ''Bulletin of Alloy Phase Diagrams''. 1990. Vol. 11 (6). hlm. 569. doi:10.1007/BF02841719.</ref>


Ini juga bisa disiapkan melalui jalur [[Diazena|diimida]]:
Ini juga bisa disiapkan melalui jalur [[Diazena|diimida]]:<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref>
:<chem>SiCl4{} + 6NH3 -> Si(NH)2{} + 4NH4Cl_{(s)}\ \mathit{pada}\ \mathit{0^oC}</chem>
:<chem>SiCl4{} + 6NH3 -> Si(NH)2{} + 4NH4Cl_{(s)}\ \mathit{pada}\ \mathit{0^oC}</chem>
:<chem>3Si(NH2) -> Si3N4{} + N2{} + 3H2_{(g)}\ \mathit{pada}\ \mathit{1000^oC}</chem>
:<chem>3Si(NH2) -> Si3N4{} + N2{} + 3H2_{(g)}\ \mathit{pada}\ \mathit{1000^oC}</chem>


[[Reduksi karbotermal]] silikon dioksida dalam atmosfer nitrogen pada 1400-1450&nbsp;°C juga telah diteliti:
[[Reduksi karbotermal]] silikon dioksida dalam atmosfer nitrogen pada 1400-1450&nbsp;°C juga telah diteliti:<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref>
:<chem>3SiO2 + 6C + 2N2 -> Si3N4 + 6CO</chem>
:<chem>3SiO2 + 6C + 2N2 -> Si3N4 + 6CO</chem>


Nitridasi serbuk silikon dikembangkan pada tahun 1950an, mengikuti "penemuan kembali" silikon nitrida dan merupakan metode berskala besar pertama untuk produksi bubuk. Namun, penggunaan silikon mentah dengan kemurnian rendah menyebabkan silikon nitrida terkontaminasi dengan [[silikat]] dan [[besi]]. Dekomposisi diimida menghasilkan silikon nitrida amorf, yang memerlukan penguatan lebih lanjut di bawah nitrogen pada 1400-1500&nbsp;°C untuk mengubahnya menjadi bubuk kristal; ini sekarang merupakan rute terpenting kedua untuk produksi komersial. Reduksi karbotermal adalah metode yang paling awal digunakan untuk produksi silikon nitrida dan sekarang dianggap sebagai rute industri yang paling hemat biaya untuk silikon nitrida dengan kemurnian tinggi.
Nitridasi serbuk silikon dikembangkan pada tahun 1950an, mengikuti "penemuan kembali" silikon nitrida dan merupakan metode berskala besar pertama untuk produksi bubuk. Namun, penggunaan silikon mentah dengan kemurnian rendah menyebabkan silikon nitrida terkontaminasi dengan [[silikat]] dan [[besi]]. Dekomposisi diimida menghasilkan silikon nitrida amorf, yang memerlukan penguatan lebih lanjut di bawah nitrogen pada 1400-1500&nbsp;°C untuk mengubahnya menjadi bubuk kristal; ini sekarang merupakan rute terpenting kedua untuk produksi komersial. Reduksi karbotermal adalah metode yang paling awal digunakan untuk produksi silikon nitrida dan sekarang dianggap sebagai rute industri yang paling hemat biaya untuk silikon nitrida dengan kemurnian tinggi.<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref>


Film silikon nitrida kelas elektronik dibentuk dengan menggunakan [[deposisi uap kimia]] (''chemical vapor deposition'', CVD), atau salah satu variannya, seperti ''[[Plasma-enhanced chemical vapor deposition]]'' (PECVD):
Film silikon nitrida kelas elektronik dibentuk dengan menggunakan [[deposisi uap kimia]] (''chemical vapor deposition'', CVD), atau salah satu variannya, seperti ''[[Plasma-enhanced chemical vapor deposition]]'' (PECVD):<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref><ref>Yoshio Nishi. [https://books.google.com/books?id=Qi98H-iTgLEC&pg=PA325 Handbook of semiconductor manufacturing technology]. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.</ref>
:<chem>{3SiH4_(g)} + 4NH3_(g) -> {Si3N4_(s)} + {12H2_(g)}\ \mathit{pada}\ \mathit{750-850^oC}</chem>
:<chem>{3SiH4_(g)} + 4NH3_(g) -> {Si3N4_(s)} + {12H2_(g)}\ \mathit{pada}\ \mathit{750-850^oC}</chem><ref>D. V. Morgan. [https://archive.org/details/introductiontose0000morg_x0b5 An Introduction To Semiconductor Microtechnology]. John Wiley & Sons. 1991. hlm. [https://archive.org/details/introductiontose0000morg_x0b5/page/27 27]. ISBN 0471924784.</ref>
:<chem>{3SiCl4_(g)} + {4NH3_(g)} -> {Si3N4_(s)} + {12HCl_(g)}</chem>
:<chem>{3SiCl4_(g)} + {4NH3_(g)} -> {Si3N4_(s)} + {12HCl_(g)}</chem>
:<chem>{3SiCl2H2_(g)} + {4NH3_(g)} -> {Si3N4_(s)} + {6HCl_(g)} + {6H2_(g)}</chem>
:<chem>{3SiCl2H2_(g)} + {4NH3_(g)} -> {Si3N4_(s)} + {6HCl_(g)} + {6H2_(g)}</chem>


Untuk pengendapan lapisan silikon nitrida pada substrat semikonduktor (biasanya silikon), digunakan dua metode:
Untuk pengendapan lapisan silikon nitrida pada substrat semikonduktor (biasanya silikon), digunakan dua metode:<ref>Yoshio Nishi. [https://books.google.com/books?id=Qi98H-iTgLEC&pg=PA325 Handbook of semiconductor manufacturing technology]. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.</ref>
#Teknologi deposisi uap kimia bertekanan rendah (''Low pressure chemical vapor deposition'', LPCVD), yang bekerja pada suhu agak tinggi dan dilakukan baik dalam tungku tabung vertikal atau horizontal, atau
#Teknologi deposisi uap kimia bertekanan rendah (''Low pressure chemical vapor deposition'', LPCVD), yang bekerja pada suhu agak tinggi dan dilakukan baik dalam tungku tabung vertikal atau horizontal,<ref>[http://www.crystec.com/kllcompe.htm Crystec Technology Trading GmbH, Comparison of vertical and horizontal tube furnaces in the semiconductor industry]. ''crystec.com''.</ref> atau
#Teknologi ''plasma-enhanced chemical vapor deposition'' (PECVD), yang bekerja pada kondisi suhu dan vakum yang agak rendah.
#Teknologi ''plasma-enhanced chemical vapor deposition'' (PECVD), yang bekerja pada kondisi suhu dan vakum yang agak rendah.


[[Konstanta kisi]] silikon nitrida dan silikon berbeda. Oleh karena itu, [[Tensi (fisika)|ketegangan]] atau [[Tegangan (mekanika)|stres]] dapat terjadi, tergantung pada proses pengendapan. Apalagi bila menggunakan teknologi PECVD, ketegangan ini bisa dikurangi dengan menyesuaikan parameter deposisi.
[[Konstanta kisi]] silikon nitrida dan silikon berbeda. Oleh karena itu, [[Tensi (fisika)|ketegangan]] atau [[Tegangan (mekanika)|stres]] dapat terjadi, tergantung pada proses pengendapan. Apalagi bila menggunakan teknologi PECVD, ketegangan ini bisa dikurangi dengan menyesuaikan parameter deposisi.<ref>[http://www.crystec.com/kllnitre.htm Crystec Technology Trading GmbH, deposition of silicon nitride layers].</ref>


[[Kawat nano]] silikon nitrida juga dapat diproduksi dengan metode [[sol-gel]] yang menggunakan [[redoks|reduksi]] karbotermal diikuti dengan nitridasi [[silika gel]], yang mengandung partikel karbon ultra halus. Partikel dapat diproduksi dengan dekomposisi [[larutan gula intravena|dekstrosa]] pada kisaran suhu 1200-1350&nbsp;°C. Reaksi sintesis yang mungkin terjadi adalah:
[[Kawat nano]] silikon nitrida juga dapat diproduksi dengan metode [[sol-gel]] yang menggunakan [[redoks|reduksi]] karbotermal diikuti dengan nitridasi [[silika gel]], yang mengandung partikel karbon ultra halus. Partikel dapat diproduksi dengan dekomposisi [[larutan gula intravena|dekstrosa]] pada kisaran suhu 1200-1350&nbsp;°C. Reaksi sintesis yang mungkin terjadi adalah:<ref>Ghosh Chaudhuri. ''A novel method for synthesis of α-Si 3 N 4 nanowires by sol-gel route''. ''Science and Technology of Advanced Materials''. 2008. Vol. 9 (1). hlm. 5002. doi:10.1088/1468-6996/9/1/015002.</ref>


:<chem>SiO2_{(s)}{} + C_{(s)} -> SiO_{(g)}{} + CO_{(g)}</chem>
:<chem>SiO2_{(s)}{} + C_{(s)} -> SiO_{(g)}{} + CO_{(g)}</chem>
Baris 36: Baris 38:


