Bromida: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24981999; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[Ion]] '''bromida''' adalah bentuk muatan negatif ('''Br<sup>−</sup>''') dari unsur [[bromin]], anggota [[Halogen|golongan halogen]] pada [[tabel periodik]]. Kebanyakan bromida tidak berwarna. Bromida memiliki banyak peran praktis - antikonvulsan, etsa plasma, pelarut [[Reaksi Grignard|pereaksi Grignard]], pembentukan kristal, dan sebagainya. Meskipun jarang, toksisitas kronis dari bromida dapat menyebabkan [[bromisme]], sebuah sindrom dengan beberapa gejala neurologis. Toksisitas bromida juga dapat menyebabkan jenis erupsi kulit. Lihat [[kalium bromida]]. Ion bromida memiliki [[jari-jari ion]] sebesar 196 pm. | [[Ion]] '''bromida''' adalah bentuk muatan negatif ('''Br<sup>−</sup>''') dari unsur [[bromin]], anggota [[Halogen|golongan halogen]] pada [[tabel periodik]]. Kebanyakan bromida tidak berwarna. Bromida memiliki banyak peran praktis - antikonvulsan, etsa plasma, pelarut [[Reaksi Grignard|pereaksi Grignard]], pembentukan kristal, dan sebagainya.<ref>Matt Rattley. ''Ambiguous bromine''. ''Nature Chemistry''. 2012. Vol. 4 (6). hlm. 512. doi:10.1038/nchem.1361.</ref> Meskipun jarang, toksisitas kronis dari bromida dapat menyebabkan [[bromisme]], sebuah sindrom dengan beberapa gejala neurologis. Toksisitas bromida juga dapat menyebabkan jenis erupsi kulit. Lihat [[kalium bromida]]. Ion bromida memiliki [[jari-jari ion]] sebesar 196 pm.<ref>''Revised effective ionic radii and systematic studies of interatomic distances in halides and chalcogenides''. ''Acta Crystallographica A''. 1976. Vol. 32. hlm. 751–767. doi:10.1107/s0567739476001551.</ref> | ||
== Keberadaan di alam == | == Keberadaan di alam == | ||
Bromida hadir dalam tipikal [[air laut]] (35 [[Salinitas|PSU]]) dengan konsentrasi sekitar 65 mg/L, yaitu sekitar 0,2% dari semua [[garam (kimia)|garam]] yang terlarut. Makanan laut dan tumbuhan laut dalam umumnya memiliki kadar yang lebih tinggi daripada makanan yang berasal dari darat. [[Bromargirit]]—kristal [[perak bromida]] alami—adalah mineral bromida yang paling umum diketahui tetapi masih sangat jarang. Selain perak, bromin juga dalam mineral yang dikombinasikan dengan merkuri dan tembaga. | Bromida hadir dalam tipikal [[air laut]] (35 [[Salinitas|PSU]]) dengan konsentrasi sekitar 65 mg/L, yaitu sekitar 0,2% dari semua [[garam (kimia)|garam]] yang terlarut. Makanan laut dan tumbuhan laut dalam umumnya memiliki kadar yang lebih tinggi daripada makanan yang berasal dari darat. [[Bromargirit]]—kristal [[perak bromida]] alami—adalah mineral bromida yang paling umum diketahui tetapi masih sangat jarang. Selain perak, bromin juga dalam mineral yang dikombinasikan dengan merkuri dan tembaga.<ref>[http://www.mindat.org Mindat.org - Mines, Minerals and More]. ''www.mindat.org''.</ref> | ||
== Aplikasi == | == Aplikasi == | ||
Nilai komersial utama bromida berdasarkan nilai dan kuantitasnya adalah penggunaannya dalam memproduksi [[senyawa organobromin]], yang dengan sendirinya agak terspesialisasi. Senyawa organobromin terutama digunakan sebagai penghambat api, dan bahkan aplikasi ini kontroversial. Banyak logam bromida diproduksi secara komersial, termasuk: [[Litium bromida|LiBr]], [[Natrium bromida|NaBr]], [[Amonium bromida|NH<sub>4</sub>Br]], [[Tembaga(I) bromida|CuBr]], [[Seng(II) bromida|ZnBr<sub>2</sub>]] dan [[Aluminium tribromida|AlBr<sub>3</sub>]]. Beberapa aplikasi bromida adalah untuk [[fotografi]] berbasis [[perak]], yang nilainya memudar, dan [[cairan pengeboran]], yang membutuhkan senyawa generik dan padat sehingga nilainya kecil. | Nilai komersial utama bromida berdasarkan nilai dan kuantitasnya adalah penggunaannya dalam memproduksi [[senyawa organobromin]], yang dengan sendirinya agak terspesialisasi. Senyawa organobromin terutama digunakan sebagai penghambat api, dan bahkan aplikasi ini kontroversial. Banyak logam bromida diproduksi secara komersial, termasuk: [[Litium bromida|LiBr]], [[Natrium bromida|NaBr]], [[Amonium bromida|NH<sub>4</sub>Br]], [[Tembaga(I) bromida|CuBr]], [[Seng(II) bromida|ZnBr<sub>2</sub>]] dan [[Aluminium tribromida|AlBr<sub>3</sub>]]. Beberapa aplikasi bromida adalah untuk [[fotografi]] berbasis [[perak]], yang nilainya memudar, dan [[cairan pengeboran]], yang membutuhkan senyawa generik dan padat sehingga nilainya kecil.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromida&oldid=24981999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
