Robert Boyle: Perbedaan antara revisi
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula |
||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
Sejak remaja, Robert mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan cara bergerak di bidang ilmu. Dia pulang kembali ke rumah pada usia 18 tahun, setelah ayahnya meninggal. Ilmuan ini yakin bahwa "Melalui pengetahuan atas karya-Nya, kita akan mengenal Dia.” Menurut Boyle, belajar adalah proses. Maka, yang dia cari adalah proses. | Sejak remaja, Robert mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan cara bergerak di bidang ilmu. Dia pulang kembali ke rumah pada usia 18 tahun, setelah ayahnya meninggal. Ilmuan ini yakin bahwa "Melalui pengetahuan atas karya-Nya, kita akan mengenal Dia.” Menurut Boyle, belajar adalah proses. Maka, yang dia cari adalah proses. | ||
Pada tahun 1645, Robert meninggalkan rumah kakaknya dan pergi menuju ke Dorset, Inggris. Di Dorset, dia tinggal di puri yang merupakan peninggalan ayahnya. Setiap hari Robert mencurahkan tenaga dan waktunya untuk membaca buku dan melakukan eksperimen. Robert yang merasa pengetahuannya tentang [[sejarah kimia]] masih sedikit, mempelajari hal tersebut mulai dari tahun 1645 sampai 1649. Pada awalnya, hal tersebut sangat membuatnya bingung karena keterbatasan teori sehingga dia pun harus menciptakan teorinya sendiri. Pada akhir tahun 1649, [[Oliver Cromwell]] dapat menangkap Raja Charles I dan mengesekusi mati raja tersebut. Pada masa kepemimpinan Oliver, dia membebaskan Skotlandia dan Irlandia untuk mengatur wilayahnya sendiri, walaupun masih bagian dari Inggris. Robert yang pada saat itu sudah mendapat warisan kebun anggur ayahnya yang ada di Irlandia merasa bahagia karena sepenuhnya menjadi miliknya. Lalu dia bergegas pergi ke Irlandia untuk mengurus dokumen kepemilikan perkebunan tersebut. Pada tahun 1652, Robert memutuskan untuk tinggal di Irlandia dan mengambil alih dan mengelola perkebunan tersebut. Sejak saat itu Robert mencurahkan seluruh waktunya untuk belajar dan melakukan eksperimen. Namun, dia merasa tidak nyaman karena para ilmuan di Irlandia memenuhi percobaannya dengan sihir dan mistis. Hal ini dikarenakan mereka adalah penganut Alkimia yang teorinya berdasarkan penelitian kuno untuk mendapatkan "batu filsuf". Hal ini membuat Robert kesal dan frustrasi, oleh karena itu dia memutuskan untuk pindah. | Pada tahun 1645, Robert meninggalkan rumah kakaknya dan pergi menuju ke Dorset, Inggris. Di Dorset, dia tinggal di puri yang merupakan peninggalan ayahnya. Setiap hari Robert mencurahkan tenaga dan waktunya untuk membaca buku dan melakukan eksperimen. Robert yang merasa pengetahuannya tentang [[sejarah kimia]] masih sedikit, mempelajari hal tersebut mulai dari tahun 1645 sampai 1649. Pada awalnya, hal tersebut sangat membuatnya bingung karena keterbatasan teori sehingga dia pun harus menciptakan teorinya sendiri. Pada akhir tahun 1649, [[Oliver Cromwell]] dapat menangkap Raja Charles I dan mengesekusi mati raja tersebut. Pada masa kepemimpinan Oliver, dia membebaskan Skotlandia dan Irlandia untuk mengatur wilayahnya sendiri, walaupun masih bagian dari Inggris. Robert yang pada saat itu sudah mendapat warisan kebun anggur ayahnya yang ada di Irlandia merasa bahagia karena sepenuhnya menjadi miliknya. Lalu dia bergegas pergi ke Irlandia untuk mengurus dokumen kepemilikan perkebunan tersebut. Pada tahun 1652, Robert memutuskan untuk tinggal di Irlandia dan mengambil alih dan mengelola perkebunan tersebut. Sejak saat itu Robert mencurahkan seluruh waktunya untuk belajar dan melakukan eksperimen. Namun, dia merasa tidak nyaman karena para ilmuan di Irlandia memenuhi percobaannya dengan sihir dan mistis. Hal ini dikarenakan mereka adalah penganut Alkimia yang teorinya berdasarkan penelitian kuno untuk mendapatkan "batu filsuf". Hal ini membuat Robert kesal dan frustrasi, oleh karena itu dia memutuskan untuk pindah. | ||
| Baris 20: | Baris 19: | ||
