Toksisitas logam: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28460904; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Toksisitas logam''' adalah terjadinya ke[[racun]]an dalam tubuh [[manusia]] yang diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun. Zat-zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, [[kulit]], dan [[mulut]]. Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, [[tanah]], [[air]], dan [[udara]]. Macam-macam logam beracun yaitu [[raksa]]/merkuri (Hg), [[Kromium|kromium (Cr)]], [[Kadmium|kadmium (Cd)]], [[Tembaga|tembaga (Cu)]], [[Timah|timah (Sn)]], [[Nikel|nikel (Ni)]], [[Arsen|arsene (As)]], [[Kobalt|kobalt (Co)]], [[Aluminium|aluminium (Al)]], [[Besi|besi (Fe)]], [[Selenium|selenium (Se)]], dan [[Seng|zink (Zn)]]. Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, tetapi dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, [[pertambangan logam]], dan [[pemurnian logam]]. Contohnya penggunaan 25.000-125.000 ton raksa per tahun pada pabrik [[termometer]], [[spigmanometer]], [[barometer]], [[baterai]], [[saklar elektrik]], dan [[peralatan elektronik]]. | '''Toksisitas logam''' adalah terjadinya ke[[racun]]an dalam tubuh [[manusia]] yang diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Zat-zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, [[kulit]], dan [[mulut]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, [[tanah]], [[air]], dan [[udara]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N.(1988). Metal Neurotixcity. Boca Raton, Fla: CRC Press. Page 347.</ref> Macam-macam logam beracun yaitu [[raksa]]/merkuri (Hg), [[Kromium|kromium (Cr)]], [[Kadmium|kadmium (Cd)]], [[Tembaga|tembaga (Cu)]], [[Timah|timah (Sn)]], [[Nikel|nikel (Ni)]], [[Arsen|arsene (As)]], [[Kobalt|kobalt (Co)]], [[Aluminium|aluminium (Al)]], [[Besi|besi (Fe)]], [[Selenium|selenium (Se)]], dan [[Seng|zink (Zn)]].<ref>[http://bl10.smktelkom-mlg.sch.id/?p=13 Sampah Elektronik], ''Smktelkom''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, tetapi dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, [[pertambangan logam]], dan [[pemurnian logam]].<ref>[http://bl10.smktelkom-mlg.sch.id/?p=13 Sampah Elektronik], ''Smktelkom''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Contohnya penggunaan 25.000-125.000 ton raksa per tahun pada pabrik [[termometer]], [[spigmanometer]], [[barometer]], [[baterai]], [[saklar elektrik]], dan [[peralatan elektronik]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N.(1988). Metal Neurotixcity. Boca Raton, Fla: CRC Press. Page 347.</ref> | ||
== Faktor == | == Faktor == | ||
=== Tingkatan konsumsi dan banyaknya logam di alam === | === Tingkatan konsumsi dan banyaknya logam di alam === | ||
Umumnya, makin tinggi kadar logam yang terdapat di alam, makin tinggi pula efek keracunan yang ditimbulkan oleh logam tersebut. Contohnya, [[kadmium]] dalam satu dosis tunggal dan besar dapat menginduksi gangguan [[saluran pencernaan]]. Asupan kadmium yang berjumlah lebih kecil dapat mengakibatkan gangguan fungsi [[ginjal]]. | Umumnya, makin tinggi kadar logam yang terdapat di alam, makin tinggi pula efek keracunan yang ditimbulkan oleh logam tersebut.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Contohnya, [[kadmium]] dalam satu dosis tunggal dan besar dapat menginduksi gangguan [[saluran pencernaan]].<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Asupan kadmium yang berjumlah lebih kecil dapat mengakibatkan gangguan fungsi [[ginjal]].<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> | ||
=== Bentuk kimia === | === Bentuk kimia === | ||
Senyawa anorganik merkuri berpengaruh pada ginjal, sedangkan senyawa [[metil merkuri]] dan [[etil merkuri]] akan berpengaruh pada [[susunan saraf]]. Pada saat ini, senyawa merkuri bersifat lipofitik, sehingga meracuni [[darah]] dan [[otak]]. Senyawa [[tetraetil timbal]] juga dapat memengaruhi susunan saraf. | Senyawa anorganik merkuri berpengaruh pada ginjal, sedangkan senyawa [[metil merkuri]] dan [[etil merkuri]] akan berpengaruh pada [[susunan saraf]].<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Pada saat ini, senyawa merkuri bersifat lipofitik, sehingga meracuni [[darah]] dan [[otak]].<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Senyawa [[tetraetil timbal]] juga dapat memengaruhi susunan saraf.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> | ||
=== Kompleks protein-logam === | === Kompleks protein-logam === | ||
Berbagai kompleks [[protein]] - logam dibentuk dalam [[tubuh]]. Contohnya, kompleks protein-logam yang dibentuk dengan [[timbal]], [[bismut]], dan [[raksa-selenium]] secara mikroskopik dapat terlihat sebagai badan inklusi dalam sel yang tercemar logam. [[Besi]] dapat bergabung dengan protein untuk membentuk [[feritin]] yang bersifat larut dalam air atau [[hemosiderin]] yang tidak larut dalam air. Kadmium dan beberapa logam lain, seperti [[tembaga]] dan [[zink]] bergabung dengan [[metalotionein]], suatu protein dengan bobot molekul rendah. Kompleks protein kadmium (Cd) tidak begitu beracun, jika dibandingkan dengan Cd<sup>2+</sup>. Tetapi, dalam sel [[tubulus ginjal]], kadmium-metalotionein melepaskan Cd<sup>2+</sup> dan menyebabkan keracunan. | Berbagai kompleks [[protein]] - logam dibentuk dalam [[tubuh]].<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Contohnya, kompleks protein-logam yang dibentuk dengan [[timbal]], [[bismut]], dan [[raksa-selenium]] secara mikroskopik dapat terlihat sebagai badan inklusi dalam sel yang tercemar logam.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> [[Besi]] dapat bergabung dengan protein untuk membentuk [[feritin]] yang bersifat larut dalam air atau [[hemosiderin]] yang tidak larut dalam air. Kadmium dan beberapa logam lain, seperti [[tembaga]] dan [[zink]] bergabung dengan [[metalotionein]], suatu protein dengan bobot molekul rendah.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Kompleks protein kadmium (Cd) tidak begitu beracun, jika dibandingkan dengan Cd<sup>2+</sup>.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> Tetapi, dalam sel [[tubulus ginjal]], kadmium-metalotionein melepaskan Cd<sup>2+</sup> dan menyebabkan keracunan.<ref>Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.</ref> | ||
=== Faktor usia dan berat badan === | === Faktor usia dan berat badan === | ||
Pada orang yang usianya muda,seperti anak-anak, biasanya lebih rentan diserang keracunan logam daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan karena kepekaan dan tingkat penyerapan dalam saluran pencernaan pada mereka lebih besar. Selain itu, pada anak-anak yang mempunyai berat badan sangat kecil, lebih mudah diserang oleh racun logam. Faktor-faktor [[diet]] yang menyebabkan [[defisiensi protein]], [[vitamin C]], dan [[vitamin D]] dapat meningkatkan keracunan logam. Logam timbal dan merkuri, dapat melintasi [[plasenta]] dan memengaruhi [[janin]]. Dari penelitian, [[bayi]] yang terkena racun logam dalam kandungan ibunya, akan dipengaruhi secara berlebihan daripada ibunya. | Pada orang yang usianya muda,seperti anak-anak, biasanya lebih rentan diserang keracunan logam daripada orang dewasa.<ref>Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.</ref> Hal ini disebabkan karena kepekaan dan tingkat penyerapan dalam saluran pencernaan pada mereka lebih besar. Selain itu, pada anak-anak yang mempunyai berat badan sangat kecil, lebih mudah diserang oleh racun logam.<ref>Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.</ref> Faktor-faktor [[diet]] yang menyebabkan [[defisiensi protein]], [[vitamin C]], dan [[vitamin D]] dapat meningkatkan keracunan logam. Logam timbal dan merkuri, dapat melintasi [[plasenta]] dan memengaruhi [[janin]].<ref>Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.</ref> Dari penelitian, [[bayi]] yang terkena racun logam dalam kandungan ibunya, akan dipengaruhi secara berlebihan daripada ibunya.<ref>Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.</ref> | ||