== Pengolahan ==
== Pengolahan ==
Silikon nitrida sulit diproduksi sebagai material curah—ia tidak dapat dipanaskan di atas 1850&nbsp;°C, yang jauh di bawah [[titik lebur]], karena disosiasi dengan silikon dan nitrogen. Oleh karena itu, penerapan teknik [[Pengempaan isostatik panas|pelengketan tekanan panas]] konvensional bermasalah. Ikatan bubuk silikon nitrida dapat dicapai pada suhu yang lebih rendah dengan menambahkan bahan tambahan (zat pelengket atau "pengikat") yang biasanya menginduksi tingkat sintering fase cair. Alternatif yang lebih bersih adalah dengan menggunakan [[sintering percikan plasma]] di mana pemanasan dilakukan dengan sangat cepat (hitungan detik) dengan melewatkan pulsa arus listrik melalui bubuk yang dipadatkan. Silikon nitrida padat telah diperoleh dengan teknik ini pada suhu 1500-1700&nbsp;°C.
Silikon nitrida sulit diproduksi sebagai material curah—ia tidak dapat dipanaskan di atas 1850&nbsp;°C, yang jauh di bawah [[titik lebur]], karena disosiasi dengan silikon dan nitrogen. Oleh karena itu, penerapan teknik [[Pengempaan isostatik panas|pelengketan tekanan panas]] konvensional bermasalah. Ikatan bubuk silikon nitrida dapat dicapai pada suhu yang lebih rendah dengan menambahkan bahan tambahan (zat pelengket atau "pengikat") yang biasanya menginduksi tingkat sintering fase cair.<ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=53 Silicon Nitride – An Overview]. ''azom.com''.</ref> Alternatif yang lebih bersih adalah dengan menggunakan [[sintering percikan plasma]] di mana pemanasan dilakukan dengan sangat cepat (hitungan detik) dengan melewatkan pulsa arus listrik melalui bubuk yang dipadatkan. Silikon nitrida padat telah diperoleh dengan teknik ini pada suhu 1500-1700&nbsp;°C.<ref>Nishimura. ''Fabrication of silicon nitride nanoceramics—Powder preparation and sintering: A review''. ''Science and Technology of Advanced Materials''. 2007. Vol. 8 (7–8). hlm. 635. doi:10.1016/j.stam.2007.08.006.</ref><ref>Peng, p. 38</ref>


== Struktur dan sifat kristal ==
== Struktur dan sifat kristal ==
Terdapat tiga struktur [kristalografi] silikon nitrida (), yang ditetapkan sebagai fase α, β dan γ.<ref>[http://www.hardmaterials.de/html/alpha-si3n4__beta-si3n4.html Crystal structures of Si 3 N 4]. ''hardmaterials.de''.</ref> [[Fase (materi)|Fase]] α dan β adalah bentuk yang paling umum dari , dan dapat dibuat di bawah kondisi tekanan normal. Fase γ hanya bisa disintesis di bawah tekanan dan suhu tinggi dan memiliki kekerasan 35&nbsp;GPa.<ref>Jiang. ''Hardness and thermal stability of cubic silicon nitride''. ''Journal of Physics: Condensed Matter''. 2001. Vol. 13 (22). hlm. L515. doi:10.1088/0953-8984/13/22/111.</ref><ref>[http://beamteam.usask.ca/alumni.php?m=sam Properties of gamma-Si 3 N 4].</ref>


α- dan β- memiliki struktur [[trigonal]] ([[simbol Pearson]] hP28, [[kelompok ruang]] P31c, No. 159) dan [[sistem kristal heksagonal|heksagonal]] (hP14, P6, No. 173), yang dibangun berdasarkan pembagian sudut [[tetrahedron|tetrahedra]] . Mereka dapat dianggap terdiri dari lapisan atom silikon dan nitrogen dalam urutan ABAB... atau ABCDABCD... masing-masing pada β- dan α-. Lapisan AB sama pada fase α dan β, dan lapisan CD dalam fase α berhubungan dengan AB oleh bidang ''c-glide''. Tetrahedra  dalam β- saling berhubungan sedemikian rupa sehingga terbentuk terowongan, berjalan sejajar dengan sumbu c sel satuan. Karena bidang ''c-glide'' yang menghubungkan AB dengan CD, struktur α mengandung rongga dan bukan terowongan. γ- kubik sering disebut sebagai modifikasi c dalam literatur, analog dengan modifikasi kubik [[boron nitrida]] (c-BN). Ini memiliki struktur tipe [[spinel]] di mana dua atom silikon masing-masing mengkoordinasikan enam atom nitrogen secara oktahedral, dan satu atom silikon mengkoordinasikan empat atom nitrogen secara tetrahedral.<ref>Peng, pp. 1-3</ref>


Terdapat tiga struktur [kristalografi] silikon nitrida (), yang ditetapkan sebagai fase α, β dan γ. [[Fase (materi)|Fase]] α dan β adalah bentuk yang paling umum dari , dan dapat dibuat di bawah kondisi tekanan normal. Fase γ hanya bisa disintesis di bawah tekanan dan suhu tinggi dan memiliki kekerasan 35&nbsp;GPa.
Urutan susunan yang lebih panjang menghasilkan fase α yang memiliki kekerasan lebih tinggi daripada fase β. Namun, fase α secara kimia tidak stabil dibandingkan dengan fase β. Pada suhu tinggi ketika terdapat fasa cair, fase α selalu berubah menjadi fase β. Oleh karena itu, β- adalah bentuk utama yang digunakan pada keramik .<ref>Xinwen Zhu. ''Textured silicon nitride: Processing and anisotropic properties''. ''Science and Technology of Advanced Materials''. 2008. Vol. 9 (3). hlm. 3001. doi:10.1088/1468-6996/9/3/033001.</ref>
 
 
α- dan β- memiliki struktur [[trigonal]] ([[simbol Pearson]] hP28, [[kelompok ruang]] P31c, No. 159) dan [[sistem kristal heksagonal|heksagonal]] (hP14, P6, No. 173), yang dibangun berdasarkan pembagian sudut [[tetrahedron|tetrahedra]] . Mereka dapat dianggap terdiri dari lapisan atom silikon dan nitrogen dalam urutan ABAB... atau ABCDABCD... masing-masing pada β- dan α-. Lapisan AB sama pada fase α dan β, dan lapisan CD dalam fase α berhubungan dengan AB oleh bidang ''c-glide''. Tetrahedra  dalam β- saling berhubungan sedemikian rupa sehingga terbentuk terowongan, berjalan sejajar dengan sumbu c sel satuan. Karena bidang ''c-glide'' yang menghubungkan AB dengan CD, struktur α mengandung rongga dan bukan terowongan. γ- kubik sering disebut sebagai modifikasi c dalam literatur, analog dengan modifikasi kubik [[boron nitrida]] (c-BN). Ini memiliki struktur tipe [[spinel]] di mana dua atom silikon masing-masing mengkoordinasikan enam atom nitrogen secara oktahedral, dan satu atom silikon mengkoordinasikan empat atom nitrogen secara tetrahedral.
 
Urutan susunan yang lebih panjang menghasilkan fase α yang memiliki kekerasan lebih tinggi daripada fase β. Namun, fase α secara kimia tidak stabil dibandingkan dengan fase β. Pada suhu tinggi ketika terdapat fasa cair, fase α selalu berubah menjadi fase β. Oleh karena itu, β- adalah bentuk utama yang digunakan pada keramik .


== Aplikasi ==
== Aplikasi ==
Secara umum, isu utama dengan aplikasi silikon nitrida bukan kinerja teknis, tapi biaya. Seiring turunnya biaya, jumlah aplikasi produksi semakin cepat.
Secara umum, isu utama dengan aplikasi silikon nitrida bukan kinerja teknis, tapi biaya. Seiring turunnya biaya, jumlah aplikasi produksi semakin cepat.<ref>David W. Richerson. ''Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future''. Oak Ridge National Laboratory.</ref>


=== Industri otomotif ===
=== Industri otomotif ===
Salah satu aplikasi utama silikon nitrida adalah pada industri otomotif sebagai bahan untuk bagian-bagian mesin. Itu termasuk, [[mesin diesel]], [[sumbat bara]] untuk start-up lebih cepat; ruang bakar muka (ruang pusaran) untuk emisi yang lebih rendah, start-up lebih cepat dan kebisingan yang lebih rendah; [[pengisi turbo]] untuk mengurangi kelambatan mesin dan emisi. Pada [[mesin penyalaan busi]], silikon nitrida digunakan untuk bantalan [[pelatuk klep]] untuk [[aus|keausan]] yang lebih rendah, pengisi turbo untuk inersia yang lebih rendah dan sedikit kelambatan mesin, serta dalam [[Motor bakar pembakaran dalam|katup pengendali gas buang]] untuk meningkatkan akselerasi. Sebagai contoh level produksi, diperkirakan ada lebih dari 300.000 ''turbocharger'' silikon nitrida yang dibuat setiap tahunnya.
Salah satu aplikasi utama silikon nitrida adalah pada industri otomotif sebagai bahan untuk bagian-bagian mesin. Itu termasuk, [[mesin diesel]], [[sumbat bara]] untuk start-up lebih cepat; ruang bakar muka (ruang pusaran) untuk emisi yang lebih rendah, start-up lebih cepat dan kebisingan yang lebih rendah; [[pengisi turbo]] untuk mengurangi kelambatan mesin dan emisi. Pada [[mesin penyalaan busi]], silikon nitrida digunakan untuk bantalan [[pelatuk klep]] untuk [[aus|keausan]] yang lebih rendah, pengisi turbo untuk inersia yang lebih rendah dan sedikit kelambatan mesin, serta dalam [[Motor bakar pembakaran dalam|katup pengendali gas buang]] untuk meningkatkan akselerasi. Sebagai contoh level produksi, diperkirakan ada lebih dari 300.000 ''turbocharger'' silikon nitrida yang dibuat setiap tahunnya.<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref><ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=53 Silicon Nitride – An Overview]. ''azom.com''.</ref><ref>David W. Richerson. ''Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future''. Oak Ridge National Laboratory.</ref>


