Telomerase: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29590658; atribusi sumber disertakan. |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Telomerase''' adalah suatu [[enzim]] yang menambahkan urutan [[DNA]] berulang ("TTAGGG" pada semua [[vertebrata]]) di ujung 3' utas DNA pada bagian [[telomer]], yaitu bagian ujung [[kromosom]] [[eukariota]]. [[Telomer]] mengandung bahan DNA rapat dan memberikan kestabilan pada kromosom. Enzim ini tergolong [[transkriptase balik]] (''reverse transcriptase'') yang membawa molekul [[RNA]]-nya sendiri, yang selanjutnya digunakan sebagai cetakan sewaktu mengulur telomer, yang memendek setiap [[siklus replikasi]]. Telomerase ditemukan oleh [[Carol W. Greider]] dan [[Elizabeth Blackburn]] pada [[1985]] pada [[siliata]] ''[[Tetrahymena]]''. Bersama dengan [[Jack W. Szostak]], Greider dan Blackburn dianugerahi [[Penghargaan Nobel]] [[2009]] dalam [[Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran|Fisiologi atau Kedokteran]] untuk temuan mereka ini. Ada beberapa indikasi bahwa telomerase berasal dari [[retrovirus]]. | '''Telomerase''' adalah suatu [[enzim]] yang menambahkan urutan [[DNA]] berulang ("TTAGGG" pada semua [[vertebrata]]) di ujung 3' utas DNA pada bagian [[telomer]], yaitu bagian ujung [[kromosom]] [[eukariota]]. [[Telomer]] mengandung bahan DNA rapat dan memberikan kestabilan pada kromosom. Enzim ini tergolong [[transkriptase balik]] (''reverse transcriptase'') yang membawa molekul [[RNA]]-nya sendiri, yang selanjutnya digunakan sebagai cetakan sewaktu mengulur telomer, yang memendek setiap [[siklus replikasi]]. Telomerase ditemukan oleh [[Carol W. Greider]] dan [[Elizabeth Blackburn]] pada [[1985]] pada [[siliata]] ''[[Tetrahymena]]''.<ref>Greider, C.W. & Blackburn, E.H. [https://archive.org/details/sim_cell_1985-12_43_2/page/n34 Identification of a specific telomere terminal transferase activity in Tetrahymena extracts]. ''Cell''. 1985. Vol. 43 (2 Pt 1). hlm. 405–413. doi:10.1016/0092-8674(85)90170-9.</ref> Bersama dengan [[Jack W. Szostak]], Greider dan Blackburn dianugerahi [[Penghargaan Nobel]] [[2009]] dalam [[Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran|Fisiologi atau Kedokteran]] untuk temuan mereka ini.<ref>[http://nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/2009/press.html The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2009]</ref> Ada beberapa indikasi bahwa telomerase berasal dari [[retrovirus]].<ref>Witzany, G. ''The Viral Origins of Telomeres and Telomerases and their Important Role in Eukaryogenesis and Genome Maintenance''. ''Biosemiotics''. 2008. Vol. 1. hlm. 191–206. doi:10.1007/s12304-008-9018-0.</ref> | ||
Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menemukan hubungan yang jelas antara manusia berumur 100 tahun dengan enzim hiperaktif yang bisa memperbaiki sel-sel. Peneliti mengatakan penemuan ini dapat digunakan untuk anti [[penuaan]]. | Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menemukan hubungan yang jelas antara manusia berumur 100 tahun dengan enzim hiperaktif yang bisa memperbaiki sel-sel. Peneliti mengatakan penemuan ini dapat digunakan untuk anti [[penuaan]]. | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
Manusia yang berumur 100 tahun atau lebih secara efektif memiliki mekanika tubuh yang terus menerus melakukan perbaikan fungsi tubuh agar bisa tetap bekerja. Dibandingkan dengan manusia normal yang sel-sel tubuhnya memiliki pusat kendali yang terkait dengan waktu. | Manusia yang berumur 100 tahun atau lebih secara efektif memiliki mekanika tubuh yang terus menerus melakukan perbaikan fungsi tubuh agar bisa tetap bekerja. Dibandingkan dengan manusia normal yang sel-sel tubuhnya memiliki pusat kendali yang terkait dengan waktu. | ||
Enzim ini bekerja untuk membangun kembali telomeres yang menutup setiap ujung sel kromosom yang bisa menghentikan terurainya enzim. | Enzim ini bekerja untuk membangun kembali telomeres yang menutup setiap ujung sel kromosom yang bisa menghentikan terurainya enzim. | ||
| Baris 13: | Baris 12: | ||
Semakin panjang telomeres, sel akan semakin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat. | Semakin panjang telomeres, sel akan semakin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat. | ||
Mereka terlihat sangat tua tetapi tetapi sangat sehat dengan rata-rata usia 97 tahun. Para manusia usia 100 tahun dan keturunannya memiliki gen mutan yang mempertahankan panjang telomeres di mana sel mereka membelah dari waktu ke waktu. | Mereka terlihat sangat tua tetapi tetapi sangat sehat dengan rata-rata usia 97 tahun. Para manusia usia 100 tahun dan keturunannya memiliki gen mutan yang mempertahankan panjang telomeres di mana sel mereka membelah dari waktu ke waktu. | ||