== Proses keracunan logam pada manusia == | == Proses keracunan logam pada manusia == | ||
=== Pada saraf === | === Pada saraf === | ||
Uap logam merkuri dan metil merkuri dengan mudah dapat memasuki susunan saraf dan menambah efek racun. Senyawa merkuri anorganik tidak dapat memasuki susunan saraf dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak menimbulkan keracunan ''(neurotoksik)''. Senyawa organik timbal bersifat neurotoksik, sedangkan senyawa timbal anorganik memengaruhi [[sistem hem]]. Sistem hem merupakan sistem yang mengandung zat penting bagi [[hemoglobin]] dan [[sitokrom]]. Pada tingkat pemakaian yang tinggi, senyawa-senyawa ini dapat menambah [[ensefalopati]] yang mengakibatkan gangguan fungsi kejiwaan pada anak-anak kecil, seperti gangguan kesadaran dan kelakuan. Logam lain yang bersifat neurotoksik adalah tembaga, [[trietiltimah]], emas, [[litium]], dan [[mangan]]. | Uap logam merkuri dan metil merkuri dengan mudah dapat memasuki susunan saraf dan menambah efek racun.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Senyawa merkuri anorganik tidak dapat memasuki susunan saraf dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak menimbulkan keracunan ''(neurotoksik)''.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Senyawa organik timbal bersifat neurotoksik, sedangkan senyawa timbal anorganik memengaruhi [[sistem hem]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Sistem hem merupakan sistem yang mengandung zat penting bagi [[hemoglobin]] dan [[sitokrom]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Pada tingkat pemakaian yang tinggi, senyawa-senyawa ini dapat menambah [[ensefalopati]] yang mengakibatkan gangguan fungsi kejiwaan pada anak-anak kecil, seperti gangguan kesadaran dan kelakuan.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Logam lain yang bersifat neurotoksik adalah tembaga, [[trietiltimah]], emas, [[litium]], dan [[mangan]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> | ||
=== Pada ginjal === | === Pada ginjal === | ||
Sebagai [[organ ekskresi]] utama dalam tubuh, ginjal menjadi organ sasaran keracunan logam. Kadmium memengaruhi sel tubulus proksimal ginjal, sehingga menyebabkan ekskresi protein [[molekul]] kecil, [[asam amino]], dan [[glukosa]] bersama [[urin]]. Kadmium terkumpul dalam lisosom sel [[tubulus proksimal ginjal]]. Dalam lisosom, kompleks kadmium melepaskan Cd<sup>2+</sup>. Ion kadmium menghambat [[enzim proteolitik]] dalam lisosom dan menyebabkan cedera sel. | Sebagai [[organ ekskresi]] utama dalam tubuh, ginjal menjadi organ sasaran keracunan logam.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Kadmium memengaruhi sel tubulus proksimal ginjal, sehingga menyebabkan ekskresi protein [[molekul]] kecil, [[asam amino]], dan [[glukosa]] bersama [[urin]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Kadmium terkumpul dalam lisosom sel [[tubulus proksimal ginjal]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Dalam lisosom, kompleks kadmium melepaskan Cd<sup>2+</sup>.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Ion kadmium menghambat [[enzim proteolitik]] dalam lisosom dan menyebabkan cedera sel.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> | ||
=== Pada pernapasan === | === Pada pernapasan === | ||
Sistem pernapasan merupakan organ sasaran utama bagi sebagian besar logam. Banyaknya logam menyebabkan iritasi dan radang saluran pernapasan, bagian yang dipengaruhi bergantung pada jenis logam dan tingkat pemakaian. Pada tingkat pemakaian yang tinggi, kromium memengaruhi lubang [[hidung]], arsen memengaruhi [[bronki]], dan berilium memengaruhi [[paru-paru]]. | Sistem pernapasan merupakan organ sasaran utama bagi sebagian besar logam.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Banyaknya logam menyebabkan iritasi dan radang saluran pernapasan, bagian yang dipengaruhi bergantung pada jenis logam dan tingkat pemakaian.<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> Pada tingkat pemakaian yang tinggi, kromium memengaruhi lubang [[hidung]], arsen memengaruhi [[bronki]], dan berilium memengaruhi [[paru-paru]].<ref>Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.</ref> | ||
== Akibat keracunan logam == | == Akibat keracunan logam == | ||
=== Karsinogenisitas === | === Karsinogenisitas === | ||
[[Karsinogenisitas]] merupakan pembengkakan pada jaringan tubuh ([[tumor]]). Tumor diakibatkan oleh peningkatan zat-zat kimia yang beracun. Beberapa logam bersifat karsinogenik pada manusia dan [[hewan]]. Logam-logam tersebut adalah [[arsen]], [[kromium]], [[berilium]], kadmium, dan [[sisplatin]]. | [[Karsinogenisitas]] merupakan pembengkakan pada jaringan tubuh ([[tumor]]).<ref>Principles for the Testing and Evaluation of Drugs for Carcinogenicity. WHO Tech. Rep. Ser. 426.</ref> Tumor diakibatkan oleh peningkatan zat-zat kimia yang beracun.<ref>Principles for the Testing and Evaluation of Drugs for Carcinogenicity. WHO Tech. Rep. Ser. 426.</ref> Beberapa logam bersifat karsinogenik pada manusia dan [[hewan]].<ref>Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.</ref> Logam-logam tersebut adalah [[arsen]], [[kromium]], [[berilium]], kadmium, dan [[sisplatin]]. | ||
=== Gangguan fungsi imun === | === Gangguan fungsi imun === | ||
Konsumsi makanan yang mempunyai bahan logam beracun dapat mengakibatkan penghambatan berbagai fungsi imun. | Konsumsi makanan yang mempunyai bahan logam beracun dapat mengakibatkan penghambatan berbagai fungsi imun.<ref>Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.</ref> | ||
Logam-logam lain, seperti berilium, kromium, nikel, [[emas]], merkuri, platina, dan [[zirkonium]] dapat menginduksi reaksi [[hipersensitivitas]]. | Logam-logam lain, seperti berilium, kromium, nikel, [[emas]], merkuri, platina, dan [[zirkonium]] dapat menginduksi reaksi [[hipersensitivitas]].<ref>Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.</ref> | ||
'''Reaksi Hipersensitivitas Terhadap Logam''' | '''Reaksi Hipersensitivitas Terhadap Logam''' | ||
{|class=prettytable | |||
|- | |||
!Logam | |||
!Jenis reaksi | |||
!Ciri-ciri klinis | |||
!Mekanisme reaksi | |||
|- | |||
|[[Platina]] | |||
|I | |||
|[[Asma]], [[konjungtivitis]], [[urtikaria]], [[anafilaksis]] | |||
|[[IgE]] ''(protein antibodi alergi)'' bereaksi dengan [[antigen]] dalam [[sel mast]]/basofil dan melepaskan [[amin vasoreaktif]] | |||
|- | |||
|[[Emas]], [[garam]] organik | |||
|II | |||
|[[Trombositopenia]] | |||
|[[IgG]] ''(protein antibodi kekebalan tubuh)'' mengikat komplemen dan antigen dalam sel, mengakibatkan kerusakan sel | |||
|- | |||
|Uap merkuri | |||
|III | |||
|[[Glomerulonefritis]], [[proteinuria]] | |||
|Antigen, [[antibodi]], dan endapan komplemen pada permukaan [[epitel]] dasar glomerulus | |||
