Kematian maternal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29416239; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Kematian maternal''' atau '''kematian ibu hamil''' merupakan kematian wanita sewaktu [[Kehamilan|hamil]], [[melahirkan]] atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan sesuai dengan definisi [[Organisasi Kesehatan Dunia|WHO]]. WHO juga mendefinisikan kematian maternal tanpa melihat usia kehamilan dan letak [[janin]], disebabkan apapun yang terkait dan diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak disebabkan oleh [[kecelakaan]]. Kematian ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor klinis, faktor pelayanan kesehatan, maupun faktor-faktor non-kesehatan. | '''Kematian maternal''' atau '''kematian ibu hamil''' merupakan kematian wanita sewaktu [[Kehamilan|hamil]], [[melahirkan]] atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan sesuai dengan definisi [[Organisasi Kesehatan Dunia|WHO]].<ref>Pondok Ibu. [http://pondokibu.com/penyebab-kematian-maternal.html Penyebab Kematian Maternal]. ''Pondokibu''. 2012-04-12.</ref><ref>Suriyati. [https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/559403-kematian-maternal-dan-faktor-predisposis-cbead16e.pdf Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya]. Eureka Media Aksara. 2022.</ref> WHO juga mendefinisikan kematian maternal tanpa melihat usia kehamilan dan letak [[janin]], disebabkan apapun yang terkait dan diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak disebabkan oleh [[kecelakaan]]. Kematian ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor klinis, faktor pelayanan kesehatan, maupun faktor-faktor non-kesehatan.<ref>Suriyati. [https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/559403-kematian-maternal-dan-faktor-predisposis-cbead16e.pdf Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya]. Eureka Media Aksara. 2022.</ref> | ||
Menurut data WHO dan [[Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa|UNFPA]], sekitar 800 perempuan meninggal dunia setiap harinya karena sebab-sebab yang bisa dicegah yang berkaitan dengan hamil dan melahirkan. Untuk setiap perempuan yang meninggal dunia, terdapat 20-30 perempuan yang mengalami cedera, [[infeksi]], dan disabilitas. Pada 2020 tercatat 287.000 perempuan yang meninggal karena kematian maternal, angka ini menurun dari data 2017 yang mencapai 295.000 perempuan. Secara global, rasio kematian maternal mengalami tren penurunan, dari 342 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2000 menjadi 211 kematian per 100.000 kelahiran pada 2017. | Menurut data WHO dan [[Dana Penduduk Perserikatan Bangsa-Bangsa|UNFPA]], sekitar 800 perempuan meninggal dunia setiap harinya karena sebab-sebab yang bisa dicegah yang berkaitan dengan hamil dan melahirkan. Untuk setiap perempuan yang meninggal dunia, terdapat 20-30 perempuan yang mengalami cedera, [[infeksi]], dan disabilitas. Pada 2020 tercatat 287.000 perempuan yang meninggal karena kematian maternal, angka ini menurun dari data 2017 yang mencapai 295.000 perempuan. Secara global, rasio kematian maternal mengalami tren penurunan, dari 342 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2000 menjadi 211 kematian per 100.000 kelahiran pada 2017.<ref>WHO. [https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality Maternal mortality]. ''WHO''. 2023-02-22.</ref><ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