Ini berarti sebagian besar mereka terhindari dari penyakit yang berkaitan dengan usia seperti [[penyakit kardiovaskular]] ([[pembuluh darah]]) dan diabetes. | Ini berarti sebagian besar mereka terhindari dari penyakit yang berkaitan dengan usia seperti [[penyakit kardiovaskular]] ([[pembuluh darah]]) dan diabetes. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
'''Telomerase''', yang juga dikenal sebagai '''terminal transferase''', <ref>[http://www4.utsouthwestern.edu/cellbio/shay-wright/intro/facts/sw_facts.html What are telomeres and telomerase?].</ref> merupakan suatu kompleks [[Nukleoprotein|ribonukleoprotein]] yang berperan menambahkan [[Telomer|urutan DNA telomer]] yang khas pada setiap spesies ke ujung 3' [[telomer]]. Telomer sendiri adalah bagian kromosom yang tersusun atas sekuens DNA berulang dan terletak di kedua ujung kromosom yang berdekatan. Berbeda dengan kebanyakan eukariot lain, lalat buah ''[[Drosophila melanogaster]]'' tidak memiliki telomerase dan mempertahankan telomernya melalui mekanisme yang melibatkan [[retrotransposon]].<ref>[https://archive.org/details/sim_proceedings-of-the-national-academy-of-sciences-usa_2011-12-20_108_51/page/20317 Retrotransposons that maintain chromosome ends]. ''PNAS''. 2011. Vol. 108 (51). hlm. 20317–24. doi:10.1073/pnas.1100278108.</ref> | |||
Secara fungsional, telomerase termasuk [[enzim]] [[transkriptase balik]] yang membawa molekul RNA internalnya sendiri. RNA tersebut digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis dan memperpanjang sekuens telomer. Contohnya, pada ''[[Trypanosoma brucei]]'',<ref>''Telomerase in kinetoplastid parasitic protozoa''. ''Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America''. March 1999. Vol. 96 (7). hlm. 3616–21. doi:10.1073/pnas.96.7.3616.</ref> RNA telomerase memiliki urutan 3′-CCCAAUCCC-5′ yang berperan dalam proses pemanjangan telomer. Aktivitas telomerase umumnya ditemukan pada [[sel gamet]] dan sebagian besar sel [[kanker]], tetapi sangat rendah atau tidak ada pada mayoritas [[sel somatik]]. | |||
Secara fungsional, telomerase termasuk [[enzim]] [[transkriptase balik]] yang membawa molekul RNA internalnya sendiri. RNA tersebut digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis dan memperpanjang sekuens telomer. Contohnya, pada ''[[Trypanosoma brucei]]'', RNA telomerase memiliki urutan 3′-CCCAAUCCC-5′ yang berperan dalam proses pemanjangan telomer. Aktivitas telomerase umumnya ditemukan pada [[sel gamet]] dan sebagian besar sel [[kanker]], tetapi sangat rendah atau tidak ada pada mayoritas [[sel somatik]]. | |||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
[http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2106466-enzim-yang-bikin-muda-kembali/ Enzim Yang Bikin Muda Kembali] | [http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2106466-enzim-yang-bikin-muda-kembali/ Enzim Yang Bikin Muda Kembali] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Telomerase&oldid=29590658 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29590658 (2026-08-17T01:22:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Telomerase&oldid=29590658 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29590658 (2026-08-17T01:22:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.39
Telomerase adalah suatu enzim yang menambahkan urutan DNA berulang ("TTAGGG" pada semua vertebrata) di ujung 3' utas DNA pada bagian telomer, yaitu bagian ujung kromosom eukariota. Telomer mengandung bahan DNA rapat dan memberikan kestabilan pada kromosom. Enzim ini tergolong transkriptase balik (reverse transcriptase) yang membawa molekul RNA-nya sendiri, yang selanjutnya digunakan sebagai cetakan sewaktu mengulur telomer, yang memendek setiap siklus replikasi. Telomerase ditemukan oleh Carol W. Greider dan Elizabeth Blackburn pada 1985 pada siliata Tetrahymena.[1] Bersama dengan Jack W. Szostak, Greider dan Blackburn dianugerahi Penghargaan Nobel 2009 dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk temuan mereka ini.[2] Ada beberapa indikasi bahwa telomerase berasal dari retrovirus.[3]
Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menemukan hubungan yang jelas antara manusia berumur 100 tahun dengan enzim hiperaktif yang bisa memperbaiki sel-sel. Peneliti mengatakan penemuan ini dapat digunakan untuk anti penuaan.