|- | |||
|Kromium, nikel, berilium, [[zirkonium]] | |||
|IV | |||
|[[Dermatitis]] kontak, pembentukan [[granuloma]] | |||
|[[Sel T]] ''(sel penahan tubuh)'' yang sensitif bereaksi dengan antigen dan menyebabkan reaksi hipersensitivitas tertunda | |||
|} | |||
== Logam beracun == | == Logam beracun == | ||
=== Aluminium (Al) === | === Aluminium (Al) === | ||
Sekitar 20 tahun yang lalu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit [[alzheimer]]. Akibatnya, banyak [[organisasi]] dan individu yang mengurangi tingkat pemakaian peralatan dari alumimium. Namun, ''Organisasi Kesehatan Dunia [[Organisasi Kesehatan Dunia|(WHO)]]'' menyimpulkan bahwa, penelitian yang menyatakan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit alzheimer tidak dapat dipercaya, karena penelitian tersebut tidak memperhitungkan asupan aluminium total yang ada dalam penyakit itu. Meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa aluminium sebagai penyebab utama penyakit alzheimer, para peneliti bersepakat untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi. Pada industri manufaktur [[mobil]], perlu diperhatikan keselamatan para pekerja, karena aluminium yang terkandung dalam cairan logam di tempat kerja menyebabkan [[kanker]]. Target organ aluminium adalah sistem saraf pusat, ginjal, dan [[sistem pencernaan]]. | Sekitar 20 tahun yang lalu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit [[alzheimer]].<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> Akibatnya, banyak [[organisasi]] dan individu yang mengurangi tingkat pemakaian peralatan dari alumimium.<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> Namun, ''Organisasi Kesehatan Dunia [[Organisasi Kesehatan Dunia|(WHO)]]'' menyimpulkan bahwa, penelitian yang menyatakan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit alzheimer tidak dapat dipercaya, karena penelitian tersebut tidak memperhitungkan asupan aluminium total yang ada dalam penyakit itu.<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> Meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa aluminium sebagai penyebab utama penyakit alzheimer, para peneliti bersepakat untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi.<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> Pada industri manufaktur [[mobil]], perlu diperhatikan keselamatan para pekerja, karena aluminium yang terkandung dalam cairan logam di tempat kerja menyebabkan [[kanker]].<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> Target organ aluminium adalah sistem saraf pusat, ginjal, dan [[sistem pencernaan]].<ref>Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.</ref> | ||
=== Barium (Ba) === | === Barium (Ba) === | ||
Beberapa senyawa barium mudah larut dalam air dan ditemukan di [[danau]] atau [[sungai]]. Dampak yang ditimbulkan senyawa barium yang berbeda tergantung pada kelarutan senyawa barium. Barium yang tidak larut dalam air, tidak berbahaya dan sering digunakan oleh dokter untuk tujuan medis. Senyawa barium yang larut dalam air dapat menyebabkan efek kesehatan yang berbahaya, misalnya kesulitan bernapas, tekanan [[darah]] meningkat, perubahan irama [[jantung]], iritasi [[perut]], pembengkakan [[otak]], kelemahan [[otot]], kerusakan [[hati]], ginjal, dan limpa. | Beberapa senyawa barium mudah larut dalam air dan ditemukan di [[danau]] atau [[sungai]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Dampak yang ditimbulkan senyawa barium yang berbeda tergantung pada kelarutan senyawa barium.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Barium yang tidak larut dalam air, tidak berbahaya dan sering digunakan oleh dokter untuk tujuan medis.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Senyawa barium yang larut dalam air dapat menyebabkan efek kesehatan yang berbahaya, misalnya kesulitan bernapas, tekanan [[darah]] meningkat, perubahan irama [[jantung]], iritasi [[perut]], pembengkakan [[otak]], kelemahan [[otot]], kerusakan [[hati]], ginjal, dan limpa.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Berilium (Be) === | === Berilium (Be) === | ||
Pekerja pabrik yang bekerja pada pertambangan atau pengolahan bijih, pabrik yang menggunakan paduan dan manufaktur kimia dengan berilium, permesinan atau daur ulang logam yang mengandung berilium sangat berbahaya, karena mereka menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi dengan berilium. Tinggi tingkatan berilium di udara menyebabkan kerusakan [[paru-paru]]. Berilium diserap perlahan-lahan dari paru-paru ke dalam darah, dan kemudian diangkut ke [[sistem rangka]], [[hati]] dan ginjal. | Pekerja pabrik yang bekerja pada pertambangan atau pengolahan bijih, pabrik yang menggunakan paduan dan manufaktur kimia dengan berilium, permesinan atau daur ulang logam yang mengandung berilium sangat berbahaya, karena mereka menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi dengan berilium.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Tinggi tingkatan berilium di udara menyebabkan kerusakan [[paru-paru]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Berilium diserap perlahan-lahan dari paru-paru ke dalam darah, dan kemudian diangkut ke [[sistem rangka]], [[hati]] dan ginjal.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Kadmium (Cd) === | === Kadmium (Cd) === | ||
Kadmium ditemukan dalam pembuatan [[baterai]], [[PVC|plastik PVC]], pigmen [[cat]], [[pupuk]], [[rokok]], dan [[kerang]] yang berada di sekitar lingkungan pabrik. Keracunan logam kadmium terdiri dari 15-50% penyerapan melalui sistem pernapasan dan 2-7% melalui sistem pencernaan. Target organ adalah hati, plasenta, ginjal, paru-paru, otak, dan tulang. | Kadmium ditemukan dalam pembuatan [[baterai]], [[PVC|plastik PVC]], pigmen [[cat]], [[pupuk]], [[rokok]], dan [[kerang]] yang berada di sekitar lingkungan pabrik.<ref>Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.</ref> Keracunan logam kadmium terdiri dari 15-50% penyerapan melalui sistem pernapasan dan 2-7% melalui sistem pencernaan.<ref>Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.</ref> Target organ adalah hati, plasenta, ginjal, paru-paru, otak, dan tulang.<ref>Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.</ref> | ||
=== Merkuri (Hg) === | === Merkuri (Hg) === | ||
Elemen merkuri (Hg) berwarna kelabu-perak, sebagai cairan pada suhu kamar dan mudah menguap bila dipanaskan. Hg<sup>2+</sup> (senyawa anorganik) dapat mengikat karbon, membentuk senyawa organomerkuri. Metil Merkuri (MeHg) merupakan bentuk penting yang menimbulkan keracunan pada manusia. Industri yang menggunakan logam merkuri adalah: | Elemen merkuri (Hg) berwarna kelabu-perak, sebagai cairan pada suhu kamar dan mudah menguap bila dipanaskan.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Hg<sup>2+</sup> (senyawa anorganik) dapat mengikat karbon, membentuk senyawa organomerkuri.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Metil Merkuri (MeHg) merupakan bentuk penting yang menimbulkan keracunan pada manusia.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Industri yang menggunakan logam merkuri adalah:<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> | ||
# Industri yang memproduksi [[klorin]]. | # Industri yang memproduksi [[klorin]]. | ||
# Produksi [[Natrium hidroksida|koustik soda]]. | # Produksi [[Natrium hidroksida|koustik soda]]. | ||
| Baris 63: | Baris 86: | ||
