Lompat ke isi

Pendidikan kimia: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29575226; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Chemistry_open_day_(8558795107).jpg|thumb|right|280px|Chemistry open day (8558795107)]]
'''Pendidikan kimia''' (atau '''kimia pendidikan''') adalah studi tentang [[pengajaran]] dan [[pembelajaran]] dari [[kimia]] di semua sekolah, perguruan tinggi dan universitas. Topik dalam kimia pendidikan mungkin termasuk memahami bagaimana siswa belajar kimia, cara terbaik untuk mengajar kimia, dan bagaimana untuk meningkatkan hasil belajar dengan mengubah [[metode pengajaran]] dan pelatihan yang sesuai dalam mengajar kimia, dengan berbagai cara, termasuk [[ceramah]], [[demonstrasi]], dan kegiatan [[laboratorium]]. Ada suatu kebutuhan konstan untuk memperbarui keterampilan guru terlibat dalam mengajar kimia, dan kimia pendidikan berbicara mengenai kebutuhan ini.
'''Pendidikan kimia''' (atau '''kimia pendidikan''') adalah studi tentang [[pengajaran]] dan [[pembelajaran]] dari [[kimia]] di semua sekolah, perguruan tinggi dan universitas. Topik dalam kimia pendidikan mungkin termasuk memahami bagaimana siswa belajar kimia, cara terbaik untuk mengajar kimia, dan bagaimana untuk meningkatkan hasil belajar dengan mengubah [[metode pengajaran]] dan pelatihan yang sesuai dalam mengajar kimia, dengan berbagai cara, termasuk [[ceramah]], [[demonstrasi]], dan kegiatan [[laboratorium]]. Ada suatu kebutuhan konstan untuk memperbarui keterampilan guru terlibat dalam mengajar kimia, dan kimia pendidikan berbicara mengenai kebutuhan ini.


== Ikhtisar ==
== Ikhtisar ==
Setidaknya ada empat perspektif filosofis yang berbeda yang menggambarkan bagaimana kerja dalam bidang pendidikan kimia dilakukan. Yang pertama adalah apa yang mungkin seseorang sebut ''perspektif praktisi'', di mana individu yang bertanggung jawab dalam pengajaran kimia (guru, instruktur, dosen) adalah orang-orang yang pada akhirnya menentukan definisi kimia pendidikan dengan tindakan mereka.
Setidaknya ada empat perspektif filosofis yang berbeda yang menggambarkan bagaimana kerja dalam bidang pendidikan kimia dilakukan. Yang pertama adalah apa yang mungkin seseorang sebut ''perspektif praktisi'', di mana individu yang bertanggung jawab dalam pengajaran kimia (guru, instruktur, dosen) adalah orang-orang yang pada akhirnya menentukan definisi kimia pendidikan dengan tindakan mereka.


Perspektif kedua didefinisikan oleh kelompok yang mengidentifikasi diri dari ''pendidik kimia'', anggota fakultas dan instruktur yang, secara berlawanan, menyatakan minat utama mereka pada area khas penelitian laboratorium ([[kimia organik|organik]], [[kimia anorganik|anorganik]], [[biokimia]], dan sebagainya), berminat dalam memberikan kontribusi saran, esai, pengamatan, dan laporan deskriptif lain dari praktik ke dalam domain publik, melalui publikasi jurnal, buku, dan presentasi. Dr Robert L. Lichter, Direktur Eksekutif Camille dan Henry Dreyfus Foundation di kemudian hari, berbicara dalam rapat paripurna di Konferensi Biennial ke-16 mengenai Pendidikan Kimia (pertemuan BCCE baru-baru ini: [http://www.chem.iastate.edu/bcce/] ,[http://www.chem.purdue.edu/bcce]), mengajukan pertanyaan “mengapa istilah seperti 'pendidik kimia' bahkan ada di dalam pendidikan tinggi, ketika ada istilah sangat terhormat untuk kegiatan ini, yaitu, 'profesor kimia.' Salah satu kritik dari pandangan ini adalah bahwa beberapa profesor membawa persiapan formal ke dalam atau latar belakangnya mengenai pendidikan pada pekerjaan mereka, dan sehingga kurang memiliki perspektif profesional apapun pada pengajaran dan pembelajaran perusahaan, khususnya penemuan yang dibuat tentang pengajaran yang efektif dan bagaimana siswa belajar.
Perspektif kedua didefinisikan oleh kelompok yang mengidentifikasi diri dari ''pendidik kimia'', anggota fakultas dan instruktur yang, secara berlawanan, menyatakan minat utama mereka pada area khas penelitian laboratorium ([[kimia organik|organik]], [[kimia anorganik|anorganik]], [[biokimia]], dan sebagainya), berminat dalam memberikan kontribusi saran, esai, pengamatan, dan laporan deskriptif lain dari praktik ke dalam domain publik, melalui publikasi jurnal, buku, dan presentasi. Dr Robert L. Lichter, Direktur Eksekutif Camille dan Henry Dreyfus Foundation di kemudian hari, berbicara dalam rapat paripurna di Konferensi Biennial ke-16 mengenai Pendidikan Kimia (pertemuan BCCE baru-baru ini: [http://www.chem.iastate.edu/bcce/] ,[http://www.chem.purdue.edu/bcce]), mengajukan pertanyaan “mengapa istilah seperti 'pendidik kimia' bahkan ada di dalam pendidikan tinggi, ketika ada istilah sangat terhormat untuk kegiatan ini, yaitu, 'profesor kimia.' Salah satu kritik dari pandangan ini adalah bahwa beberapa profesor membawa persiapan formal ke dalam atau latar belakangnya mengenai pendidikan pada pekerjaan mereka, dan sehingga kurang memiliki perspektif profesional apapun pada pengajaran dan pembelajaran perusahaan, khususnya penemuan yang dibuat tentang pengajaran yang efektif dan bagaimana siswa belajar.