=== Bantalan (''Bearing'') ===
=== Bantalan (''Bearing'') ===
Bantalan silikon nitrida keduanya merupakan bantalan ''full'' keramik dan  [[bantalan gotri|bantalan hibrida keramik]] dengan gotri terbuat dari keramik dan [[bantalan pacu]] terbuat dari baja. [[Keramik]] silikon nitrida memiliki ketahanan [[kejut (mekanika)|kejut]] yang baik dibandingkan dengan keramik lainnya. Oleh karena itu, bantalan gotri yang terbuat dari keramik silikon nitrida digunakan dalam [[Bearing (mekanikal)|''bearing'']] berkinerja tinggi. Contoh yang representatif adalah penggunaan bantalan silikon nitrida dalam mesin utama [[Pesawat ulang-alik]] NASA.<ref>[http://ipp.nasa.gov/innovation/Innovation15/CeramicBalls.html Ceramic Balls Increase Shuttle Engine Bearing Life]. NASA.</ref><ref>[http://www.nasa.gov/centers/marshall/news/background/facts/ssme.html Space Shuttle Main Engine Enhancements]. NASA.</ref>


Oleh karena bantalan gotri silikon nitrida lebih keras daripada logam, maka ini mengurangi kontak dengan jalur bantalan. Hal ini menghasilkan gesekan berkurang 80%, 3 sampai 10 kali lebih tahan lama, kelajuan 80% lebih tinggi, bobot 60% lebih rendah, kemampuan beroperasi dalam kondisi pelumasan kurang, ketahanan korosi yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bantalan logam tradisional.<ref>David W. Richerson. ''Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future''. Oak Ridge National Laboratory.</ref> Gotri silikon nitrida berbobot 79% lebih rendah daripada gotri [[tungsten karbida]]. Bantalan gotri silikon nitrida dapat ditemukan di bantalan otomotif ''high end'', bantalan industri, [[turbin angin]], motor sport, sepeda, ''rollerblade'' dan [[papan luncur]]. Bantalan silikon nitrida sangat berguna dalam aplikasi dimana korosi, medan listrik atau medan magnet menghindari penggunaan logam. Misalnya, pada meter arus pasang surut, dimana serangan air laut menjadi masalah, atau pada pencari medan listrik.<ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=53 Silicon Nitride – An Overview]. ''azom.com''.</ref>


Bantalan silikon nitrida keduanya merupakan bantalan ''full'' keramik dan  [[bantalan gotri|bantalan hibrida keramik]] dengan gotri terbuat dari keramik dan [[bantalan pacu]] terbuat dari baja. [[Keramik]] silikon nitrida memiliki ketahanan [[kejut (mekanika)|kejut]] yang baik dibandingkan dengan keramik lainnya. Oleh karena itu, bantalan gotri yang terbuat dari keramik silikon nitrida digunakan dalam [[Bearing (mekanikal)|''bearing'']] berkinerja tinggi. Contoh yang representatif adalah penggunaan bantalan silikon nitrida dalam mesin utama [[Pesawat ulang-alik]] NASA.
  pertama kali didemonstrasikan sebagai bantalan superior pada tahun 1972 namun tidak mencapai produksi sampai hampir tahun 1990 karena tantangan yang terkait dengan pengurangan biaya. Sejak tahun 1990, biaya telah berkurang secara substansial karena volume produksi meningkat. Meskipun bantalan  masih 2-5 kali lebih mahal daripada bantalan baja terbaik, kinerja dan daya tahan superior mereka membenarkan adopsi yang cepat. Sekitar 15-20&nbsp;juta bantalan gotri  diproduksi di A.S. pada tahun 1996 untuk peralatan mesin dan banyak aplikasi lainnya. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 40% per tahun, tetapi bisa lebih tinggi lagi jika bantalan keramik terpilih untuk aplikasi konsumen seperti sepatu roda ''in-line'' (''rollerblade'') dan ''disk drive'' komputer.<ref>David W. Richerson. ''Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future''. Oak Ridge National Laboratory.</ref>
 
Oleh karena bantalan gotri silikon nitrida lebih keras daripada logam, maka ini mengurangi kontak dengan jalur bantalan. Hal ini menghasilkan gesekan berkurang 80%, 3 sampai 10 kali lebih tahan lama, kelajuan 80% lebih tinggi, bobot 60% lebih rendah, kemampuan beroperasi dalam kondisi pelumasan kurang, ketahanan korosi yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bantalan logam tradisional. Gotri silikon nitrida berbobot 79% lebih rendah daripada gotri [[tungsten karbida]]. Bantalan gotri silikon nitrida dapat ditemukan di bantalan otomotif ''high end'', bantalan industri, [[turbin angin]], motor sport, sepeda, ''rollerblade'' dan [[papan luncur]]. Bantalan silikon nitrida sangat berguna dalam aplikasi dimana korosi, medan listrik atau medan magnet menghindari penggunaan logam. Misalnya, pada meter arus pasang surut, dimana serangan air laut menjadi masalah, atau pada pencari medan listrik.
 
  pertama kali didemonstrasikan sebagai bantalan superior pada tahun 1972 namun tidak mencapai produksi sampai hampir tahun 1990 karena tantangan yang terkait dengan pengurangan biaya. Sejak tahun 1990, biaya telah berkurang secara substansial karena volume produksi meningkat. Meskipun bantalan  masih 2-5 kali lebih mahal daripada bantalan baja terbaik, kinerja dan daya tahan superior mereka membenarkan adopsi yang cepat. Sekitar 15-20&nbsp;juta bantalan gotri  diproduksi di A.S. pada tahun 1996 untuk peralatan mesin dan banyak aplikasi lainnya. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 40% per tahun, tetapi bisa lebih tinggi lagi jika bantalan keramik terpilih untuk aplikasi konsumen seperti sepatu roda ''in-line'' (''rollerblade'') dan ''disk drive'' komputer.


=== Bahan suhu tinggi ===
=== Bahan suhu tinggi ===
Silikon nitrida telah lama digunakan pada aplikasi suhu tinggi. Secara khusus, ia diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa bahan keramik monolitik yang mampu bertahan dari sengatan termal yang parah dan gradien termal yang dihasilkan pada mesin roket hidrogen/oksigen. Untuk menunjukkan kemampuan ini dalam konfigurasi yang kompleks, ilmuwan NASA menggunakan teknologi prototip canggih yang canggih untuk membuat komponen ruang bakar/nosel (pendorong) tunggal berdiameter satu inci. Pendorongnya adalah api panas yang diuji dengan propelan hidrogen/oksigen dan bertahan selama lima siklus termasuk siklus 5 menit sampai suhu material 1320&nbsp;°C.<ref>Eckel, Andrew J. [http://www.grc.nasa.gov/WWW/RT/RT1999/5000/5130eckel.html Silicon Nitride Rocket Thrusters Test Fired Successfully]. NASA. 1999.</ref>


 
Pada tahun 2010 silikon nitrida digunakan sebagai bahan utama dalam pendorong wahana luar angkasa [[JAXA]], [[Akatsuki (pesawat luar angkasa)|Akatsuki]].<ref>[http://global.jaxa.jp/press/2010/07/20100706_akatsuki_e.html Orbit Control Maneuver Result of the Venus Climate Orbiter 'AKATSUKI']. JAXA (2010-07-06)</ref>
Silikon nitrida telah lama digunakan pada aplikasi suhu tinggi. Secara khusus, ia diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa bahan keramik monolitik yang mampu bertahan dari sengatan termal yang parah dan gradien termal yang dihasilkan pada mesin roket hidrogen/oksigen. Untuk menunjukkan kemampuan ini dalam konfigurasi yang kompleks, ilmuwan NASA menggunakan teknologi prototip canggih yang canggih untuk membuat komponen ruang bakar/nosel (pendorong) tunggal berdiameter satu inci. Pendorongnya adalah api panas yang diuji dengan propelan hidrogen/oksigen dan bertahan selama lima siklus termasuk siklus 5 menit sampai suhu material 1320&nbsp;°C.
 
Pada tahun 2010 silikon nitrida digunakan sebagai bahan utama dalam pendorong wahana luar angkasa [[JAXA]], [[Akatsuki (pesawat luar angkasa)|Akatsuki]].


