Peristiwa anoksik: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29576804; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Peristiwa anoksik oseanik''' atau '''peristiwa anoksik''' (kondisi [[perairan anoksik|anoksia]]) merujuk kepada interval pada masa lalu Bumi dimana belahan-belahan [[samudra]] terisi dengan [[oksigen|oksigen (O<sub>2</sub>)]] di kedalaman pada sebuah wilayah geografi besar. Pada beberapa peristiwa, perairan [[euksinia]] yang terdiri dari [[hidrogen sulfida]] , dikembangkan. Meski peristiwa ini tidak terjadi selama jutaan tahun, catatan geologis menunjukkan bahwa peristiwa anoksik telah terjadi beberapa kali di masa lalu. Peristiwa anoksik bertepatan dengan beberapa [[kepunahan massal]] dan mungkin berkontribusi kepadanya. Peristiwa kepunahan massal ini mencakup beberapa yang [[Geobiologi|geobiolog]] gunakan sebagai [[GSSP|penanda waktu]] dengan penanggalan [[biostratigrafi]]. Di sisi lain, ada berbagai lapisan [[serpih hitam]] yang tersebar di seluruh dunia, yang berasal dari [[Kapur (zaman)|Kapur Tengah]] yang mengindikasikan adanya peristiwa anoksik tetapi tidak berhubungan dengan kepunahan massal. Banyak geolog percaya bahwa peristiwa ini terhubung erat dengan melambatya sirkulasi laut, pemanasan iklim dan naiknya [[gas rumah kaca]]. Peneliti menyarankan volkanisme berkembang (terlepasnya CO2) sebagai "pemicu pusat eksternal dari euksinia" | '''Peristiwa anoksik oseanik''' atau '''peristiwa anoksik''' (kondisi [[perairan anoksik|anoksia]]) merujuk kepada interval pada masa lalu Bumi dimana belahan-belahan [[samudra]] terisi dengan [[oksigen|oksigen (O<sub>2</sub>)]] di kedalaman pada sebuah wilayah geografi besar. Pada beberapa peristiwa, perairan [[euksinia]] yang terdiri dari [[hidrogen sulfida]] , dikembangkan.<ref>Timothy W. Lyons. [http://www.annualreviews.org/doi/abs/10.1146/annurev.earth.36.031207.124233 Tracking Euxinia in the Ancient Ocean: A Multiproxy Perspective and Proterozoic Case Study]. ''Annual Review of Earth and Planetary Sciences''. January 19, 2009. Vol. 37. hlm. 507–53. doi:10.1146/annurev.earth.36.031207.124233.</ref> Meski peristiwa ini tidak terjadi selama jutaan tahun, catatan geologis menunjukkan bahwa peristiwa anoksik telah terjadi beberapa kali di masa lalu. Peristiwa anoksik bertepatan dengan beberapa [[kepunahan massal]] dan mungkin berkontribusi kepadanya.<ref>Paul B. Wignall. [https://archive.org/details/sim_science_1996-05-24_272_5265/page/1155 Oceanic Anoxia and the End Permian Mass Extinction]. ''Science''. 24 May 1996. Vol. 272 (5265). hlm. 1155–1158. doi:10.1126/science.272.5265.1155.</ref> Peristiwa kepunahan massal ini mencakup beberapa yang [[Geobiologi|geobiolog]] gunakan sebagai [[GSSP|penanda waktu]] dengan penanggalan [[biostratigrafi]].<ref>Peters, Walters. [https://books.google.com/books?id=qk8anEDZykwC&q=Anoxic+OCEAN+caused+by+greenhouse+gases&pg=PA749 The Biomarker Guide, Volume 2: Biomarkers and Isotopes in the Petroleum Exploration and Earth History]. Cambridge University Press. 2005. hlm. 749. ISBN 978-0-521-83762-0.</ref> Di sisi lain, ada berbagai lapisan [[serpih hitam]] yang tersebar di seluruh dunia, yang berasal dari [[Kapur (zaman)|Kapur Tengah]] yang mengindikasikan adanya peristiwa anoksik tetapi tidak berhubungan dengan kepunahan massal.<ref>Naohiko Ohkouchi. ''The origin of Cretaceous black shales: a change in the surface ocean ecosystem and its triggers''. ''Proceedings of the Japan Academy, Series B''. 2015. Vol. 91 (7). hlm. 273–291. doi:10.2183/pjab.91.273.</ref> Banyak geolog percaya bahwa peristiwa ini terhubung erat dengan melambatya sirkulasi laut, pemanasan iklim dan naiknya [[gas rumah kaca]]. Peneliti menyarankan volkanisme berkembang (terlepasnya CO2) sebagai "pemicu pusat eksternal dari euksinia"<ref>Katja M. Meyer. ''Oceanic Euxinia in Earth History: Causes and Consequences''. ''Annual Review of Earth and Planetary Sciences''. 2008. Vol. 36. hlm. 251–288. doi:10.1146/annurev.earth.36.031207.124256.</ref><ref>Hana Jurikova. [https://oceanrep.geomar.de/id/eprint/50744/7/pm_2020_55_PTB.pdf Permian–Triassic mass extinction pulses driven by major marine carbon cycle perturbations]. ''Nature Geoscience''. November 2020. Vol. 13 (11). hlm. 745–750. doi:10.1038/s41561-020-00646-4.</ref> | ||
== Bacaan tambahan == | == Bacaan tambahan == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* Demaison G.J. and Moore G.T., (1980),"Anoxic environments and oil source bed genesis". American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Bulletin, Vol.54, 1179–1209. | * Demaison G.J. and Moore G.T., (1980),"Anoxic environments and oil source bed genesis". American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Bulletin, Vol.54, 1179–1209. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [http://ethomas.web.wesleyan.edu/ees123/hotstinky.htm Hot and stinky: The oceans without oxygen] | * [http://ethomas.web.wesleyan.edu/ees123/hotstinky.htm Hot and stinky: The oceans without oxygen] | ||
