Fase bulan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28005611; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Lunar-Phase-Diagram-ms.png|thumb|right|280px|250x250px]] | |||
'''Fase bulan''' adalah bentuk [[Bulan]] yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari [[Bumi]]. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari Bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan | '''Fase bulan''' adalah bentuk [[Bulan]] yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari [[Bumi]]. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari Bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan | ||
| Baris 13: | Baris 15: | ||
== Fase-Fase Bulan == | == Fase-Fase Bulan == | ||
=== Fase Bulan Baru (New Moon) === | === Fase Bulan Baru (New Moon) === | ||
Pada fase ini, bulan tidak menerima cahaya dari matahari sama sekali. Akibatnya, bulan berwarna gelap dan menjadi tak terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari pertama, yakni ketika Bulan berada pada posisi 0 derajat. | Pada fase ini, bulan tidak menerima cahaya dari matahari sama sekali. Akibatnya, bulan berwarna gelap dan menjadi tak terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari pertama, yakni ketika Bulan berada pada posisi 0 derajat. | ||
=== Fase Sabit Muda (Waxing Crescent) === | === Fase Sabit Muda (Waxing Crescent) === | ||
Pada fase sabit muda, kurang dari setengah bagian dari Bulan terkena pantulan sinar matahari. Fase ini terjadi pada hari keempat yaitu ketika bulan berada pada posisi 45 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit. | Pada fase sabit muda, kurang dari setengah bagian dari Bulan terkena pantulan sinar matahari. Fase ini terjadi pada hari keempat yaitu ketika bulan berada pada posisi 45 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit. | ||
=== Fase Kuartal Pertama (First Quarter) === | === Fase Kuartal Pertama (First Quarter) === | ||
Fase kuartal pertama terjadi pada hari ke delapan ketika bulan berada pada posisi 90 derajat. Pada fase ini, bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran. | Fase kuartal pertama terjadi pada hari ke delapan ketika bulan berada pada posisi 90 derajat. Pada fase ini, bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran. | ||
=== Fase Cembung Awal (Waxing Gibbous) === | === Fase Cembung Awal (Waxing Gibbous) === | ||
Fase ini ditandai dengan setengah bagian bulan mulai tampak lebih besar dari fase kuartal pertama. Fase yang juga disebut Waxing Gibbous ini terjadi pada hari kesebelas, yaitu ketika bulan berada pada posisi 135 derajat. Dari bumi, bulan akan terlihat seperti cakram yang biasa disebut dengan bulan cembung. | Fase ini ditandai dengan setengah bagian bulan mulai tampak lebih besar dari fase kuartal pertama. Fase yang juga disebut Waxing Gibbous ini terjadi pada hari kesebelas, yaitu ketika bulan berada pada posisi 135 derajat. Dari bumi, bulan akan terlihat seperti cakram yang biasa disebut dengan bulan cembung. | ||
=== Fase Bulan Purnama (Full Moon) === | === Fase Bulan Purnama (Full Moon) === | ||
Pada fase bulan purnama atau yang juga dikenal dengan full moon terjadi pada hari keempat belas ketika bulan berada pada posisi 180 derajat. Pada fase ini bulan berada pada sisi yang berlawanan dengan bumi. | Pada fase bulan purnama atau yang juga dikenal dengan full moon terjadi pada hari keempat belas ketika bulan berada pada posisi 180 derajat. Pada fase ini bulan berada pada sisi yang berlawanan dengan bumi. | ||
| Baris 35: | Baris 32: | ||
=== Fase Cembung Akhir (Waning Gibbous) === | === Fase Cembung Akhir (Waning Gibbous) === | ||
Pada fase ini, bulan akan tampak sedikit mengecil dari fase bulan penuh. Fase cembung akhir atau Waning Gibbous terjadi di hari ketujuh belas, yakni ketika bulan berada pada posisi 225 derajat. Jika dilihat dari bumi, penampakannya mulai berubah kembali seperti cakram atau bulan cembung. | Pada fase ini, bulan akan tampak sedikit mengecil dari fase bulan penuh. Fase cembung akhir atau Waning Gibbous terjadi di hari ketujuh belas, yakni ketika bulan berada pada posisi 225 derajat. Jika dilihat dari bumi, penampakannya mulai berubah kembali seperti cakram atau bulan cembung. | ||
| Baris 58: | Baris 53: | ||
* [[Bulan purnama]] | * [[Bulan purnama]] | ||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fase+bulan&oldid=28005611 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28005611 (2025-10-16T07:00:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.09

Fase bulan adalah bentuk Bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari Bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari jika dilihat dari Bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan
Kedudukan
Konjungsi
Kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi gelap atau tidak tampak. Pada aspek ini dapat terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan. Hingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya.