# [[Pabrik tekstil]]. | # [[Pabrik tekstil]]. | ||
# Perusahaan [[farmasi]]. | # Perusahaan [[farmasi]]. | ||
Sebagian senyawa merkuri yang dilepas ke lingkungan akan diubah menjadi metilmerkuri (MeHg) oleh mikroorganisme dalam air dan tanah. MeHg dengan cepat akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan. Kadar merkuri dalam [[ikan]] dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya, jika ikan tersebut berada di lingkungan pabrik yang menggunakan logam merkuri. Orang-orang yang mempunyai potensial terkena merkuri (Hg) diantaranya: | Sebagian senyawa merkuri yang dilepas ke lingkungan akan diubah menjadi metilmerkuri (MeHg) oleh mikroorganisme dalam air dan tanah.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> MeHg dengan cepat akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Kadar merkuri dalam [[ikan]] dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya, jika ikan tersebut berada di lingkungan pabrik yang menggunakan logam merkuri.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Orang-orang yang mempunyai potensial terkena merkuri (Hg) diantaranya:<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> | ||
* Pekerja pabrik yang menggunakan Hg. | * Pekerja pabrik yang menggunakan Hg. | ||
* Janin, bayi dan anak-anak: | * Janin, bayi dan anak-anak: | ||
| Baris 70: | Baris 93: | ||
# MeHg pada ASI, maka bayi yang menyusu dapat terkena racun. | # MeHg pada ASI, maka bayi yang menyusu dapat terkena racun. | ||
* Masyarakat pengkonsumsi ikan yang berasal dari daerah perairan yang tercemar merkuri. | * Masyarakat pengkonsumsi ikan yang berasal dari daerah perairan yang tercemar merkuri. | ||
Merkuri termasuk bahan [[teratogenik]]. MeHg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak. MeHg terutama terkonsentrasi dalam darah dan otak, 90 % ditemukan dalam [[darah merah]]. Efek toksisitas merkuri terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal, dimana merkuri terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain [[tremor]] (gerakan fluktuatif gemetar pada tubuh) dan kehilangan daya ingat. MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena racun MeHg dapat menderita kerusakan otak dengan akibat: | Merkuri termasuk bahan [[teratogenik]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> MeHg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> MeHg terutama terkonsentrasi dalam darah dan otak, 90 % ditemukan dalam [[darah merah]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Efek toksisitas merkuri terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal, dimana merkuri terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain [[tremor]] (gerakan fluktuatif gemetar pada tubuh) dan kehilangan daya ingat.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena racun MeHg dapat menderita kerusakan otak dengan akibat:<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> | ||
# [[Retardasi mental]], yaitu keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). | # [[Retardasi mental]], yaitu keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). | ||
# [[Tuli]]. | # [[Tuli]]. | ||
| Baris 77: | Baris 100: | ||
# [[Cerebral palsy]]. | # [[Cerebral palsy]]. | ||
# Gangguan menelan makanan. | # Gangguan menelan makanan. | ||
Efek terhadap sistem pernapasan dan pencernaan makanan dapat menyebabkan terjadinya keracunan yang parah. Keracunan merkuri dari lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan berat pada jaringan [[paru-paru]], sedangkan keracunan makanan yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan [[liver]]. | Efek terhadap sistem pernapasan dan pencernaan makanan dapat menyebabkan terjadinya keracunan yang parah.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Keracunan merkuri dari lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan berat pada jaringan [[paru-paru]], sedangkan keracunan makanan yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan [[liver]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> | ||
=== Besi (Fe) === | === Besi (Fe) === | ||
[[Besi]] merupakan logam berat, karena dengan mengonsumsi suplemen zat besi, anak-anak kecil akan keracunan, misalnya, konsumsi sebanyak 5-9 tablet besi 30 mg. Konsumsi makanan yang mengandung besi dapat menimbulkan efek racun, karena besi diserap dengan cepat dalam saluran pencernaan. Sifat korosif dari besi lebih meningkatkan penyerapan racun. Keracunan besi dapat terjadi jika mengonsumsi sulfat merah-tablet yang dilapisi besi atau preparat multivitamin dewasa untuk permen. Sumber-sumber lain dari besi adalah air minum, pipa besi, dan peralatan masak. Target organ adalah hati, [[sistem kardiovaskular]], dan ginjal. | [[Besi]] merupakan logam berat, karena dengan mengonsumsi suplemen zat besi, anak-anak kecil akan keracunan, misalnya, konsumsi sebanyak 5-9 tablet besi 30 mg.<ref>Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.</ref> Konsumsi makanan yang mengandung besi dapat menimbulkan efek racun, karena besi diserap dengan cepat dalam saluran pencernaan.<ref>Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.</ref> Sifat korosif dari besi lebih meningkatkan penyerapan racun.<ref>Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.</ref> Keracunan besi dapat terjadi jika mengonsumsi sulfat merah-tablet yang dilapisi besi atau preparat multivitamin dewasa untuk permen.<ref>Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.</ref> Sumber-sumber lain dari besi adalah air minum, pipa besi, dan peralatan masak. Target organ adalah hati, [[sistem kardiovaskular]], dan ginjal.<ref>Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.</ref> | ||
=== Arsene (As) === | === Arsene (As) === | ||
Arsen di air ditemukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. Senyawa arsen dengan oksigen, [[klorin]] atau [[belerang]] sebagai arsen inorganik, sedangkan senyawa dengan karbon dan [[hidrogen]] sebagai arsen organik. Arsen inorganik lebih beracun daripada arsen organik. Tempat pembuangan limbah kimia mengandung banyak arsen, meskipun bentuk bahan tak diketahui (organik/inorganik). Arsen masuk ke dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan dan minuman. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan [[usus halus]] kemudian masuk ke peredaran [[darah]]. Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan [[diare]]. Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi [[jantung]], kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal. | Arsen di air ditemukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Senyawa arsen dengan oksigen, [[klorin]] atau [[belerang]] sebagai arsen inorganik, sedangkan senyawa dengan karbon dan [[hidrogen]] sebagai arsen organik.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Arsen inorganik lebih beracun daripada arsen organik.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Tempat pembuangan limbah kimia mengandung banyak arsen, meskipun bentuk bahan tak diketahui (organik/inorganik).<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Arsen masuk ke dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan dan minuman.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan [[usus halus]] kemudian masuk ke peredaran [[darah]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan [[diare]].<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi [[jantung]], kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal.<ref>[http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/28e77b03417e24f20b96312fd0ae7ac791ade93e.pdf Bahan Beracun] , ''Repository''. Diakses pada 26 Mei 2010.</ref> | ||