* | * | ||
* [https://web.archive.org/web/20051031002313/http://www.usssp-iodp.org/PDFs/Workshop_PDFs/cretaceous_climate_report.pdf Cretaceous climate-ocean dynamics] | * [https://web.archive.org/web/20051031002313/http://www.usssp-iodp.org/PDFs/Workshop_PDFs/cretaceous_climate_report.pdf Cretaceous climate-ocean dynamics] | ||
* | * | ||
* Hugh Jenkyns talking about the Bonarelli Level and OAEs [https://www.youtube.com/watch?v=-6pSFflZUIQ] | * Hugh Jenkyns talking about the Bonarelli Level and OAEs [https://www.youtube.com/watch?v=-6pSFflZUIQ] | ||
* Original article (Geologie en Mijnbouw, 55, 179–184, 1976) on oceanic anoxic events authored by Seymour Schlanger and Hugh Jenkyns [http://ora.ox.ac.uk/objects/uuid:0921605b-4793-43df-889d-7b896790de62] | * Original article (Geologie en Mijnbouw, 55, 179–184, 1976) on oceanic anoxic events authored by Seymour Schlanger and Hugh Jenkyns [http://ora.ox.ac.uk/objects/uuid:0921605b-4793-43df-889d-7b896790de62] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peristiwa+anoksik&oldid=29576804 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576804 (2026-08-14T11:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peristiwa+anoksik&oldid=29576804 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29576804 (2026-08-14T11:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 04.11
Peristiwa anoksik oseanik atau peristiwa anoksik (kondisi anoksia) merujuk kepada interval pada masa lalu Bumi dimana belahan-belahan samudra terisi dengan oksigen (O2) di kedalaman pada sebuah wilayah geografi besar. Pada beberapa peristiwa, perairan euksinia yang terdiri dari hidrogen sulfida , dikembangkan.[1] Meski peristiwa ini tidak terjadi selama jutaan tahun, catatan geologis menunjukkan bahwa peristiwa anoksik telah terjadi beberapa kali di masa lalu. Peristiwa anoksik bertepatan dengan beberapa kepunahan massal dan mungkin berkontribusi kepadanya.[2] Peristiwa kepunahan massal ini mencakup beberapa yang geobiolog gunakan sebagai penanda waktu dengan penanggalan biostratigrafi.[3] Di sisi lain, ada berbagai lapisan serpih hitam yang tersebar di seluruh dunia, yang berasal dari Kapur Tengah yang mengindikasikan adanya peristiwa anoksik tetapi tidak berhubungan dengan kepunahan massal.[4] Banyak geolog percaya bahwa peristiwa ini terhubung erat dengan melambatya sirkulasi laut, pemanasan iklim dan naiknya gas rumah kaca. Peneliti menyarankan volkanisme berkembang (terlepasnya CO2) sebagai "pemicu pusat eksternal dari euksinia"[5][6]
Bacaan tambahan
- Demaison G.J. and Moore G.T., (1980),"Anoxic environments and oil source bed genesis". American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Bulletin, Vol.54, 1179–1209.
Pranala luar
- Hot and stinky: The oceans without oxygen
- Cretaceous climate-ocean dynamics
- Hugh Jenkyns talking about the Bonarelli Level and OAEs [1]
- Original article (Geologie en Mijnbouw, 55, 179–184, 1976) on oceanic anoxic events authored by Seymour Schlanger and Hugh Jenkyns [2]
Referensi
- ↑ Timothy W. Lyons. Tracking Euxinia in the Ancient Ocean: A Multiproxy Perspective and Proterozoic Case Study. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. January 19, 2009. Vol. 37. hlm. 507–53. doi:10.1146/annurev.earth.36.031207.124233.
- ↑ Paul B. Wignall. Oceanic Anoxia and the End Permian Mass Extinction. Science. 24 May 1996. Vol. 272 (5265). hlm. 1155–1158. doi:10.1126/science.272.5265.1155.
- ↑ Peters, Walters. The Biomarker Guide, Volume 2: Biomarkers and Isotopes in the Petroleum Exploration and Earth History. Cambridge University Press. 2005. hlm. 749. ISBN 978-0-521-83762-0.
- ↑ Naohiko Ohkouchi. The origin of Cretaceous black shales: a change in the surface ocean ecosystem and its triggers. Proceedings of the Japan Academy, Series B. 2015. Vol. 91 (7). hlm. 273–291. doi:10.2183/pjab.91.273.
- ↑ Katja M. Meyer. Oceanic Euxinia in Earth History: Causes and Consequences. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. 2008. Vol. 36. hlm. 251–288. doi:10.1146/annurev.earth.36.031207.124256.
- ↑ Hana Jurikova. Permian–Triassic mass extinction pulses driven by major marine carbon cycle perturbations. Nature Geoscience. November 2020. Vol. 13 (11). hlm. 745–750. doi:10.1038/s41561-020-00646-4.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29576804 (2026-08-14T11:42:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.