Meski demikian, terdapat disparitas atau ketimpangan kematian maternal antara [[negara maju]] dan [[negara berkembang]]. Sekitar 95% kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana angka kematian ibu (AKI) di [[Afrika Sub-Sahara]] dan [[Asia Selatan]] mencapai 87% dari total kematian (237.000). Rasio kematian maternal di negara berpenghasilan rendah mencapai 430 per 100.000 kelahiran, sementara di negara berpenghasilan tinggi hanya 12 per 100.000 kelahiran. Meski demikian, terdapat penurunan rasio kematian maternal yang signifikan di Eropa Timur (70%) dan Asia Selatan (67%) sepanjang 2000-2020. Subkawasan Afrika Timur, Asia Tengah, Asia Timur, dan Afrika Utara berhasilkan menurunkan rasio kematian maternal hingga separuh. | Meski demikian, terdapat disparitas atau ketimpangan kematian maternal antara [[negara maju]] dan [[negara berkembang]]. Sekitar 95% kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana angka kematian ibu (AKI) di [[Afrika Sub-Sahara]] dan [[Asia Selatan]] mencapai 87% dari total kematian (237.000).<ref>WHO. [https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality Maternal mortality]. ''WHO''. 2023-02-22.</ref><ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> Rasio kematian maternal di negara berpenghasilan rendah mencapai 430 per 100.000 kelahiran, sementara di negara berpenghasilan tinggi hanya 12 per 100.000 kelahiran. Meski demikian, terdapat penurunan rasio kematian maternal yang signifikan di Eropa Timur (70%) dan Asia Selatan (67%) sepanjang 2000-2020. Subkawasan Afrika Timur, Asia Tengah, Asia Timur, dan Afrika Utara berhasilkan menurunkan rasio kematian maternal hingga separuh.<ref>WHO. [https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality Maternal mortality]. ''WHO''. 2023-02-22.</ref> | ||
Isu kesehatan perempuan dan kematian ibu hamil merupakan prioritas pembangunan nasional dan global. Konferensi Internasional tentang Populasi dan Pembangunan dan [[Tujuan Pembangunan Milenium]] memiliki target penurunan rasio kematian maternal hingga 75% pada 1990-2015 yang sayangnya tidak tercapai. Pengganti MDGs, yakni SDGs atau [[Tujuan Pembangunan Berkelanjutan]] memiliki target penurunan angka kematian ibu hamil hingga 70 kematian per 100.000 kelahiran pada 2030. | Isu kesehatan perempuan dan kematian ibu hamil merupakan prioritas pembangunan nasional dan global. Konferensi Internasional tentang Populasi dan Pembangunan dan [[Tujuan Pembangunan Milenium]] memiliki target penurunan rasio kematian maternal hingga 75% pada 1990-2015 yang sayangnya tidak tercapai. Pengganti MDGs, yakni SDGs atau [[Tujuan Pembangunan Berkelanjutan]] memiliki target penurunan angka kematian ibu hamil hingga 70 kematian per 100.000 kelahiran pada 2030.<ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
Kematian maternal dibagi menjadi 2, yakni kematian maternal secara langsung dan tidak langsung. | Kematian maternal dibagi menjadi 2, yakni kematian maternal secara langsung dan tidak langsung. | ||
== Faktor penyebab obstetrik langsung dan tidak langsung == | == Faktor penyebab obstetrik langsung dan tidak langsung == | ||
Kematian maternal disebabkan oleh komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian maternal terdiri atas dua penyebab. Pertama, penyebab [[Obstetri|obstetrik]] langsung karena komplikasi saat kehamilan, pesalinan dan nifas, termasuk komplikasi aborsi. Kedua, penyebab obstetrik tidak langsung, yaitu kematian maternal yang diakibatkan oleh penyakit yang sudah diderita sebelum kehamilan atau penyakit yang timbul selama kehamilan yang tidak berkaitan dengan penyebab obstretri langsung, akan tetapi diperburuk oleh kehamilan. Sekitar 75% kematian ibu hamil disebabkan oleh 5 penyebab langsung ini, antara lain: | Kematian maternal disebabkan oleh komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian maternal terdiri atas dua penyebab. Pertama, penyebab [[Obstetri|obstetrik]] langsung karena komplikasi saat kehamilan, pesalinan dan nifas, termasuk komplikasi aborsi. Kedua, penyebab obstetrik tidak langsung, yaitu kematian maternal yang diakibatkan oleh penyakit yang sudah diderita sebelum kehamilan atau penyakit yang timbul selama kehamilan yang tidak berkaitan dengan penyebab obstretri langsung, akan tetapi diperburuk oleh kehamilan.<ref>Suriyati. [https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/559403-kematian-maternal-dan-faktor-predisposis-cbead16e.pdf Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya]. Eureka Media Aksara. 2022.</ref> Sekitar 75% kematian ibu hamil disebabkan oleh 5 penyebab langsung ini, antara lain: | ||