=== Timbal (Pb) === | === Timbal (Pb) === | ||
Setiap tahun, industri memproduksi sekitar 2,5 juta ton timah di seluruh dunia, seperti untuk [[baterai]], cat, penutup [[kabel]], [[pipa]], [[amunisi]], [[aditif bahan bakar]], plastik PVC, [[x-ray]] perisai, produksi kaca kristal, dan [[pestisida]]. Target organ adalah [[tulang]], [[otak]], darah, ginjal, dan [[kelenjar tiroid]]. | Setiap tahun, industri memproduksi sekitar 2,5 juta ton timah di seluruh dunia, seperti untuk [[baterai]], cat, penutup [[kabel]], [[pipa]], [[amunisi]], [[aditif bahan bakar]], plastik PVC, [[x-ray]] perisai, produksi kaca kristal, dan [[pestisida]].<ref>Dhir, H., Roy, A.K., Sharma, A., Talukder, G. Modification of clastogenicity of lead and aluminium in mouse bone marrow cells by dietary ingestion of Phyllanthus emblica fruit extract. Mutat. Res. 1990 Jul; 241(3): 305-12.</ref> Target organ adalah [[tulang]], [[otak]], darah, ginjal, dan [[kelenjar tiroid]].<ref>Dhir, H., Roy, A.K., Sharma, A., Talukder, G. Modification of clastogenicity of lead and aluminium in mouse bone marrow cells by dietary ingestion of Phyllanthus emblica fruit extract. Mutat. Res. 1990 Jul; 241(3): 305-12.</ref> | ||
=== Kromium (Cr) === | === Kromium (Cr) === | ||
Dalam bentuk makanan, kromium diserap 10-25 %. Kromium digunakan dalam pembuatan [[baja]], batu bata dalam tungku, pewarna, pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam dan [[krom]], penyamakan kulit, dan kayu. Penjualan produk atau bahan kimia yang mengandung kromium dan bahan bakar [[fosil]] menyebabkan terjadinya pembakaran ke udara, tanah, dan air. Partikel menetap di udara dalam waktu kurang dari 10 hari, akan menempel pada partikel tanah, dan dalam air dengan sedikit larut. Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit. Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, [[lambung]], dan [[usus]]. Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru. Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, [[bisul]], kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian. | Dalam bentuk makanan, kromium diserap 10-25 %.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Kromium digunakan dalam pembuatan [[baja]], batu bata dalam tungku, pewarna, pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam dan [[krom]], penyamakan kulit, dan kayu.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Penjualan produk atau bahan kimia yang mengandung kromium dan bahan bakar [[fosil]] menyebabkan terjadinya pembakaran ke udara, tanah, dan air.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Partikel menetap di udara dalam waktu kurang dari 10 hari, akan menempel pada partikel tanah, dan dalam air dengan sedikit larut.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, [[lambung]], dan [[usus]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, [[bisul]], kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Kobalt (Co) === | === Kobalt (Co) === | ||
Kobalt menetap di udara selama beberapa hari. Kobalt menetap bertahun-tahun dalam air dan tanah, sehingga dapat bergerak dari tanah ke air bawah tanah. Setiap orang dapat terkena kobalt pada tingkat rendah di udara, air, dan makanan. Orang-orang yang tinggal di daerah limbah berbahaya yang mengandung kobalt dapat terkena efek racun kobalt. Pekerja yang membuat produk-produk yang mengandung kobalt dapat mengalami keracunan. Toksisitas akut kobalt dapat diamati sebagai efek pada paru-paru, [[asma]], [[pneumonia]], dan sesak napas. Pada tahun 1960, beberapa pabrik [[bir]] menambahkan kobalt dalam bir untuk menstabilkan busa. Beberapa orang yang minum dalam jumlah besar bir mengalami mual, muntah, dan efek serius pada jantung. Namun, efek pada jantung tidak terlihat pada orang yang mengidap [[anemia]] atau wanita hamil. | Kobalt menetap di udara selama beberapa hari.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Kobalt menetap bertahun-tahun dalam air dan tanah, sehingga dapat bergerak dari tanah ke air bawah tanah.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Setiap orang dapat terkena kobalt pada tingkat rendah di udara, air, dan makanan.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Orang-orang yang tinggal di daerah limbah berbahaya yang mengandung kobalt dapat terkena efek racun kobalt.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Pekerja yang membuat produk-produk yang mengandung kobalt dapat mengalami keracunan.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Toksisitas akut kobalt dapat diamati sebagai efek pada paru-paru, [[asma]], [[pneumonia]], dan sesak napas.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Pada tahun 1960, beberapa pabrik [[bir]] menambahkan kobalt dalam bir untuk menstabilkan busa.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Beberapa orang yang minum dalam jumlah besar bir mengalami mual, muntah, dan efek serius pada jantung.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Namun, efek pada jantung tidak terlihat pada orang yang mengidap [[anemia]] atau wanita hamil.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Nikel (Ni) === | === Nikel (Ni) === | ||
Nikel dan senyawanya tidak memiliki karakteristik bau atau rasa. Nikel terdapat di udara, menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan. Sumber utama nikel adalah asap [[tembakau]], [[Sistem pembuangan|knalpot mobil]], pupuk, [[Monokalsium fosfat|superfosfat]], pengolahan makanan, dihidrogenasi lemak-minyak, [[limbah industri]], peralatan masak stainless steel, pengujian perangkat [[nuklir]], [[baking powder]], pembakaran bahan bakar minyak, perawatan gigi dan [[jembatan]]. Efek yang ditimbulkan logam nikel adalah serangan asma, [[bronkitis]] kronis, sakit kepala, pusing, sesak napas, muntah, nyeri dada, batuk, sesak napas, kejang, bahkan kematian. | Nikel dan senyawanya tidak memiliki karakteristik bau atau rasa.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Nikel terdapat di udara, menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Sumber utama nikel adalah asap [[tembakau]], [[Sistem pembuangan|knalpot mobil]], pupuk, [[Monokalsium fosfat|superfosfat]], pengolahan makanan, dihidrogenasi lemak-minyak, [[limbah industri]], peralatan masak stainless steel, pengujian perangkat [[nuklir]], [[baking powder]], pembakaran bahan bakar minyak, perawatan gigi dan [[jembatan]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Efek yang ditimbulkan logam nikel adalah serangan asma, [[bronkitis]] kronis, sakit kepala, pusing, sesak napas, muntah, nyeri dada, batuk, sesak napas, kejang, bahkan kematian.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Selenium (Se) === | === Selenium (Se) === | ||