=== Medis ===
=== Medis ===
Silikon nitrida memiliki banyak aplikasi ortopedi. Bahan ini juga merupakan alternatif dari [[polieter eter keton|PEEK]] (polieter eter keton) dan [[titanium]], yang digunakan untuk perangkat [[fusi spinal]]. Permukaan [[mikrotekstur]] dan [[hidrofilik]] silikon nitrida berkontribusi pada kekuatan, daya tahan, dan ketangguhan bahan dibandingkan PEEK dan titanium.
Silikon nitrida memiliki banyak aplikasi ortopedi.<ref>Johanna Olofsson. ''Evaluation of silicon nitride as a wear resistant and resorbable alternative for total hip joint replacement''. ''Biomatter''. 2012. Vol. 2 (2). hlm. 94–102. doi:10.4161/biom.20710.</ref><ref>M Mazzocchi. ''On the possibility of silicon nitride as a ceramic for structural orthopaedic implants. Part I: Processing, microstructure, mechanical properties, cytotoxicity''. ''Journal of Materials Science: Materials in Medicine''. 2008. Vol. 19 (8). hlm. 2881–7. doi:10.1007/s10856-008-3417-2.</ref> Bahan ini juga merupakan alternatif dari [[polieter eter keton|PEEK]] (polieter eter keton) dan [[titanium]], yang digunakan untuk perangkat [[fusi spinal]].<ref>T.J. Webster. ''Anti-infective and osteointegration properties of silicon nitride, poly(ether ether ketone), and titanium implants''. ''Acta Biomaterialia''. 2012. Vol. 8 (12). hlm. 4447–54. doi:10.1016/j.actbio.2012.07.038.</ref><ref>MC Anderson. ''Bone ingrowth into porous silicon nitride''. ''Journal of biomedical materials research. Part A''. 2010. Vol. 92 (4). hlm. 1598–605. doi:10.1002/jbm.a.32498.</ref> Permukaan [[mikrotekstur]] dan [[hidrofilik]] silikon nitrida berkontribusi pada kekuatan, daya tahan, dan ketangguhan bahan dibandingkan PEEK dan titanium.<ref>M Mazzocchi. ''On the possibility of silicon nitride as a ceramic for structural orthopaedic implants. Part I: Processing, microstructure, mechanical properties, cytotoxicity''. ''Journal of Materials Science: Materials in Medicine''. 2008. Vol. 19 (8). hlm. 2881–7. doi:10.1007/s10856-008-3417-2.</ref><ref>T.J. Webster. ''Anti-infective and osteointegration properties of silicon nitride, poly(ether ether ketone), and titanium implants''. ''Acta Biomaterialia''. 2012. Vol. 8 (12). hlm. 4447–54. doi:10.1016/j.actbio.2012.07.038.</ref><ref>Ahmed Arafat. [https://archive.org/details/american-chemical-society-journal_2004-07-21_126_28/page/8600 Tailor-Made Functionalization of Silicon Nitride Surfaces]. ''Journal of the American Chemical Society''. 2004. Vol. 126 (28). hlm. 8600–1. doi:10.1021/ja0483746.</ref>


=== Alat pengolah dan pemotong logam ===
=== Alat pengolah dan pemotong logam ===
Aplikasi besar pertama dari  adalah alat abrasif dan pemotong. Silikon nitrida monolitik banyak digunakan sebagai bahan untuk alat pemotong, karena kekerasannya, stabilitas termal, dan ketahanannya terhadap ke[[aus]]an. Hal ini terutama direkomendasikan untuk [[permesinan]] [[besi tuang]] berkecepatan tinggi. Kekerasan saat dipanaskan, ketangguhan terhadap keretakan dan ketahanan terhadap sengatan termal berarti bahwa silikon nitrida disinter dapat memotong besi tuang, baja keras dan paduan berbasis nikel dengan kecepatan permukaan hingga 25 kali lebih cepat daripada yang diperoleh dengan bahan konvensional seperti tungsten karbida. Penggunaan alat pemotong  berdampak dramatis pada output manufaktur. Misalnya, penggilingan muka besi cor abu-abu dengan sisipan silikon nitrida menggandakan kecepatan pemotongan, meningkatkan umur alat dari satu bagian menjadi enam bagian per tepi, dan mengurangi biaya sisipan rata-rata hingga 50%, dibandingkan dengan alat [[tungsten karbida]] tradisional.
Aplikasi besar pertama dari  adalah alat abrasif dan pemotong. Silikon nitrida monolitik banyak digunakan sebagai bahan untuk alat pemotong, karena kekerasannya, stabilitas termal, dan ketahanannya terhadap ke[[aus]]an. Hal ini terutama direkomendasikan untuk [[permesinan]] [[besi tuang]] berkecepatan tinggi. Kekerasan saat dipanaskan, ketangguhan terhadap keretakan dan ketahanan terhadap sengatan termal berarti bahwa silikon nitrida disinter dapat memotong besi tuang, baja keras dan paduan berbasis nikel dengan kecepatan permukaan hingga 25 kali lebih cepat daripada yang diperoleh dengan bahan konvensional seperti tungsten karbida.<ref>[http://www.azom.com/details.asp?ArticleID=53 Silicon Nitride – An Overview]. ''azom.com''.</ref> Penggunaan alat pemotong  berdampak dramatis pada output manufaktur. Misalnya, penggilingan muka besi cor abu-abu dengan sisipan silikon nitrida menggandakan kecepatan pemotongan, meningkatkan umur alat dari satu bagian menjadi enam bagian per tepi, dan mengurangi biaya sisipan rata-rata hingga 50%, dibandingkan dengan alat [[tungsten karbida]] tradisional.<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref><ref>David W. Richerson. ''Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future''. Oak Ridge National Laboratory.</ref>


=== Elektronik ===
=== Elektronik ===
Silikon nitrida sering digunakan sebagai [[isolator listrik|isolator]] dan penghalang kimiawi di bidang manufaktur [[sirkuit terpadu]], untuk mengisolasi secara elektrik struktur yang berbeda atau sebagai masker [[Etsa (mikrofabrikasi)|etsa]] dalam [[permesinan mikro curah]]. Sebagai lapisan pasivasi, silikon nitrida lebih unggul daripada [[silikon dioksida]], karena ia lebih baik secara signifikan sebagai [[penghalang difusi]] terhadap molekul air dan ion [[natrium]], dua sumber utama korosi dan ketidakstabilan dalam mikroekektronika. Ia juga digunakan sebagai [[dielektrik]] antara lapisan [[polisilikon]] pada [[kapasitor]] dalam chip analog.<ref>Hugh O. Pierson. [https://books.google.com/books?id=NF3W6zlN9WsC&pg=PA282 Handbook of chemical vapor deposition (CVD)]. William Andrew. 1992. hlm. 282. ISBN 0-8155-1300-3.</ref>


Silikon nitrida yang diendapkan oleh LPCVD mengandung hidrogen hingga 8%. Ia juga menunjukkan kuat [[tegangan (mekanika)|tarik]], yang dapat memecahkan film yang lebih tebal dari 200&nbsp;nm. Namun, ia memiliki [[resistivitas]] dan kekuatan dielektrik yang lebih tinggi daripada kebanyakan isolator yang biasa digunakan dalam mikrofabrikasi (masing-masing 10 [[ohm|Ω]]·cm dan 10&nbsp;MV/cm).<ref>Yoshio Nishi. [https://books.google.com/books?id=Qi98H-iTgLEC&pg=PA325 Handbook of semiconductor manufacturing technology]. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.</ref>


Silikon nitrida sering digunakan sebagai [[isolator listrik|isolator]] dan penghalang kimiawi di bidang manufaktur [[sirkuit terpadu]], untuk mengisolasi secara elektrik struktur yang berbeda atau sebagai masker [[Etsa (mikrofabrikasi)|etsa]] dalam [[permesinan mikro curah]]. Sebagai lapisan pasivasi, silikon nitrida lebih unggul daripada [[silikon dioksida]], karena ia lebih baik secara signifikan sebagai [[penghalang difusi]] terhadap molekul air dan ion [[natrium]], dua sumber utama korosi dan ketidakstabilan dalam mikroekektronika. Ia juga digunakan sebagai [[dielektrik]] antara lapisan [[polisilikon]] pada [[kapasitor]] dalam chip analog.
Tidak hanya silikon nitrida, tapi juga berbagai senyawa terner dari silikon, nitrogen dan hidrogen (SiNH) digunakan untuk lapisan isolasi. Mereka adalah plasma yang diendapkan dengan menggunakan reaksi berikut:<ref>Yoshio Nishi. [https://books.google.com/books?id=Qi98H-iTgLEC&pg=PA325 Handbook of semiconductor manufacturing technology]. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.</ref>
 
 
Silikon nitrida yang diendapkan oleh LPCVD mengandung hidrogen hingga 8%. Ia juga menunjukkan kuat [[tegangan (mekanika)|tarik]], yang dapat memecahkan film yang lebih tebal dari 200&nbsp;nm. Namun, ia memiliki [[resistivitas]] dan kekuatan dielektrik yang lebih tinggi daripada kebanyakan isolator yang biasa digunakan dalam mikrofabrikasi (masing-masing 10 [[ohm|Ω]]·cm dan 10&nbsp;MV/cm).
 