* pendarahan hebat (terutama pendarahan setelah persalinan); | * pendarahan hebat (terutama pendarahan setelah persalinan); | ||
| Baris 16: | Baris 16: | ||
* tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia and eklampsia); | * tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia and eklampsia); | ||
* komplikasi dari persalinan; dan | * komplikasi dari persalinan; dan | ||
* aborsi yang tidak aman. | * aborsi yang tidak aman.<ref>WHO. [https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality Maternal mortality]. ''WHO''. 2023-02-22.</ref> | ||
== Faktor non-kesehatan == | == Faktor non-kesehatan == | ||
| Baris 23: | Baris 23: | ||
* ekonomi dan psikologis : rasa takut pada pada pasien untuk dibawa kerumah sakit atau ketakutan untuk menjalani operasi karena rasa sakit atau kurangnya biaya, sehingga pasien baru dibawa ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah sangat parah | * ekonomi dan psikologis : rasa takut pada pada pasien untuk dibawa kerumah sakit atau ketakutan untuk menjalani operasi karena rasa sakit atau kurangnya biaya, sehingga pasien baru dibawa ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah sangat parah | ||
* sosial budaya : faktor sosial seperti pernikahan usia dini atau diluar nikah kerap membuat seorang calon ibu menyembunyikan kehamilannya sehingga menghindari pemeriksaan kesehatan secara rutin. | * sosial budaya : faktor sosial seperti pernikahan usia dini atau diluar nikah kerap membuat seorang calon ibu menyembunyikan kehamilannya sehingga menghindari pemeriksaan kesehatan secara rutin. | ||
* geografis dan transportasi : jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan serta ketersediaan transportasi tercatat sebagai penyumbang keterlambatan ibu hamil dalam mencapai fasilitas kesehatan. | * geografis dan transportasi : jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan serta ketersediaan transportasi tercatat sebagai penyumbang keterlambatan ibu hamil dalam mencapai fasilitas kesehatan.<ref>Innama Sakinah. [https://journal.ibrahimy.ac.id/index.php/oksitosin/article/view/2589 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Maternal dalam Penguatan Pengetahuan dan Pengembangan Kebijakan Kesehatan: Studi Otopsi Verbal Maternal]. ''Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan''. 2023-02-01. Vol. 10 (1). hlm. 69–88. doi:10.35316/oksitosin.v10i1.2589.</ref> | ||
== Pencegahan == | == Pencegahan == | ||
=== Perawatan pra-melahirkan === | === Perawatan pra-melahirkan === | ||
Perawatan pra-melahirkan adalah langkah penting untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. WHO merekomendasikan setidaknya 8 kali kunjungan pra-melahirkan bagi para ibu hamil agar dapat mengecek tanda-tanda kesehatan yang kurang baik atau penyakit, seperti berat badan di bawah normal, [[anemia]], [[Tekanan darah tinggi|hipertensi]], atau infeksi serta memonitor kondisi janin. | Perawatan pra-melahirkan adalah langkah penting untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. WHO merekomendasikan setidaknya 8 kali kunjungan pra-melahirkan bagi para ibu hamil agar dapat mengecek tanda-tanda kesehatan yang kurang baik atau penyakit, seperti berat badan di bawah normal, [[anemia]], [[Tekanan darah tinggi|hipertensi]], atau infeksi serta memonitor kondisi janin.<ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
=== Penolong persalinan yang terampil === | === Penolong persalinan yang terampil === | ||
