Developmentalisme: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25313572; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Developmentalisme''' adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa pembangunan negara-negara [[Dunia Ketiga]] dapat diwujudkan dengan baik melalui pasar dalam negeri yang kuat dan beragam dan tarif barang impor yang tinggi. | '''Developmentalisme''' adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa pembangunan negara-negara [[Dunia Ketiga]] dapat diwujudkan dengan baik melalui pasar dalam negeri yang kuat dan beragam dan tarif barang impor yang tinggi. | ||
Developmentalisme adalah pemikiran lintas disiplin yang menjadikan pembangunan sebuah strategi utama menuju kemakmuran ekonomi. Pemikiran ini muncul sebagai tanggapan atas upaya [[Amerika Serikat]] untuk membendung komunisme dan mengurus gerakan pembebasan nasional di Asia dan Afrika. Developmentalisme dalam konteks [[Ekonomi Internasional|ekonomi internasional]] dapat dipahami sebagai kumpulan ide yang bersama-sama menempatkan pembangunan ekonomi di tengah proses politik dan lembaga serta cara untuk menciptakan legitimasi politik. Pendukung teori developmentalisme berpendapat bahwa perkembangan kesuksesan ekonomi di [[negara berkembang]] (terutama di Amerika Latin dan Asia Timur) memicu terbentuknya pemerintahan sah yang dipimpin para tokoh politik yang mendapatkan manfaat dari kesepakatan bersama mengenai siapa yang harus memimpin dan bagaimana mereka harus berperilaku di dunia internasional. Developmentalis percaya bahwa otonomi nasional di negara-negara [[Dunia Ketiga]] dapat dicapai dan dipertahankan melalui pemanfaatan sumber daya luar oleh negara-negara kapitalis. Dalam definisi tersebut, developmentalisme merupakan paradigma yang digunakan untuk memutar balik dampak negatif ekonomi internasional terhadap negara berkembang pada tahun 1950-an sampai 1960-an, masa ketika negara-negara Amerika Latin mulai menerapkan strategi [[substitusi impor]]. Dengan teori ini, pembangunan ekonomi dirancang mengikuti kriteria Barat modern: kesuksesan ekonomi diciptakan mengikuti pemikiran kapitalisme bahwa sebuah negara perlu berkembang, otonom, dan berdiri secara sah. | Developmentalisme adalah pemikiran lintas disiplin<ref>Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (July 1985), pp. 533–534</ref> yang menjadikan pembangunan sebuah strategi utama menuju kemakmuran ekonomi. Pemikiran ini muncul sebagai tanggapan atas upaya [[Amerika Serikat]] untuk membendung komunisme dan mengurus gerakan pembebasan nasional di Asia dan Afrika.<ref>Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (July 1985), pp. 533–534</ref> Developmentalisme dalam konteks [[Ekonomi Internasional|ekonomi internasional]] dapat dipahami sebagai kumpulan ide yang bersama-sama menempatkan pembangunan ekonomi di tengah proses politik dan lembaga serta cara untuk menciptakan legitimasi politik. Pendukung teori developmentalisme berpendapat bahwa perkembangan kesuksesan ekonomi di [[negara berkembang]] (terutama di Amerika Latin dan Asia Timur) memicu terbentuknya pemerintahan sah yang dipimpin para tokoh politik yang mendapatkan manfaat dari kesepakatan bersama mengenai siapa yang harus memimpin dan bagaimana mereka harus berperilaku di dunia internasional. Developmentalis percaya bahwa otonomi nasional di negara-negara [[Dunia Ketiga]] dapat dicapai dan dipertahankan melalui pemanfaatan sumber daya luar oleh negara-negara kapitalis. Dalam definisi tersebut, developmentalisme merupakan paradigma yang digunakan untuk memutar balik dampak negatif ekonomi internasional terhadap negara berkembang pada tahun 1950-an sampai 1960-an, masa ketika negara-negara Amerika Latin mulai menerapkan strategi [[substitusi impor]]. Dengan teori ini, pembangunan ekonomi dirancang mengikuti kriteria Barat modern: kesuksesan ekonomi diciptakan mengikuti pemikiran kapitalisme bahwa sebuah negara perlu berkembang, otonom, dan berdiri secara sah.<ref>Yü, Bin, Yu, Bin, and Chung, Tsungting "Dynamics and Dilemma: Mainland, Taiwan and Hong Kong in a Changing World", Nova Publishers, Taiwan, 1996, pp. 22–24</ref> | ||
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa selain tiga tahap pembangunan untuk semua negara, ada satu gerakan linier dari satu tahap ke tahap lain yang merentang dari ekonomi tradisional atau primitif ke ekonomi modern atau terindustrialisasi. | Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa selain tiga tahap pembangunan untuk semua negara, ada satu gerakan linier dari satu tahap ke tahap lain yang merentang dari ekonomi tradisional atau primitif ke ekonomi modern atau terindustrialisasi.<ref>Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (Jul., 1985), pp.537</ref> | ||
== Contoh == | == Contoh == | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Developmentalisme&oldid=25313572 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25313572 (2024-02-15T17:34:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Developmentalisme&oldid=25313572 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25313572 (2024-02-15T17:34:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 27 Agustus 2026 23.12
Developmentalisme adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa pembangunan negara-negara Dunia Ketiga dapat diwujudkan dengan baik melalui pasar dalam negeri yang kuat dan beragam dan tarif barang impor yang tinggi.
