Sembagi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29313208; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Sembagen_Hook,_KITLV_37A241.tiff|thumb|right|280px|Sembagen Hook, KITLV 37A241]] | |||
'''''' () atau '''''''''' () adalah sebuah tradisi [[batik]] dan pertenunan khas etnis [[suku Cirebon|Cirebon]] dan [[suku Jawa|Jawa]] yang berasal dari [[pulau Jawa]], lebih tepatnya dari ketiga provinsi [[Jawa Barat]] ([[Cirebon]]), [[Jawa Tengah]] ([[Rembang]] dan [[Surakarta]]), maupun [[Yogyakarta]] di [[Indonesia]]. | '''''' () atau '''''''''' () adalah sebuah tradisi [[batik]] dan pertenunan khas etnis [[suku Cirebon|Cirebon]] dan [[suku Jawa|Jawa]] yang berasal dari [[pulau Jawa]], lebih tepatnya dari ketiga provinsi [[Jawa Barat]] ([[Cirebon]]), [[Jawa Tengah]] ([[Rembang]] dan [[Surakarta]]), maupun [[Yogyakarta]] di [[Indonesia]]. | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
==Terminologi== | ==Terminologi== | ||
===Etimologi=== | ===Etimologi=== | ||
Secara [[etimologi]]nya, kedua kata '''' () maupun '''' () berasal dari [[bahasa Jawa]]. Istilah ini paling awal dapat ditelusuri dalam manuskrip Jawa abad ke-18 '''' (secara spesifik dalam '''' bagian ''Pupuh Mijil''), yang menjelaskan bahwa pada zaman tersebut masyarakat Jawa gemar berbusana berbahan batik maupun tenunan '''' bersamaan dengan tenunan ''''. | Secara [[etimologi]]nya, kedua kata '''' () maupun '''' () berasal dari [[bahasa Jawa]].<ref>[https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/sembagi Sembagi]. ''kbbi.kemendikdasmen.go.id''. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</ref> Istilah ini paling awal dapat ditelusuri dalam manuskrip Jawa abad ke-18 '''' (secara spesifik dalam '''' bagian ''Pupuh Mijil''), yang menjelaskan bahwa pada zaman tersebut masyarakat Jawa gemar berbusana berbahan batik maupun tenunan '''' bersamaan dengan tenunan ''''. | ||
===Sosiolinguistik=== | ===Sosiolinguistik=== | ||
| Baris 11: | Baris 13: | ||
==Fungsi dan kedudukan== | ==Fungsi dan kedudukan== | ||
Sembagi umumnya digunakan dalam tradisi Jawa sebagai kain basahan yang dipakai waktu upacara mandi pengantin putri. Selain itu, Sembagi juga kerap digunakan sebagai bahan [[Surjan]] (busana laki-laki khas Jawa) yang biasanya dikenakan oleh kaum bangsawan di areal keraton Ngayogyakarta. | Sembagi umumnya digunakan dalam tradisi Jawa sebagai kain basahan yang dipakai waktu upacara mandi pengantin putri. Selain itu, Sembagi juga kerap digunakan sebagai bahan [[Surjan]] (busana laki-laki khas Jawa) yang biasanya dikenakan oleh kaum bangsawan di areal keraton Ngayogyakarta.<ref>[https://koperasi.kulonprogokab.go.id/detil/687/menjaga-dan-melestarikan-budaya-jawa Menjaga dan Melestarikan Budaya Jawa]. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo. 2020.</ref> | ||
==Referensi== | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sembagi&oldid=29313208 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29313208 (2026-06-04T18:49:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.11
' () atau ''''' () adalah sebuah tradisi batik dan pertenunan khas etnis Cirebon dan Jawa yang berasal dari pulau Jawa, lebih tepatnya dari ketiga provinsi Jawa Barat (Cirebon), Jawa Tengah (Rembang dan Surakarta), maupun Yogyakarta di Indonesia.
Dalam sejarah perkembangannya, tradisi batik dan tenun ' di Jawa Barat yang dipopulerkan oleh etnis Cirebon turut disebarkan oleh etnis Lampung Cikoneng hingga ke wilayah Sumatra bagian selatan (Lampung), yang mana kemudian berasimilasi dalam kebudayaan wastra khas Lampung.
Terminologi
Etimologi
Secara etimologinya, kedua kata ' () maupun ' () berasal dari bahasa Jawa.[1] Istilah ini paling awal dapat ditelusuri dalam manuskrip Jawa abad ke-18 ' (secara spesifik dalam ' bagian Pupuh Mijil), yang menjelaskan bahwa pada zaman tersebut masyarakat Jawa gemar berbusana berbahan batik maupun tenunan ' bersamaan dengan tenunan '.
Sosiolinguistik
Dalam pertuturannya, istilah ' lebih dominan digunakan oleh masyarakat etnis Jawa di Jawa Tengah dan Yogyakarta, sedangkan istilah ' lebih kerap digunakan oleh masyarakat beretnis Cirebon.
Fungsi dan kedudukan
Sembagi umumnya digunakan dalam tradisi Jawa sebagai kain basahan yang dipakai waktu upacara mandi pengantin putri. Selain itu, Sembagi juga kerap digunakan sebagai bahan Surjan (busana laki-laki khas Jawa) yang biasanya dikenakan oleh kaum bangsawan di areal keraton Ngayogyakarta.[2]
Referensi
- ↑ Sembagi. kbbi.kemendikdasmen.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- ↑ Menjaga dan Melestarikan Budaya Jawa. Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kulon Progo. 2020.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29313208 (2026-06-04T18:49:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.