== Biokimia == | == Biokimia == | ||
| Baris 11: | Baris 11: | ||
=== Substrat === | === Substrat === | ||
Enzim [[bromoperoksidase]] menggunakan bromida (biasanya dalam air laut) untuk menghasilkan agen brominasi elektrofilik. Ratusan [[senyawa organobromin]] dihasilkan oleh proses ini. Contoh penting adalah bromoform, ribuan ton di antaranya diproduksi setiap tahun dengan cara ini. Pewarna historis [[ungu Tirus]] diproduksi oleh reaksi enzimatik yang serupa. | Enzim [[bromoperoksidase]] menggunakan bromida (biasanya dalam air laut) untuk menghasilkan agen brominasi elektrofilik. Ratusan [[senyawa organobromin]] dihasilkan oleh proses ini. Contoh penting adalah bromoform, ribuan ton di antaranya diproduksi setiap tahun dengan cara ini. Pewarna historis [[ungu Tirus]] diproduksi oleh reaksi enzimatik yang serupa.<ref>Gordon W. Gribble. ''The diversity of naturally occurring organobromine compounds''. ''Chemical Society Reviews''. 1999. Vol. 28. hlm. 335–346. doi:10.1039/a900201d.</ref> | ||
=== Kofaktor === | === Kofaktor === | ||
Dalam satu laporan khusus, bromide merupakan kofaktor penting dalam katalisis peroksidasi ikatan silang sulfonimin dalam [[kolagen]] IV. [[modifikasi pasca-translasi]] ini terjadi pada semua hewan dan bromin merupakan elemen jejak penting bagi manusia. | Dalam satu laporan khusus, bromide merupakan kofaktor penting dalam katalisis peroksidasi ikatan silang sulfonimin dalam [[kolagen]] IV. [[modifikasi pasca-translasi]] ini terjadi pada semua hewan dan bromin merupakan elemen jejak penting bagi manusia.<ref>A. Scott McCall. ''Bromine Is an Essential Trace Element for Assembly of Collagen IV Scaffolds in Tissue Development and Architecture''. ''Cell''. 2014. Vol. 157 (6). hlm. 1380–1392. doi:10.1016/j.cell.2014.05.009.</ref> | ||
[[Eosinofil]] membutuhkan bromida untuk melawan parasit multiseluler. [[Hipobromit]] diproduksi melalui [[eosinofil peroksidase]], enzim yang dapat menggunakan klorida tetapi lebih disukai menggunakan bromida. | [[Eosinofil]] membutuhkan bromida untuk melawan parasit multiseluler. [[Hipobromit]] diproduksi melalui [[eosinofil peroksidase]], enzim yang dapat menggunakan klorida tetapi lebih disukai menggunakan bromida.<ref>Arthur N. Mayeno. ''Eosinophils Preferentially Use Bromide to Generate Halogenating Agents''. ''Journal of Biological Chemistry''. 1989-04-05. Vol. 264 (10). hlm. 5660–5668. doi:10.1016/s0021-9258(18)83599-2.</ref> | ||
Konsentrasi rata-rata bromida dalam darah manusia di Queensland, Australia, adalah dan bervariasi menurut usia dan jenis kelamin. Tingkat yang jauh lebih tinggi dapat menunjukkan paparan bahan kimia terbrominasi. Ion ini juga ditemukan dalam makanan laut. | Konsentrasi rata-rata bromida dalam darah manusia di Queensland, Australia, adalah dan bervariasi menurut usia dan jenis kelamin.<ref>HA Olszowy. ''Background levels of bromide in human blood''. ''Journal of Analytical Toxicology''. 1998. Vol. 22 (3). hlm. 225–30. doi:10.1093/jat/22.3.225.</ref> Tingkat yang jauh lebih tinggi dapat menunjukkan paparan bahan kimia terbrominasi. Ion ini juga ditemukan dalam makanan laut. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromida&oldid=24981999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24981999 (2023-12-11T03:31:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromida&oldid=24981999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 24981999 (2023-12-11T03:31:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.03
