Bilangan iodin: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27940948; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Bilangan iodin''' (atau "bilangan penyerapan iodin" atau "indeks iodin") dalam [[ilmu kimia]] adalah massa [[iodin]] dalam gram yang terserap pada 100 gram suatu [[zat kimia]] pada kondisi pengujian yang digunakan. Bilangan iodin sering digunakan untuk menentukan jumlah ketidakjenuhan dalam [[asam lemak]]. Ketidakjenuhan tersebut berada dalam bentuk ikatan rangkap yang akan bereaksi dengan senyawa iodin. Semakin tinggi bilangan iodin, semakin banyak pula ikatan C=C yang ada pada lemak tersebut. | '''Bilangan iodin''' (atau "bilangan penyerapan iodin" atau "indeks iodin") dalam [[ilmu kimia]] adalah massa [[iodin]] dalam gram yang terserap pada 100 gram suatu [[zat kimia]] pada kondisi pengujian yang digunakan. Bilangan iodin sering digunakan untuk menentukan jumlah ketidakjenuhan dalam [[asam lemak]]. Ketidakjenuhan tersebut berada dalam bentuk ikatan rangkap yang akan bereaksi dengan senyawa iodin. Semakin tinggi bilangan iodin, semakin banyak pula ikatan C=C yang ada pada lemak tersebut.<ref>Alfred Thomas. ''Fats and Fatty Oils''. Wiley-VCH. 2002. doi:10.1002/14356007.a10_173.</ref> | ||
Pada tabel berikut dapat terlihat bahwa [[minyak kelapa]] sangat jenuh, sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan [[sabun]]. Di sisi lain, minyak biji rami sangat tidak jenuh, membuat minyak kering, sangat cocok digunakan dalam pembuatan [[cat minyak]]. | Pada tabel berikut dapat terlihat bahwa [[minyak kelapa]] sangat jenuh, sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan [[sabun]]. Di sisi lain, minyak biji rami sangat tidak jenuh, membuat minyak kering, sangat cocok digunakan dalam pembuatan [[cat minyak]]. | ||
== Tabel bilangan iodin == | == Tabel bilangan iodin == | ||
{| class="wikitable sortable" | |||
!Lemak | |||
!Bilangan iodin<ref>Alfred Thomas. ''Fats and Fatty Oils''. Wiley-VCH. 2002. doi:10.1002/14356007.a10_173.</ref> | |||
|- | |||
| [[Minyak tung]] | |||
|align="right"| – 173 | |||
|- | |||
| [[Minyak biji anggur]] | |||
|align="right"| – 143 | |||
|- | |||
| [[Minyak kelapa sawit]] | |||
|align="right"| – 51 | |||
|- | |||
| [[Minyak zaitun]] | |||
|align="right"| – 88 | |||
|- | |||
| [[Minyak kelapa]] | |||
|align="right"| – 12 | |||
|- | |||
| [[Minyak biji kelapa sawit]] | |||
|align="right"| – 19 | |||
|- | |||
| [[Mentega kakao]] | |||
|align="right"| – 40 | |||
|- | |||
| [[Munyak jojoba]] | |||
|align="right"| ~80 | |||
|- | |||
| [[Minyak biji poppy]] | |||
|align="right"| ~133 | |||
|- | |||
| [[Minyak biji kapas]] | |||
|align="right"| – 117 | |||
|- | |||
| [[Minyak jagung]] | |||
|align="right"| – 133 | |||
|- | |||
| [[Minyak bibit gandum]]<ref>http://online.personalcarecouncil.org/ctfa-static/online/lists/cir-pdfs/pr248.pdf</ref> | |||
|align="right"| – 134 | |||
|- | |||
| [[Minyak bunga matahari]] | |||
|align="right"| – 144 | |||
|- | |||
| [[Minyak biji rami]] | |||
|align="right"| – 178 | |||
|- | |||
| [[Minyak kedelai]] | |||
