Lompat ke isi

Resin penukar ion: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29579978; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Resin penukar ion''' atau '''polimer penukar ion''' adalah suatu [[resin]] atau [[polimer]] yang berperan sebagai medium pada [[pertukaran ion]]. Resin ini merupakan suatu matriks (atau struktur pendukung) [[kelarutan|tak larut]] yang biasanya berada dalam bentuk [[manik mikro]] berukuran kecil (diameter 0.25–0.5 mm), biasanya berwarna putih atau kekuningan, dibuat dari suatu [[substrat]] polimer [[senyawa organik|organik]]. Manik-manik resin biasanya [[porositas|berpori]], menyediakan [[luas permukaan]] yang besar di dan didalamnya. Penerangkapan [[ion]] terjadi bersama dengan pelepasan ion lainnya, dan dengan demikian proses ini disebut pertukaran ion. Terdapat beberapa jenis resin penukar ion. Kebanyakan resin komersial terbuat dari [[polistirena sulfonat]].
[[File:Orange_resin.JPG|thumb|right|280px|Orange resin]]
 
'''Resin penukar ion''' atau '''polimer penukar ion''' adalah suatu [[resin]] atau [[polimer]] yang berperan sebagai medium pada [[pertukaran ion]]. Resin ini merupakan suatu matriks (atau struktur pendukung) [[kelarutan|tak larut]] yang biasanya berada dalam bentuk [[manik mikro]] berukuran kecil (diameter 0.25–0.5&nbsp;mm), biasanya berwarna putih atau kekuningan, dibuat dari suatu [[substrat]] polimer [[senyawa organik|organik]]. Manik-manik resin biasanya [[porositas|berpori]], menyediakan [[luas permukaan]] yang besar di dan didalamnya. Penerangkapan [[ion]] terjadi bersama dengan pelepasan ion lainnya, dan dengan demikian proses ini disebut pertukaran ion. Terdapat beberapa jenis resin penukar ion. Kebanyakan resin komersial terbuat dari [[polistirena sulfonat]].<ref>François Dardel and Thomas V. Arden "Ion Exchangers" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2008, Wiley-VCH, Weinheim. .</ref>


Resin penukar ion secara luas digunakan dalam [[proses pemisahan]], pemurnian, dan dekontaminasi yang berbeda. Contoh yang paling umum adalah [[air sadah|pelunakan]] dan [[filtrasi|pemurnian air]]. Dalam banyak kasus, resin penukar ion diperkenalkan dalam proses tersebut sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk penggunaan [[zeolit]] alami atau buatan. Juga, resin penukar ion sangat efektif dalam proses penyaringan [[biodiesel]].
Resin penukar ion secara luas digunakan dalam [[proses pemisahan]], pemurnian, dan dekontaminasi yang berbeda. Contoh yang paling umum adalah [[air sadah|pelunakan]] dan [[filtrasi|pemurnian air]]. Dalam banyak kasus, resin penukar ion diperkenalkan dalam proses tersebut sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk penggunaan [[zeolit]] alami atau buatan. Juga, resin penukar ion sangat efektif dalam proses penyaringan [[biodiesel]].


