Reaksi hidrasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28484477; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Reaksi hidrasi''' adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana suatu zat dikombinasikan dengan [[air]]. Dalam [[kimia organik]], air ditambahkan pada substrat tak jenuh, biasanya merupakan suatu [[alkena]] atau [[alkuna]]. Jenis reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan [[etanol]], [[isopropanol]], and 2-[[butanol]]. | '''Reaksi hidrasi''' adalah suatu [[reaksi kimia]] di mana suatu zat dikombinasikan dengan [[air]]. Dalam [[kimia organik]], air ditambahkan pada substrat tak jenuh, biasanya merupakan suatu [[alkena]] atau [[alkuna]]. Jenis reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan [[etanol]], [[isopropanol]], and 2-[[butanol]].<ref>.</ref> | ||
== Kimia anorganik == | == Kimia anorganik == | ||
Hidrasi merupakan proses penting dalam banyak aplikasi; Salah satu contohnya adalah produksi [[semen Portland]] oleh ikatan silang [[kalsium oksida]] dan [[silika]]t yang diinduksi oleh air. Hidrasi adalah proses dimana zat pengering berfungsi. | Hidrasi merupakan proses penting dalam banyak aplikasi; Salah satu contohnya adalah produksi [[semen Portland]] oleh ikatan silang [[kalsium oksida]] dan [[silika]]t yang diinduksi oleh air. Hidrasi adalah proses dimana zat pengering berfungsi. | ||
== Kimia organik == | == Kimia organik == | ||
=== Konversi epoksida menjadi glikol === | === Konversi epoksida menjadi glikol === | ||
Beberapa miliar kilogram [[etilen glikol]] diproduksi setiap tahun oleh hidrasi [[etilen oksida]]: | Beberapa miliar kilogram [[etilen glikol]] diproduksi setiap tahun oleh hidrasi [[etilen oksida]]: | ||
: C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>O + H<sub>2</sub>O → HO–CH<sub>2</sub>CH<sub>2</sub>–OH | : C<sub>2</sub>H<sub>4</sub>O + H<sub>2</sub>O → HO–CH<sub>2</sub>CH<sub>2</sub>–OH | ||
Katalis asam biasanya digunakan dalam reaksi ini. | Katalis asam biasanya digunakan dalam reaksi ini.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+hidrasi&oldid=28484477 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
=== Alkena === | === Alkena === | ||
| Baris 28: | Baris 26: | ||
Rute dua langkah ini disebut "proses tidak langsung". | Rute dua langkah ini disebut "proses tidak langsung". | ||
Dalam "proses langsung", asam tersebut memancarkan alkena, dan air bereaksi dengan karboksi yang baru mulai ini untuk menghasilkan alkohol. Proses langsung lebih populer karena lebih sederhana. Katalis asam meliputi [[asam fosfat]] dan beberapa [[asam]] padat.<ref>.</ref> | |||
Dalam "proses langsung", asam tersebut memancarkan alkena, dan air bereaksi dengan karboksi yang baru mulai ini untuk menghasilkan alkohol. Proses langsung lebih populer karena lebih sederhana. Katalis asam meliputi [[asam fosfat]] dan beberapa [[asam]] padat. | |||
berikut ini adalah contoh reaksi hidrasi 1-metilsikloheksena menjadi 1-metilsikloheksanol: | berikut ini adalah contoh reaksi hidrasi 1-metilsikloheksena menjadi 1-metilsikloheksanol: | ||
Banyak rute alternatif tersedia untuk memproduksi alkohol, termasuk [[reaksi hidroborasi–oksidasi]], [[reaksi oksimerkurasi#Oksimerkurasi–reduksi|reaksi oksimerkurasi–reduksi]], [[hidrasi Mukaiyama]], reduksi keton dan aldehida serta sebagai metode [[fermentasi]] biologis. | Banyak rute alternatif tersedia untuk memproduksi alkohol, termasuk [[reaksi hidroborasi–oksidasi]], [[reaksi oksimerkurasi#Oksimerkurasi–reduksi|reaksi oksimerkurasi–reduksi]], [[hidrasi Mukaiyama]], reduksi keton dan aldehida serta sebagai metode [[fermentasi]] biologis. | ||
=== Alkuna === | === Alkuna === | ||
[[Asetilena]] terhidrasi untuk menghasilkan [[asetaldehida]]: Prosesnya biasanya bergantung pada katalis raksa dan telah dihentikan di Barat tetapi masih dipraktikkan di Tiongkok. Pusat Hg<sup>2+</sup> mengikat pada [[ikatan rangkap tiga]] C≡C, yang kemudian diserang oleh air. Reaksinya adalah: | [[Asetilena]] terhidrasi untuk menghasilkan [[asetaldehida]]:<ref>Marc Eckert, Gerald Fleischmann, Reinhard Jira, Hermann M. Bolt, Klaus Golka "Acetaldehyde" in ''Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry'', 2006, Wiley-VCH, Weinheim. .</ref> Prosesnya biasanya bergantung pada katalis raksa dan telah dihentikan di Barat tetapi masih dipraktikkan di Tiongkok. Pusat Hg<sup>2+</sup> mengikat pada [[ikatan rangkap tiga]] C≡C, yang kemudian diserang oleh air. Reaksinya adalah: | ||
=== Hidrasi substrat lain === | === Hidrasi substrat lain === | ||
| Baris 57: | Baris 51: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+hidrasi&oldid=28484477 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484477 (2025-11-14T08:50:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Reaksi+hidrasi&oldid=28484477 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28484477 (2025-11-14T08:50:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.56
Reaksi hidrasi adalah suatu reaksi kimia di mana suatu zat dikombinasikan dengan air. Dalam kimia organik, air ditambahkan pada substrat tak jenuh, biasanya merupakan suatu alkena atau alkuna. Jenis reaksi ini digunakan secara industri untuk menghasilkan etanol, isopropanol, and 2-butanol.[1]
Kimia anorganik
Hidrasi merupakan proses penting dalam banyak aplikasi; Salah satu contohnya adalah produksi semen Portland oleh ikatan silang kalsium oksida dan silikat yang diinduksi oleh air. Hidrasi adalah proses dimana zat pengering berfungsi.