Robert mulai melakukan riset pada udara. Menurutnya, "Udara adalah sesuatu yang nyata..". Untuk melakukan penelitiannya tentang udara, Robert menggandeng ilmuan [[Robert Hooke]] menjadi asistennya. Robert dengan keahliannya dalam matematika, khususnya bangun ruang memberikan gagasan untuk mengembangkan alat percobaannya. Lalu Boyle dan Hooke pun segera mungkin menyelesaikan alat baru mereka tersebut yang pada akhirnya disebut sebagai alat pompa udara. Pada Januari 1661, Robert memamerkan karyanya pada [[Royal Society]]. Disana Robert mengatakan bahwa dia menyimpulkan jika bunyi berada di ruang hampa udara, bunyi itu tidak bisa merambat. Lalu, Robert mulai melakukan serangkaian percobaan tentang hambatan udara terhadap sebuah benda. Dan dia menyimpulkan bahwa semua benda jatuh melalui udara dalam kecepatan yang sama. Robert tekun mempelajari dan melakukan percobaan ulang tentang udara yang sudah ditulis dan diuji oleh para ilmuan sebelumnya. Setelah melakukan penelitian dengan labu yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala, dia menyimpulkan bahwa semua benda yang terbakar membutuhkan udara. Temuan Robert mengenai prinsip pembakaran ini membantu para ilmuan untuk mengungkap misteri pembakaran. Selanjutnya, Robert melakukan percobaan pengaruh udara pada tanaman. Dia melakukan penelitian ini berdasarkan pendapat Helmont dan Galileo tentang unsur lain yang diperlukan tumbuhan agar tetap hidup. Penemuannya adalah tanda awal bahwa [[fotosintesis]] dan pernapasan adalah hal yang serupa. Akhirnya, para ilmuan tahu bahwa tumbuhan menyerap air dari tanah dan menyerap [[karbondioksida]] dari udara serta dengan bantuan sinar matahari, bahan baku sederhana ini berubah jadi glukosa. Proses tersebut biasa disebut fotosintesis. | Robert mulai melakukan riset pada udara. Menurutnya, "Udara adalah sesuatu yang nyata..". Untuk melakukan penelitiannya tentang udara, Robert menggandeng ilmuan [[Robert Hooke]] menjadi asistennya. Robert dengan keahliannya dalam matematika, khususnya bangun ruang memberikan gagasan untuk mengembangkan alat percobaannya. Lalu Boyle dan Hooke pun segera mungkin menyelesaikan alat baru mereka tersebut yang pada akhirnya disebut sebagai alat pompa udara. Pada Januari 1661, Robert memamerkan karyanya pada [[Royal Society]]. Disana Robert mengatakan bahwa dia menyimpulkan jika bunyi berada di ruang hampa udara, bunyi itu tidak bisa merambat. Lalu, Robert mulai melakukan serangkaian percobaan tentang hambatan udara terhadap sebuah benda. Dan dia menyimpulkan bahwa semua benda jatuh melalui udara dalam kecepatan yang sama. Robert tekun mempelajari dan melakukan percobaan ulang tentang udara yang sudah ditulis dan diuji oleh para ilmuan sebelumnya. Setelah melakukan penelitian dengan labu yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala, dia menyimpulkan bahwa semua benda yang terbakar membutuhkan udara. Temuan Robert mengenai prinsip pembakaran ini membantu para ilmuan untuk mengungkap misteri pembakaran. Selanjutnya, Robert melakukan percobaan pengaruh udara pada tanaman. Dia melakukan penelitian ini berdasarkan pendapat Helmont dan Galileo tentang unsur lain yang diperlukan tumbuhan agar tetap hidup. Penemuannya adalah tanda awal bahwa [[fotosintesis]] dan pernapasan adalah hal yang serupa. Akhirnya, para ilmuan tahu bahwa tumbuhan menyerap air dari tanah dan menyerap [[karbondioksida]] dari udara serta dengan bantuan sinar matahari, bahan baku sederhana ini berubah jadi glukosa. Proses tersebut biasa disebut fotosintesis. | ||
== Hukum Boyle == | == Hukum Boyle == | ||
Revisi terkini sejak 9 September 2026 06.39

Robert Boyle (25 Januari 1627 – 30 Desember 1691) adalah filsuf, kimiawan, fisikawan, penemu, dan ilmuwan Irlandia yang terkemuka karena karya-karyanya di bidang fisika dan kimia. Walaupun riset dan filsafat pribadinya jelas berakar dari tradisi alkimia, ia sering dianggap sebagai kimiawan modern pertama. Di antara karya-karyanya, The Sceptical Chymist dipandang sebagai batu loncatan kimia modern.