== Tipe resin ==
== Tipe resin ==
 
Sebagian besar resin penukar ion berdasarkan pada [[polistirena]] [[ikatan silang|yang terikat silang]]. Situs penukar ion yang sebenarnya diperkenalkan setelah [[polimerisasi]]. Selain itu, dalam kasus polistirena, ikatan silang diperkenalkan oleh kopolimerisasi [[stirena]] dan beberapa persen [[divinilbenzena]]. Pengikatan silang mengurangi kapasitas penukar ion dari resin dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pertukaran ion tetapi meningkatkan kekokohan resin. Ukuran partikel juga memengaruhi parameter resin; partikel yang lebih kecil memiliki permukaan luar yang lebih besar, tetapi menyebabkan ''head loss'' yang lebih besar dalam proses kolom.<ref>IUPAC "sangat tidak menyarankan" penggunaan istilah "resin penukar ion" untuk mengacu pada polimer penukar ion, tetapi penggunaannya tetap umum: International Union of Pure and Applied Chemistry. [http://media.iupac.org/publications/pac/2004/pdf/7604x0889.pdf Definitions of Terms Relating to Reactions of Polymers and to Functional Polymeric Materials (IUPAC Recommendations 2003)]. ''Pure Appl. Chem''. 2004. Vol. 76 (4). hlm. 889–906. doi:10.1351/pac200476040889.</ref>
Sebagian besar resin penukar ion berdasarkan pada [[polistirena]] [[ikatan silang|yang terikat silang]]. Situs penukar ion yang sebenarnya diperkenalkan setelah [[polimerisasi]]. Selain itu, dalam kasus polistirena, ikatan silang diperkenalkan oleh kopolimerisasi [[stirena]] dan beberapa persen [[divinilbenzena]]. Pengikatan silang mengurangi kapasitas penukar ion dari resin dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pertukaran ion tetapi meningkatkan kekokohan resin. Ukuran partikel juga memengaruhi parameter resin; partikel yang lebih kecil memiliki permukaan luar yang lebih besar, tetapi menyebabkan ''head loss'' yang lebih besar dalam proses kolom.


Selain dibuat sebagai material berbentuk manik, resin penukar ion juga diproduksi sebagai membran. [[Membran penukar ion]], yang terbuat dari resin pertukaran ion yang sangat terkait-silang yang memungkinkan lintasan ion, tetapi bukan dari air, digunakan untuk [[elektrodialisis]].
Selain dibuat sebagai material berbentuk manik, resin penukar ion juga diproduksi sebagai membran. [[Membran penukar ion]], yang terbuat dari resin pertukaran ion yang sangat terkait-silang yang memungkinkan lintasan ion, tetapi bukan dari air, digunakan untuk [[elektrodialisis]].
Baris 21: Baris 22:
== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
=== Pelunakan air ===
=== Pelunakan air ===
 
Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menggantikan ion [[magnesium]] dan [[kalsium]] yang ditemukan dalam [[air sadah]] dengan ion [[natrium]].<ref>Thomas J. Sorg. [http://apps.awwa.org/WaterLibrary/showabstract.aspx?an=JAW_0049877 Ion Exchange Softening: Effects on Metal Concentrations]. ''Journal AWWA''. Agustus 1999. Vol. 91 (8). hlm. 85–97.</ref> Ketika resin masih segar, mereka mengandung ion natrium pada situs aktifnya. Ketika kontak dengan suatu larutan yang mengandung ion magnesium dan kalsium (namun dengan ion natrium dengan konsentrasi rendah), ion magnesium dan kalsium secara istimewa bermigrasi keluar dari larutan ke situs aktif pada resin, digantikan dalam larutan oleh ion natrium.<ref>[http://www.cmhc-schl.gc.ca/en/co/maho/wawa/wawa_005.cfm Water Softeners]. Canadian Mortgage and Housing Corporation.</ref> Proses ini mencapai kesetimbangan dengan konsentrasi magnesium dan ion kalsium yang lebih rendah dalam larutan daripada saat awalnya.
Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menggantikan ion [[magnesium]] dan [[kalsium]] yang ditemukan dalam [[air sadah]] dengan ion [[natrium]]. Ketika resin masih segar, mereka mengandung ion natrium pada situs aktifnya. Ketika kontak dengan suatu larutan yang mengandung ion magnesium dan kalsium (namun dengan ion natrium dengan konsentrasi rendah), ion magnesium dan kalsium secara istimewa bermigrasi keluar dari larutan ke situs aktif pada resin, digantikan dalam larutan oleh ion natrium. Proses ini mencapai kesetimbangan dengan konsentrasi magnesium dan ion kalsium yang lebih rendah dalam larutan daripada saat awalnya.
 


