Flokulasi: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29461856; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Menurut definisi [[IUPAC]], flokulasi adalah "suatu proses kontak dan adhesi di mana partikel-partikel dispersi membentuk kelompok-kelompok ukuran yang lebih besar". Flokulasi | Menurut definisi [[IUPAC]], flokulasi adalah "suatu proses kontak dan adhesi di mana partikel-partikel dispersi membentuk kelompok-kelompok ukuran yang lebih besar". Flokulasi | ||
identik dengan [[agregasi partikel|aglomerasi]] dan koagulasi/[[perpaduan (kimia)|perpaduan]]. | identik dengan [[agregasi partikel|aglomerasi]] dan koagulasi/[[perpaduan (kimia)|perpaduan]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flokulasi&oldid=29461856 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>Arthur T. Hubbard. [https://books.google.com/books?id=vnb2X7Q8_cYC&pg=PA4230&lpg=PA4230&dq=ostwald+ripening+emulsion+polymerization Encyclopedia of Surface and Colloid Science]. CRC Press. 2004. hlm. 4230. ISBN 978-0-8247-0759-0.</ref> | ||
Pada dasarnya, koagulasi adalah proses penambahan koagulan untuk mengacaukan partikel bermuatan yang distabilkan. Sementara itu, flokulasi adalah teknik pencampuran yang mempromosikan aglomerasi dan membantu dalam pengendapan partikel. Koagulan yang paling umum digunakan adalah [[tawas]], Al<sub>2</sub>(SO<sub href="colloid chemistry">4</sub>)<sub href="particulate">3</sub> • 14 H<sub href="Settling">2</sub>O. | Pada dasarnya, koagulasi adalah proses penambahan koagulan untuk mengacaukan partikel bermuatan yang distabilkan. Sementara itu, flokulasi adalah teknik pencampuran yang mempromosikan aglomerasi dan membantu dalam pengendapan partikel. Koagulan yang paling umum digunakan adalah [[tawas]], Al<sub>2</sub>(SO<sub href="colloid chemistry">4</sub>)<sub href="particulate">3</sub> • 14 H<sub href="Settling">2</sub>O. | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
=== Kimia fisika === | === Kimia fisika === | ||
Untuk [[emulsi]], flokulasi menjelaskan pengelompokan tetesan yang tersebar secara bersamaan, di mana tetesan individu tidak kehilangan identitasnya. Flokulasi dengan demikian merupakan langkah awal menuju penuaan lanjut emulsi (perpaduan tetesan dan pemisahan akhir fase-fase). Flokulasi digunakan dalam pembalut mineral, tetapi dapat juga digunakan dalam desain sifat fisik makanan dan produk farmasi. | Untuk [[emulsi]], flokulasi menjelaskan pengelompokan tetesan yang tersebar secara bersamaan, di mana tetesan individu tidak kehilangan identitasnya.<ref>Adamson A.W. and Gast A.P. (1997) "Physical Chemistry of Surfaces", John Wiley and Sons.</ref> Flokulasi dengan demikian merupakan langkah awal menuju penuaan lanjut emulsi (perpaduan tetesan dan pemisahan akhir fase-fase). Flokulasi digunakan dalam pembalut mineral,<ref>Investigation of laws of selective flocculation of coals with synthetic latexes / P. V. Sergeev, V. S. Biletskyy // ICCS’97. 7–12 September 1997, Essen, Germany. V. 1. pp. 503–506.</ref> tetapi dapat juga digunakan dalam desain sifat fisik makanan dan produk farmasi.<ref>Philipp L. Fuhrmann. ''Clustering of oil droplets in o/w emulsions: Controlling cluster size and interaction strength''. ''Food Research International''. 2019-08-01. Vol. 122. hlm. 537–547. doi:10.1016/j.foodres.2019.04.027.</ref> | ||
=== Biologi === | === Biologi === | ||
Flokulasi digunakan dalam aplikasi [[bioteknologi]] bersamaan dengan [[mikrofiltrasi]] untuk meningkatkan efisiensi pakan biologis. Penambahan flokulan sintetis ke [[bioreaktor]] dapat meningkatkan ukuran partikel rata-rata membuat mikrofiltrasi lebih efisien. Ketika flokulan tidak ditambahkan, kue terbentuk dan menumpuk yang menyebabkan viabilitas sel rendah. Flokulan bermuatan positif bekerja lebih baik daripada yang bermuatan negatif karena sel umumnya bermuatan negatif. | Flokulasi digunakan dalam aplikasi [[bioteknologi]] bersamaan dengan [[mikrofiltrasi]] untuk meningkatkan efisiensi pakan biologis. Penambahan flokulan sintetis ke [[bioreaktor]] dapat meningkatkan ukuran partikel rata-rata membuat mikrofiltrasi lebih efisien. Ketika flokulan tidak ditambahkan, kue terbentuk dan menumpuk yang menyebabkan viabilitas sel rendah. Flokulan bermuatan positif bekerja lebih baik daripada yang bermuatan negatif karena sel umumnya bermuatan negatif.<ref>Binbing Han. ''Flocculation of biological cells: Experiment vs. theory''. ''AIChE Journal''. 2003-07-01. Vol. 49 (7). hlm. 1687–1701. doi:10.1002/aic.690490709.</ref> | ||
== Bacaan lebih lanjut == | == Bacaan lebih lanjut == | ||
* John Gregory (2006), ''Particles in water: properties and processes'', Taylor & Francis, | * John Gregory (2006), ''Particles in water: properties and processes'', Taylor & Francis, | ||
* John C. Crittenden, R. Rhodes Trussell, David W. Hand, Kerry J. Howe, George Tchobanoglous (2012), ''MWH's water treatment: principles and design, third edition'', John Wiley & Sons, | * John C. Crittenden, R. Rhodes Trussell, David W. Hand, Kerry J. Howe, George Tchobanoglous (2012), ''MWH's water treatment: principles and design, third edition'', John Wiley & Sons, | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flokulasi&oldid=29461856 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29461856 (2026-07-15T13:00:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Flokulasi&oldid=29461856 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29461856 (2026-07-15T13:00:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 17.59
Flokulasi, di bidang kimia, adalah proses ketika koloid keluar dari suspensi dalam bentuk flok atau serpihan, baik secara spontan atau karena penambahan suatu agen penjernih. Aksi ini berbeda dari presipitasi dalam hal tersebut, sebelum flokulasi, koloid hanya tersuspensi dalam cairan dan tidak benar-benar larut dalam larutan. Dalam sistem terflokulasi, tidak ada pembentukan endapan liat (cake), karena semua flok berada dalam suspensi.