Penemu Gas
Perjalanan hidup
Robert merupakan anak ke-14 dari Bangsawan Cork yang sangat kaya dan saleh sehingga menganggap semua kepunyaannya berasal dari Allah. Keluarga ini benar-benar membentuk seorang anak yang sangat jenius. Robert Boyle lahir dari istri kedua Richard Boyle, Catharina. Diumurnya yang ke-8, Robert sudah fasih berbahasa Yunani dan Latin. Lalu diumur 12 tahun, Robert berkeliling Eropa bersama tutornya untuk mempelajari karya-karya ilmuan besar, seperti Galileo Galilei.
Sejak kecil, Robert sudah memiliki bakat sebagai orang besar melalui kemampuannya berpikir kritis dan selalu terdorong memikirkan hal-hal yang ada di sekelilingnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Robert pernah mengenyam pendidikan formal selama tiga tahun di Eton Collage, Windsor, Inggris. Robert hanya bersekolah formal selama tiga tahun karena adanya pergantian kepala sekolah yang memiliki cara mengajar yang berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya dan hal tersebut tidak cocok dengan pribadi Robert. Lalu pada umur 12 tahun Robert berkeliling Eropa bersama tutornya. Hal ini mampu membuat pemikiran Robert berkembang lebih cepat karena adanya proses diskusi dan tanya jawab secara langsung. Selanjutnya, Robert mulai mengembangkan minatnya dibidang Matematika dan Sains.
Sejak remaja, Robert mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan cara bergerak di bidang ilmu. Dia pulang kembali ke rumah pada usia 18 tahun, setelah ayahnya meninggal. Ilmuan ini yakin bahwa "Melalui pengetahuan atas karya-Nya, kita akan mengenal Dia.” Menurut Boyle, belajar adalah proses. Maka, yang dia cari adalah proses.
Pada tahun 1645, Robert meninggalkan rumah kakaknya dan pergi menuju ke Dorset, Inggris. Di Dorset, dia tinggal di puri yang merupakan peninggalan ayahnya. Setiap hari Robert mencurahkan tenaga dan waktunya untuk membaca buku dan melakukan eksperimen. Robert yang merasa pengetahuannya tentang sejarah kimia masih sedikit, mempelajari hal tersebut mulai dari tahun 1645 sampai 1649. Pada awalnya, hal tersebut sangat membuatnya bingung karena keterbatasan teori sehingga dia pun harus menciptakan teorinya sendiri. Pada akhir tahun 1649, Oliver Cromwell dapat menangkap Raja Charles I dan mengesekusi mati raja tersebut. Pada masa kepemimpinan Oliver, dia membebaskan Skotlandia dan Irlandia untuk mengatur wilayahnya sendiri, walaupun masih bagian dari Inggris. Robert yang pada saat itu sudah mendapat warisan kebun anggur ayahnya yang ada di Irlandia merasa bahagia karena sepenuhnya menjadi miliknya. Lalu dia bergegas pergi ke Irlandia untuk mengurus dokumen kepemilikan perkebunan tersebut. Pada tahun 1652, Robert memutuskan untuk tinggal di Irlandia dan mengambil alih dan mengelola perkebunan tersebut. Sejak saat itu Robert mencurahkan seluruh waktunya untuk belajar dan melakukan eksperimen. Namun, dia merasa tidak nyaman karena para ilmuan di Irlandia memenuhi percobaannya dengan sihir dan mistis. Hal ini dikarenakan mereka adalah penganut Alkimia yang teorinya berdasarkan penelitian kuno untuk mendapatkan "batu filsuf". Hal ini membuat Robert kesal dan frustrasi, oleh karena itu dia memutuskan untuk pindah.