Resin ini dapat dipakai kembali dengan membilasnya dengan larutan yang mengandung ion natrium dengan konsentrasi yang tinggi (seperti memiliki kandungan yang tinggi dari [[natrium klorida]] (NaCl) yang terlarut didalamnya). Ion kalsium dan magnesium bermigrasi dari resin, digantikan oleh ion natrium dari larutan hingga kesetimbangan baru tercapai. Garam digunakan untuk mengaktifkan kembali resin penukar ion, yang dapat digunakan untuk melunakkan air tersebut.
Resin ini dapat dipakai kembali dengan membilasnya dengan larutan yang mengandung ion natrium dengan konsentrasi yang tinggi (seperti memiliki kandungan yang tinggi dari [[natrium klorida]] (NaCl) yang terlarut didalamnya). Ion kalsium dan magnesium bermigrasi dari resin, digantikan oleh ion natrium dari larutan hingga kesetimbangan baru tercapai. Garam digunakan untuk mengaktifkan kembali resin penukar ion, yang dapat digunakan untuk melunakkan air tersebut.


=== Pemurnian air ===
=== Pemurnian air ===
Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menghilangkan ion-ion [[racun|beracun]] (seperti [[tembaga]]) dan [[logam berat]] (seperti [[timbal]] atau [[kadmium]]) dari larutan, menggantinya dengan ion yang lebih tidak berbahaya, seperti [[natrium]] dan [[kalium]].<ref>[http://www.epa.gov/ogwdw/faq/pdfs/fs_healthseries_filtration.pdf Filtration Facts]. ''U.S. Environmental Protection Administration''. September 2005. hlm. 6-7.</ref>


Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menghilangkan ion-ion [[racun|beracun]] (seperti [[tembaga]]) dan [[logam berat]] (seperti [[timbal]] atau [[kadmium]]) dari larutan, menggantinya dengan ion yang lebih tidak berbahaya, seperti [[natrium]] dan [[kalium]].
Beberapa resin penukar ion menghilangkan [[klorin]] atau kontaminan organik dari air&nbsp;– hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan filter [[karbon aktif]] yang dicampur dengan resin. Ada beberapa resin penukar ion yang menghilangkan ion organik, seperti resin MIEX (penukar ion magnetik). Resin pemurnian [[Penyediaan air|air rumah tangga]] biasanya tidak dapat dipakai kembali&nbsp;– resin tersebut dibuang ketika tidak bisa digunakan lagi.<ref>[http://des.nh.gov/organization/commissioner/pip/factsheets/dwgb/documents/dwgb-2-12.pdf Ion Exchange Treatment of Drinking Water]. ''Des.nh.gov''. 2009.</ref>
 
Beberapa resin penukar ion menghilangkan [[klorin]] atau kontaminan organik dari air&nbsp;– hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan filter [[karbon aktif]] yang dicampur dengan resin. Ada beberapa resin penukar ion yang menghilangkan ion organik, seperti resin MIEX (penukar ion magnetik). Resin pemurnian [[Penyediaan air|air rumah tangga]] biasanya tidak dapat dipakai kembali&nbsp;– resin tersebut dibuang ketika tidak bisa digunakan lagi.


=== Katalisis ===
=== Katalisis ===
Resin pertukaran ion dalam bentuk [[asam]] dikenal dapat [[katalisis|mengkatalisis]] [[reaksi organik]], salah satunya pada [[swakondensasi]] (''self-condensation'') seperti contoh pada dua molekul [[aseton]] yang terkondensasi menjadi senyawa tunggal [[mesitil oksida]] dengan adanya resin penukar ion:
Resin pertukaran ion dalam bentuk [[asam]] dikenal dapat [[katalisis|mengkatalisis]] [[reaksi organik]], salah satunya pada [[swakondensasi]] (''self-condensation'') seperti contoh pada dua molekul [[aseton]] yang terkondensasi menjadi senyawa tunggal [[mesitil oksida]] dengan adanya resin penukar ion:<ref>N. Lorette. ''Ketone Condensations Using Sulfonic Acid Ion Exchange Resin''. ''J. Org. Chem''. 1957. Vol. 22 (3). hlm. 346–347. doi:10.1021/jo01354a619.</ref>


:2 CH<sub>3</sub>COCH<sub>3</sub> → (CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>C=CH(CO)CH<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O
:2 CH<sub>3</sub>COCH<sub>3</sub> → (CH<sub>3</sub>)<sub>2</sub>C=CH(CO)CH<sub>3</sub> + H<sub>2</sub>O
Baris 41: Baris 39:
Resin penukar ion digunakan dalam pembuatan [[obat-obatan]], tidak hanya untuk mengkatalisasi reaksi tertentu, tetapi juga untuk mengisolasi dan memurnikan [[bahan aktif]] farmasi.
Resin penukar ion digunakan dalam pembuatan [[obat-obatan]], tidak hanya untuk mengkatalisasi reaksi tertentu, tetapi juga untuk mengisolasi dan memurnikan [[bahan aktif]] farmasi.