Penolong persalinan yang terampil, dengan dukungan darurat, adalah intervensi paling penting untuk memastikan keselamatan ibu. Penolong yang terampil adalah [[tenaga kesehatan]] seperti [[dokter]], [[Keperawatan|perawat]], dan [[bidan]] yang mempunyai keterampilan menangani persalinan normal dan mengenali komplikasi. Mereka dapat menangani komplikasi dasar dan bila perlu merujuk pasien ke perawatan darurat yang komprehensif. Penolong persalinan yang terampil juga penting untuk memastikan kesehatan bayi baru lahir. | Penolong persalinan yang terampil, dengan dukungan darurat, adalah intervensi paling penting untuk memastikan keselamatan ibu. Penolong yang terampil adalah [[tenaga kesehatan]] seperti [[dokter]], [[Keperawatan|perawat]], dan [[bidan]] yang mempunyai keterampilan menangani persalinan normal dan mengenali komplikasi. Mereka dapat menangani komplikasi dasar dan bila perlu merujuk pasien ke perawatan darurat yang komprehensif. Penolong persalinan yang terampil juga penting untuk memastikan kesehatan bayi baru lahir.<ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
=== Perawatan obstetri darurat === | === Perawatan obstetri darurat === | ||
Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu. Penyebab langsung utama kematian ibu berkaitan erat dengan kondisi klinis, sehingga hal ini dapat segera ditangani apabila terdapat nakes dan fasilitas yang memadai. Jika terjadi komplikasi, semua perempuan dan bayi baru lahir harus memiliki akses cepat ke fasilitas obstetri darurat yang berfungsi baik. | Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu. Penyebab langsung utama kematian ibu berkaitan erat dengan kondisi klinis, sehingga hal ini dapat segera ditangani apabila terdapat nakes dan fasilitas yang memadai. Jika terjadi komplikasi, semua perempuan dan bayi baru lahir harus memiliki akses cepat ke fasilitas obstetri darurat yang berfungsi baik.<ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
=== Perawatan pasca-melahirkan === | === Perawatan pasca-melahirkan === | ||
Setelah ibu menjalani proses persalinan, ibu perlu diberikan perawatan pasca-melahirkan dalam 24 jam pertama, pada hari ketiga setelahnya, dan pada minggu kedua dan keenam. Perawatan ini sama pentingnya dengan perawatan pra-melahirkan. Pendarahan, [[sepsis]], dan gangguan hipertensi dapat terjadi ketika ibu meninggalkan fasilitas kesehatan. Bayi baru lahir juga sangat rentan sehingga membutuhkan perhatian khusus. | Setelah ibu menjalani proses persalinan, ibu perlu diberikan perawatan pasca-melahirkan dalam 24 jam pertama, pada hari ketiga setelahnya, dan pada minggu kedua dan keenam. Perawatan ini sama pentingnya dengan perawatan pra-melahirkan. Pendarahan, [[sepsis]], dan gangguan hipertensi dapat terjadi ketika ibu meninggalkan fasilitas kesehatan. Bayi baru lahir juga sangat rentan sehingga membutuhkan perhatian khusus.<ref>UNFPA. [https://www.unfpa.org/maternal-health Maternal health]. ''UNFPA''. 2022-05-01.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 52: | Baris 49: | ||
* [http://www.glowm.com/?p=glowm.cml/homelinks&linkid=191&SESSID=n1uje8ppc7c49pddn8ie1hbpo6 The Global Library of Women's Medicine] Safer Motherhood Section - non-profit offering freely downloadable material for healthcare professionals | * [http://www.glowm.com/?p=glowm.cml/homelinks&linkid=191&SESSID=n1uje8ppc7c49pddn8ie1hbpo6 The Global Library of Women's Medicine] Safer Motherhood Section - non-profit offering freely downloadable material for healthcare professionals | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kematian+maternal&oldid=29416239 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29416239 (2026-07-03T16:24:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kematian+maternal&oldid=29416239 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29416239 (2026-07-03T16:24:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.03
Kematian maternal atau kematian ibu hamil merupakan kematian wanita sewaktu hamil, melahirkan atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan sesuai dengan definisi WHO.[1][2] WHO juga mendefinisikan kematian maternal tanpa melihat usia kehamilan dan letak janin, disebabkan apapun yang terkait dan diperburuk oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi tidak disebabkan oleh kecelakaan. Kematian ibu hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor klinis, faktor pelayanan kesehatan, maupun faktor-faktor non-kesehatan.[3]
