Febrie Adriansyah: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29585234; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Febrie Adriansyah''' () adalah jaksa Indonesia yang pernah menjabat sebagai [[Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus]] [[Kejaksaan Agung Republik Indonesia]] pada 10 Januari 2022 hingga 11 Juli 2026. | [[File:Jaksa_Agung_Muda_bidang_Pidana_Khusus_Febrie_Adriansyah.jpg|thumb|right|280px|Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Febrie Adriansyah]] | ||
'''Febrie Adriansyah''' () adalah jaksa Indonesia yang pernah menjabat sebagai [[Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus]] [[Kejaksaan Agung Republik Indonesia]] pada 10 Januari 2022 hingga 11 Juli 2026.<ref>[https://www.kejati-bali.go.id/berita/detail/747 Pelantikan Wakil Jaksa Agung, Jamintel, Jampidsus, dan Jamwas oleh Jaksa Agung RI kejati-bali.go.id]. ''www.kejati-bali.go.id''.</ref><ref>[https://www.kompas.id/artikel/febrie-adriansyah-mundur-dari-jabatan-jampidsus Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus di Tengah Penyidikan Polri]. ''Kompas.id''. 2026-07-11.</ref><ref>[https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260711053413-12-1379407/febrie-adriansyah-mundur-dari-jabatan-jampidsus Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus]. ''CNN Indonesia''.</ref> | |||
== Kehidupan awal dan pendidikan == | == Kehidupan awal dan pendidikan == | ||
Febrie lahir di [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]], tetapi menghabiskan masa kecilnya di [[Kota Jambi|Jambi]]. Ia menamatkan pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Jambi. Febrie menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum [[Universitas Jambi]] dan meraih gelar [[Doktor]] Ilmu Hukum dari [[Universitas Airlangga]]. Disertasi doktornya berjudul ''"Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang"''. | Febrie lahir di [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]], tetapi menghabiskan masa kecilnya di [[Kota Jambi|Jambi]]. Ia menamatkan pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Jambi. Febrie menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum [[Universitas Jambi]] dan meraih gelar [[Doktor]] Ilmu Hukum dari [[Universitas Airlangga]].<ref>[https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/detail-mahasiswa/cjdC11oRDfd6_XwpqM0vR7Mer4a5Okjlofwk2a-bJ-DFy2_lwKRRAGCAPraqpS6_YKmmmA== Biodata Mahasiswa - FEBRIE ADRIANSYAH]. ''Pangkalan Data Pendidikan Tinggi''.</ref> Disertasi doktornya berjudul ''"Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang"''.<ref>[https://www.tribunnews.com/nasional/7854080/arah-panah-berbalik-febrie-adriansyah-doktor-dengan-kajian-cuci-uang-disebut-terlalu-percaya-diri Arah Panah Berbalik, Febrie Adriansyah Doktor dengan Kajian Cuci Uang Disebut Terlalu Percaya Diri]. ''Tribunnews.com''. 2026-07-14.</ref> | ||
== Karier == | == Karier == | ||
Febrie Adriansyah bekerja sebagai jaksa dimulai di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada tahun 1996 hingga. Jabatan terakhirnya di Kejari Sungai Penuh adalah sebagai Kasi Intelijen. Febrie kemudian berpindah-pindah tugas. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, dan Kajati Nusa Tenggara Timur. | Febrie Adriansyah bekerja sebagai jaksa dimulai di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada tahun 1996 hingga. Jabatan terakhirnya di Kejari Sungai Penuh adalah sebagai Kasi Intelijen. Febrie kemudian berpindah-pindah tugas. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, dan Kajati Nusa Tenggara Timur.<ref>Kompas Cyber Media. [https://nasional.kompas.com/read/2024/05/26/08343391/profil-jampidsus-febrie-ardiansyah-yang-diduga-dikuntit-anggota-densus-88 Profil Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Diduga Dikuntit Anggota Densus 88, Tangani Kasus Korupsi Timah]. ''KOMPAS.com''. 2024-05-26.</ref> | ||
Febrie menangani sejumlah kasus korupsi, seperti kasus [[Jiwasraya]], [[Asabri]], [[Garuda Indonesia]], dan [[Korupsi proyek BTS 4G|BTS Kominfo]]. Febrie Adriansyah hanya lima bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Juli 2021. Sebelum menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung. | Febrie menangani sejumlah kasus korupsi, seperti kasus [[Jiwasraya]], [[Asabri]], [[Garuda Indonesia]], dan [[Korupsi proyek BTS 4G|BTS Kominfo]].<ref>[https://story.kejaksaan.go.id/profil/karir-moncer-febrie-adriansyah-dari-dirdik-kini-jadi-jam-pidsus-kejagung-100304-mvk.html Karier Moncer Febrie Adriansyah, dari Dirdik Kini Jadi JAM-Pidsus Kejagung]. ''story.kejaksaan.go.id''.</ref> Febrie Adriansyah hanya lima bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Juli 2021.<ref>Yulida Medistiara. [https://news.detik.com/berita/d-5661211/jaksa-agung-lantik-febrie-adriansyah-jadi-kajati-dki Jaksa Agung Lantik Febrie Adriansyah Jadi Kajati DKI]. ''detiknews''.</ref> Sebelum menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung. | ||
== Kontroversi == | == Kontroversi == | ||