Tiga resin penukar ion, [[natrium polistirena sulfonat]], [[kolestipol]], dan [[kolestiramina]], digunakan sebagai bahan aktif. Natrium polistirena sulfonat adalah resin penukar ion yang bersifat asam kuat dan digunakan untuk mengobati [[hiperkalemia]]. Kolestipol adalah resin penukar ion yang bersifat basa lemah dan digunakan untuk mengobati [[hiperkolesterolemia]]. Kolestiramina adalah resin penukar ion yang [[basa kuat|sangat basa]] dan juga digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia. Kolestipol dan kolestiramina dikenal sebagai [[asam empedu]] sekuestran.
Tiga resin penukar ion, [[natrium polistirena sulfonat]], [[kolestipol]], dan [[kolestiramina]], digunakan sebagai bahan aktif. Natrium polistirena sulfonat adalah resin penukar ion yang bersifat asam kuat dan digunakan untuk mengobati [[hiperkalemia]].<ref>[http://circ.ahajournals.org/content/5/5/747?ijkey=7202d919b4eba28a223b137fa78ae1e2d2717e1d&keytype2=tf_ipsecsha Cation exchange resin in the treatment of congestive heart failure]. ''Circulation''. 1952. Vol. 5. hlm. 747–753. doi:10.1161/01.CIR.5.5.747.</ref><ref>[https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejm196101192640303 Management of hyperkalemia with a cation-exchange resin]. ''N. Engl. J. Med''. 1961. Vol. 264. hlm. 115–119. doi:10.1056/nejm196101192640303.</ref> Kolestipol adalah resin penukar ion yang bersifat basa lemah dan digunakan untuk mengobati [[hiperkolesterolemia]].<ref>''Colestipol: a review of its pharmacological properties and therapeutic efficacy in patients with hypercholesterolaemia''. ''Drugs''. Maret 1980. Vol. 19 (3). hlm. 161–80. doi:10.2165/00003495-198019030-00001.</ref> Kolestiramina adalah resin penukar ion yang [[basa kuat|sangat basa]] dan juga digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia.<ref>[https://archive.org/details/sim_jama_1965-04-12_192_2/page/289 Cholestyramine resin therapy for hypercholesteremia: clinical and metabolic studies]. ''JAMA''. April 1965. Vol. 192. hlm. 289–93. doi:10.1001/jama.1965.03080170017004.</ref> Kolestipol dan kolestiramina dikenal sebagai [[asam empedu]] sekuestran.


Resin penukar ion juga digunakan sebagai [[eksipien]] dalam formulasi farmasi seperti tablet, kapsul, gum, dan suspensi. Dalam penggunaan ini resin penukar ion dapat memiliki beberapa fungsi yang berbeda, termasuk peredupan rasa, perpanjangan pelepasan, peluruhan tablet, peningkatan [[bioavailabilitas]], dan peningkatan stabilitas kimia dari bahan aktif.
Resin penukar ion juga digunakan sebagai [[eksipien]] dalam formulasi farmasi seperti tablet, kapsul, gum, dan suspensi. Dalam penggunaan ini resin penukar ion dapat memiliki beberapa fungsi yang berbeda, termasuk peredupan rasa, perpanjangan pelepasan, peluruhan tablet, peningkatan [[bioavailabilitas]], dan peningkatan stabilitas kimia dari bahan aktif.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Polielektrolit]]
* [[Polielektrolit]]
* [[Kesadahan air]]
* [[Kesadahan air]]
* [[Kromatografi pertukaran ion]]
* [[Kromatografi pertukaran ion]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resin+penukar+ion&oldid=29579978 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579978 (2026-08-15T02:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Resin+penukar+ion&oldid=29579978 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29579978 (2026-08-15T02:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.55