|align="right"| – 136 | |||
|- | |||
| [[Minyak kacang]] | |||
|align="right"| – 106 | |||
|- | |||
| [[Minyak dedak padi]] | |||
|align="right"| – 108 | |||
|- | |||
| [[Minyak kenari]]<ref>http://thesoapdish.com/oil-properties-chart.htm</ref> | |||
|align="right"| – 140 | |||
|} | |||
== Metodologi == | == Metodologi == | ||
| Baris 14: | Baris 72: | ||
Alkana prekursor (RCH=CHR') tidak berwarna dan begitu pula produk organoiodin (RCHI-CHIR'). | Alkana prekursor (RCH=CHR') tidak berwarna dan begitu pula produk organoiodin (RCHI-CHIR'). | ||
Dalam prosedur khusus, asam lemak diberi perlakuan dengan larutan Hanuš atau [[larutan Wijs|Wijs]] berlebih, yang berturut-berturut merupaka larutan [[iodin monobromida]] (IBr) dan [[iodin monoklorida]] (ICl) dalam [[asam asetat]] glasial. Iodium monobromida (atau monoklorida) yang tak bereaksi kemudian dibiarkan bereaksi dengan [[kalium iodida]], mengubahnya menjadi iodium, yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan titrasi [[natrium tiosulfat]]. | Dalam prosedur khusus, asam lemak diberi perlakuan dengan larutan Hanuš atau [[larutan Wijs|Wijs]] berlebih, yang berturut-berturut merupaka larutan [[iodin monobromida]] (IBr) dan [[iodin monoklorida]] (ICl) dalam [[asam asetat]] glasial. Iodium monobromida (atau monoklorida) yang tak bereaksi kemudian dibiarkan bereaksi dengan [[kalium iodida]], mengubahnya menjadi iodium, yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan titrasi [[natrium tiosulfat]].<ref>Firestone D. ''Determination of the iodine value of oils and fats: summary of collaborative study''. ''J AOAC Int''. Mei–Juni 1994. Vol. 77 (3). hlm. 674–6.</ref><ref>''Obtaining the Iodine Value of Various Oils via Bromination with Pyridinium Tribromide'' Michael Simurdiak, Olushola Olukoga, and Kirk Hedberg Journal of Chemical Education Article ASAP</ref> | ||
== Metode penentuan bilangan iodin == | == Metode penentuan bilangan iodin == | ||
| Baris 41: | Baris 99: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilangan+iodin&oldid=27940948 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940948 (2025-10-08T15:31:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bilangan+iodin&oldid=27940948 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27940948 (2025-10-08T15:31:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.01
Bilangan iodin (atau "bilangan penyerapan iodin" atau "indeks iodin") dalam ilmu kimia adalah massa iodin dalam gram yang terserap pada 100 gram suatu zat kimia pada kondisi pengujian yang digunakan. Bilangan iodin sering digunakan untuk menentukan jumlah ketidakjenuhan dalam asam lemak. Ketidakjenuhan tersebut berada dalam bentuk ikatan rangkap yang akan bereaksi dengan senyawa iodin. Semakin tinggi bilangan iodin, semakin banyak pula ikatan C=C yang ada pada lemak tersebut.[1]
Pada tabel berikut dapat terlihat bahwa minyak kelapa sangat jenuh, sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan sabun. Di sisi lain, minyak biji rami sangat tidak jenuh, membuat minyak kering, sangat cocok digunakan dalam pembuatan cat minyak.