Pada 11 Juli 2026, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai [[Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus|Jampidsus]] di tengah penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi oleh [[Kepolisian Negara Republik Indonesia|Polri]]. Pada hari yang sama, [[Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi|Kortastipidkor]] resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus korupsi. | Pada 11 Juli 2026, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai [[Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus|Jampidsus]] di tengah penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi oleh [[Kepolisian Negara Republik Indonesia|Polri]].<ref>[https://www.kompas.id/artikel/febrie-adriansyah-mundur-dari-jabatan-jampidsus Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus di Tengah Penyidikan Polri]. ''Kompas.id''. 2026-07-11.</ref><ref>[https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260711053413-12-1379407/febrie-adriansyah-mundur-dari-jabatan-jampidsus Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus]. ''CNN Indonesia''.</ref> Pada hari yang sama, [[Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi|Kortastipidkor]] resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus korupsi.<ref>[https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260709162445-12-1378816/eks-jampidsus-febrie-adriansyah-resmi-jadi-tersangka Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka]. ''CNN Indonesia''.</ref><ref>[https://www.tempo.co/hukum/eks-jampidsus-febrie-adriansyah-jadi-tersangka-korupsi-2275163 Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, Jadi Tersangka Korupsi]. ''Tempo''. 11 Juli 2026 15.45 WIB.</ref> | ||
Pada 15 Juli 2026, [[Kejaksaan Agung Republik Indonesia|Kejagung]] menerbitkan tiga surat perintah penyidikan baru yang menyebabkan status hukum Febrie berubah dari tersangka menjadi saksi. Namun, pada tanggal yang sama, pihak Kejagung meralat status hukum Febrie kembali menjadi tersangka. | Pada 15 Juli 2026, [[Kejaksaan Agung Republik Indonesia|Kejagung]] menerbitkan tiga surat perintah penyidikan baru yang menyebabkan status hukum Febrie berubah dari tersangka menjadi saksi.<ref>[https://www.kompas.id/artikel/kejagung-terbitkan-sprindik-baru-status-hukum-febrie-adriansyah-berubah-jadi-saksi Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Status Hukum Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi]. ''Kompas.id''. 2026-07-15.</ref> Namun, pada tanggal yang sama, pihak Kejagung meralat status hukum Febrie kembali menjadi tersangka.<ref>[https://www.tempo.co/hukum/jaksa-ralat-status-febrie-adriansyah-dari-saksi-ke-tersangka-2276071 Jaksa Ralat Status Febrie Adriansyah dari Saksi ke Tersangka]. ''Tempo''. 15 Juli 2026 21.29 WIB.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Febrie+Adriansyah&oldid=29585234 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29585234 (2026-08-15T23:00:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 15.05

Febrie Adriansyah () adalah jaksa Indonesia yang pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada 10 Januari 2022 hingga 11 Juli 2026.[1][2][3]
Kehidupan awal dan pendidikan
Febrie lahir di Jakarta, tetapi menghabiskan masa kecilnya di Jambi. Ia menamatkan pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Jambi. Febrie menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Universitas Jambi dan meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga.[4] Disertasi doktornya berjudul "Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang".[5]
Karier
Febrie Adriansyah bekerja sebagai jaksa dimulai di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh pada tahun 1996 hingga. Jabatan terakhirnya di Kejari Sungai Penuh adalah sebagai Kasi Intelijen. Febrie kemudian berpindah-pindah tugas. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, dan Kajati Nusa Tenggara Timur.[6]
Febrie menangani sejumlah kasus korupsi, seperti kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, dan BTS Kominfo.[7] Febrie Adriansyah hanya lima bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Juli 2021.[8] Sebelum menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung.
Kontroversi
Pada 11 Juli 2026, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus di tengah penyidikan sejumlah kasus dugaan korupsi oleh Polri.[9][10] Pada hari yang sama, Kortastipidkor resmi menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus korupsi.[11][12]
Pada 15 Juli 2026, Kejagung menerbitkan tiga surat perintah penyidikan baru yang menyebabkan status hukum Febrie berubah dari tersangka menjadi saksi.[13] Namun, pada tanggal yang sama, pihak Kejagung meralat status hukum Febrie kembali menjadi tersangka.[14]
Referensi
- ↑ Pelantikan Wakil Jaksa Agung, Jamintel, Jampidsus, dan Jamwas oleh Jaksa Agung RI kejati-bali.go.id. www.kejati-bali.go.id.
- ↑ Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus di Tengah Penyidikan Polri. Kompas.id. 2026-07-11.
- ↑ Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus. CNN Indonesia.
- ↑ Biodata Mahasiswa - FEBRIE ADRIANSYAH. Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
- ↑ Arah Panah Berbalik, Febrie Adriansyah Doktor dengan Kajian Cuci Uang Disebut Terlalu Percaya Diri. Tribunnews.com. 2026-07-14.
- ↑ Kompas Cyber Media. Profil Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Diduga Dikuntit Anggota Densus 88, Tangani Kasus Korupsi Timah. KOMPAS.com. 2024-05-26.
- ↑ Karier Moncer Febrie Adriansyah, dari Dirdik Kini Jadi JAM-Pidsus Kejagung. story.kejaksaan.go.id.
- ↑ Yulida Medistiara. Jaksa Agung Lantik Febrie Adriansyah Jadi Kajati DKI. detiknews.
- ↑ Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus di Tengah Penyidikan Polri. Kompas.id. 2026-07-11.
- ↑ Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus. CNN Indonesia.
- ↑ Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka. CNN Indonesia.
- ↑ Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah, Jadi Tersangka Korupsi. Tempo. 11 Juli 2026 15.45 WIB.
- ↑ Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Status Hukum Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi. Kompas.id. 2026-07-15.
- ↑ Jaksa Ralat Status Febrie Adriansyah dari Saksi ke Tersangka. Tempo. 15 Juli 2026 21.29 WIB.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29585234 (2026-08-15T23:00:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.