Orange resin

Resin penukar ion atau polimer penukar ion adalah suatu resin atau polimer yang berperan sebagai medium pada pertukaran ion. Resin ini merupakan suatu matriks (atau struktur pendukung) tak larut yang biasanya berada dalam bentuk manik mikro berukuran kecil (diameter 0.25–0.5 mm), biasanya berwarna putih atau kekuningan, dibuat dari suatu substrat polimer organik. Manik-manik resin biasanya berpori, menyediakan luas permukaan yang besar di dan didalamnya. Penerangkapan ion terjadi bersama dengan pelepasan ion lainnya, dan dengan demikian proses ini disebut pertukaran ion. Terdapat beberapa jenis resin penukar ion. Kebanyakan resin komersial terbuat dari polistirena sulfonat.[1]

Resin penukar ion secara luas digunakan dalam proses pemisahan, pemurnian, dan dekontaminasi yang berbeda. Contoh yang paling umum adalah pelunakan dan pemurnian air. Dalam banyak kasus, resin penukar ion diperkenalkan dalam proses tersebut sebagai alternatif yang lebih fleksibel untuk penggunaan zeolit alami atau buatan. Juga, resin penukar ion sangat efektif dalam proses penyaringan biodiesel.

Tipe resin

Sebagian besar resin penukar ion berdasarkan pada polistirena yang terikat silang. Situs penukar ion yang sebenarnya diperkenalkan setelah polimerisasi. Selain itu, dalam kasus polistirena, ikatan silang diperkenalkan oleh kopolimerisasi stirena dan beberapa persen divinilbenzena. Pengikatan silang mengurangi kapasitas penukar ion dari resin dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pertukaran ion tetapi meningkatkan kekokohan resin. Ukuran partikel juga memengaruhi parameter resin; partikel yang lebih kecil memiliki permukaan luar yang lebih besar, tetapi menyebabkan head loss yang lebih besar dalam proses kolom.[2]

Selain dibuat sebagai material berbentuk manik, resin penukar ion juga diproduksi sebagai membran. Membran penukar ion, yang terbuat dari resin pertukaran ion yang sangat terkait-silang yang memungkinkan lintasan ion, tetapi bukan dari air, digunakan untuk elektrodialisis.

Empat tipe utama resin penukar ion dibedakan dari gugus fungsional yang dimilikinya:

Resin penukar ion khusus juga dikenal seperti resin pengelat (asam iminodiasetat, resin berbasis-tiourea, dan lain sebagainya).

Resin anion dan resin kation adalah dua resin yang paling umum digunakan dalam proses pertukaran ion. Sementara resin anion menarik ion bermuatan negatif, resin kation menarik ion bermuatan positif.

Penggunaan

Pelunakan air

Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menggantikan ion magnesium dan kalsium yang ditemukan dalam air sadah dengan ion natrium.[3] Ketika resin masih segar, mereka mengandung ion natrium pada situs aktifnya. Ketika kontak dengan suatu larutan yang mengandung ion magnesium dan kalsium (namun dengan ion natrium dengan konsentrasi rendah), ion magnesium dan kalsium secara istimewa bermigrasi keluar dari larutan ke situs aktif pada resin, digantikan dalam larutan oleh ion natrium.[4] Proses ini mencapai kesetimbangan dengan konsentrasi magnesium dan ion kalsium yang lebih rendah dalam larutan daripada saat awalnya.

Resin ini dapat dipakai kembali dengan membilasnya dengan larutan yang mengandung ion natrium dengan konsentrasi yang tinggi (seperti memiliki kandungan yang tinggi dari natrium klorida (NaCl) yang terlarut didalamnya). Ion kalsium dan magnesium bermigrasi dari resin, digantikan oleh ion natrium dari larutan hingga kesetimbangan baru tercapai. Garam digunakan untuk mengaktifkan kembali resin penukar ion, yang dapat digunakan untuk melunakkan air tersebut.

