Kematian: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29486339; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Hendrick_Andriezsoon_-_Vanitas.JPG|thumb|right|280px|Hendrick Andriezsoon - Vanitas]] | |||
Pada awal [[abad ke-21]], lebih dari 150 ribu manusia meninggal setiap harinya. | '''Kematian''' adalah penghentian permanen yang tidak dapat dikembalikan dari semua fungsi [[biologis]] [[makhluk hidup]].<sup class="reference" id="wu-cite-1">[[#wu-ref-1|[1]]]</sup> Secara medis kematian ditandai oleh berhentinya detak jantung manusia.<sup class="reference" id="wu-cite-2">[[#wu-ref-2|[2]]]</sup> [[Kematian otak]] kadang-kadang digunakan sebagai definisi hukum kematian.<sup class="reference" id="wu-cite-3">[[#wu-ref-3|[3]]]</sup> Sisa-sisa makhluk hidup yang sebelumnya hidup, biasanya mulai [[pembusukan|membusuk]] segera setelah kematian. Proses kematian yang terjadi pada komponen penyusun makhluk hidup, seperti [[sel]] atau [[jaringan]], disebut [[nekrosis]]. Sesuatu yang tidak dianggap sebagai [[Makhluk hidup|organisme]] [[Kehidupan|hidup]], seperti [[virus]], dapat dihancurkan secara fisik tetapi tak bisa dikatakan mati. | ||
Pada awal [[abad ke-21]], lebih dari 150 ribu manusia meninggal setiap harinya.<sup class="reference" id="wu-cite-4">[[#wu-ref-4|[4]]]</sup> | |||
Banyak [[budaya]] atau [[agama]] memiliki gagasan tentang [[kehidupan setelah kematian]]. Beberapa [[agama]] atau kepercayaan juga memiliki gagasan penilaian perbuatan baik dan buruk dalam hidup seseorang (seperti, [[surga]], [[neraka]], [[karma]], [[reinkarnasi]]) . | Banyak [[budaya]] atau [[agama]] memiliki gagasan tentang [[kehidupan setelah kematian]]. Beberapa [[agama]] atau kepercayaan juga memiliki gagasan penilaian perbuatan baik dan buruk dalam hidup seseorang (seperti, [[surga]], [[neraka]], [[karma]], [[reinkarnasi]]) . | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
== Diagnosis == | == Diagnosis == | ||
=== Definisi === | === Definisi === | ||
Konsep yang mendasari kematian adalah kunci pemahaman [[manusia]] tentang fenomena tersebut. Terdapat banyak pendekatan ilmiah dan berbagai interpretasi mengenai konsep kematian. Sulit untuk membuat satu definisi tunggal tentang kematian. Apalagi dengan munculnya terapi penunjang kehidupan dan banyaknya kriteria berbeda untuk mendefinisikan kematian, baik dari sudut pandang medis maupun hukum. | Konsep yang mendasari kematian adalah kunci pemahaman [[manusia]] tentang fenomena tersebut.<sup class="reference" id="wu-cite-5">[[#wu-ref-5|[5]]]</sup> Terdapat banyak pendekatan ilmiah dan berbagai interpretasi mengenai konsep kematian. Sulit untuk membuat satu definisi tunggal tentang kematian. Apalagi dengan munculnya terapi penunjang kehidupan dan banyaknya kriteria berbeda untuk mendefinisikan kematian, baik dari sudut pandang medis maupun hukum. | ||
Salah satu tantangan dalam mendefinisikan kematian adalah membedakannya dari [[kehidupan]]. Sebagai titik waktu, kematian tampaknya mengacu pada saat di mana kehidupan berakhir. Sulit untuk menentukan kapan kematian telah terjadi, karena penghentian fungsi kehidupan sering kali tidak terjadi simultan di seluruh sistem organ. Oleh karena itu, pendefinisian semacam itu membutuhkan penggambaran batas-batas konseptual yang pasti antara hidup dan mati. Ini sulit, karena sejauh ini hanya ada sedikit konsensus tentang bagaimana mendefinisikan kehidupan. | Salah satu tantangan dalam mendefinisikan kematian adalah membedakannya dari [[kehidupan]]. Sebagai titik waktu, kematian tampaknya mengacu pada saat di mana kehidupan berakhir. Sulit untuk menentukan kapan kematian telah terjadi, karena penghentian fungsi kehidupan sering kali tidak terjadi simultan di seluruh sistem organ.<sup class="reference" id="wu-cite-6">[[#wu-ref-6|[6]]]</sup> Oleh karena itu, pendefinisian semacam itu membutuhkan penggambaran batas-batas konseptual yang pasti antara hidup dan mati. Ini sulit, karena sejauh ini hanya ada sedikit konsensus tentang bagaimana mendefinisikan kehidupan. | ||