Tidak hanya silikon nitrida, tapi juga berbagai senyawa terner dari silikon, nitrogen dan hidrogen (SiNH) digunakan untuk lapisan isolasi. Mereka adalah plasma yang diendapkan dengan menggunakan reaksi berikut:


:<chem>2SiH4_{(g)}{} + N2_{(g)} -> 2SiNH_{(s)}{} + 3H2_{(g)}</chem>
:<chem>2SiH4_{(g)}{} + N2_{(g)} -> 2SiNH_{(s)}{} + 3H2_{(g)}</chem>
:<chem>SiH4_{(g)}{} + NH3_{(g)} -> SiNH_{(s)}{} + 3H2_{(g)}</chem>
:<chem>SiH4_{(g)}{} + NH3_{(g)} -> SiNH_{(s)}{} + 3H2_{(g)}</chem>


Film-film SiNH ini memiliki kuat tarik yang jauh lebih sedikit, namun sifat listrik yang lebih buruk (resistivitas 10 sampai 10&nbsp;Ω·cm, dan kekuatan dielektrik 1 sampai 5&nbsp;MV/cm).
Film-film SiNH ini memiliki kuat tarik yang jauh lebih sedikit, namun sifat listrik yang lebih buruk (resistivitas 10 sampai 10&nbsp;Ω·cm, dan kekuatan dielektrik 1 sampai 5&nbsp;MV/cm).<ref>Yoshio Nishi. [https://books.google.com/books?id=Qi98H-iTgLEC&pg=PA325 Handbook of semiconductor manufacturing technology]. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.</ref><ref>S.M. Sze. ''Semiconductor devices: physics and technology''. Wiley-India. 2008. hlm. 384. ISBN 81-265-1681-X.</ref>


Silikon nitrida juga digunakan dalam [[Xerografi|proses xerografi]] sebagai salah satu lapisan drum foto. Silikon nitrida juga digunakan sebagai sumber pengapian untuk peralatan gas rumah tangga. Karena sifat elastisnya yang baik, silikon nitrida, bersama dengan silikon dan silikon oksida, adalah bahan yang paling populer untuk [[kantilever]] — unsur penginderaan pada [[mikroskop gaya atom]].
Silikon nitrida juga digunakan dalam [[Xerografi|proses xerografi]] sebagai salah satu lapisan drum foto.<ref>Schein, L.B. ''Electrophotography and Development Physics, Springer Series in Electrophysics''. Springer-Verlag, Berlin. 1988. Vol. 14. ISBN 978-3-642-97085-6.</ref> Silikon nitrida juga digunakan sebagai sumber pengapian untuk peralatan gas rumah tangga.<ref>Levinson, L. M. ''et al.'' (17 April 2001) "Ignition system for a gas appliance"</ref> Karena sifat elastisnya yang baik, silikon nitrida, bersama dengan silikon dan silikon oksida, adalah bahan yang paling populer untuk [[kantilever]] — unsur penginderaan pada [[mikroskop gaya atom]].<ref>Ohring, M. [https://books.google.com/books?id=SOt_yFjV-xwC The materials science of thin films: deposition and structure]. Academic Press. 2002. hlm. 605. ISBN 0-12-524975-6.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Preparasi silikon nitrida pertama dilaporkan pada tahun 1857 oleh [[Henri Etienne Sainte-Claire Deville]] dan [[Friedrich Wöhler]]. Dalam metode mereka, silikon dipanaskan dalam krus yang dimasukkan ke dalam krus lain yang dikemas dengan karbon untuk mengurangi permeasi oksigen ke krus bagian dalam. Mereka melaporkan produk yang mereka sebut silikon nitrida tetapi tanpa menentukan komposisi kimianya. [[Paul Schuetzenberger]] pertama kali melaporkan sebuah produk dengan komposisi tetranitrida, , pada tahun 1879 yang diperoleh dengan memanaskan silikon dengan ''brasque'' (pasta yang dibuat dengan mencampur arang, batubara , atau kokas dengan tanah liat yang kemudian digunakan untuk mencocokkan krus lebur) pada tanur tinggi. Pada tahun 1910, Ludwig Weiss dan Theodor Engelhardt memanaskan silikon di bawah nitrogen murni untuk menghasilkan . E. Friederich dan L. Sittig membuat  pada tahun 1925 melalui reduksi karbotermal di bawah kondisi nitrogen, yaitu, dengan memanaskan silika, karbon, dan nitrogen pada suhu 1250–1300&nbsp;°C.
Preparasi silikon nitrida pertama dilaporkan pada tahun 1857 oleh [[Henri Etienne Sainte-Claire Deville]] dan [[Friedrich Wöhler]].<ref>''Ueber das Stickstoffsilicium''. ''Annalen der Chemie und Pharmacie''. 1857. Vol. 104 (2). hlm. 256. doi:10.1002/jlac.18571040224.</ref> Dalam metode mereka, silikon dipanaskan dalam krus yang dimasukkan ke dalam krus lain yang dikemas dengan karbon untuk mengurangi permeasi oksigen ke krus bagian dalam. Mereka melaporkan produk yang mereka sebut silikon nitrida tetapi tanpa menentukan komposisi kimianya. [[Paul Schuetzenberger]] pertama kali melaporkan sebuah produk dengan komposisi tetranitrida, , pada tahun 1879 yang diperoleh dengan memanaskan silikon dengan ''brasque'' (pasta yang dibuat dengan mencampur arang, batubara , atau kokas dengan tanah liat yang kemudian digunakan untuk mencocokkan krus lebur) pada tanur tinggi. Pada tahun 1910, Ludwig Weiss dan Theodor Engelhardt memanaskan silikon di bawah nitrogen murni untuk menghasilkan .<ref>Weiss, L. ''Über die Stickstoffverbindungen des Siliciums''. ''Z. Anorg. Allg. Chem''. 1910. Vol. 65 (1). hlm. 38–104. doi:10.1002/zaac.19090650107.</ref> E. Friederich dan L. Sittig membuat  pada tahun 1925 melalui reduksi karbotermal di bawah kondisi nitrogen, yaitu, dengan memanaskan silika, karbon, dan nitrogen pada suhu 1250–1300&nbsp;°C.


Silikon nitrida tetap menjadi keingintahuan kimia selama beberapa dekade sebelum digunakan dalam aplikasi komersial. Dari tahun 1948 sampai 1952, Perusahaan Carborundum, Niagara Falls, New York, mengajukan beberapa [[paten]] untuk pembuatan dan aplikasi silikon nitrida. Pada tahun 1958 [[Haynes International|Haynes]] ([[Union Carbide]]) silikon nitrida diproduksi secara komersial untuk tabung [[termokopel]], nozel roket, dan kapal serta [[krus]] untuk mencairkan logam. Karya bangsa Inggris pada silikon nitrida, dimulai pada tahun 1953, menyasar pada bagian suhu tinggi turbin gas dan menghasilkan pengembangan silikon nitrida ''reaction-bonded'' dan silikon nitrida ''hot-pressed''. Pada tahun 1971, [[DARPA|''Advanced Research Project Agency'']] [[Departemen Pertahanan Amerika Serikat|Departemen Pertahanan AS]] menempatkan kontrak senilai 17&nbsp;juta dolar AS dengan [[Ford Motor Company|Ford]] dan [[Westinghouse Electric (1886)|Westinghouse]] untuk dua turbin gas keramik.
Silikon nitrida tetap menjadi keingintahuan kimia selama beberapa dekade sebelum digunakan dalam aplikasi komersial. Dari tahun 1948 sampai 1952, Perusahaan Carborundum, Niagara Falls, New York, mengajukan beberapa [[paten]] untuk pembuatan dan aplikasi silikon nitrida.<ref>Frank L. Riley. ''Silicon Nitride and Related Materials''. ''Journal of the American Ceramic Society''. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.</ref> Pada tahun 1958 [[Haynes International|Haynes]] ([[Union Carbide]]) silikon nitrida diproduksi secara komersial untuk tabung [[termokopel]], nozel roket, dan kapal serta [[krus]] untuk mencairkan logam. Karya bangsa Inggris pada silikon nitrida, dimulai pada tahun 1953, menyasar pada bagian suhu tinggi turbin gas dan menghasilkan pengembangan silikon nitrida ''reaction-bonded'' dan silikon nitrida ''hot-pressed''. Pada tahun 1971, [[DARPA|''Advanced Research Project Agency'']] [[Departemen Pertahanan Amerika Serikat|Departemen Pertahanan AS]] menempatkan kontrak senilai 17&nbsp;juta dolar AS dengan [[Ford Motor Company|Ford]] dan [[Westinghouse Electric (1886)|Westinghouse]] untuk dua turbin gas keramik.<ref>Carter, C. Barry. [https://books.google.com/books?id=aE_VQ8I24OoC Ceramic Materials: Science and Engineering]. Springer. 2007. hlm. 27. ISBN 0-387-46270-8.</ref>
 
Meskipun sifat silikon nitrida dikenal dengan baik, keterjadian alaminya hanya dijumpai pada tahun 1990an, sebagai inklusi renik (ukurannya sekitar 2&nbsp;[[mikrometer|µm]] × 0.5&nbsp;µm) dalam [[meteorit]]. Mineral itu dinamai [[nierite]] sesuai nama pelopor [[spektrometri massa]], [[Alfred O. C. Nier]]. Mineral ini mungkin telah terdeteksi lebih awal, lagi-lagi eksklusif dalam meteorit, oleh geolog Soviet
 
