Lompat ke isi

Kimia organik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28750792; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kimia organik''' adalah percabangan studi [[ilmu|ilmiah]] dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, [[reaksi kimia|reaksi]], dan [[sintesis organik|sintesis]] [[senyawa organik]]. Senyawa organik dibangun terutama oleh [[karbon]] dan [[hidrogen]], dan dapat mengandung [[unsur kimia|unsur-unsur]] lain seperti [[nitrogen]], [[oksigen]], [[fosfor]], [[halogen]] dan [[belerang]].
'''Kimia organik''' adalah percabangan studi [[ilmu|ilmiah]] dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, [[reaksi kimia|reaksi]], dan [[sintesis organik|sintesis]] [[senyawa organik]].<ref>Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. [https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=FUVmEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR3&dq=vitalisme+adalah+suatu+doktrin+yang+mengatakan+bahwa+suatu+kehidupan+terletak+di+luar+dunia+materi+dan+karenanya+kedua+konsep+ini&ots=I1i8OrFLQa&sig=M5XWdgfVhEkwBsUPEBbqjrtnJak&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false ILMU ALAMIAH DASAR]. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.</ref> Senyawa organik dibangun terutama oleh [[karbon]] dan [[hidrogen]], dan dapat mengandung [[unsur kimia|unsur-unsur]] lain seperti [[nitrogen]], [[oksigen]], [[fosfor]], [[halogen]] dan [[belerang]].


Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, tetapi telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada [[kimia anorganik]]; sebagai contoh, banyak [[enzim]] yang mendasarkan kerjanya pada [[logam transisi]] seperti [[besi]] dan [[tembaga]], juga [[gigi]] dan [[tulang]] yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah [[larutan]] [[HCl]], larutan ini berperan besar dalam proses [[pencernaan makanan]] yang hampir seluruh [[organisme]] (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung [[ikatan antar karbon|ikatan antarkarbon]] misalnya oksida, garam, asam, karbida, dan mineral. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya [[metana]] dan turunannya.
Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, tetapi telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada [[kimia anorganik]]; sebagai contoh, banyak [[enzim]] yang mendasarkan kerjanya pada [[logam transisi]] seperti [[besi]] dan [[tembaga]], juga [[gigi]] dan [[tulang]] yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah [[larutan]] [[HCl]], larutan ini berperan besar dalam proses [[pencernaan makanan]] yang hampir seluruh [[organisme]] (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung [[ikatan antar karbon|ikatan antarkarbon]] misalnya oksida, garam, asam, karbida, dan mineral. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya [[metana]] dan turunannya.
Baris 11: Baris 11:


== Klasifikasi senyawa organik ==
== Klasifikasi senyawa organik ==
=== Gugus fungsi ===
=== Gugus fungsi ===
Konsep mengenai gugus fungsi sangat penting dalam kimia organik, karena berperan untuk menggolongkan struktur dan untuk memprediksi karakteristiknya. Gugus fungsi dapat berpengaruh pada sifat fisik dan kimia suatu senyawa organik. Molekul-molekul dikelompokkan berdasarkan basis gugus fungsinya. Alkohol, misalnya, memiliki subunit C-O-H. Semua alkohol cenderung bersifat [[hidrofil]]ik, biasanya membentuk [[ester]].
Konsep mengenai gugus fungsi sangat penting dalam kimia organik, karena berperan untuk menggolongkan struktur dan untuk memprediksi karakteristiknya. Gugus fungsi dapat berpengaruh pada sifat fisik dan kimia suatu senyawa organik. Molekul-molekul dikelompokkan berdasarkan basis gugus fungsinya. Alkohol, misalnya, memiliki subunit C-O-H. Semua alkohol cenderung bersifat [[hidrofil]]ik, biasanya membentuk [[ester]].