Kimia organik
Konversi epoksida menjadi glikol
Beberapa miliar kilogram etilen glikol diproduksi setiap tahun oleh hidrasi etilen oksida:
- C2H4O + H2O → HO–CH2CH2–OH
Katalis asam biasanya digunakan dalam reaksi ini.[2]
Alkena
Untuk hidrasi alkena, persamaan reaksi kimia yang umum adalah sebagai berikut:
Sebuah gugus hidroksil (OH−) menempel pada salah satu karbon pada ikatan rangkap dua, dan sebuah proton (H+) menambah pada karbon ikatan rangkap lainnya. Reaksi ini sangat eksotermik. Pada langkah pertama, alkena bertindak sebagai nukleofil dan menyerang proton, mengikuti aturan Markovnikov. Pada langkah kedua sebuah molekul H2O terikat pada karbon yang lain, yang lebih tersubstitusi. Atom oksigen pada titik ini memiliki tiga ikatan dan membawa muatan positif (yaitu, molekulnya adalah oksonium). Molekul air lainnya datang dan mengambil proton tambahan. Reaksi ini cenderung menghasilkan banyak produk samping yang tidak diinginkan, (misalnya dietil eter dalam proses pembuatan etanol) dan dalam bentuk sederhana yang dijelaskan di sini tidak dianggap sangat berguna untuk produksi alkohol.
Dua pendekatan diambil. Secara tradisional alkena diolah dengan asam sulfat untuk menghasilkan alkil sulfat ester. Dalam kasus produksi etanol, langkah ini bisa dituliskan:
- H2SO4 + C2H4 → C2H5-O-SO3H
Selanjutnya, ester sulfat ini dihidrolisis untuk meregenerasi asam sulfat dan melepaskan etanol:
- C2H5-O-SO3H + H2O → H2SO4 + C2H5OH
Rute dua langkah ini disebut "proses tidak langsung".
Dalam "proses langsung", asam tersebut memancarkan alkena, dan air bereaksi dengan karboksi yang baru mulai ini untuk menghasilkan alkohol. Proses langsung lebih populer karena lebih sederhana. Katalis asam meliputi asam fosfat dan beberapa asam padat.[3] berikut ini adalah contoh reaksi hidrasi 1-metilsikloheksena menjadi 1-metilsikloheksanol:
Banyak rute alternatif tersedia untuk memproduksi alkohol, termasuk reaksi hidroborasi–oksidasi, reaksi oksimerkurasi–reduksi, hidrasi Mukaiyama, reduksi keton dan aldehida serta sebagai metode fermentasi biologis.
Alkuna
Asetilena terhidrasi untuk menghasilkan asetaldehida:[4] Prosesnya biasanya bergantung pada katalis raksa dan telah dihentikan di Barat tetapi masih dipraktikkan di Tiongkok. Pusat Hg2+ mengikat pada ikatan rangkap tiga C≡C, yang kemudian diserang oleh air. Reaksinya adalah:
Hidrasi substrat lain
Setiap senyawa organik tak jenuh rentan terhadap hidrasi. Nitril mengalami hidrasi untuk menghasilkan amida:
- H2O + RCN → RC(O)NH2
Reaksi ini digunakan dalam produksi akrilamida.
Aldehida dan sampai batas tertentu bahkan keton, hidrat sampai diol geminal. Reaksi ini terutama dominan untuk formaldehida, yang, dengan adanya air, hadir secara signifikan sebagai dihidroksimetana.
Reaksi konseptual serupa meliputi hidroaminasi dan hidroalkoksilasi, yang melibatkan penambahan amina dan alkohol ke alkena.
Lihat pula
Referensi
- ↑ .
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ .
- ↑ Marc Eckert, Gerald Fleischmann, Reinhard Jira, Hermann M. Bolt, Klaus Golka "Acetaldehyde" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, 2006, Wiley-VCH, Weinheim. .
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28484477 (2025-11-14T08:50:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.