== Referensi ==


Meskipun sifat silikon nitrida dikenal dengan baik, keterjadian alaminya hanya dijumpai pada tahun 1990an, sebagai inklusi renik (ukurannya sekitar 2&nbsp;[[mikrometer|µm]] × 0.5&nbsp;µm) dalam [[meteorit]]. Mineral itu dinamai [[nierite]] sesuai nama pelopor [[spektrometri massa]], [[Alfred O. C. Nier]].<ref>Lee. ''Nierite (Si 3 N 4 ), a new mineral from ordinary and enstatite chondrites''. ''Meteoritics''. 1995. Vol. 30 (4). hlm. 387. doi:10.1111/j.1945-5100.1995.tb01142.x.</ref> Mineral ini mungkin telah terdeteksi lebih awal, lagi-lagi eksklusif dalam meteorit, oleh geolog Soviet<ref>[http://www.mindat.org/min-7193.html Nierite]. Mindat.</ref>


== Sumber kutipan ==
== Sumber kutipan ==
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Silikon+nitrida&oldid=29582983 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29582983 (2026-08-15T13:09:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Silikon+nitrida&oldid=29582983 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29582983 (2026-08-15T13:09:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.56

Si3N4ceramics2

Silikon nitrida adalah senyawa kimia dari unsur silikon dan nitrogen, dengan rumus . Ini adalah padatan putih dengan titik lebur tinggi yang relatif inert secara kimiawi. Ia dapat diserang oleh HF encer dan Asam sulfat panas. sangat keras (8,5 pada skala Mohs). Ini adalah nitrida silikon yang paling stabil secara termodinamika dari. Oleh karena itu, adalah nitrida silikon yang paling penting secara komersial[1] dan umumnya dipahami sebagai apa yang disebut di mana istilah "silikon nitrida" digunakan.

Produksi

Material ini disiapkan dengan memanaskan silikon bubuk antara 1300 °C dan 1400 °C dalam atmosfer nitrogen:

3Si+2NA2SiA3NA4

Bobot sampel silikon meningkat secara progresif karena kombinasi kimia antara silikon dan nitrogen. Tanpa katalis besi, reaksinya selesai setelah beberapa jam (~7), bila tidak terdeteksi kenaikan berat lebih lanjut akibat penyerapan nitrogen (per gram silikon). Selain , beberapa fase nitrida silikon lainnya (dengan rumus kimia yang sesuai dengan berbagai tingkat nitratasi/keadaan oksidasi Si) telah dilaporkan dalam literatur. Misalnya, gas disilikon mononitrida (); silikon mononitrida (SiN), dan silikon seskuinitrida (), yang masing-masing merupakan fase stoikiometri. Seperti halnya refraktori lainnya, produk yang diperoleh melalui sintesis suhu tinggi ini bergantung pada kondisi reaksi (misalnya waktu, suhu, dan bahan awal termasuk reaktan dan bahan wadah), serta cara pemurnian. Namun, keberadaan seskuinitrida sejak itu mulai dipertanyakan.[2]

Ini juga bisa disiapkan melalui jalur diimida:[3]

SiClA4+6NHA3Si(NH)A2+4NHA4ClA(s) 𝑝𝑎𝑑𝑎 0𝑜𝐶
3Si(NHA2)SiA3NA4+NA2+3HA2A(g) 𝑝𝑎𝑑𝑎 1000𝑜𝐶

Reduksi karbotermal silikon dioksida dalam atmosfer nitrogen pada 1400-1450 °C juga telah diteliti:[4]

3SiOA2+6C+2NA2SiA3NA4+6CO

Nitridasi serbuk silikon dikembangkan pada tahun 1950an, mengikuti "penemuan kembali" silikon nitrida dan merupakan metode berskala besar pertama untuk produksi bubuk. Namun, penggunaan silikon mentah dengan kemurnian rendah menyebabkan silikon nitrida terkontaminasi dengan silikat dan besi. Dekomposisi diimida menghasilkan silikon nitrida amorf, yang memerlukan penguatan lebih lanjut di bawah nitrogen pada 1400-1500 °C untuk mengubahnya menjadi bubuk kristal; ini sekarang merupakan rute terpenting kedua untuk produksi komersial. Reduksi karbotermal adalah metode yang paling awal digunakan untuk produksi silikon nitrida dan sekarang dianggap sebagai rute industri yang paling hemat biaya untuk silikon nitrida dengan kemurnian tinggi.[5]

Film silikon nitrida kelas elektronik dibentuk dengan menggunakan deposisi uap kimia (chemical vapor deposition, CVD), atau salah satu variannya, seperti Plasma-enhanced chemical vapor deposition (PECVD):[6][7]

3SiH4(g)+4NHA3A(g)Si3N4(s)+12H2(g) 𝑝𝑎𝑑𝑎 750850𝑜𝐶[8]
3SiCl4(g)+4NH3(g)Si3N4(s)+12HCl(g)
3SiCl2H2(g)+4NH3(g)Si3N4(s)+6HCl(g)+6H2(g)

Untuk pengendapan lapisan silikon nitrida pada substrat semikonduktor (biasanya silikon), digunakan dua metode:[9]

  1. Teknologi deposisi uap kimia bertekanan rendah (Low pressure chemical vapor deposition, LPCVD), yang bekerja pada suhu agak tinggi dan dilakukan baik dalam tungku tabung vertikal atau horizontal,[10] atau
  2. Teknologi plasma-enhanced chemical vapor deposition (PECVD), yang bekerja pada kondisi suhu dan vakum yang agak rendah.

Konstanta kisi silikon nitrida dan silikon berbeda. Oleh karena itu, ketegangan atau stres dapat terjadi, tergantung pada proses pengendapan. Apalagi bila menggunakan teknologi PECVD, ketegangan ini bisa dikurangi dengan menyesuaikan parameter deposisi.[11]

Kawat nano silikon nitrida juga dapat diproduksi dengan metode sol-gel yang menggunakan reduksi karbotermal diikuti dengan nitridasi silika gel, yang mengandung partikel karbon ultra halus. Partikel dapat diproduksi dengan dekomposisi dekstrosa pada kisaran suhu 1200-1350 °C. Reaksi sintesis yang mungkin terjadi adalah:[12]

SiOA2A(s)+CA(s)SiOA(g)+COA(g)
𝑑𝑎𝑛
3SiOA(g)+2NA2A(g)+3COA(g)SiA3NA4A(s)+3COA2A(g)
𝑎𝑡𝑎𝑢
3SiOA(g)+2NA2A(g)+3CA(s)SiA3NA4A(s)+3COA(g)

Pengolahan

Silikon nitrida sulit diproduksi sebagai material curah—ia tidak dapat dipanaskan di atas 1850 °C, yang jauh di bawah titik lebur, karena disosiasi dengan silikon dan nitrogen. Oleh karena itu, penerapan teknik pelengketan tekanan panas konvensional bermasalah. Ikatan bubuk silikon nitrida dapat dicapai pada suhu yang lebih rendah dengan menambahkan bahan tambahan (zat pelengket atau "pengikat") yang biasanya menginduksi tingkat sintering fase cair.[13] Alternatif yang lebih bersih adalah dengan menggunakan sintering percikan plasma di mana pemanasan dilakukan dengan sangat cepat (hitungan detik) dengan melewatkan pulsa arus listrik melalui bubuk yang dipadatkan. Silikon nitrida padat telah diperoleh dengan teknik ini pada suhu 1500-1700 °C.[14][15]

Struktur dan sifat kristal

Terdapat tiga struktur [kristalografi] silikon nitrida (), yang ditetapkan sebagai fase α, β dan γ.[16] Fase α dan β adalah bentuk yang paling umum dari , dan dapat dibuat di bawah kondisi tekanan normal. Fase γ hanya bisa disintesis di bawah tekanan dan suhu tinggi dan memiliki kekerasan 35 GPa.[17][18]

α- dan β- memiliki struktur trigonal (simbol Pearson hP28, kelompok ruang P31c, No. 159) dan heksagonal (hP14, P6, No. 173), yang dibangun berdasarkan pembagian sudut tetrahedra . Mereka dapat dianggap terdiri dari lapisan atom silikon dan nitrogen dalam urutan ABAB... atau ABCDABCD... masing-masing pada β- dan α-. Lapisan AB sama pada fase α dan β, dan lapisan CD dalam fase α berhubungan dengan AB oleh bidang c-glide. Tetrahedra dalam β- saling berhubungan sedemikian rupa sehingga terbentuk terowongan, berjalan sejajar dengan sumbu c sel satuan. Karena bidang c-glide yang menghubungkan AB dengan CD, struktur α mengandung rongga dan bukan terowongan. γ- kubik sering disebut sebagai modifikasi c dalam literatur, analog dengan modifikasi kubik boron nitrida (c-BN). Ini memiliki struktur tipe spinel di mana dua atom silikon masing-masing mengkoordinasikan enam atom nitrogen secara oktahedral, dan satu atom silikon mengkoordinasikan empat atom nitrogen secara tetrahedral.[19]

Urutan susunan yang lebih panjang menghasilkan fase α yang memiliki kekerasan lebih tinggi daripada fase β. Namun, fase α secara kimia tidak stabil dibandingkan dengan fase β. Pada suhu tinggi ketika terdapat fasa cair, fase α selalu berubah menjadi fase β. Oleh karena itu, β- adalah bentuk utama yang digunakan pada keramik .[20]