Perspektif ketiga adalah ''penelitian pendidikan kimia'' (''chemistry education research''; CER). Mengikuti contoh penelitian pendidikan fisika (PER), CER cenderung untuk mengambil teori dan metode yang dikembangkan dalam pra-kuliah penelitian pendidikan sains, yang umumnya berlangsung di Sekolah Pendidikan, dan berlaku mereka untuk memahami masalah yang sebanding dalam pengaturan pasca-sekunder (selain pengaturan pra-perguruan tinggi). Seperti peneliti ilmu pendidikan, praktisi CER cenderung untuk mempelajari praktik-praktik pengajaran lain yang bertentangan dengan berfokus pada praktik kelas mereka sendiri. Penelitian pendidikan kimia biasanya dilakukan ''in situ'' menggunakan subjek manusia dari sekolah menengah dan pasca-sekolah menengah. Penelitian pendidikan kimia menggunakan baik metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif biasanya melibatkan pengumpulan data yang kemudian dapat dianalisis dengan menggunakan berbagai metode statistik. Metode kualitatif meliputi wawancara, observasi, journal, dan metode lain yang umum untuk penelitian ilmu sosial.<ref>J.E. Heady. [https://books.google.com/books?id=cJeNR9JMqNcC&pg=PT77 College pathways to the science education standards]. NSTA Press. 2001. hlm. 57–63. ISBN 978-0-87355-193-9.</ref>


Perspektif ketiga adalah ''penelitian pendidikan kimia'' (''chemistry education research''; CER). Mengikuti contoh penelitian pendidikan fisika (PER), CER cenderung untuk mengambil teori dan metode yang dikembangkan dalam pra-kuliah penelitian pendidikan sains, yang umumnya berlangsung di Sekolah Pendidikan, dan berlaku mereka untuk memahami masalah yang sebanding dalam pengaturan pasca-sekunder (selain pengaturan pra-perguruan tinggi). Seperti peneliti ilmu pendidikan, praktisi CER cenderung untuk mempelajari praktik-praktik pengajaran lain yang bertentangan dengan berfokus pada praktik kelas mereka sendiri. Penelitian pendidikan kimia biasanya dilakukan ''in situ'' menggunakan subjek manusia dari sekolah menengah dan pasca-sekolah menengah. Penelitian pendidikan kimia menggunakan baik metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif biasanya melibatkan pengumpulan data yang kemudian dapat dianalisis dengan menggunakan berbagai metode statistik. Metode kualitatif meliputi wawancara, observasi, journal, dan metode lain yang umum untuk penelitian ilmu sosial.
Terakhir, terdapat perspektif yang muncul yang disebut ''The [[Scholarship of Teaching and Learning]]'' (SoTL).<ref>B.P. Coppola. [http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/ed084p1902 The Most Beautiful Theories…]. ''Journal of Chemical Education''. 2007. Vol. 84 (12). hlm. 1902–11. doi:10.1021/ed084p1902.</ref> Meskipun ada perdebatan tentang bagaimana mendefinisikan dengan baik SoTL, salah satu praktik yang utama adalah untuk anggota fakultas utama (organik, anorganik, biokimia, dan sebagainya) untuk mengembangkan pandangan yang lebih dari praktik-praktik mereka, bagaimana melaksanakan penelitian dan refleksi pada pengajaran mereka sendiri, serta mengenai apa yang dimaksud pemahaman yang mendalam pada proses belajar siswa.<ref>B.P. Coppola. [https://books.google.com/books?id=lSudAAAAMAAJ Disciplinary styles in the scholarship of teaching and learning: exploring common ground]. American Association for Higher Education. 2002. hlm. 197–216. ISBN 978-1-56377-052-4.</ref>
 