Selenium mengakibatkan gangguan pada [[kelenjar tiroid]] dan kesehatan jantung. Selenium partikel kecil di udara menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan. Selenium menyerupai sulfur dalam sifat fisik dan kimia. Konsentrasi selenium dalam darah 19-25 mikrogram per 100 mililiter. Selenium menyebabkan kanker, [[leukemia limfositik]], paru-paru, pencernaan, usus besar, [[karsinoma genitourinari]], [[kanker kulit]], dan penyakit [[Limfoma Hodgkin|hodgkins]]. | Selenium mengakibatkan gangguan pada [[kelenjar tiroid]] dan kesehatan jantung.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Selenium partikel kecil di udara menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Selenium menyerupai sulfur dalam sifat fisik dan kimia.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Konsentrasi selenium dalam darah 19-25 mikrogram per 100 mililiter.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Selenium menyebabkan kanker, [[leukemia limfositik]], paru-paru, pencernaan, usus besar, [[karsinoma genitourinari]], [[kanker kulit]], dan penyakit [[Limfoma Hodgkin|hodgkins]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
=== Zink (Zn) === | === Zink (Zn) === | ||
Seng dilepaskan ke lingkungan oleh proses alam, namun sebagian besar berasal dari kegiatan manusia seperti pertambangan, produksi baja, pembakaran batu bara, dan pembakaran [[sampah]]. Sebagian besar zink di dalam tanah tetap terikat pada partikel tanah. Toksisitas akut yang ditimbulkan oleh zink adalah kekeringan tenggorokan, [[batuk]], kelemahan, menggigil, demam, mual dan muntah. | Seng dilepaskan ke lingkungan oleh proses alam, namun sebagian besar berasal dari kegiatan manusia seperti pertambangan, produksi baja, pembakaran batu bara, dan pembakaran [[sampah]].<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Sebagian besar zink di dalam tanah tetap terikat pada partikel tanah.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> Toksisitas akut yang ditimbulkan oleh zink adalah kekeringan tenggorokan, [[batuk]], kelemahan, menggigil, demam, mual dan muntah.<ref>[http://tuberose.com/Heavy_Metal_Toxicity.html Heavy Metal Toxcity] , ''tuburose''. Diakses pada 21 Mei 2010.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 111: | Baris 130: | ||
* OSHA. Safety and Health Topics: Toxic Metals. http://www.osha.gov/SLTC/metalsheavy/index.html | * OSHA. Safety and Health Topics: Toxic Metals. http://www.osha.gov/SLTC/metalsheavy/index.html | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksisitas+logam&oldid=28460904 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28460904 (2025-11-13T11:32:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksisitas+logam&oldid=28460904 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28460904 (2025-11-13T11:32:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 22.57
Toksisitas logam adalah terjadinya keracunan dalam tubuh manusia yang diakibatkan oleh bahan berbahaya yang mengandung logam beracun.[1] Zat-zat beracun dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, kulit, dan mulut.[2] Pada umumnya, logam terdapat di alam dalam bentuk batuan, bijih tambang, tanah, air, dan udara.[3] Macam-macam logam beracun yaitu raksa/merkuri (Hg), kromium (Cr), kadmium (Cd), tembaga (Cu), timah (Sn), nikel (Ni), arsene (As), kobalt (Co), aluminium (Al), besi (Fe), selenium (Se), dan zink (Zn).[4] Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah, tetapi dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam, pertambangan logam, dan pemurnian logam.[5] Contohnya penggunaan 25.000-125.000 ton raksa per tahun pada pabrik termometer, spigmanometer, barometer, baterai, saklar elektrik, dan peralatan elektronik.[6]
Faktor
Tingkatan konsumsi dan banyaknya logam di alam
Umumnya, makin tinggi kadar logam yang terdapat di alam, makin tinggi pula efek keracunan yang ditimbulkan oleh logam tersebut.[7] Contohnya, kadmium dalam satu dosis tunggal dan besar dapat menginduksi gangguan saluran pencernaan.[8] Asupan kadmium yang berjumlah lebih kecil dapat mengakibatkan gangguan fungsi ginjal.[9]
Bentuk kimia
Senyawa anorganik merkuri berpengaruh pada ginjal, sedangkan senyawa metil merkuri dan etil merkuri akan berpengaruh pada susunan saraf.[10] Pada saat ini, senyawa merkuri bersifat lipofitik, sehingga meracuni darah dan otak.[11] Senyawa tetraetil timbal juga dapat memengaruhi susunan saraf.[12]
Kompleks protein-logam
Berbagai kompleks protein - logam dibentuk dalam tubuh.[13] Contohnya, kompleks protein-logam yang dibentuk dengan timbal, bismut, dan raksa-selenium secara mikroskopik dapat terlihat sebagai badan inklusi dalam sel yang tercemar logam.[14] Besi dapat bergabung dengan protein untuk membentuk feritin yang bersifat larut dalam air atau hemosiderin yang tidak larut dalam air. Kadmium dan beberapa logam lain, seperti tembaga dan zink bergabung dengan metalotionein, suatu protein dengan bobot molekul rendah.[15] Kompleks protein kadmium (Cd) tidak begitu beracun, jika dibandingkan dengan Cd2+.[16] Tetapi, dalam sel tubulus ginjal, kadmium-metalotionein melepaskan Cd2+ dan menyebabkan keracunan.[17]
Faktor usia dan berat badan
Pada orang yang usianya muda,seperti anak-anak, biasanya lebih rentan diserang keracunan logam daripada orang dewasa.[18] Hal ini disebabkan karena kepekaan dan tingkat penyerapan dalam saluran pencernaan pada mereka lebih besar. Selain itu, pada anak-anak yang mempunyai berat badan sangat kecil, lebih mudah diserang oleh racun logam.[19] Faktor-faktor diet yang menyebabkan defisiensi protein, vitamin C, dan vitamin D dapat meningkatkan keracunan logam. Logam timbal dan merkuri, dapat melintasi plasenta dan memengaruhi janin.[20] Dari penelitian, bayi yang terkena racun logam dalam kandungan ibunya, akan dipengaruhi secara berlebihan daripada ibunya.[21]
Proses keracunan logam pada manusia
Pada saraf
Uap logam merkuri dan metil merkuri dengan mudah dapat memasuki susunan saraf dan menambah efek racun.[22] Senyawa merkuri anorganik tidak dapat memasuki susunan saraf dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga tidak menimbulkan keracunan (neurotoksik).[23] Senyawa organik timbal bersifat neurotoksik, sedangkan senyawa timbal anorganik memengaruhi sistem hem.[24] Sistem hem merupakan sistem yang mengandung zat penting bagi hemoglobin dan sitokrom.[25] Pada tingkat pemakaian yang tinggi, senyawa-senyawa ini dapat menambah ensefalopati yang mengakibatkan gangguan fungsi kejiwaan pada anak-anak kecil, seperti gangguan kesadaran dan kelakuan.[26] Logam lain yang bersifat neurotoksik adalah tembaga, trietiltimah, emas, litium, dan mangan.[27]
Pada ginjal
Sebagai organ ekskresi utama dalam tubuh, ginjal menjadi organ sasaran keracunan logam.[28] Kadmium memengaruhi sel tubulus proksimal ginjal, sehingga menyebabkan ekskresi protein molekul kecil, asam amino, dan glukosa bersama urin.[29] Kadmium terkumpul dalam lisosom sel tubulus proksimal ginjal.[30] Dalam lisosom, kompleks kadmium melepaskan Cd2+.[31] Ion kadmium menghambat enzim proteolitik dalam lisosom dan menyebabkan cedera sel.[32]
Pada pernapasan
Sistem pernapasan merupakan organ sasaran utama bagi sebagian besar logam.[33] Banyaknya logam menyebabkan iritasi dan radang saluran pernapasan, bagian yang dipengaruhi bergantung pada jenis logam dan tingkat pemakaian.[34] Pada tingkat pemakaian yang tinggi, kromium memengaruhi lubang hidung, arsen memengaruhi bronki, dan berilium memengaruhi paru-paru.[35]
Akibat keracunan logam
Karsinogenisitas
Karsinogenisitas merupakan pembengkakan pada jaringan tubuh (tumor).[36] Tumor diakibatkan oleh peningkatan zat-zat kimia yang beracun.[37] Beberapa logam bersifat karsinogenik pada manusia dan hewan.[38] Logam-logam tersebut adalah arsen, kromium, berilium, kadmium, dan sisplatin.