Manusia yang berumur 100 tahun atau lebih secara efektif memiliki mekanika tubuh yang terus menerus melakukan perbaikan fungsi tubuh agar bisa tetap bekerja. Dibandingkan dengan manusia normal yang sel-sel tubuhnya memiliki pusat kendali yang terkait dengan waktu.
Enzim ini bekerja untuk membangun kembali telomeres yang menutup setiap ujung sel kromosom yang bisa menghentikan terurainya enzim.
"Manusia yang panjang umur mampu mempertahankan panjang telomeres yang lebih baik," kata Youin Suh dari Yeshiva University seperti dilansir dari dailymail, Selasa (17/11/2009).
Semakin panjang telomeres, sel akan semakin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat.
Mereka terlihat sangat tua tetapi tetapi sangat sehat dengan rata-rata usia 97 tahun. Para manusia usia 100 tahun dan keturunannya memiliki gen mutan yang mempertahankan panjang telomeres di mana sel mereka membelah dari waktu ke waktu.
Ini berarti sebagian besar mereka terhindari dari penyakit yang berkaitan dengan usia seperti penyakit kardiovaskular (pembuluh darah) dan diabetes.
Sejarah
Telomerase, yang juga dikenal sebagai terminal transferase, [4] merupakan suatu kompleks ribonukleoprotein yang berperan menambahkan urutan DNA telomer yang khas pada setiap spesies ke ujung 3' telomer. Telomer sendiri adalah bagian kromosom yang tersusun atas sekuens DNA berulang dan terletak di kedua ujung kromosom yang berdekatan. Berbeda dengan kebanyakan eukariot lain, lalat buah Drosophila melanogaster tidak memiliki telomerase dan mempertahankan telomernya melalui mekanisme yang melibatkan retrotransposon.[5]
Secara fungsional, telomerase termasuk enzim transkriptase balik yang membawa molekul RNA internalnya sendiri. RNA tersebut digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis dan memperpanjang sekuens telomer. Contohnya, pada Trypanosoma brucei,[6] RNA telomerase memiliki urutan 3′-CCCAAUCCC-5′ yang berperan dalam proses pemanjangan telomer. Aktivitas telomerase umumnya ditemukan pada sel gamet dan sebagian besar sel kanker, tetapi sangat rendah atau tidak ada pada mayoritas sel somatik.
Pranala luar
Referensi
- ↑ Greider, C.W. & Blackburn, E.H. Identification of a specific telomere terminal transferase activity in Tetrahymena extracts. Cell. 1985. Vol. 43 (2 Pt 1). hlm. 405–413. doi:10.1016/0092-8674(85)90170-9.
- ↑ The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2009
- ↑ Witzany, G. The Viral Origins of Telomeres and Telomerases and their Important Role in Eukaryogenesis and Genome Maintenance. Biosemiotics. 2008. Vol. 1. hlm. 191–206. doi:10.1007/s12304-008-9018-0.
- ↑ What are telomeres and telomerase?.
- ↑ Retrotransposons that maintain chromosome ends. PNAS. 2011. Vol. 108 (51). hlm. 20317–24. doi:10.1073/pnas.1100278108.
- ↑ Telomerase in kinetoplastid parasitic protozoa. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. March 1999. Vol. 96 (7). hlm. 3616–21. doi:10.1073/pnas.96.7.3616.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29590658 (2026-08-17T01:22:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.