=== Senyawa alifatik ===
=== Senyawa alifatik ===
Hidrokarbon alifatik dapat dibagi menjadi 3 seri homolog berdasarkan tingkat [[Saturasi (kimia)|saturasi]]:
Hidrokarbon alifatik dapat dibagi menjadi 3 seri homolog berdasarkan tingkat [[Saturasi (kimia)|saturasi]]:
* parafin/alkana yang tanpa ikatan rangkap dua atau [[ikatan rangkap tiga]],
* parafin/alkana yang tanpa ikatan rangkap dua atau [[ikatan rangkap tiga]],
Baris 26: Baris 22:


=== Senyawa aromatik ===
=== Senyawa aromatik ===
Hidrokarbon [[aromatik]] mengandung ikatan rangkap dua [[sistem terkonjugasi|terkonjugat]]. Hal ini berarti tiap atom karbon pada cincin terhibridisasi sp2 sehingga menambah stabilitas. Contoh yang paling umum adalah [[benzena]] yang strukturnya dirumuskan oleh [[Friedrich August Kekulé von Stradonitz|Kekulé]].
Hidrokarbon [[aromatik]] mengandung ikatan rangkap dua [[sistem terkonjugasi|terkonjugat]]. Hal ini berarti tiap atom karbon pada cincin terhibridisasi sp2 sehingga menambah stabilitas. Contoh yang paling umum adalah [[benzena]] yang strukturnya dirumuskan oleh [[Friedrich August Kekulé von Stradonitz|Kekulé]].


==== Senyawa heterosiklik ====
==== Senyawa heterosiklik ====
Karakteristik hidrokarbon siklik akan berubah jika terdapat heteroatom di dalamnya, yang dapat hadir dalam bentuk substituen yang menempel di luar cincin (eksosiklik) atau sebagai bagian dalam cincin (endosiklik). [[Piridina]] dan [[furan]] merupakan contoh heterosiklik aromatik sedangkan [[piperidina]] dan [[tetrahidrofuran]] merupakan contoh heterosiklik alisiklik.
Karakteristik hidrokarbon siklik akan berubah jika terdapat heteroatom di dalamnya, yang dapat hadir dalam bentuk substituen yang menempel di luar cincin (eksosiklik) atau sebagai bagian dalam cincin (endosiklik). [[Piridina]] dan [[furan]] merupakan contoh heterosiklik aromatik sedangkan [[piperidina]] dan [[tetrahidrofuran]] merupakan contoh heterosiklik alisiklik.


=== Polimer ===
=== Polimer ===
Salah satu karakteristik penting karbon adalah siap bergabung membentuk rantai atau jaringan melalui ikatan-ikatan. Proses penggabungan ini dinamakan [[polimerisasi]], sedangkan rantai atau jaringan yang terbentuk disebut polimer. Senyawa awalnya disebut [[monomer]].
Salah satu karakteristik penting karbon adalah siap bergabung membentuk rantai atau jaringan melalui ikatan-ikatan. Proses penggabungan ini dinamakan [[polimerisasi]], sedangkan rantai atau jaringan yang terbentuk disebut polimer. Senyawa awalnya disebut [[monomer]].


Ada 2 kelompok polimer utama yang ada: [[polimer sintetis]] dan [[biopolimer]]. Polimer sintetis sengaja dibuat dan sering disebut dengan [[plastik|polimer industri]]. Biopolimer muncul di alam tanpa campur tangan manusia.
Ada 2 kelompok polimer utama yang ada: [[polimer sintetis]] dan [[biopolimer]]. Polimer sintetis sengaja dibuat dan sering disebut dengan [[plastik|polimer industri]].<ref>"industrial polymers, chemistry of." Encyclopædia Britannica. 2006</ref> Biopolimer muncul di alam tanpa campur tangan manusia.


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.ilmukimia.org/2012/12/penerapan-kimia-organik-dalam-kehidupan.html Penerapan Kimia Organik dalam Kehidupan]
* [http://www.ilmukimia.org/2012/12/penerapan-kimia-organik-dalam-kehidupan.html Penerapan Kimia Organik dalam Kehidupan]
* [https://www.organic-chemistry.org Organic Chemistry Portal]
* [https://www.organic-chemistry.org Organic Chemistry Portal]
* [http://www.organicworldwide.net OrganicWorldwide Portal Web]
* [http://www.organicworldwide.net OrganicWorldwide Portal Web]  
* [http://pubs.acs.org/journals/joceah/index.html Jurnal Kimia organik]
* [http://pubs.acs.org/journals/joceah/index.html Jurnal Kimia organik]
* [http://pubs.acs.org/journals/orlef7/index.html Organic Letters]
* [http://pubs.acs.org/journals/orlef7/index.html Organic Letters]
* [http://www.thieme-connect.com/ejournals/toc/synlett Synlett]
* [http://www.thieme-connect.com/ejournals/toc/synlett Synlett]  
* [http://www.thieme-connect.com/ejournals/toc/synthesis Sintesis]
* [http://www.thieme-connect.com/ejournals/toc/synthesis Sintesis]  
* [http://www.chem-is-try.org/?sect=database Database Kimia Organik]
* [http://www.chem-is-try.org/?sect=database Database Kimia Organik]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+organik&oldid=28750792 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28750792 (2025-12-28T13:58:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimia+organik&oldid=28750792 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28750792 (2025-12-28T13:58:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 09.13

Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik.[1] Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen dan belerang.

Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, tetapi telah dibuktikan bahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangat bergantung pada kimia anorganik; sebagai contoh, banyak enzim yang mendasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga, juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah larutan HCl, larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makanan yang hampir seluruh organisme (terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencerna makanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsur karbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhana yang tidak mengandung ikatan antarkarbon misalnya oksida, garam, asam, karbida, dan mineral. Namun, hal ini tidak berarti bahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metana dan turunannya.

Ada banyak sekali penerapan kimia organik dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya, penerapan pada bidang makanan, obat-obatan, bahan bakar, pewarna, tekstil, parfum, dan lain sebagainya.

Sejarah

Kimia organik sebagai suatu ilmu secara umum disetujui telah dimulai pada tahun 1828 dengan sintesis urea organik oleh Friedrich Woehler, yang secara tidak sengaja menguapkan larutan amonium sianat NH4OCN.

perkembangan dari waktu ke waktu semakin meningkat

Klasifikasi senyawa organik

Gugus fungsi

Konsep mengenai gugus fungsi sangat penting dalam kimia organik, karena berperan untuk menggolongkan struktur dan untuk memprediksi karakteristiknya. Gugus fungsi dapat berpengaruh pada sifat fisik dan kimia suatu senyawa organik. Molekul-molekul dikelompokkan berdasarkan basis gugus fungsinya. Alkohol, misalnya, memiliki subunit C-O-H. Semua alkohol cenderung bersifat hidrofilik, biasanya membentuk ester.

Senyawa alifatik

Hidrokarbon alifatik dapat dibagi menjadi 3 seri homolog berdasarkan tingkat saturasi:

  • parafin/alkana yang tanpa ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga,
  • olefin atau alkena yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap dua, contohnya di-olefin (diena) atau poliolefin.
  • alkuna yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap tiga.

Selain ini digolongkan berdasarkan gugus fungsi yang ada. Senyawa yang ada bisa rantai lurus, rantai bercabang, atau siklik. Derajat percabangan menentukan karakteristiknya.

Senyawa aromatik

Hidrokarbon aromatik mengandung ikatan rangkap dua terkonjugat. Hal ini berarti tiap atom karbon pada cincin terhibridisasi sp2 sehingga menambah stabilitas. Contoh yang paling umum adalah benzena yang strukturnya dirumuskan oleh Kekulé.

Senyawa heterosiklik

Karakteristik hidrokarbon siklik akan berubah jika terdapat heteroatom di dalamnya, yang dapat hadir dalam bentuk substituen yang menempel di luar cincin (eksosiklik) atau sebagai bagian dalam cincin (endosiklik). Piridina dan furan merupakan contoh heterosiklik aromatik sedangkan piperidina dan tetrahidrofuran merupakan contoh heterosiklik alisiklik.

Polimer

Salah satu karakteristik penting karbon adalah siap bergabung membentuk rantai atau jaringan melalui ikatan-ikatan. Proses penggabungan ini dinamakan polimerisasi, sedangkan rantai atau jaringan yang terbentuk disebut polimer. Senyawa awalnya disebut monomer.

Ada 2 kelompok polimer utama yang ada: polimer sintetis dan biopolimer. Polimer sintetis sengaja dibuat dan sering disebut dengan polimer industri.[2] Biopolimer muncul di alam tanpa campur tangan manusia.

Pranala luar

Referensi

  1. Bramianto Setiawan, S. Pd M.Si. ILMU ALAMIAH DASAR. Cv. Eureka Media Aksara. 2022-03-24. ISBN 978-623-5251-54-7.
  2. "industrial polymers, chemistry of." Encyclopædia Britannica. 2006

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28750792 (2025-12-28T13:58:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.