Menurut data WHO dan UNFPA, sekitar 800 perempuan meninggal dunia setiap harinya karena sebab-sebab yang bisa dicegah yang berkaitan dengan hamil dan melahirkan. Untuk setiap perempuan yang meninggal dunia, terdapat 20-30 perempuan yang mengalami cedera, infeksi, dan disabilitas. Pada 2020 tercatat 287.000 perempuan yang meninggal karena kematian maternal, angka ini menurun dari data 2017 yang mencapai 295.000 perempuan. Secara global, rasio kematian maternal mengalami tren penurunan, dari 342 kematian per 100.000 kelahiran pada tahun 2000 menjadi 211 kematian per 100.000 kelahiran pada 2017.[4][5]
Meski demikian, terdapat disparitas atau ketimpangan kematian maternal antara negara maju dan negara berkembang. Sekitar 95% kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana angka kematian ibu (AKI) di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan mencapai 87% dari total kematian (237.000).[6][7] Rasio kematian maternal di negara berpenghasilan rendah mencapai 430 per 100.000 kelahiran, sementara di negara berpenghasilan tinggi hanya 12 per 100.000 kelahiran. Meski demikian, terdapat penurunan rasio kematian maternal yang signifikan di Eropa Timur (70%) dan Asia Selatan (67%) sepanjang 2000-2020. Subkawasan Afrika Timur, Asia Tengah, Asia Timur, dan Afrika Utara berhasilkan menurunkan rasio kematian maternal hingga separuh.[8]
Isu kesehatan perempuan dan kematian ibu hamil merupakan prioritas pembangunan nasional dan global. Konferensi Internasional tentang Populasi dan Pembangunan dan Tujuan Pembangunan Milenium memiliki target penurunan rasio kematian maternal hingga 75% pada 1990-2015 yang sayangnya tidak tercapai. Pengganti MDGs, yakni SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan memiliki target penurunan angka kematian ibu hamil hingga 70 kematian per 100.000 kelahiran pada 2030.[9]
Kematian maternal dibagi menjadi 2, yakni kematian maternal secara langsung dan tidak langsung.
Faktor penyebab obstetrik langsung dan tidak langsung
Kematian maternal disebabkan oleh komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Penyebab kematian maternal terdiri atas dua penyebab. Pertama, penyebab obstetrik langsung karena komplikasi saat kehamilan, pesalinan dan nifas, termasuk komplikasi aborsi. Kedua, penyebab obstetrik tidak langsung, yaitu kematian maternal yang diakibatkan oleh penyakit yang sudah diderita sebelum kehamilan atau penyakit yang timbul selama kehamilan yang tidak berkaitan dengan penyebab obstretri langsung, akan tetapi diperburuk oleh kehamilan.[10] Sekitar 75% kematian ibu hamil disebabkan oleh 5 penyebab langsung ini, antara lain:
- pendarahan hebat (terutama pendarahan setelah persalinan);
- sepsis/infeksi (biasanya setelah persalinan);
- tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia and eklampsia);
- komplikasi dari persalinan; dan
- aborsi yang tidak aman.[11]
Faktor non-kesehatan
Kematian maternal tidak hanya disebabkan oleh komplikasi medis dan pelayanan kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor non-kesehatan. Berdasarkan studi kasus di Provinsi Banten, faktor non-kesehatan ini meliputi hambatan dari sisi pasien, keluarga, administrasi, hingga logistik. Beberapa kendala non-kesehatan yang paling sering terjadi di antaranya adalah:
- ekonomi dan psikologis : rasa takut pada pada pasien untuk dibawa kerumah sakit atau ketakutan untuk menjalani operasi karena rasa sakit atau kurangnya biaya, sehingga pasien baru dibawa ke fasilitas kesehatan ketika kondisinya sudah sangat parah
- sosial budaya : faktor sosial seperti pernikahan usia dini atau diluar nikah kerap membuat seorang calon ibu menyembunyikan kehamilannya sehingga menghindari pemeriksaan kesehatan secara rutin.