Kehidupan bisa saja didefinisikan dalam dalam kerangka [[kesadaran]]. Ketika kesadaran berhenti, organisme hidup dapat dikatakan telah mati. Salah satu kelemahan dalam pendekatan ini adalah adanya organisme yang hidup tetapi mungkin tidak memiliki kesadaran (misalnya, [[Organisme uniseluler|organisme bersel tunggal]]). Masalah lain dalam mendefinisikan kesadaran adalah banyaknya definisi berbeda yang diberikan oleh para [[ilmuwan]], [[psikolog]], dan [[filsuf]] modern. Selain itu, banyak tradisi keagamaan, termasuk tradisi [[Agama Abrahamik|Abrahamik]] dan [[Agama Dharmik|Dharmik]], yang memercayai bahwa kematian bukanlah akhir dari kesadaran. Dalam budaya tertentu, kematian lebih merupakan proses daripada peristiwa tunggal. Dalam konteks ini, kematian dimaknai sebagai pergeseran lambat dari satu kondisi spiritual ke kondisi spiritual lainnya. | Kehidupan bisa saja didefinisikan dalam dalam kerangka [[kesadaran]]. Ketika kesadaran berhenti, organisme hidup dapat dikatakan telah mati. Salah satu kelemahan dalam pendekatan ini adalah adanya organisme yang hidup tetapi mungkin tidak memiliki kesadaran (misalnya, [[Organisme uniseluler|organisme bersel tunggal]]). Masalah lain dalam mendefinisikan kesadaran adalah banyaknya definisi berbeda yang diberikan oleh para [[ilmuwan]], [[psikolog]], dan [[filsuf]] modern. Selain itu, banyak tradisi keagamaan, termasuk tradisi [[Agama Abrahamik|Abrahamik]] dan [[Agama Dharmik|Dharmik]], yang memercayai bahwa kematian bukanlah akhir dari kesadaran. Dalam budaya tertentu, kematian lebih merupakan proses daripada peristiwa tunggal. Dalam konteks ini, kematian dimaknai sebagai pergeseran lambat dari satu kondisi spiritual ke kondisi spiritual lainnya.<sup class="reference" id="wu-cite-7">[[#wu-ref-7|[7]]]</sup> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 34: | Baris 36: | ||
* [[Membiarkan mati]] | * [[Membiarkan mati]] | ||
* [[Terminal lucidity|Kejernihan menjelang ajal]] | * [[Terminal lucidity|Kejernihan menjelang ajal]] | ||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | |||
* | * | ||
* | |||
== Bacaan lanjutan == | == Bacaan lanjutan == | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* | * | ||
* Interviews with people dying in hospices, and portraits of them before, and shortly after, death. | * Interviews with people dying in hospices, and portraits of them before, and shortly after, death. | ||
* | * | ||
* How the medical profession categorized causes of death | * How the medical profession categorized causes of death | ||
* A biologist explains life and death in different kinds of organisms, in relation to evolution. | * A biologist explains life and death in different kinds of organisms, in relation to evolution. | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* | |||
* | |||
* | |||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<ol class="references wiki-unissula-manual-references"> | |||
<li id="wu-ref-1">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kematian&oldid=29486339 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-1|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-2">Ahmad Fikri. [https://redasamudera.id/definisi-kematian-menurut-para-ahli/ RedaSamudera.id]. ''https://redasamudera.id/definisi-kematian-menurut-para-ahli/''. "2024-03-30". <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-2|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-3">[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kematian&oldid=29486339 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia] <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-3|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-4">Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-4|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-5">Samir Hossain Mohammad. ''Concepts of Death: A key to our adjustment''. ''Illness, Crisis and Loss''. 2010. Vol. 18 (1). <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-5|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-6">Henig, Robin Marantz. [https://www.nationalgeographic.com/magazine/2016/04/dying-death-brain-dead-body-consciousness-science/ Crossing Over: How Science Is Redefining Life and Death]. April 2016. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-6|↑]]</span></li> | |||
<li id="wu-ref-7">Peter Metcalf. [https://archive.org/details/celebrationsofde0000metc Celebrations of Death: The Anthropology of Mortuary Ritual]. Cambridge Press. 1991. <span class="mw-cite-backlink">[[#wu-cite-7|↑]]</span></li> | |||
</ol> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kematian&oldid=29486339 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29486339 (2026-07-22T14:13:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.04
Kematian adalah penghentian permanen yang tidak dapat dikembalikan dari semua fungsi biologis makhluk hidup.[1] Secara medis kematian ditandai oleh berhentinya detak jantung manusia.[2] Kematian otak kadang-kadang digunakan sebagai definisi hukum kematian.[3] Sisa-sisa makhluk hidup yang sebelumnya hidup, biasanya mulai membusuk segera setelah kematian. Proses kematian yang terjadi pada komponen penyusun makhluk hidup, seperti sel atau jaringan, disebut nekrosis. Sesuatu yang tidak dianggap sebagai organisme hidup, seperti virus, dapat dihancurkan secara fisik tetapi tak bisa dikatakan mati.