Gangguan fungsi imun
Konsumsi makanan yang mempunyai bahan logam beracun dapat mengakibatkan penghambatan berbagai fungsi imun.[39] Logam-logam lain, seperti berilium, kromium, nikel, emas, merkuri, platina, dan zirkonium dapat menginduksi reaksi hipersensitivitas.[40]
Reaksi Hipersensitivitas Terhadap Logam
| Logam | Jenis reaksi | Ciri-ciri klinis | Mekanisme reaksi |
|---|---|---|---|
| Platina | I | Asma, konjungtivitis, urtikaria, anafilaksis | IgE (protein antibodi alergi) bereaksi dengan antigen dalam sel mast/basofil dan melepaskan amin vasoreaktif |
| Emas, garam organik | II | Trombositopenia | IgG (protein antibodi kekebalan tubuh) mengikat komplemen dan antigen dalam sel, mengakibatkan kerusakan sel |
| Uap merkuri | III | Glomerulonefritis, proteinuria | Antigen, antibodi, dan endapan komplemen pada permukaan epitel dasar glomerulus |
| Kromium, nikel, berilium, zirkonium | IV | Dermatitis kontak, pembentukan granuloma | Sel T (sel penahan tubuh) yang sensitif bereaksi dengan antigen dan menyebabkan reaksi hipersensitivitas tertunda |
Logam beracun
Aluminium (Al)
Sekitar 20 tahun yang lalu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit alzheimer.[41] Akibatnya, banyak organisasi dan individu yang mengurangi tingkat pemakaian peralatan dari alumimium.[42] Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan bahwa, penelitian yang menyatakan bahwa aluminium merupakan penyebab penyakit alzheimer tidak dapat dipercaya, karena penelitian tersebut tidak memperhitungkan asupan aluminium total yang ada dalam penyakit itu.[43] Meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa aluminium sebagai penyebab utama penyakit alzheimer, para peneliti bersepakat untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi.[44] Pada industri manufaktur mobil, perlu diperhatikan keselamatan para pekerja, karena aluminium yang terkandung dalam cairan logam di tempat kerja menyebabkan kanker.[45] Target organ aluminium adalah sistem saraf pusat, ginjal, dan sistem pencernaan.[46]
Barium (Ba)
Beberapa senyawa barium mudah larut dalam air dan ditemukan di danau atau sungai.[47] Dampak yang ditimbulkan senyawa barium yang berbeda tergantung pada kelarutan senyawa barium.[48] Barium yang tidak larut dalam air, tidak berbahaya dan sering digunakan oleh dokter untuk tujuan medis.[49] Senyawa barium yang larut dalam air dapat menyebabkan efek kesehatan yang berbahaya, misalnya kesulitan bernapas, tekanan darah meningkat, perubahan irama jantung, iritasi perut, pembengkakan otak, kelemahan otot, kerusakan hati, ginjal, dan limpa.[50]
Berilium (Be)
Pekerja pabrik yang bekerja pada pertambangan atau pengolahan bijih, pabrik yang menggunakan paduan dan manufaktur kimia dengan berilium, permesinan atau daur ulang logam yang mengandung berilium sangat berbahaya, karena mereka menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi dengan berilium.[51] Tinggi tingkatan berilium di udara menyebabkan kerusakan paru-paru.[52] Berilium diserap perlahan-lahan dari paru-paru ke dalam darah, dan kemudian diangkut ke sistem rangka, hati dan ginjal.[53]
Kadmium (Cd)
Kadmium ditemukan dalam pembuatan baterai, plastik PVC, pigmen cat, pupuk, rokok, dan kerang yang berada di sekitar lingkungan pabrik.[54] Keracunan logam kadmium terdiri dari 15-50% penyerapan melalui sistem pernapasan dan 2-7% melalui sistem pencernaan.[55] Target organ adalah hati, plasenta, ginjal, paru-paru, otak, dan tulang.[56]
Merkuri (Hg)
Elemen merkuri (Hg) berwarna kelabu-perak, sebagai cairan pada suhu kamar dan mudah menguap bila dipanaskan.[57] Hg2+ (senyawa anorganik) dapat mengikat karbon, membentuk senyawa organomerkuri.[58] Metil Merkuri (MeHg) merupakan bentuk penting yang menimbulkan keracunan pada manusia.[59] Industri yang menggunakan logam merkuri adalah:[60]
- Industri yang memproduksi klorin.
- Produksi koustik soda.
- Tambang dan proses biji Hg.
- Metalurgi dan proses pelapisan tembaga-nikel-khrom dengan kuningan.
- Pabrik kimia.
- Pabrik tinta.
- Pabrik kertas.
- Penyamakan kulit.
- Pabrik tekstil.
- Perusahaan farmasi.
Sebagian senyawa merkuri yang dilepas ke lingkungan akan diubah menjadi metilmerkuri (MeHg) oleh mikroorganisme dalam air dan tanah.[61] MeHg dengan cepat akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan.[62] Kadar merkuri dalam ikan dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya, jika ikan tersebut berada di lingkungan pabrik yang menggunakan logam merkuri.[63] Orang-orang yang mempunyai potensial terkena merkuri (Hg) diantaranya:[64]
- Pekerja pabrik yang menggunakan Hg.
- Janin, bayi dan anak-anak:
- MeHg dapat menembus plasenta.
- Sistem saraf sensitif terhadap keracunan Hg.
- MeHg pada ASI, maka bayi yang menyusu dapat terkena racun.
- Masyarakat pengkonsumsi ikan yang berasal dari daerah perairan yang tercemar merkuri.
Merkuri termasuk bahan teratogenik.[65] MeHg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak.[66] MeHg terutama terkonsentrasi dalam darah dan otak, 90 % ditemukan dalam darah merah.[67] Efek toksisitas merkuri terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal, dimana merkuri terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain tremor (gerakan fluktuatif gemetar pada tubuh) dan kehilangan daya ingat.[68] MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan.[69] Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena racun MeHg dapat menderita kerusakan otak dengan akibat:[70]
- Retardasi mental, yaitu keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak).
- Tuli.
- Buta.
- Mikrocephali (campak).
- Cerebral palsy.
- Gangguan menelan makanan.