Aplikasi

Secara umum, isu utama dengan aplikasi silikon nitrida bukan kinerja teknis, tapi biaya. Seiring turunnya biaya, jumlah aplikasi produksi semakin cepat.[21]

Industri otomotif

Salah satu aplikasi utama silikon nitrida adalah pada industri otomotif sebagai bahan untuk bagian-bagian mesin. Itu termasuk, mesin diesel, sumbat bara untuk start-up lebih cepat; ruang bakar muka (ruang pusaran) untuk emisi yang lebih rendah, start-up lebih cepat dan kebisingan yang lebih rendah; pengisi turbo untuk mengurangi kelambatan mesin dan emisi. Pada mesin penyalaan busi, silikon nitrida digunakan untuk bantalan pelatuk klep untuk keausan yang lebih rendah, pengisi turbo untuk inersia yang lebih rendah dan sedikit kelambatan mesin, serta dalam katup pengendali gas buang untuk meningkatkan akselerasi. Sebagai contoh level produksi, diperkirakan ada lebih dari 300.000 turbocharger silikon nitrida yang dibuat setiap tahunnya.[22][23][24]

Bantalan (Bearing)

Bantalan silikon nitrida keduanya merupakan bantalan full keramik dan bantalan hibrida keramik dengan gotri terbuat dari keramik dan bantalan pacu terbuat dari baja. Keramik silikon nitrida memiliki ketahanan kejut yang baik dibandingkan dengan keramik lainnya. Oleh karena itu, bantalan gotri yang terbuat dari keramik silikon nitrida digunakan dalam bearing berkinerja tinggi. Contoh yang representatif adalah penggunaan bantalan silikon nitrida dalam mesin utama Pesawat ulang-alik NASA.[25][26]

Oleh karena bantalan gotri silikon nitrida lebih keras daripada logam, maka ini mengurangi kontak dengan jalur bantalan. Hal ini menghasilkan gesekan berkurang 80%, 3 sampai 10 kali lebih tahan lama, kelajuan 80% lebih tinggi, bobot 60% lebih rendah, kemampuan beroperasi dalam kondisi pelumasan kurang, ketahanan korosi yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan bantalan logam tradisional.[27] Gotri silikon nitrida berbobot 79% lebih rendah daripada gotri tungsten karbida. Bantalan gotri silikon nitrida dapat ditemukan di bantalan otomotif high end, bantalan industri, turbin angin, motor sport, sepeda, rollerblade dan papan luncur. Bantalan silikon nitrida sangat berguna dalam aplikasi dimana korosi, medan listrik atau medan magnet menghindari penggunaan logam. Misalnya, pada meter arus pasang surut, dimana serangan air laut menjadi masalah, atau pada pencari medan listrik.[28]

pertama kali didemonstrasikan sebagai bantalan superior pada tahun 1972 namun tidak mencapai produksi sampai hampir tahun 1990 karena tantangan yang terkait dengan pengurangan biaya. Sejak tahun 1990, biaya telah berkurang secara substansial karena volume produksi meningkat. Meskipun bantalan  masih 2-5 kali lebih mahal daripada bantalan baja terbaik, kinerja dan daya tahan superior mereka membenarkan adopsi yang cepat. Sekitar 15-20 juta bantalan gotri  diproduksi di A.S. pada tahun 1996 untuk peralatan mesin dan banyak aplikasi lainnya. Pertumbuhannya diperkirakan mencapai 40% per tahun, tetapi bisa lebih tinggi lagi jika bantalan keramik terpilih untuk aplikasi konsumen seperti sepatu roda in-line (rollerblade) dan disk drive komputer.[29]

Bahan suhu tinggi

Silikon nitrida telah lama digunakan pada aplikasi suhu tinggi. Secara khusus, ia diidentifikasi sebagai salah satu dari beberapa bahan keramik monolitik yang mampu bertahan dari sengatan termal yang parah dan gradien termal yang dihasilkan pada mesin roket hidrogen/oksigen. Untuk menunjukkan kemampuan ini dalam konfigurasi yang kompleks, ilmuwan NASA menggunakan teknologi prototip canggih yang canggih untuk membuat komponen ruang bakar/nosel (pendorong) tunggal berdiameter satu inci. Pendorongnya adalah api panas yang diuji dengan propelan hidrogen/oksigen dan bertahan selama lima siklus termasuk siklus 5 menit sampai suhu material 1320 °C.[30]

Pada tahun 2010 silikon nitrida digunakan sebagai bahan utama dalam pendorong wahana luar angkasa JAXA, Akatsuki.[31]

Medis

Silikon nitrida memiliki banyak aplikasi ortopedi.[32][33] Bahan ini juga merupakan alternatif dari PEEK (polieter eter keton) dan titanium, yang digunakan untuk perangkat fusi spinal.[34][35] Permukaan mikrotekstur dan hidrofilik silikon nitrida berkontribusi pada kekuatan, daya tahan, dan ketangguhan bahan dibandingkan PEEK dan titanium.[36][37][38]

Alat pengolah dan pemotong logam

Aplikasi besar pertama dari adalah alat abrasif dan pemotong. Silikon nitrida monolitik banyak digunakan sebagai bahan untuk alat pemotong, karena kekerasannya, stabilitas termal, dan ketahanannya terhadap keausan. Hal ini terutama direkomendasikan untuk permesinan besi tuang berkecepatan tinggi. Kekerasan saat dipanaskan, ketangguhan terhadap keretakan dan ketahanan terhadap sengatan termal berarti bahwa silikon nitrida disinter dapat memotong besi tuang, baja keras dan paduan berbasis nikel dengan kecepatan permukaan hingga 25 kali lebih cepat daripada yang diperoleh dengan bahan konvensional seperti tungsten karbida.[39] Penggunaan alat pemotong berdampak dramatis pada output manufaktur. Misalnya, penggilingan muka besi cor abu-abu dengan sisipan silikon nitrida menggandakan kecepatan pemotongan, meningkatkan umur alat dari satu bagian menjadi enam bagian per tepi, dan mengurangi biaya sisipan rata-rata hingga 50%, dibandingkan dengan alat tungsten karbida tradisional.[40][41]

Elektronik

Silikon nitrida sering digunakan sebagai isolator dan penghalang kimiawi di bidang manufaktur sirkuit terpadu, untuk mengisolasi secara elektrik struktur yang berbeda atau sebagai masker etsa dalam permesinan mikro curah. Sebagai lapisan pasivasi, silikon nitrida lebih unggul daripada silikon dioksida, karena ia lebih baik secara signifikan sebagai penghalang difusi terhadap molekul air dan ion natrium, dua sumber utama korosi dan ketidakstabilan dalam mikroekektronika. Ia juga digunakan sebagai dielektrik antara lapisan polisilikon pada kapasitor dalam chip analog.[42]

Silikon nitrida yang diendapkan oleh LPCVD mengandung hidrogen hingga 8%. Ia juga menunjukkan kuat tarik, yang dapat memecahkan film yang lebih tebal dari 200 nm. Namun, ia memiliki resistivitas dan kekuatan dielektrik yang lebih tinggi daripada kebanyakan isolator yang biasa digunakan dalam mikrofabrikasi (masing-masing 10 Ω·cm dan 10 MV/cm).[43]

Tidak hanya silikon nitrida, tapi juga berbagai senyawa terner dari silikon, nitrogen dan hidrogen (SiNH) digunakan untuk lapisan isolasi. Mereka adalah plasma yang diendapkan dengan menggunakan reaksi berikut:[44]

2SiHA4A(g)+NA2A(g)2SiNHA(s)+3HA2A(g)
SiHA4A(g)+NHA3A(g)SiNHA(s)+3HA2A(g)

Film-film SiNH ini memiliki kuat tarik yang jauh lebih sedikit, namun sifat listrik yang lebih buruk (resistivitas 10 sampai 10 Ω·cm, dan kekuatan dielektrik 1 sampai 5 MV/cm).[45][46]

Silikon nitrida juga digunakan dalam proses xerografi sebagai salah satu lapisan drum foto.[47] Silikon nitrida juga digunakan sebagai sumber pengapian untuk peralatan gas rumah tangga.[48] Karena sifat elastisnya yang baik, silikon nitrida, bersama dengan silikon dan silikon oksida, adalah bahan yang paling populer untuk kantilever — unsur penginderaan pada mikroskop gaya atom.[49]

Sejarah

Preparasi silikon nitrida pertama dilaporkan pada tahun 1857 oleh Henri Etienne Sainte-Claire Deville dan Friedrich Wöhler.[50] Dalam metode mereka, silikon dipanaskan dalam krus yang dimasukkan ke dalam krus lain yang dikemas dengan karbon untuk mengurangi permeasi oksigen ke krus bagian dalam. Mereka melaporkan produk yang mereka sebut silikon nitrida tetapi tanpa menentukan komposisi kimianya. Paul Schuetzenberger pertama kali melaporkan sebuah produk dengan komposisi tetranitrida, , pada tahun 1879 yang diperoleh dengan memanaskan silikon dengan brasque (pasta yang dibuat dengan mencampur arang, batubara , atau kokas dengan tanah liat yang kemudian digunakan untuk mencocokkan krus lebur) pada tanur tinggi. Pada tahun 1910, Ludwig Weiss dan Theodor Engelhardt memanaskan silikon di bawah nitrogen murni untuk menghasilkan .[51] E. Friederich dan L. Sittig membuat pada tahun 1925 melalui reduksi karbotermal di bawah kondisi nitrogen, yaitu, dengan memanaskan silika, karbon, dan nitrogen pada suhu 1250–1300 °C.