Pemurnian air

Dalam aplikasi ini, resin penukar ion digunakan untuk menghilangkan ion-ion beracun (seperti tembaga) dan logam berat (seperti timbal atau kadmium) dari larutan, menggantinya dengan ion yang lebih tidak berbahaya, seperti natrium dan kalium.[5]

Beberapa resin penukar ion menghilangkan klorin atau kontaminan organik dari air – hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan filter karbon aktif yang dicampur dengan resin. Ada beberapa resin penukar ion yang menghilangkan ion organik, seperti resin MIEX (penukar ion magnetik). Resin pemurnian air rumah tangga biasanya tidak dapat dipakai kembali – resin tersebut dibuang ketika tidak bisa digunakan lagi.[6]

Katalisis

Resin pertukaran ion dalam bentuk asam dikenal dapat mengkatalisis reaksi organik, salah satunya pada swakondensasi (self-condensation) seperti contoh pada dua molekul aseton yang terkondensasi menjadi senyawa tunggal mesitil oksida dengan adanya resin penukar ion:[7]

2 CH3COCH3 → (CH3)2C=CH(CO)CH3 + H2O

Farmasi

Resin penukar ion digunakan dalam pembuatan obat-obatan, tidak hanya untuk mengkatalisasi reaksi tertentu, tetapi juga untuk mengisolasi dan memurnikan bahan aktif farmasi.

Tiga resin penukar ion, natrium polistirena sulfonat, kolestipol, dan kolestiramina, digunakan sebagai bahan aktif. Natrium polistirena sulfonat adalah resin penukar ion yang bersifat asam kuat dan digunakan untuk mengobati hiperkalemia.[8][9] Kolestipol adalah resin penukar ion yang bersifat basa lemah dan digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia.[10] Kolestiramina adalah resin penukar ion yang sangat basa dan juga digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia.[11] Kolestipol dan kolestiramina dikenal sebagai asam empedu sekuestran.

Resin penukar ion juga digunakan sebagai eksipien dalam formulasi farmasi seperti tablet, kapsul, gum, dan suspensi. Dalam penggunaan ini resin penukar ion dapat memiliki beberapa fungsi yang berbeda, termasuk peredupan rasa, perpanjangan pelepasan, peluruhan tablet, peningkatan bioavailabilitas, dan peningkatan stabilitas kimia dari bahan aktif.

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. François Dardel and Thomas V. Arden "Ion Exchangers" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2008, Wiley-VCH, Weinheim. .
  2. IUPAC "sangat tidak menyarankan" penggunaan istilah "resin penukar ion" untuk mengacu pada polimer penukar ion, tetapi penggunaannya tetap umum: International Union of Pure and Applied Chemistry. Definitions of Terms Relating to Reactions of Polymers and to Functional Polymeric Materials (IUPAC Recommendations 2003). Pure Appl. Chem. 2004. Vol. 76 (4). hlm. 889–906. doi:10.1351/pac200476040889.
  3. Thomas J. Sorg. Ion Exchange Softening: Effects on Metal Concentrations. Journal AWWA. Agustus 1999. Vol. 91 (8). hlm. 85–97.
  4. Water Softeners. Canadian Mortgage and Housing Corporation.
  5. Filtration Facts. U.S. Environmental Protection Administration. September 2005. hlm. 6-7.
  6. Ion Exchange Treatment of Drinking Water. Des.nh.gov. 2009.
  7. N. Lorette. Ketone Condensations Using Sulfonic Acid Ion Exchange Resin. J. Org. Chem. 1957. Vol. 22 (3). hlm. 346–347. doi:10.1021/jo01354a619.
  8. Cation exchange resin in the treatment of congestive heart failure. Circulation. 1952. Vol. 5. hlm. 747–753. doi:10.1161/01.CIR.5.5.747.
  9. Management of hyperkalemia with a cation-exchange resin. N. Engl. J. Med. 1961. Vol. 264. hlm. 115–119. doi:10.1056/nejm196101192640303.
  10. Colestipol: a review of its pharmacological properties and therapeutic efficacy in patients with hypercholesterolaemia. Drugs. Maret 1980. Vol. 19 (3). hlm. 161–80. doi:10.2165/00003495-198019030-00001.
  11. Cholestyramine resin therapy for hypercholesteremia: clinical and metabolic studies. JAMA. April 1965. Vol. 192. hlm. 289–93. doi:10.1001/jama.1965.03080170017004.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29579978 (2026-08-15T02:53:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.