Efek terhadap sistem pernapasan dan pencernaan makanan dapat menyebabkan terjadinya keracunan yang parah.[71] Keracunan merkuri dari lingkungan dapat mengakibatkan kerusakan berat pada jaringan paru-paru, sedangkan keracunan makanan yang mengandung merkuri dapat menyebabkan kerusakan liver.[72]
Besi (Fe)
Besi merupakan logam berat, karena dengan mengonsumsi suplemen zat besi, anak-anak kecil akan keracunan, misalnya, konsumsi sebanyak 5-9 tablet besi 30 mg.[73] Konsumsi makanan yang mengandung besi dapat menimbulkan efek racun, karena besi diserap dengan cepat dalam saluran pencernaan.[74] Sifat korosif dari besi lebih meningkatkan penyerapan racun.[75] Keracunan besi dapat terjadi jika mengonsumsi sulfat merah-tablet yang dilapisi besi atau preparat multivitamin dewasa untuk permen.[76] Sumber-sumber lain dari besi adalah air minum, pipa besi, dan peralatan masak. Target organ adalah hati, sistem kardiovaskular, dan ginjal.[77]
Arsene (As)
Arsen di air ditemukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain.[78] Senyawa arsen dengan oksigen, klorin atau belerang sebagai arsen inorganik, sedangkan senyawa dengan karbon dan hidrogen sebagai arsen organik.[79] Arsen inorganik lebih beracun daripada arsen organik.[80] Tempat pembuangan limbah kimia mengandung banyak arsen, meskipun bentuk bahan tak diketahui (organik/inorganik).[81] Arsen masuk ke dalam tubuh manusia umumnya melalui makanan dan minuman.[82] Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah.[83] Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian.[84] Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan.[85] Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare.[86] Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal.[87]
Timbal (Pb)
Setiap tahun, industri memproduksi sekitar 2,5 juta ton timah di seluruh dunia, seperti untuk baterai, cat, penutup kabel, pipa, amunisi, aditif bahan bakar, plastik PVC, x-ray perisai, produksi kaca kristal, dan pestisida.[88] Target organ adalah tulang, otak, darah, ginjal, dan kelenjar tiroid.[89]
Kromium (Cr)
Dalam bentuk makanan, kromium diserap 10-25 %.[90] Kromium digunakan dalam pembuatan baja, batu bata dalam tungku, pewarna, pigmen untuk meningkatkan ketahanan logam dan krom, penyamakan kulit, dan kayu.[91] Penjualan produk atau bahan kimia yang mengandung kromium dan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya pembakaran ke udara, tanah, dan air.[92] Partikel menetap di udara dalam waktu kurang dari 10 hari, akan menempel pada partikel tanah, dan dalam air dengan sedikit larut.[93] Efek racun akan timbul, jika menghirup udara tempat kerja yang terkontaminasi, misalnya dalam pengelasan stainless steel, kromat atau produksi pigmen krom, pelapisan krom, dan penyamakan kulit.[94] Selain itu, jika menghirup serbuk gergaji dari kayu yang mengandung kromium akan menimbulkan efek keracunan. Efek toksik kromium dapat merusak dan mengiritasi hidung, paru-paru, lambung, dan usus.[95] Dampak jangka panjang yang tinggi dari kromium menyebabkan kerusakan pada hidung dan paru-paru.[96] Mengonsumsi makanan berbahan kromium dalam jumlah yang sangat besar, menyebabkan gangguan perut, bisul, kejang, ginjal, kerusakan hati, dan bahkan kematian.[97]
Kobalt (Co)
Kobalt menetap di udara selama beberapa hari.[98] Kobalt menetap bertahun-tahun dalam air dan tanah, sehingga dapat bergerak dari tanah ke air bawah tanah.[99] Setiap orang dapat terkena kobalt pada tingkat rendah di udara, air, dan makanan.[100] Orang-orang yang tinggal di daerah limbah berbahaya yang mengandung kobalt dapat terkena efek racun kobalt.[101] Pekerja yang membuat produk-produk yang mengandung kobalt dapat mengalami keracunan.[102] Toksisitas akut kobalt dapat diamati sebagai efek pada paru-paru, asma, pneumonia, dan sesak napas.[103] Pada tahun 1960, beberapa pabrik bir menambahkan kobalt dalam bir untuk menstabilkan busa.[104] Beberapa orang yang minum dalam jumlah besar bir mengalami mual, muntah, dan efek serius pada jantung.[105] Namun, efek pada jantung tidak terlihat pada orang yang mengidap anemia atau wanita hamil.[106]
Nikel (Ni)
Nikel dan senyawanya tidak memiliki karakteristik bau atau rasa.[107] Nikel terdapat di udara, menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan.[108] Sumber utama nikel adalah asap tembakau, knalpot mobil, pupuk, superfosfat, pengolahan makanan, dihidrogenasi lemak-minyak, limbah industri, peralatan masak stainless steel, pengujian perangkat nuklir, baking powder, pembakaran bahan bakar minyak, perawatan gigi dan jembatan.[109] Efek yang ditimbulkan logam nikel adalah serangan asma, bronkitis kronis, sakit kepala, pusing, sesak napas, muntah, nyeri dada, batuk, sesak napas, kejang, bahkan kematian.[110]
Selenium (Se)
Selenium mengakibatkan gangguan pada kelenjar tiroid dan kesehatan jantung.[111] Selenium partikel kecil di udara menetap di tanah atau dikeluarkan dari udara dalam hujan.[112] Selenium menyerupai sulfur dalam sifat fisik dan kimia.[113] Konsentrasi selenium dalam darah 19-25 mikrogram per 100 mililiter.[114] Selenium menyebabkan kanker, leukemia limfositik, paru-paru, pencernaan, usus besar, karsinoma genitourinari, kanker kulit, dan penyakit hodgkins.[115]
Zink (Zn)
Seng dilepaskan ke lingkungan oleh proses alam, namun sebagian besar berasal dari kegiatan manusia seperti pertambangan, produksi baja, pembakaran batu bara, dan pembakaran sampah.[116] Sebagian besar zink di dalam tanah tetap terikat pada partikel tanah.[117] Toksisitas akut yang ditimbulkan oleh zink adalah kekeringan tenggorokan, batuk, kelemahan, menggigil, demam, mual dan muntah.[118]
Pranala luar
- Dartmouth Toxic Metal Research Facility. http://www.dartmouth.edu/~toxmetal/
- OSHA. Safety and Health Topics: Toxic Metals. http://www.osha.gov/SLTC/metalsheavy/index.html
Referensi
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N.(1988). Metal Neurotixcity. Boca Raton, Fla: CRC Press. Page 347.
- ↑ Sampah Elektronik, Smktelkom. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Sampah Elektronik, Smktelkom. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N.(1988). Metal Neurotixcity. Boca Raton, Fla: CRC Press. Page 347.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Squibb, K.S., and Fowler, B.A.(1988) Intracellular Metabolism of Circulating Cadmiummetallothionein in the Kidney. Environ. Health Perspect. 54:31-35.
- ↑ Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.
- ↑ Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.
- ↑ Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.
- ↑ Clarkson, T.W.(1981) Dose-Response Realationship for Adult and Prenatal Exposures to Methyl Mercury. In: Measurements of Risks. Eds. G.G.Berg and H.D. Maillie, hlm.111-130.New York:Plenum Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Bondy, S.C., and Prasad, K.N. (1988) Metal Neurotoxcity. Boca Raton, Fla.: CRC Press.
- ↑ Principles for the Testing and Evaluation of Drugs for Carcinogenicity. WHO Tech. Rep. Ser. 426.
- ↑ Principles for the Testing and Evaluation of Drugs for Carcinogenicity. WHO Tech. Rep. Ser. 426.
- ↑ Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.
- ↑ Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.
- ↑ Sunderman, F.W.Jr., and Barber, A.M. (1988) Fingerloops, Oncogenes and Metals. Ann. Clin. Lab. Sci. 18:267-288.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Anon. Alzheimer's and aluminum: canning the myth. Food Insight 1993 Sep-Oct. Washington, D.C.: International Food Information Council Foundation.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.
- ↑ Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.
- ↑ Gubrelay, U., Mathur, R., Kannan, G.M., Flora, S.J. Role of S-adenosyl-L-methionine in potentiating cadmium mobilization by diethylenetriamine penta acetic acid in mice. Cytobios 2001; 104(406): 99-105.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.
- ↑ Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.
- ↑ Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.
- ↑ Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.
- ↑ Ghio, A.J., Kennedy, T.P., Crissman, K.M., Richards, J.H., Hatch, G.E. Depletion of iron and ascorbate in rodents diminishes lung injury after silica. Exp. Lung Res. 1998 Mar-Apr; 24(2): 219-32.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Bahan Beracun , Repository. Diakses pada 26 Mei 2010.
- ↑ Dhir, H., Roy, A.K., Sharma, A., Talukder, G. Modification of clastogenicity of lead and aluminium in mouse bone marrow cells by dietary ingestion of Phyllanthus emblica fruit extract. Mutat. Res. 1990 Jul; 241(3): 305-12.
- ↑ Dhir, H., Roy, A.K., Sharma, A., Talukder, G. Modification of clastogenicity of lead and aluminium in mouse bone marrow cells by dietary ingestion of Phyllanthus emblica fruit extract. Mutat. Res. 1990 Jul; 241(3): 305-12.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
- ↑ Heavy Metal Toxcity , tuburose. Diakses pada 21 Mei 2010.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28460904 (2025-11-13T11:32:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.