Awal tahun 1656, Robert berkirim surat dengan Samuel Hartlib dan dia memutuskan untuk tinggal di Oxford. Sesampainya di tujuan, Robert dijemput oleh salah satu utusan Samuel Hartlib. Utusan tersebut mengatakan bahwa Samuel Hartlib mengundang Robert untuk tinggal di universitas yang dia kelola. Namun, Robert menolak dan memilih untuk menyewa kamar yang nantinya akan diubah menjadi laboratorium sederhana, tempat Robert membuat temuan-temuan penting. Setelah dia berbenah, Robert muda menemui Samuel Hartlib di Universitas College, Oxford, High Street di Oxford, Inggris. Samuel Hartib mengundang Robert untuk bergabung dengan kelompok ilmuan yang ada disana. Samuel mengatakan bahwa kelompok ilmuan tersebut sangat dipengaruhi oleh pandangan Galileo dan Descartes. Robert sangat antusias untuk menghadiri pertemuan kelompok tersebut. Robert memulai kehidupannya yang baru di Oxford dengan menghadiri pertemuan-pertemuan para ilmuan yang mendukung pendekatan percobaan pada sains. Pada 28 November 1660, berawal dari materi yang disampaikan oleh Christoper Wren, para ilmuan yang menghadiri mata kuliah tersebut memutuskan untuk membuat "Perguruan Tinggi untuk Mengembangkan Pengetahuan Percobaan". Setiap minggu, para ilmuan berkumpul untuk menyaksikan percobaan dan membahas persoalan-persoalan ilmiah. Hal itu berdampak pada peningkatan pemahaman Sains, dan memajukan pelaksanaan percobaan ilmiah yang hasil pembahasannya disebarluaskan ke seluruh Inggris. Pengetahuan Robert pun makin berkembang ketika dia giat mengikuti pertemuan dan semakin sering bergaul dengan para ilmuan. Robert mampu membantu menyiapkan laporan-laporan mengenai berbagai subjek. Raja Charles II yang mendengar tentang kelompok "Perguruan Tinggi untuk Mengembangkan Pengetahuan Percobaan" merasa senang dan dia pun menganugerahkan piagam kerajaan dan memberinya nama Royal Society of London for Improving Natural Knowledge.
Robert mulai melakukan riset pada udara. Menurutnya, "Udara adalah sesuatu yang nyata..". Untuk melakukan penelitiannya tentang udara, Robert menggandeng ilmuan Robert Hooke menjadi asistennya. Robert dengan keahliannya dalam matematika, khususnya bangun ruang memberikan gagasan untuk mengembangkan alat percobaannya. Lalu Boyle dan Hooke pun segera mungkin menyelesaikan alat baru mereka tersebut yang pada akhirnya disebut sebagai alat pompa udara. Pada Januari 1661, Robert memamerkan karyanya pada Royal Society. Disana Robert mengatakan bahwa dia menyimpulkan jika bunyi berada di ruang hampa udara, bunyi itu tidak bisa merambat. Lalu, Robert mulai melakukan serangkaian percobaan tentang hambatan udara terhadap sebuah benda. Dan dia menyimpulkan bahwa semua benda jatuh melalui udara dalam kecepatan yang sama. Robert tekun mempelajari dan melakukan percobaan ulang tentang udara yang sudah ditulis dan diuji oleh para ilmuan sebelumnya. Setelah melakukan penelitian dengan labu yang di dalamnya terdapat lilin yang menyala, dia menyimpulkan bahwa semua benda yang terbakar membutuhkan udara. Temuan Robert mengenai prinsip pembakaran ini membantu para ilmuan untuk mengungkap misteri pembakaran. Selanjutnya, Robert melakukan percobaan pengaruh udara pada tanaman. Dia melakukan penelitian ini berdasarkan pendapat Helmont dan Galileo tentang unsur lain yang diperlukan tumbuhan agar tetap hidup. Penemuannya adalah tanda awal bahwa fotosintesis dan pernapasan adalah hal yang serupa. Akhirnya, para ilmuan tahu bahwa tumbuhan menyerap air dari tanah dan menyerap karbondioksida dari udara serta dengan bantuan sinar matahari, bahan baku sederhana ini berubah jadi glukosa. Proses tersebut biasa disebut fotosintesis.