Silikon nitrida tetap menjadi keingintahuan kimia selama beberapa dekade sebelum digunakan dalam aplikasi komersial. Dari tahun 1948 sampai 1952, Perusahaan Carborundum, Niagara Falls, New York, mengajukan beberapa paten untuk pembuatan dan aplikasi silikon nitrida.[52] Pada tahun 1958 Haynes (Union Carbide) silikon nitrida diproduksi secara komersial untuk tabung termokopel, nozel roket, dan kapal serta krus untuk mencairkan logam. Karya bangsa Inggris pada silikon nitrida, dimulai pada tahun 1953, menyasar pada bagian suhu tinggi turbin gas dan menghasilkan pengembangan silikon nitrida reaction-bonded dan silikon nitrida hot-pressed. Pada tahun 1971, Advanced Research Project Agency Departemen Pertahanan AS menempatkan kontrak senilai 17 juta dolar AS dengan Ford dan Westinghouse untuk dua turbin gas keramik.[53]

Meskipun sifat silikon nitrida dikenal dengan baik, keterjadian alaminya hanya dijumpai pada tahun 1990an, sebagai inklusi renik (ukurannya sekitar 2 µm × 0.5 µm) dalam meteorit. Mineral itu dinamai nierite sesuai nama pelopor spektrometri massa, Alfred O. C. Nier.[54] Mineral ini mungkin telah terdeteksi lebih awal, lagi-lagi eksklusif dalam meteorit, oleh geolog Soviet[55]

Sumber kutipan

Referensi

  1. Joseph William Mellor. A Comprehensive Treatise on Inorganic and Theoretical Chemistry. Longmans, Green and Co. 1947. Vol. 8. hlm. 115–7.
  2. O. N. Carlson. The N-Si (Nitrogen-Silicon) system. Bulletin of Alloy Phase Diagrams. 1990. Vol. 11 (6). hlm. 569. doi:10.1007/BF02841719.
  3. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  4. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  5. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  6. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  7. Yoshio Nishi. Handbook of semiconductor manufacturing technology. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.
  8. D. V. Morgan. An Introduction To Semiconductor Microtechnology. John Wiley & Sons. 1991. hlm. 27. ISBN 0471924784.
  9. Yoshio Nishi. Handbook of semiconductor manufacturing technology. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.
  10. Crystec Technology Trading GmbH, Comparison of vertical and horizontal tube furnaces in the semiconductor industry. crystec.com.
  11. Crystec Technology Trading GmbH, deposition of silicon nitride layers.
  12. Ghosh Chaudhuri. A novel method for synthesis of α-Si 3 N 4 nanowires by sol-gel route. Science and Technology of Advanced Materials. 2008. Vol. 9 (1). hlm. 5002. doi:10.1088/1468-6996/9/1/015002.
  13. Silicon Nitride – An Overview. azom.com.
  14. Nishimura. Fabrication of silicon nitride nanoceramics—Powder preparation and sintering: A review. Science and Technology of Advanced Materials. 2007. Vol. 8 (7–8). hlm. 635. doi:10.1016/j.stam.2007.08.006.
  15. Peng, p. 38
  16. Crystal structures of Si 3 N 4. hardmaterials.de.
  17. Jiang. Hardness and thermal stability of cubic silicon nitride. Journal of Physics: Condensed Matter. 2001. Vol. 13 (22). hlm. L515. doi:10.1088/0953-8984/13/22/111.
  18. Properties of gamma-Si 3 N 4.
  19. Peng, pp. 1-3
  20. Xinwen Zhu. Textured silicon nitride: Processing and anisotropic properties. Science and Technology of Advanced Materials. 2008. Vol. 9 (3). hlm. 3001. doi:10.1088/1468-6996/9/3/033001.
  21. David W. Richerson. Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future. Oak Ridge National Laboratory.
  22. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  23. Silicon Nitride – An Overview. azom.com.
  24. David W. Richerson. Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future. Oak Ridge National Laboratory.
  25. Ceramic Balls Increase Shuttle Engine Bearing Life. NASA.
  26. Space Shuttle Main Engine Enhancements. NASA.
  27. David W. Richerson. Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future. Oak Ridge National Laboratory.
  28. Silicon Nitride – An Overview. azom.com.
  29. David W. Richerson. Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future. Oak Ridge National Laboratory.
  30. Eckel, Andrew J. Silicon Nitride Rocket Thrusters Test Fired Successfully. NASA. 1999.
  31. Orbit Control Maneuver Result of the Venus Climate Orbiter 'AKATSUKI'. JAXA (2010-07-06)
  32. Johanna Olofsson. Evaluation of silicon nitride as a wear resistant and resorbable alternative for total hip joint replacement. Biomatter. 2012. Vol. 2 (2). hlm. 94–102. doi:10.4161/biom.20710.
  33. M Mazzocchi. On the possibility of silicon nitride as a ceramic for structural orthopaedic implants. Part I: Processing, microstructure, mechanical properties, cytotoxicity. Journal of Materials Science: Materials in Medicine. 2008. Vol. 19 (8). hlm. 2881–7. doi:10.1007/s10856-008-3417-2.
  34. T.J. Webster. Anti-infective and osteointegration properties of silicon nitride, poly(ether ether ketone), and titanium implants. Acta Biomaterialia. 2012. Vol. 8 (12). hlm. 4447–54. doi:10.1016/j.actbio.2012.07.038.
  35. MC Anderson. Bone ingrowth into porous silicon nitride. Journal of biomedical materials research. Part A. 2010. Vol. 92 (4). hlm. 1598–605. doi:10.1002/jbm.a.32498.
  36. M Mazzocchi. On the possibility of silicon nitride as a ceramic for structural orthopaedic implants. Part I: Processing, microstructure, mechanical properties, cytotoxicity. Journal of Materials Science: Materials in Medicine. 2008. Vol. 19 (8). hlm. 2881–7. doi:10.1007/s10856-008-3417-2.
  37. T.J. Webster. Anti-infective and osteointegration properties of silicon nitride, poly(ether ether ketone), and titanium implants. Acta Biomaterialia. 2012. Vol. 8 (12). hlm. 4447–54. doi:10.1016/j.actbio.2012.07.038.
  38. Ahmed Arafat. Tailor-Made Functionalization of Silicon Nitride Surfaces. Journal of the American Chemical Society. 2004. Vol. 126 (28). hlm. 8600–1. doi:10.1021/ja0483746.
  39. Silicon Nitride – An Overview. azom.com.
  40. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  41. David W. Richerson. Opportunities for Advanced Ceramics to Meet the Needs of the Industries of the Future. Oak Ridge National Laboratory.
  42. Hugh O. Pierson. Handbook of chemical vapor deposition (CVD). William Andrew. 1992. hlm. 282. ISBN 0-8155-1300-3.
  43. Yoshio Nishi. Handbook of semiconductor manufacturing technology. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.
  44. Yoshio Nishi. Handbook of semiconductor manufacturing technology. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.
  45. Yoshio Nishi. Handbook of semiconductor manufacturing technology. CRC Press. 2000. hlm. 324–325. ISBN 0-8247-8783-8.
  46. S.M. Sze. Semiconductor devices: physics and technology. Wiley-India. 2008. hlm. 384. ISBN 81-265-1681-X.
  47. Schein, L.B. Electrophotography and Development Physics, Springer Series in Electrophysics. Springer-Verlag, Berlin. 1988. Vol. 14. ISBN 978-3-642-97085-6.
  48. Levinson, L. M. et al. (17 April 2001) "Ignition system for a gas appliance"
  49. Ohring, M. The materials science of thin films: deposition and structure. Academic Press. 2002. hlm. 605. ISBN 0-12-524975-6.
  50. Ueber das Stickstoffsilicium. Annalen der Chemie und Pharmacie. 1857. Vol. 104 (2). hlm. 256. doi:10.1002/jlac.18571040224.
  51. Weiss, L. Über die Stickstoffverbindungen des Siliciums. Z. Anorg. Allg. Chem. 1910. Vol. 65 (1). hlm. 38–104. doi:10.1002/zaac.19090650107.
  52. Frank L. Riley. Silicon Nitride and Related Materials. Journal of the American Ceramic Society. 2004. Vol. 83 (2). hlm. 245. doi:10.1111/j.1151-2916.2000.tb01182.x.
  53. Carter, C. Barry. Ceramic Materials: Science and Engineering. Springer. 2007. hlm. 27. ISBN 0-387-46270-8.
  54. Lee. Nierite (Si 3 N 4 ), a new mineral from ordinary and enstatite chondrites. Meteoritics. 1995. Vol. 30 (4). hlm. 387. doi:10.1111/j.1945-5100.1995.tb01142.x.
  55. Nierite. Mindat.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29582983 (2026-08-15T13:09:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.