Koagulasi dan flokulasi adalah proses penting dalam pengolahan air dengan koagulasi untuk mendestabilkan partikel melalui reaksi kimia antara koagulan dan koloid, dan flokulasi untuk mengangkut partikel yang tidak stabil yang akan menyebabkan tumbukan dengan flok.
Definisi
Menurut definisi IUPAC, flokulasi adalah "suatu proses kontak dan adhesi di mana partikel-partikel dispersi membentuk kelompok-kelompok ukuran yang lebih besar". Flokulasi identik dengan aglomerasi dan koagulasi/perpaduan.[1][2]
Pada dasarnya, koagulasi adalah proses penambahan koagulan untuk mengacaukan partikel bermuatan yang distabilkan. Sementara itu, flokulasi adalah teknik pencampuran yang mempromosikan aglomerasi dan membantu dalam pengendapan partikel. Koagulan yang paling umum digunakan adalah tawas, Al2(SO4)3 • 14 H2O.
Reaksi kimianya adalah:
Al2(SO4)3 • 14 H2O → 2 Al(OH)3(s) + 6 H+ + 3 SO42- + 8 H2O
Selama flokulasi, pencampuran yang lembut mempercepat laju tumbukan partikel, dan partikel-partikel yang tidak stabil diagregasi lebih lanjut dan dimasukkan ke dalam endapan yang lebih besar. Flokulasi dipengaruhi oleh beberapa parameter, termasuk kecepatan pencampuran, intensitas pencampuran, dan waktu pencampuran. Produk dari intensitas pencampuran dan waktu pencampuran digunakan untuk menggambarkan proses flokulasi.
Aplikasi
Kimia permukaan
Dalam kimia koloid, flokulasi mengacu pada proses di mana partikulat halus berkumpul menjadi flok. Flok kemudian dapat mengapung ke atas cairan (creaming), menetap ke bagian bawah cairan (sedimentasi), atau siap disaring dari cairan. Perilaku flokulasi koloid tanah sangat erat kaitannya dengan kualitas air tawar. Dispersi koloid tanah yang tinggi tidak hanya secara langsung menyebabkan kekeruhan air di sekitarnya tetapi juga menginduksi eutrofikasi karena adsorpsi zat gizi di sungai dan danau dan bahkan kapal di bawah laut.
Kimia fisika
Untuk emulsi, flokulasi menjelaskan pengelompokan tetesan yang tersebar secara bersamaan, di mana tetesan individu tidak kehilangan identitasnya.[3] Flokulasi dengan demikian merupakan langkah awal menuju penuaan lanjut emulsi (perpaduan tetesan dan pemisahan akhir fase-fase). Flokulasi digunakan dalam pembalut mineral,[4] tetapi dapat juga digunakan dalam desain sifat fisik makanan dan produk farmasi.[5]
Biologi
Flokulasi digunakan dalam aplikasi bioteknologi bersamaan dengan mikrofiltrasi untuk meningkatkan efisiensi pakan biologis. Penambahan flokulan sintetis ke bioreaktor dapat meningkatkan ukuran partikel rata-rata membuat mikrofiltrasi lebih efisien. Ketika flokulan tidak ditambahkan, kue terbentuk dan menumpuk yang menyebabkan viabilitas sel rendah. Flokulan bermuatan positif bekerja lebih baik daripada yang bermuatan negatif karena sel umumnya bermuatan negatif.[6]
Bacaan lebih lanjut
- John Gregory (2006), Particles in water: properties and processes, Taylor & Francis,
- John C. Crittenden, R. Rhodes Trussell, David W. Hand, Kerry J. Howe, George Tchobanoglous (2012), MWH's water treatment: principles and design, third edition, John Wiley & Sons,
Referensi
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Arthur T. Hubbard. Encyclopedia of Surface and Colloid Science. CRC Press. 2004. hlm. 4230. ISBN 978-0-8247-0759-0.
- ↑ Adamson A.W. and Gast A.P. (1997) "Physical Chemistry of Surfaces", John Wiley and Sons.
- ↑ Investigation of laws of selective flocculation of coals with synthetic latexes / P. V. Sergeev, V. S. Biletskyy // ICCS’97. 7–12 September 1997, Essen, Germany. V. 1. pp. 503–506.
- ↑ Philipp L. Fuhrmann. Clustering of oil droplets in o/w emulsions: Controlling cluster size and interaction strength. Food Research International. 2019-08-01. Vol. 122. hlm. 537–547. doi:10.1016/j.foodres.2019.04.027.
- ↑ Binbing Han. Flocculation of biological cells: Experiment vs. theory. AIChE Journal. 2003-07-01. Vol. 49 (7). hlm. 1687–1701. doi:10.1002/aic.690490709.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29461856 (2026-07-15T13:00:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.