Hukum Boyle
Hukum Boyle merupakan hukum yang mengungkapkan hubungan terbalik antara volume dan tekanan gas. Boyle menetapkan bahwa hasil kali antara tekanan dan volume adalah suatu bilangan konstan atau bisa dituliskan sebagai berikut :
Jika volume berubah, maka tekanan akan berubah pula. Maka hal tersebut dapat diterangkan melalui Hukum Boyle :
Dengan ketentuan :
P1 = tekanan gas mula-mula (atm.cm Hg, N/m2, Pa)
P2 = tekanan gas akhir (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
V1 = volume gas mula-mula (m3, cm3)
V2 = volume gas akhir (m3, cm3)
Hal tersebut dapat digunakan dengan syarat :
- Suhu gas tetap atau konstan
- Gas ada di dalam ruangan tertutup
- Tidak adanya reaksi kimia
- Tidak adanya perubahan wujud gas
Penerapan Hukum Boyle pada kehidupan sehari-hari terletak pada kinerja pompa. Kinerja pompa yang dimaksud adalah ketika pengisap pada pompa ditarik, maka volume udara yang ada dalam pompa tersebut membesar dan udara tidak bisa masuk ke dalam ban karena harus melewati katup karet. Sedangkan jika pengisap ditekan, maka volume udara yang ada dalam pompa mengecil dan udara dapat masuk ke dalam ban karena tekanannya membesar.
Alat lain yang memiliki prinsip Hukum Boyle adalah :
- Alat suntik
- Pipet
- Pompa isap
- Pompa tekan
Karya lain Robert Boyle
Selain karyanya yang terkenal, The Sceptical Chymist, Boyle juga menciptakan karya-karya lain yang tak kalah bermanfaatnya, yaitu :
- Works of the Honorable Robert Boyle
- The Christian Virtuoso
- Experiments and Considerations Touching Colours
- A Free Enquiry into the Vulgarly Received Notion of Nature
- Seraphic Love
- Origin and Virtue of Gems
- Selected philosophical papers of Robert Boyle
- Some considerations about the reconcileableness of reason and religion
- Some motives and incentives to the love of God pathetically discours'd of, in a letter to a friend / by the Hon[ora]ble R.B., Esq. (1659)
- The Theological Works of the Honourable Robert Boyle, Esq; Epitomiz'd. in Three Volumes. ... by Richard Boulton, ... of 3; Volume 3
- The Works of the Honourable Robert Boyle. Volume V. of 5; Volume 5
- Dan lain-lain
Lihat pula
Pranala luar
- The Sceptical Chymist University of Pennsylvania Library
- Essay on the Virtue of Gems Gem and Diamond Foundation
- Experiments Touching Colours Gem and Diamond Foundation
- Boyle Papers University of London
- Stanford Encyclopedia of Philosophy entry
- Robert Boyle and Robert Hooke
- The Robert Boyle Science Room At Lismore Heritage Centre
- https://www.biografiku.com/biografi-robert-boyle-perintis-kimia/
- Soepri, 2011.Robert Boyle Kimiawan Modern. Jakarta : PT Gramedia Jakarta
- https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-hukum-boyle-rumus-penerapan-contoh-soal.html
- https://www.google.com/search?q=karya+robert+boyle&oq=kary&aqs=chrome.0.69i59j69i57j0l4.1018j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594924 (2026-08-18T07:06:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.