Terakhir, terdapat perspektif yang muncul yang disebut ''The [[Scholarship of Teaching and Learning]]'' (SoTL). Meskipun ada perdebatan tentang bagaimana mendefinisikan dengan baik SoTL, salah satu praktik yang utama adalah untuk anggota fakultas utama (organik, anorganik, biokimia, dan sebagainya) untuk mengembangkan pandangan yang lebih dari praktik-praktik mereka, bagaimana melaksanakan penelitian dan refleksi pada pengajaran mereka sendiri, serta mengenai apa yang dimaksud pemahaman yang mendalam pada proses belajar siswa.


== Ketakutan akan kelas kimia ==
== Ketakutan akan kelas kimia ==
 
Pelatihan kimia dibutuhkan bagi banyak mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang belajar sains. Beberapa mahasiswa mendapatkan kelas kimia dan praktik yang penuh tekanan.<ref>Roberta M. Eddy. [https://archive.org/details/sim_journal-of-chemical-education_2000-04_77_4/page/n93 Chemophobia in the College Classroom: Extent, Sources, and Student Characteristics]. ''Journal of Chemical Education''. 2000. Vol. 77 (4). hlm. 514. doi:10.1021/ed077p514.</ref> Kecemasan ini disebut sebagai ''kemofobia''. Kekhawatiran umum berpusat pada prestasi akademik, kesulitan dalam pembelajaran persamaan kimia, dan rasa takut menyentuh bahan kimia laboratorium. Mahasiswa perempuan lebih cemas dibandingkan laki-laki. Pengenalan sebelumnya dengan pembelajaran kimia mampu menurunkan kecemasan tersebut.
Pelatihan kimia dibutuhkan bagi banyak mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang belajar sains. Beberapa mahasiswa mendapatkan kelas kimia dan praktik yang penuh tekanan. Kecemasan ini disebut sebagai ''kemofobia''. Kekhawatiran umum berpusat pada prestasi akademik, kesulitan dalam pembelajaran persamaan kimia, dan rasa takut menyentuh bahan kimia laboratorium. Mahasiswa perempuan lebih cemas dibandingkan laki-laki. Pengenalan sebelumnya dengan pembelajaran kimia mampu menurunkan kecemasan tersebut.


== Jurnal akademik ==
== Jurnal akademik ==
Terdapat berbagai jurnal di mana makalah yang berhubungan dengan pendidikan kimia dapat ditemukan atau diterbitkan. Secara historis, sirkulasi banyak di antara jurnal-jurnal ini terbatas pada negara tempat penerbitan. Beberapa berkonsentrasi pada kimia di tingkat pendidikan yang berbeda (sekolah vs universitas) sementara yang lain mencakup semua tingkat pendidikan. Sebagian besar dari jurnal-jurnal ini membawa campuran artikel yang berkisar dari laporan pada praktik di kelas dan laboratorium untuk penelitian pendidikan.
Terdapat berbagai jurnal di mana makalah yang berhubungan dengan pendidikan kimia dapat ditemukan atau diterbitkan. Secara historis, sirkulasi banyak di antara jurnal-jurnal ini terbatas pada negara tempat penerbitan. Beberapa berkonsentrasi pada kimia di tingkat pendidikan yang berbeda (sekolah vs universitas) sementara yang lain mencakup semua tingkat pendidikan. Sebagian besar dari jurnal-jurnal ini membawa campuran artikel yang berkisar dari laporan pada praktik di kelas dan laboratorium untuk penelitian pendidikan.