- geografis dan transportasi : jarak tempuh menuju fasilitas kesehatan serta ketersediaan transportasi tercatat sebagai penyumbang keterlambatan ibu hamil dalam mencapai fasilitas kesehatan.[12]
Pencegahan
Perawatan pra-melahirkan
Perawatan pra-melahirkan adalah langkah penting untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. WHO merekomendasikan setidaknya 8 kali kunjungan pra-melahirkan bagi para ibu hamil agar dapat mengecek tanda-tanda kesehatan yang kurang baik atau penyakit, seperti berat badan di bawah normal, anemia, hipertensi, atau infeksi serta memonitor kondisi janin.[13]
Penolong persalinan yang terampil
Penolong persalinan yang terampil, dengan dukungan darurat, adalah intervensi paling penting untuk memastikan keselamatan ibu. Penolong yang terampil adalah tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan yang mempunyai keterampilan menangani persalinan normal dan mengenali komplikasi. Mereka dapat menangani komplikasi dasar dan bila perlu merujuk pasien ke perawatan darurat yang komprehensif. Penolong persalinan yang terampil juga penting untuk memastikan kesehatan bayi baru lahir.[14]
Perawatan obstetri darurat
Hal ini sangat penting untuk mengurangi angka kematian ibu. Penyebab langsung utama kematian ibu berkaitan erat dengan kondisi klinis, sehingga hal ini dapat segera ditangani apabila terdapat nakes dan fasilitas yang memadai. Jika terjadi komplikasi, semua perempuan dan bayi baru lahir harus memiliki akses cepat ke fasilitas obstetri darurat yang berfungsi baik.[15]
Perawatan pasca-melahirkan
Setelah ibu menjalani proses persalinan, ibu perlu diberikan perawatan pasca-melahirkan dalam 24 jam pertama, pada hari ketiga setelahnya, dan pada minggu kedua dan keenam. Perawatan ini sama pentingnya dengan perawatan pra-melahirkan. Pendarahan, sepsis, dan gangguan hipertensi dapat terjadi ketika ibu meninggalkan fasilitas kesehatan. Bayi baru lahir juga sangat rentan sehingga membutuhkan perhatian khusus.[16]
Pranala luar
- Maternal Mortality in Central Asia , Central Asia Health Review (CAHR), 2 Juni 2008.
- Maternal Mortality Estimates 2000 by the WHO & UNICEF
- The World Health Report 2005 – Make Every Mother and Child Count
- Confidential Enquiry into Maternal and Child Health (CEMACH) - UK triennial enquiry into "Why Mothers Die"
- Reducing Maternal Mortality in Developing Countries - Video, presentations, and summary of event held at the Woodrow Wilson International Center for Scholars, March 2008
- Birth of a Surgeon PBS documentary about midwives trained in surgical techniques in Mozambique
- Save A Mother Non-profit focused on MMR reduction.
- The Global Library of Women's Medicine Safer Motherhood Section - non-profit offering freely downloadable material for healthcare professionals
Referensi
- ↑ Pondok Ibu. Penyebab Kematian Maternal. Pondokibu. 2012-04-12.
- ↑ Suriyati. Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya. Eureka Media Aksara. 2022.
- ↑ Suriyati. Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya. Eureka Media Aksara. 2022.
- ↑ WHO. Maternal mortality. WHO. 2023-02-22.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ WHO. Maternal mortality. WHO. 2023-02-22.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ WHO. Maternal mortality. WHO. 2023-02-22.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ Suriyati. Kematian Maternal dan Faktor Predisposisi Penyebabnya. Eureka Media Aksara. 2022.
- ↑ WHO. Maternal mortality. WHO. 2023-02-22.
- ↑ Innama Sakinah. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Maternal dalam Penguatan Pengetahuan dan Pengembangan Kebijakan Kesehatan: Studi Otopsi Verbal Maternal. Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan. 2023-02-01. Vol. 10 (1). hlm. 69–88. doi:10.35316/oksitosin.v10i1.2589.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
- ↑ UNFPA. Maternal health. UNFPA. 2022-05-01.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29416239 (2026-07-03T16:24:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.