Sulforafana: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 21576830; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 10: | Baris 10: | ||
Sulforaphane juga berfungsi sebagai [[antioksidan]] dan membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan [[Tokyo University of Agriculture and Technology|Tokyo University of Agriculture]] menunjukkan bahwa orang yang memakan 100 gram kecambah brokoli setiap hari selama satu minggu, kadar kolesterol dalam darahnya berkurang. | Sulforaphane juga berfungsi sebagai [[antioksidan]] dan membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan [[Tokyo University of Agriculture and Technology|Tokyo University of Agriculture]] menunjukkan bahwa orang yang memakan 100 gram kecambah brokoli setiap hari selama satu minggu, kadar kolesterol dalam darahnya berkurang. | ||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sulforafana&oldid=21576830 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 21576830 (2022-08-25T17:00:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sulforafana&oldid=21576830 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 21576830 (2022-08-25T17:00:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.53
Sulforafan, atau (R)-1-isotiosiano-4-metil-sulfonil butana, adalah salah satu fitokimia keluarga dari isotiosianat yang mempunyai struktur NCS. Sulforafan dalam tanaman berikatan dengan molekul gula menjadi glukosinolat. Setelah dimakan sulforafan akan terpisah dari molekul gula.
Sama seperti Isotiosianat lainnya, sulforafan glukosinolat ditemukan pada sayuran sawi-sawian (Cruciferae) seperti brokoli, kubis, bunga kol, turnip, lobak, sawi dan petsai. Namun, sulforafan ditemukan paling banyak pada kecambah brokoli.
Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa orang yang banyak memakan sayuran sawi-sawian terindikasi dapat mengurangi risiko terkena kanker. Uji terhadap hewan menunjukkan, konsumsi sayuran sawi-sawian mengurangi frekuensi, ukuran, dan jumlah sel tumor. Ketika sel kanker menyerang, tubuh memproduksi enzim yang dinamakan phase 2 enzymes.
Sulforaphane menginduksi terbentuknya phase 2 enzyme, dengan demikian karsinogen dapat dinetrasisasi sebelum menghancurkan DNA dan juga menghambat perubahan formasi benzo[a]pyrene-DNA dan 1,6-dinitropyrene-DNA.
Kekuatan induksi phase-2-enzymes di dalam sel prostat manusia ditentukan oleh sulforaphane. Sulforaphane juga dapat menghambat secara extra sel, intra sel dan antar sel dalam mencegah resistensi antiboitik Helicobacter pylori dan induksi benzo-a-pyrene yang menyebabkan tumor pada perut.
Sulforaphane juga berfungsi sebagai antioksidan dan membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan Tokyo University of Agriculture menunjukkan bahwa orang yang memakan 100 gram kecambah brokoli setiap hari selama satu minggu, kadar kolesterol dalam darahnya berkurang.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21576830 (2022-08-25T17:00:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.