Pada awal abad ke-21, lebih dari 150 ribu manusia meninggal setiap harinya.[4]
Banyak budaya atau agama memiliki gagasan tentang kehidupan setelah kematian. Beberapa agama atau kepercayaan juga memiliki gagasan penilaian perbuatan baik dan buruk dalam hidup seseorang (seperti, surga, neraka, karma, reinkarnasi) .
Diagnosis
Definisi
Konsep yang mendasari kematian adalah kunci pemahaman manusia tentang fenomena tersebut.[5] Terdapat banyak pendekatan ilmiah dan berbagai interpretasi mengenai konsep kematian. Sulit untuk membuat satu definisi tunggal tentang kematian. Apalagi dengan munculnya terapi penunjang kehidupan dan banyaknya kriteria berbeda untuk mendefinisikan kematian, baik dari sudut pandang medis maupun hukum.
Salah satu tantangan dalam mendefinisikan kematian adalah membedakannya dari kehidupan. Sebagai titik waktu, kematian tampaknya mengacu pada saat di mana kehidupan berakhir. Sulit untuk menentukan kapan kematian telah terjadi, karena penghentian fungsi kehidupan sering kali tidak terjadi simultan di seluruh sistem organ.[6] Oleh karena itu, pendefinisian semacam itu membutuhkan penggambaran batas-batas konseptual yang pasti antara hidup dan mati. Ini sulit, karena sejauh ini hanya ada sedikit konsensus tentang bagaimana mendefinisikan kehidupan.
Kehidupan bisa saja didefinisikan dalam dalam kerangka kesadaran. Ketika kesadaran berhenti, organisme hidup dapat dikatakan telah mati. Salah satu kelemahan dalam pendekatan ini adalah adanya organisme yang hidup tetapi mungkin tidak memiliki kesadaran (misalnya, organisme bersel tunggal). Masalah lain dalam mendefinisikan kesadaran adalah banyaknya definisi berbeda yang diberikan oleh para ilmuwan, psikolog, dan filsuf modern. Selain itu, banyak tradisi keagamaan, termasuk tradisi Abrahamik dan Dharmik, yang memercayai bahwa kematian bukanlah akhir dari kesadaran. Dalam budaya tertentu, kematian lebih merupakan proses daripada peristiwa tunggal. Dalam konteks ini, kematian dimaknai sebagai pergeseran lambat dari satu kondisi spiritual ke kondisi spiritual lainnya.[7]
Lihat pula
- Akhir zaman
- Día de Muertos
- Hukuman mati
- Karōshi
- Kematian palsu
- Kematian spiritual
- Korban (orang)
- Lintasan kematian
- Memento mori
- Mitologi tentang asal-usul kematian
- Naluri maut
- Pengadilan Terakhir
- Pengalaman menjelang kematian
- Perawatan akhir hayat
- Survivalisme (kehidupan setelah kematian)
- Tabu pada orang mati
- Tanatologi
- Keterlupaan abadi
- Membiarkan mati
- Kejernihan menjelang ajal
Bibliografi
Bacaan lanjutan
- Interviews with people dying in hospices, and portraits of them before, and shortly after, death.
- How the medical profession categorized causes of death
- A biologist explains life and death in different kinds of organisms, in relation to evolution.
Pranala luar
Referensi
- sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia ↑
- Ahmad Fikri. RedaSamudera.id. https://redasamudera.id/definisi-kematian-menurut-para-ahli/. "2024-03-30". ↑
- sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia ↑
- Sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia. ↑
- Samir Hossain Mohammad. Concepts of Death: A key to our adjustment. Illness, Crisis and Loss. 2010. Vol. 18 (1). ↑
- Henig, Robin Marantz. Crossing Over: How Science Is Redefining Life and Death. April 2016. ↑
- Peter Metcalf. Celebrations of Death: The Anthropology of Mortuary Ritual. Cambridge Press. 1991. ↑
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29486339 (2026-07-22T14:13:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.