Salju tua: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28595207; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Salju tua''' atau '''firn''' ( ; dari [[Bahasa Jerman Swiss|Jerman Swiss]] "tahun lalu", serumpun dengan ''sebelumnya'' ) adalah [[niva]] yang padat, sejenis [[salju]] yang tersisa dari musim lalu dan telah [[Rekristalisasi (kimia)|direkristalisasi]] menjadi zat yang lebih padat daripada niva. Ini adalah [[es]] yang berada pada tahap peralihan antara salju dan es glasial. Salju tua terlihat seperti gula basah, tetapi memiliki kekerasan yang membuatnya sangat tahan terhadap sekop. Kepadatannya umumnya berkisar antara 0,35 g/cm <sup>3</sup> hingga 0,9 g/cm <sup>3</sup>, dan sering kali dapat ditemukan di bawah salju yang terakumulasi di puncak [[gletser]] . | [[File:Taku_glacier_firn_ice_sampling.png|thumb|right|280px|Mengambil sampel permukaan gletser. Terdapat lapisan tebal yang semakin tebal di antara permukaan salju dan es gletser biru]] | ||
'''Salju tua''' atau '''firn''' ( ; dari [[Bahasa Jerman Swiss|Jerman Swiss]] "tahun lalu", serumpun dengan ''sebelumnya'' ) adalah [[niva]] yang padat, sejenis [[salju]] yang tersisa dari musim lalu dan telah [[Rekristalisasi (kimia)|direkristalisasi]] menjadi zat yang lebih padat daripada niva. Ini adalah [[es]] yang berada pada tahap peralihan antara salju dan es glasial.<ref>Michiel van den Broeke. [https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1657/1523-0430%2807-021%29%5BBROEKE%5D2.0.CO%3B2 Depth and Density of the Antarctic Firn Layer]. ''Arctic, Antarctic, and Alpine Research''. 1 May 2008. Vol. 40 (2). hlm. 432–438. doi:10.1657/1523-0430(07-021)[BROEKE]2.0.CO;2.</ref> Salju tua terlihat seperti gula basah, tetapi memiliki kekerasan yang membuatnya sangat tahan terhadap sekop. Kepadatannya umumnya berkisar antara 0,35 g/cm <sup>3</sup> hingga 0,9 g/cm <sup>3</sup>,<ref>Michiel van den Broeke. [https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1657/1523-0430%2807-021%29%5BBROEKE%5D2.0.CO%3B2 Depth and Density of the Antarctic Firn Layer]. ''Arctic, Antarctic, and Alpine Research''. 1 May 2008. Vol. 40 (2). hlm. 432–438. doi:10.1657/1523-0430(07-021)[BROEKE]2.0.CO;2.</ref> dan sering kali dapat ditemukan di bawah salju yang terakumulasi di puncak [[gletser]] . | |||
Butir [[Kepingan salju|salju]] dikompresi karena beban tumpukan [[Paket salju|salju]] di atasnya. Masing-masing [[kristal]] di dekat titik leleh bersifat semi-cair dan licin, memungkinkannya meluncur di sepanjang bidang kristal lain dan mengisi ruang di antara keduanya, sehingga meningkatkan kepadatan es. Saat kristal bersentuhan, mereka terikat bersama, menekan udara di antara kristal ke permukaan atau ke dalam gelembung. | Butir [[Kepingan salju|salju]] dikompresi karena beban tumpukan [[Paket salju|salju]] di atasnya. Masing-masing [[kristal]] di dekat titik leleh bersifat semi-cair dan licin, memungkinkannya meluncur di sepanjang bidang kristal lain dan mengisi ruang di antara keduanya, sehingga meningkatkan kepadatan es. Saat kristal bersentuhan, mereka terikat bersama, menekan udara di antara kristal ke permukaan atau ke dalam gelembung. | ||
Pada bulan-bulan musim panas, metamorfosis kristal dapat terjadi lebih cepat karena adanya perkolasi air antar kristal. Pada akhir musim panas, hasilnya sudah pasti. | Pada bulan-bulan musim panas, metamorfosis kristal dapat terjadi lebih cepat karena adanya perkolasi air antar kristal. Pada akhir musim panas, hasilnya sudah pasti.<ref>Jeffrey Hays. [https://factsanddetails.com/world/cat51/sub323/item1314.html GLACIERS: TYPES, MECHANICS, DANGERS AND TERMS]. ''factsanddetails.com''.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salju+tua&oldid=28595207 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28595207 (2025-11-21T23:20:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.04

Salju tua atau firn ( ; dari Jerman Swiss "tahun lalu", serumpun dengan sebelumnya ) adalah niva yang padat, sejenis salju yang tersisa dari musim lalu dan telah direkristalisasi menjadi zat yang lebih padat daripada niva. Ini adalah es yang berada pada tahap peralihan antara salju dan es glasial.[1] Salju tua terlihat seperti gula basah, tetapi memiliki kekerasan yang membuatnya sangat tahan terhadap sekop. Kepadatannya umumnya berkisar antara 0,35 g/cm 3 hingga 0,9 g/cm 3,[2] dan sering kali dapat ditemukan di bawah salju yang terakumulasi di puncak gletser .
Butir salju dikompresi karena beban tumpukan salju di atasnya. Masing-masing kristal di dekat titik leleh bersifat semi-cair dan licin, memungkinkannya meluncur di sepanjang bidang kristal lain dan mengisi ruang di antara keduanya, sehingga meningkatkan kepadatan es. Saat kristal bersentuhan, mereka terikat bersama, menekan udara di antara kristal ke permukaan atau ke dalam gelembung.
Pada bulan-bulan musim panas, metamorfosis kristal dapat terjadi lebih cepat karena adanya perkolasi air antar kristal. Pada akhir musim panas, hasilnya sudah pasti.[3]
Referensi
- ↑ Michiel van den Broeke. Depth and Density of the Antarctic Firn Layer. Arctic, Antarctic, and Alpine Research. 1 May 2008. Vol. 40 (2). hlm. 432–438. doi:10.1657/1523-0430(07-021)[BROEKE]2.0.CO;2.
- ↑ Michiel van den Broeke. Depth and Density of the Antarctic Firn Layer. Arctic, Antarctic, and Alpine Research. 1 May 2008. Vol. 40 (2). hlm. 432–438. doi:10.1657/1523-0430(07-021)[BROEKE]2.0.CO;2.
- ↑ Jeffrey Hays. GLACIERS: TYPES, MECHANICS, DANGERS AND TERMS. factsanddetails.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28595207 (2025-11-21T23:20:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.