Lompat ke isi

Pengawalemakan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27848579; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Pengawalemakan''' adalah pelarutan [[lipid]] dermal secara kimiawi, dari [[kulit]], saat kontak dengan agen pengawalemak. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya air dari daerah yang terkena dan menyebabkan kulit memutih dan mengering yang dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, infeksi sekunder, dan [[dermatitis kontak iritan]] kimia.
'''Pengawalemakan''' adalah pelarutan [[lipid]] dermal secara kimiawi, dari [[kulit]], saat kontak dengan agen pengawalemak. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya air dari daerah yang terkena dan menyebabkan kulit memutih dan mengering yang dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, infeksi sekunder, dan [[dermatitis kontak iritan]] kimia. <ref>John Burke Sullivan. [https://books.google.com/books?id=PyUSgdZUGr4C Clinical environmental health and toxic exposures]. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. hlm. 189–190. ISBN 978-0-683-08027-8.</ref>


== Menyebabkan ==
== Menyebabkan ==
 
Pengawalemakan disebabkan oleh paparan kulit manusia terhadap zat kimia, termasuk [[alkohol]], [[Detergen|deterjen]], [[pelarut]] kimia, dan [[Oli mesin|oli motor]] . [[Senyawa alifatik]] (umumnya ditemukan dalam [[minyak tanah]] ) menyebabkan aksi pengawalemakan, dengan alifatik titik didih rendah memiliki aksi pengawalemakan terbesar dan oleh karena itu paling berpotensi menyebabkan dermatitis. Senyawa aromatik, seperti [[stirena]], juga memiliki kapasitas menghilangkan lemak.  
Pengawalemakan disebabkan oleh paparan kulit manusia terhadap zat kimia, termasuk [[alkohol]], [[Detergen|deterjen]], [[pelarut]] kimia, dan [[Oli mesin|oli motor]] . [[Senyawa alifatik]] (umumnya ditemukan dalam [[minyak tanah]] ) menyebabkan aksi pengawalemakan, dengan alifatik titik didih rendah memiliki aksi pengawalemakan terbesar dan oleh karena itu paling berpotensi menyebabkan dermatitis. Senyawa aromatik, seperti [[stirena]], juga memiliki kapasitas menghilangkan lemak.


== Pencegahan ==
== Pencegahan ==
Pengawalemakan dapat dicegah dengan memakai pakaian pelindung yang sesuai seperti [[sarung tangan]], [[Jas laboratorium|jas lab]] dan [[celemek]] saat bekerja secara teratur dengan agen defatting. Kontak kulit yang lama atau pengelupasan kulit yang kronis meningkatkan kemungkinan berkembangnya dermatitis kontak iritan dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya. Pasien dengan dermatitis kronis disarankan untuk menggunakan [[sabun]] dan [[Sabun cuci piring|cairan pencuci piring]] yang tidak menyebabkan iritasi dan memilih yang memiliki [[pH]] netral dan kemampuan menghilangkan lemak yang minimal.
Pengawalemakan dapat dicegah dengan memakai pakaian pelindung yang sesuai seperti [[sarung tangan]], [[Jas laboratorium|jas lab]] dan [[celemek]] saat bekerja secara teratur dengan agen defatting. Kontak kulit yang lama atau pengelupasan kulit yang kronis meningkatkan kemungkinan berkembangnya dermatitis kontak iritan dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya. Pasien dengan dermatitis kronis disarankan untuk menggunakan [[sabun]] dan [[Sabun cuci piring|cairan pencuci piring]] yang tidak menyebabkan iritasi dan memilih yang memiliki [[pH]] netral dan kemampuan menghilangkan lemak yang minimal.<ref>Donald Y. M. Leung. [https://books.google.com/books?id=HGykVBki2wwC Allergic skin disease: a multidisciplinary approach]. Informa Health Care. 2000. hlm. 498. ISBN 978-0-8247-0287-8.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengawalemakan&oldid=27848579 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27848579 (2025-09-18T11:04:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengawalemakan&oldid=27848579 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27848579 (2025-09-18T11:04:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 14.58

Pengawalemakan adalah pelarutan lipid dermal secara kimiawi, dari kulit, saat kontak dengan agen pengawalemak. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya air dari daerah yang terkena dan menyebabkan kulit memutih dan mengering yang dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, infeksi sekunder, dan dermatitis kontak iritan kimia. [1]

Menyebabkan

Pengawalemakan disebabkan oleh paparan kulit manusia terhadap zat kimia, termasuk alkohol, deterjen, pelarut kimia, dan oli motor . Senyawa alifatik (umumnya ditemukan dalam minyak tanah ) menyebabkan aksi pengawalemakan, dengan alifatik titik didih rendah memiliki aksi pengawalemakan terbesar dan oleh karena itu paling berpotensi menyebabkan dermatitis. Senyawa aromatik, seperti stirena, juga memiliki kapasitas menghilangkan lemak.

Pencegahan

Pengawalemakan dapat dicegah dengan memakai pakaian pelindung yang sesuai seperti sarung tangan, jas lab dan celemek saat bekerja secara teratur dengan agen defatting. Kontak kulit yang lama atau pengelupasan kulit yang kronis meningkatkan kemungkinan berkembangnya dermatitis kontak iritan dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya. Pasien dengan dermatitis kronis disarankan untuk menggunakan sabun dan cairan pencuci piring yang tidak menyebabkan iritasi dan memilih yang memiliki pH netral dan kemampuan menghilangkan lemak yang minimal.[2]

Referensi

  1. John Burke Sullivan. Clinical environmental health and toxic exposures. Lippincott Williams & Wilkins. 2001. hlm. 189–190. ISBN 978-0-683-08027-8.
  2. Donald Y. M. Leung. Allergic skin disease: a multidisciplinary approach. Informa Health Care. 2000. hlm. 498. ISBN 978-0-8247-0287-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27848579 (2025-09-18T11:04:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.