Ion bromida adalah bentuk muatan negatif (Br−) dari unsur bromin, anggota golongan halogen pada tabel periodik. Kebanyakan bromida tidak berwarna. Bromida memiliki banyak peran praktis - antikonvulsan, etsa plasma, pelarut pereaksi Grignard, pembentukan kristal, dan sebagainya.[1] Meskipun jarang, toksisitas kronis dari bromida dapat menyebabkan bromisme, sebuah sindrom dengan beberapa gejala neurologis. Toksisitas bromida juga dapat menyebabkan jenis erupsi kulit. Lihat kalium bromida. Ion bromida memiliki jari-jari ion sebesar 196 pm.[2]
Keberadaan di alam
Bromida hadir dalam tipikal air laut (35 PSU) dengan konsentrasi sekitar 65 mg/L, yaitu sekitar 0,2% dari semua garam yang terlarut. Makanan laut dan tumbuhan laut dalam umumnya memiliki kadar yang lebih tinggi daripada makanan yang berasal dari darat. Bromargirit—kristal perak bromida alami—adalah mineral bromida yang paling umum diketahui tetapi masih sangat jarang. Selain perak, bromin juga dalam mineral yang dikombinasikan dengan merkuri dan tembaga.[3]
Aplikasi
Nilai komersial utama bromida berdasarkan nilai dan kuantitasnya adalah penggunaannya dalam memproduksi senyawa organobromin, yang dengan sendirinya agak terspesialisasi. Senyawa organobromin terutama digunakan sebagai penghambat api, dan bahkan aplikasi ini kontroversial. Banyak logam bromida diproduksi secara komersial, termasuk: LiBr, NaBr, NH4Br, CuBr, ZnBr2 dan AlBr3. Beberapa aplikasi bromida adalah untuk fotografi berbasis perak, yang nilainya memudar, dan cairan pengeboran, yang membutuhkan senyawa generik dan padat sehingga nilainya kecil.[4]
Biokimia
Bromida jarang disebutkan dalam konteks biokimia. Beberapa enzim menggunakan bromida sebagai substrat atau sebagai kofaktor.
Substrat
Enzim bromoperoksidase menggunakan bromida (biasanya dalam air laut) untuk menghasilkan agen brominasi elektrofilik. Ratusan senyawa organobromin dihasilkan oleh proses ini. Contoh penting adalah bromoform, ribuan ton di antaranya diproduksi setiap tahun dengan cara ini. Pewarna historis ungu Tirus diproduksi oleh reaksi enzimatik yang serupa.[5]
Kofaktor
Dalam satu laporan khusus, bromide merupakan kofaktor penting dalam katalisis peroksidasi ikatan silang sulfonimin dalam kolagen IV. modifikasi pasca-translasi ini terjadi pada semua hewan dan bromin merupakan elemen jejak penting bagi manusia.[6]
Eosinofil membutuhkan bromida untuk melawan parasit multiseluler. Hipobromit diproduksi melalui eosinofil peroksidase, enzim yang dapat menggunakan klorida tetapi lebih disukai menggunakan bromida.[7]
Konsentrasi rata-rata bromida dalam darah manusia di Queensland, Australia, adalah dan bervariasi menurut usia dan jenis kelamin.[8] Tingkat yang jauh lebih tinggi dapat menunjukkan paparan bahan kimia terbrominasi. Ion ini juga ditemukan dalam makanan laut.
Referensi
- ↑ Matt Rattley. Ambiguous bromine. Nature Chemistry. 2012. Vol. 4 (6). hlm. 512. doi:10.1038/nchem.1361.
- ↑ Revised effective ionic radii and systematic studies of interatomic distances in halides and chalcogenides. Acta Crystallographica A. 1976. Vol. 32. hlm. 751–767. doi:10.1107/s0567739476001551.
- ↑ Mindat.org - Mines, Minerals and More. www.mindat.org.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Gordon W. Gribble. The diversity of naturally occurring organobromine compounds. Chemical Society Reviews. 1999. Vol. 28. hlm. 335–346. doi:10.1039/a900201d.
- ↑ A. Scott McCall. Bromine Is an Essential Trace Element for Assembly of Collagen IV Scaffolds in Tissue Development and Architecture. Cell. 2014. Vol. 157 (6). hlm. 1380–1392. doi:10.1016/j.cell.2014.05.009.
- ↑ Arthur N. Mayeno. Eosinophils Preferentially Use Bromide to Generate Halogenating Agents. Journal of Biological Chemistry. 1989-04-05. Vol. 264 (10). hlm. 5660–5668. doi:10.1016/s0021-9258(18)83599-2.
- ↑ HA Olszowy. Background levels of bromide in human blood. Journal of Analytical Toxicology. 1998. Vol. 22 (3). hlm. 225–30. doi:10.1093/jat/22.3.225.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24981999 (2023-12-11T03:31:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.