* ''[[Royal Australian Chemical Institute#Publications|Australian Journal of Education in Chemistry]]'': Dipublikasikan oleh [[Royal Australian Chemical Institute]] dan meliputi baik pendidikan Sekolah dan Universitas.
* ''[[Royal Australian Chemical Institute#Publications|Australian Journal of Education in Chemistry]]'': Dipublikasikan oleh [[Royal Australian Chemical Institute]] dan meliputi baik pendidikan Sekolah dan Universitas.
* ''[[Chemistry Education Research and Practice]]'' (CERP): Dipublikasikan oleh [[Royal Society of Chemistry]] (RSC). CERP menerbitkan penelitian yang berkaitan dengan semua aspek kimia pendidikan. CERP menerbitkan perspektif teoretis, ulasan literatur, dan makalah empiris, termasuk evaluasi yang sistematis dari praktik inovatif.
* ''[[Chemistry Education Research and Practice]]'' (CERP): Dipublikasikan oleh [[Royal Society of Chemistry]] (RSC). CERP menerbitkan penelitian yang berkaitan dengan semua aspek kimia pendidikan. CERP menerbitkan perspektif teoretis, ulasan literatur, dan makalah empiris, termasuk evaluasi yang sistematis dari praktik inovatif.<ref>K.S. Taber. [http://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2012/rp/c1rp90058g Recognising quality in reports of chemistry education research and practice]. ''Chemistry Education Research and Practice''. 2012. Vol. 13 (1). hlm. 4–7. doi:10.1039/C1RP90058G.</ref>
* ''[[Education in Chemistry]]'' (EiC): Dipublikasikan oleh [[Royal Society of Chemistry]] dengan cakupan semua bidang kimia-pendidikan. EIC adalah majalah pendidikan RSC, sedangkan CERP adalah jurnal penelitian penelaahan-sejawat.
* ''[[Education in Chemistry]]'' (EiC): Dipublikasikan oleh [[Royal Society of Chemistry]] dengan cakupan semua bidang kimia-pendidikan. EIC adalah majalah pendidikan RSC, sedangkan CERP adalah jurnal penelitian penelaahan-sejawat.
* ''[[Journal of Chemical Education]]'': Dipublikasikan oleh Divisi Pendidikan Kimia [[American Chemical Society]] dan meliputi baik pendidikan Sekolah dan Universitas. Didirikan pada tahun 1924.
* ''[[Journal of Chemical Education]]'': Dipublikasikan oleh Divisi Pendidikan Kimia [[American Chemical Society]] dan meliputi baik pendidikan Sekolah dan Universitas. Didirikan pada tahun 1924.
Baris 34: Baris 31:
* [[Kimia teori]]
* [[Kimia teori]]
* [[Konstruktivisme dalam pendidikan sains]]
* [[Konstruktivisme dalam pendidikan sains]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://chemconnections.org/ Welcome to ChemConnections]
* [http://chemconnections.org/ Welcome to ChemConnections]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendidikan+kimia&oldid=29575226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29575226 (2026-08-14T05:56:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pendidikan+kimia&oldid=29575226 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29575226 (2026-08-14T05:56:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.12

Berkas:Chemistry open day (8558795107).jpg
Chemistry open day (8558795107)

Pendidikan kimia (atau kimia pendidikan) adalah studi tentang pengajaran dan pembelajaran dari kimia di semua sekolah, perguruan tinggi dan universitas. Topik dalam kimia pendidikan mungkin termasuk memahami bagaimana siswa belajar kimia, cara terbaik untuk mengajar kimia, dan bagaimana untuk meningkatkan hasil belajar dengan mengubah metode pengajaran dan pelatihan yang sesuai dalam mengajar kimia, dengan berbagai cara, termasuk ceramah, demonstrasi, dan kegiatan laboratorium. Ada suatu kebutuhan konstan untuk memperbarui keterampilan guru terlibat dalam mengajar kimia, dan kimia pendidikan berbicara mengenai kebutuhan ini.

Ikhtisar

Setidaknya ada empat perspektif filosofis yang berbeda yang menggambarkan bagaimana kerja dalam bidang pendidikan kimia dilakukan. Yang pertama adalah apa yang mungkin seseorang sebut perspektif praktisi, di mana individu yang bertanggung jawab dalam pengajaran kimia (guru, instruktur, dosen) adalah orang-orang yang pada akhirnya menentukan definisi kimia pendidikan dengan tindakan mereka.

Perspektif kedua didefinisikan oleh kelompok yang mengidentifikasi diri dari pendidik kimia, anggota fakultas dan instruktur yang, secara berlawanan, menyatakan minat utama mereka pada area khas penelitian laboratorium (organik, anorganik, biokimia, dan sebagainya), berminat dalam memberikan kontribusi saran, esai, pengamatan, dan laporan deskriptif lain dari praktik ke dalam domain publik, melalui publikasi jurnal, buku, dan presentasi. Dr Robert L. Lichter, Direktur Eksekutif Camille dan Henry Dreyfus Foundation di kemudian hari, berbicara dalam rapat paripurna di Konferensi Biennial ke-16 mengenai Pendidikan Kimia (pertemuan BCCE baru-baru ini: [1] ,[2]), mengajukan pertanyaan “mengapa istilah seperti 'pendidik kimia' bahkan ada di dalam pendidikan tinggi, ketika ada istilah sangat terhormat untuk kegiatan ini, yaitu, 'profesor kimia.' Salah satu kritik dari pandangan ini adalah bahwa beberapa profesor membawa persiapan formal ke dalam atau latar belakangnya mengenai pendidikan pada pekerjaan mereka, dan sehingga kurang memiliki perspektif profesional apapun pada pengajaran dan pembelajaran perusahaan, khususnya penemuan yang dibuat tentang pengajaran yang efektif dan bagaimana siswa belajar.