Developmentalisme adalah pemikiran lintas disiplin[1] yang menjadikan pembangunan sebuah strategi utama menuju kemakmuran ekonomi. Pemikiran ini muncul sebagai tanggapan atas upaya Amerika Serikat untuk membendung komunisme dan mengurus gerakan pembebasan nasional di Asia dan Afrika.[2] Developmentalisme dalam konteks ekonomi internasional dapat dipahami sebagai kumpulan ide yang bersama-sama menempatkan pembangunan ekonomi di tengah proses politik dan lembaga serta cara untuk menciptakan legitimasi politik. Pendukung teori developmentalisme berpendapat bahwa perkembangan kesuksesan ekonomi di negara berkembang (terutama di Amerika Latin dan Asia Timur) memicu terbentuknya pemerintahan sah yang dipimpin para tokoh politik yang mendapatkan manfaat dari kesepakatan bersama mengenai siapa yang harus memimpin dan bagaimana mereka harus berperilaku di dunia internasional. Developmentalis percaya bahwa otonomi nasional di negara-negara Dunia Ketiga dapat dicapai dan dipertahankan melalui pemanfaatan sumber daya luar oleh negara-negara kapitalis. Dalam definisi tersebut, developmentalisme merupakan paradigma yang digunakan untuk memutar balik dampak negatif ekonomi internasional terhadap negara berkembang pada tahun 1950-an sampai 1960-an, masa ketika negara-negara Amerika Latin mulai menerapkan strategi substitusi impor. Dengan teori ini, pembangunan ekonomi dirancang mengikuti kriteria Barat modern: kesuksesan ekonomi diciptakan mengikuti pemikiran kapitalisme bahwa sebuah negara perlu berkembang, otonom, dan berdiri secara sah.[3]
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa selain tiga tahap pembangunan untuk semua negara, ada satu gerakan linier dari satu tahap ke tahap lain yang merentang dari ekonomi tradisional atau primitif ke ekonomi modern atau terindustrialisasi.[4]
Contoh
- Bretton-Woods (1944)
- International Development Association (1960)
- Truman’s Point Four (1949)
- Development Assistance Committee (DAC) dari OECD (1961)
- SUNFED (1958)
- UNDP (1965)
Kebijakan-kebijakan di atas ini berubah fokus dari rekonstruksi ke pembangunan, kemudian ke pengentasan kemiskinan. Peralihan fokus ini memunculkan tuntutan intervensi pembangunan secara global dan peralihan program bantuan Amerika Serikat dari eksploitasi ke pembangunan. Selain itu, kebijakan ini menciptakan norma dan statistik bagi donor internasional.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (July 1985), pp. 533–534
- ↑ Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (July 1985), pp. 533–534
- ↑ Yü, Bin, Yu, Bin, and Chung, Tsungting "Dynamics and Dilemma: Mainland, Taiwan and Hong Kong in a Changing World", Nova Publishers, Taiwan, 1996, pp. 22–24
- ↑ Smith, Tony "Requiem or New Agenda for Third World Studies?" World Politics, Vol. 37, No. 4 (Jul., 1985), pp.537
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25313572 (2024-02-15T17:34:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.