Oposisi
Yaitu kedudukan bulan berlawanan arah dengan matahari, dapat dilihat dari bumi. Pada saat itu bulan tampak sebagai bulan purnama. Pada kedudukan ini bulan terbit pada saat matahari terbenam dan terbenam pada saat matahari terbit.
Kuartal
Yaitu pada saat kedudukan bulan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi – matahari. Pada aspek kuartal, bulan memperlihatkan fase perbani (setengah bulan yang terang). Dalam sebulan terjadi dua kali kuartal yaitu kuartal pertama ketika bulan tampak bertambah besar dan kuartal kedua ketika bulan tampak kecil.
Fase-Fase Bulan
Fase Bulan Baru (New Moon)
Pada fase ini, bulan tidak menerima cahaya dari matahari sama sekali. Akibatnya, bulan berwarna gelap dan menjadi tak terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari pertama, yakni ketika Bulan berada pada posisi 0 derajat.
Fase Sabit Muda (Waxing Crescent)
Pada fase sabit muda, kurang dari setengah bagian dari Bulan terkena pantulan sinar matahari. Fase ini terjadi pada hari keempat yaitu ketika bulan berada pada posisi 45 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit.
Fase Kuartal Pertama (First Quarter)
Fase kuartal pertama terjadi pada hari ke delapan ketika bulan berada pada posisi 90 derajat. Pada fase ini, bulan terlihat berbentuk setengah lingkaran.
Fase Cembung Awal (Waxing Gibbous)
Fase ini ditandai dengan setengah bagian bulan mulai tampak lebih besar dari fase kuartal pertama. Fase yang juga disebut Waxing Gibbous ini terjadi pada hari kesebelas, yaitu ketika bulan berada pada posisi 135 derajat. Dari bumi, bulan akan terlihat seperti cakram yang biasa disebut dengan bulan cembung.
Fase Bulan Purnama (Full Moon)
Pada fase bulan purnama atau yang juga dikenal dengan full moon terjadi pada hari keempat belas ketika bulan berada pada posisi 180 derajat. Pada fase ini bulan berada pada sisi yang berlawanan dengan bumi.
Hal ini lantas menyebabkan cahaya matahari terpantul ke Bulan sepenuhnya. Pada fase full moon ini, bulan terlihat seperti lingkaran penuh yang dikenal dengan istilah bulan purnama.
Fase Cembung Akhir (Waning Gibbous)
Pada fase ini, bulan akan tampak sedikit mengecil dari fase bulan penuh. Fase cembung akhir atau Waning Gibbous terjadi di hari ketujuh belas, yakni ketika bulan berada pada posisi 225 derajat. Jika dilihat dari bumi, penampakannya mulai berubah kembali seperti cakram atau bulan cembung.
Fase Kuartal Ketiga (Third Quarter)
Pada fase kuartal ketiga, bulan kembali terlihat setengah bagian. Fase ini terjadi pada hari kedua puluh satu, tepatnya ketika bulan berada tepat pada posisi 270 derajat. Adapun penampakannya sama seperti bulan pada fase kuartal pertama.
Fase Sabit Tua (Waning Crescent)
Pada fase terakhir ini hanya sebagian kecil dari bulan yang terlihat dari bumi. Fase ini terjadi pada hari kedua puluh lima, ketika bulan berada pada posisi 315 derajat. Pada fase ini bulan berbentuk seperti sabit atau arit, sebelum akhirnya kembali lagi ke fase awal, yaitu fase bulan baru atau new moon.
Empat Fase Bulan
Dari paparan di atas, ada 4 fase bulan, yaitu
- New Moon (Bulan baru) 🌑,
- First Quartal (Kuartal pertama) 🌓,
- Full Moon (Bulan purnama) 🌕,
- Last Quartal (Kuartal terakhir) 🌗.
Lihat pula
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28005611 (2025-10-16T07:00:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.