Tabel bilangan iodin
| Lemak | Bilangan iodin[2] |
|---|---|
| Minyak tung | – 173 |
| Minyak biji anggur | – 143 |
| Minyak kelapa sawit | – 51 |
| Minyak zaitun | – 88 |
| Minyak kelapa | – 12 |
| Minyak biji kelapa sawit | – 19 |
| Mentega kakao | – 40 |
| Munyak jojoba | ~80 |
| Minyak biji poppy | ~133 |
| Minyak biji kapas | – 117 |
| Minyak jagung | – 133 |
| Minyak bibit gandum[3] | – 134 |
| Minyak bunga matahari | – 144 |
| Minyak biji rami | – 178 |
| Minyak kedelai | – 136 |
| Minyak kacang | – 106 |
| Minyak dedak padi | – 108 |
| Minyak kenari[4] | – 140 |
Metodologi
Analisis bilangan iodin merupakan contoh iodometri. Suatu larutan iodin berwarna kuning/cokelat ketika ditambahkan ke dalam larutan yang akan diuji. Setiap gugus kimia (biasanya dalam tes ini adalah ikatan rangkap C=C) yang bereaksi dengan Iodium secara efektif mengurangi kekuatan atau besarnya warna (dengan mengambil Iodium dari larutan). Dengan demikian, jumlah iodium yang diperlukan untuk membuat larutan tetap mempertahankan karakteristik warna kuning/cokelat dapat secara efektif digunakan untuk menentukan jumlah gugus sensitif iodium yang terdapat dalam larutan.
Reaksi kimia yang terkait dengan metode analisis ini melibatkan pembentukan diiodo alkana (R dan R' melambangkan alkil atau gugus organik lainnya)
Alkana prekursor (RCH=CHR') tidak berwarna dan begitu pula produk organoiodin (RCHI-CHIR').
Dalam prosedur khusus, asam lemak diberi perlakuan dengan larutan Hanuš atau Wijs berlebih, yang berturut-berturut merupaka larutan iodin monobromida (IBr) dan iodin monoklorida (ICl) dalam asam asetat glasial. Iodium monobromida (atau monoklorida) yang tak bereaksi kemudian dibiarkan bereaksi dengan kalium iodida, mengubahnya menjadi iodium, yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan titrasi natrium tiosulfat.[5][6]
Metode penentuan bilangan iodin
Iodin Huebl
Hüebl memperkenalkan bilangan iodin yang menitrasi lemak dalam keberadaan merkuri klorida dengan iodium, tetapi dengan pereaksi yang sebenarnya (mungkin iodium klorida) yang dibentuk secara in situ dari merkuri klorida dan iodium.
Bilangan iodin Wijs
Adisi iodin klorida dan titrasi kembali dengan natrium dengan DIN 53241-1:1995-05.
Iodin oleh H. P. Kaufmann
(Brominasi ikatan rangkap dalam gelap, mereduksi bromin berlebih dengan iodid, titrasi kembali iodin dengan tiosulfat)
Lemak dicampurkan dengan bromin berlebih. Bromin ini mengadisi ikatan rangkap pada lemak tak jenuh. Reaksi ini harus dilakukan dalam gelap karena pembentukan radikal bromin didorong oleh adanya cahaya. Hal ini akan menyebabkan reaksi samping yang tidak diinginkan, dengan demikian nilai hasil konsumsi bromin menjadi tidak tepat.
Kemudian bromin yang tidak digunakan direduksi menjadi bromida oleh iodida.
Sekarang, jumlah iodin yang terbentuk ditentukan melalui titrasi dengan larutan natrium tiosulfat.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Alfred Thomas. Fats and Fatty Oils. Wiley-VCH. 2002. doi:10.1002/14356007.a10_173.
- ↑ Alfred Thomas. Fats and Fatty Oils. Wiley-VCH. 2002. doi:10.1002/14356007.a10_173.
- ↑ http://online.personalcarecouncil.org/ctfa-static/online/lists/cir-pdfs/pr248.pdf
- ↑ http://thesoapdish.com/oil-properties-chart.htm
- ↑ Firestone D. Determination of the iodine value of oils and fats: summary of collaborative study. J AOAC Int. Mei–Juni 1994. Vol. 77 (3). hlm. 674–6.
- ↑ Obtaining the Iodine Value of Various Oils via Bromination with Pyridinium Tribromide Michael Simurdiak, Olushola Olukoga, and Kirk Hedberg Journal of Chemical Education Article ASAP
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27940948 (2025-10-08T15:31:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.