Perspektif ketiga adalah penelitian pendidikan kimia (chemistry education research; CER). Mengikuti contoh penelitian pendidikan fisika (PER), CER cenderung untuk mengambil teori dan metode yang dikembangkan dalam pra-kuliah penelitian pendidikan sains, yang umumnya berlangsung di Sekolah Pendidikan, dan berlaku mereka untuk memahami masalah yang sebanding dalam pengaturan pasca-sekunder (selain pengaturan pra-perguruan tinggi). Seperti peneliti ilmu pendidikan, praktisi CER cenderung untuk mempelajari praktik-praktik pengajaran lain yang bertentangan dengan berfokus pada praktik kelas mereka sendiri. Penelitian pendidikan kimia biasanya dilakukan in situ menggunakan subjek manusia dari sekolah menengah dan pasca-sekolah menengah. Penelitian pendidikan kimia menggunakan baik metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif biasanya melibatkan pengumpulan data yang kemudian dapat dianalisis dengan menggunakan berbagai metode statistik. Metode kualitatif meliputi wawancara, observasi, journal, dan metode lain yang umum untuk penelitian ilmu sosial.[1]

Terakhir, terdapat perspektif yang muncul yang disebut The Scholarship of Teaching and Learning (SoTL).[2] Meskipun ada perdebatan tentang bagaimana mendefinisikan dengan baik SoTL, salah satu praktik yang utama adalah untuk anggota fakultas utama (organik, anorganik, biokimia, dan sebagainya) untuk mengembangkan pandangan yang lebih dari praktik-praktik mereka, bagaimana melaksanakan penelitian dan refleksi pada pengajaran mereka sendiri, serta mengenai apa yang dimaksud pemahaman yang mendalam pada proses belajar siswa.[3]

Ketakutan akan kelas kimia

Pelatihan kimia dibutuhkan bagi banyak mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang belajar sains. Beberapa mahasiswa mendapatkan kelas kimia dan praktik yang penuh tekanan.[4] Kecemasan ini disebut sebagai kemofobia. Kekhawatiran umum berpusat pada prestasi akademik, kesulitan dalam pembelajaran persamaan kimia, dan rasa takut menyentuh bahan kimia laboratorium. Mahasiswa perempuan lebih cemas dibandingkan laki-laki. Pengenalan sebelumnya dengan pembelajaran kimia mampu menurunkan kecemasan tersebut.

Jurnal akademik

Terdapat berbagai jurnal di mana makalah yang berhubungan dengan pendidikan kimia dapat ditemukan atau diterbitkan. Secara historis, sirkulasi banyak di antara jurnal-jurnal ini terbatas pada negara tempat penerbitan. Beberapa berkonsentrasi pada kimia di tingkat pendidikan yang berbeda (sekolah vs universitas) sementara yang lain mencakup semua tingkat pendidikan. Sebagian besar dari jurnal-jurnal ini membawa campuran artikel yang berkisar dari laporan pada praktik di kelas dan laboratorium untuk penelitian pendidikan.

Banyak penelitian dalam bidang pendidikan kimia juga diterbitkan dalam jurnal di bidang pendidikan sains yang lebih luas.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. J.E. Heady. College pathways to the science education standards. NSTA Press. 2001. hlm. 57–63. ISBN 978-0-87355-193-9.
  2. B.P. Coppola. The Most Beautiful Theories…. Journal of Chemical Education. 2007. Vol. 84 (12). hlm. 1902–11. doi:10.1021/ed084p1902.
  3. B.P. Coppola. Disciplinary styles in the scholarship of teaching and learning: exploring common ground. American Association for Higher Education. 2002. hlm. 197–216. ISBN 978-1-56377-052-4.
  4. Roberta M. Eddy. Chemophobia in the College Classroom: Extent, Sources, and Student Characteristics. Journal of Chemical Education. 2000. Vol. 77 (4). hlm. 514. doi:10.1021/ed077p514.
  5. K.S. Taber. Recognising quality in reports of chemistry education research and practice. Chemistry Education Research and Practice. 2012. Vol. 13 (1). hlm. 4–7. doi:10.1039/C1RP90058G.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29575226 (2026-08-14T05:56:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.