Lompat ke isi

Proses kontak: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26886662; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Proses Kontak''' adalah prosedur teknis yang digunakan untuk memproduksi [[asam sulfat]] dengan menggunakan [[katalisator]] (contohnya adalah [[vanadium pentoksida]] dan [[silikon dioksida]]). Proses ini sering digunakan dalam bidang perindustrian, walaupun proses kontak ganda yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan juga telah dikembangkan. Sebelumnya proses yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat adalah [[proses ruang timbal]] dan [[Proses Vitriol|proses vitriol]].
'''Proses Kontak''' adalah prosedur teknis yang digunakan untuk memproduksi [[asam sulfat]] dengan menggunakan [[katalisator]] (contohnya adalah [[vanadium pentoksida]] dan [[silikon dioksida]]). Proses ini sering digunakan dalam bidang perindustrian, walaupun proses kontak ganda yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan juga telah dikembangkan. Sebelumnya proses yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat adalah [[proses ruang timbal]] dan [[Proses Vitriol|proses vitriol]].<ref>[http://www.aiche-cf.org/Clearwater/2008/Paper2/8.2.7.pdf The History of the Contact Sulfuric Acid Process] (PDF; 157 kB).</ref>


Proses Kontak pertama kali dipatenkan di [[Bristol]] oleh [[Peregrine Phillips]] pada tahun 1831, tetapi proses ini baru digunakan dalam bidang perindustrian beberapa dasawarsa kemudian - contohnya adalah di kota [[Freiberg]] pada tahun 1875.. Kemudian [[platina]] mulai digunakan sebagai katalisator, tetapi terobosan yang sesungguhnya baru terjadi setelah [[Vanadium]] dijadikan katalisator.
Proses Kontak pertama kali dipatenkan di [[Bristol]] oleh [[Peregrine Phillips]] pada tahun 1831, tetapi proses ini baru digunakan dalam bidang perindustrian beberapa dasawarsa kemudian - contohnya adalah di kota [[Freiberg]] pada tahun 1875..<ref>[http://pubs.acs.org/subscribe/archive/tcaw/10/i09/html/09chemch.html David M. Kiefer: Sulfuric acid: Pumping up the volume, ACS]</ref> Kemudian [[platina]] mulai digunakan sebagai katalisator, tetapi terobosan yang sesungguhnya baru terjadi setelah [[Vanadium]] dijadikan katalisator.


== Prosedur ==
== Prosedur ==
Pertama-tama [[sulfur dioksida]] diproduksi dengan membakar [[sulfur]]. Udara yang dibutuhkan untuk pembakaran harus dikeringkan terlebih dahulu untuk menghindari [[korosi]] dan deaktivasi katalisator oleh asam sulfat atau [[asam sulfit]]:
Pertama-tama [[sulfur dioksida]] diproduksi dengan membakar [[sulfur]]. Udara yang dibutuhkan untuk pembakaran harus dikeringkan terlebih dahulu untuk menghindari [[korosi]] dan deaktivasi katalisator oleh asam sulfat atau [[asam sulfit]]:


:<math> \mathrm {S_8(s) + 8\ O_2(g) \quad \rightarrow \quad 8\ SO_2(g) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-297{,}03~\rm kJ/mol}</math>
:<math> \mathrm {S_8(s) + 8\ O_2(g) \quad \rightarrow \quad 8\ SO_2(g) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-297{,}03~\rm kJ/mol}</math><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kontak&oldid=26886662 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Pembakaran sulfur dilakukan dengan kelebihan udara di dalam sebuah tungku dengan bahan yang tahan suhu tinggi hingga campuran gas mencapai sekitar 10 hingga 11% sulfur dioksida. Setelah pembakaran, gas harus didinginkan hingga suhu 410-440&nbsp;°C untuk persiapan oksidasi katalitis dalam langkah berikutnya.
Pembakaran sulfur dilakukan dengan kelebihan udara di dalam sebuah tungku dengan bahan yang tahan suhu tinggi hingga campuran gas mencapai sekitar 10 hingga 11% sulfur dioksida. Setelah pembakaran, gas harus didinginkan hingga suhu 410-440&nbsp;°C untuk persiapan oksidasi katalitis dalam langkah berikutnya.
Baris 16: Baris 16:
Sulfur dioksida yang telah dihasilkan lalu bereaksi dengan oksigen dalam reaksi setimbang dengan bantuan dari katalisator [[platina]] atau [[vanadium]] (di atas gel silika SiO<sub>2</sub>) dan hasilnya adalah [[sulfur trioksida]]:
Sulfur dioksida yang telah dihasilkan lalu bereaksi dengan oksigen dalam reaksi setimbang dengan bantuan dari katalisator [[platina]] atau [[vanadium]] (di atas gel silika SiO<sub>2</sub>) dan hasilnya adalah [[sulfur trioksida]]:


:<math> \mathrm {2\ SO_2(g) + O_2(g) \quad \rightleftharpoons \quad 2 \ SO_3(g) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-197{,}96~\rm kJ/mol}</math>
:<math> \mathrm {2\ SO_2(g) + O_2(g) \quad \rightleftharpoons \quad 2 \ SO_3(g) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-197{,}96~\rm kJ/mol}</math><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kontak&oldid=26886662 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


Sulfur trioksida yang diperoleh lalu bereaksi dengan air untuk membentuk [[asam sulfat]]:
Sulfur trioksida yang diperoleh lalu bereaksi dengan air untuk membentuk [[asam sulfat]]:
:<math> \mathrm {SO_3(g) + H_2O(l) \quad \rightarrow \quad H_2SO_4(l) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-176{,}6~\rm kJ/mol}</math>
:<math> \mathrm {SO_3(g) + H_2O(l) \quad \rightarrow \quad H_2SO_4(l) \qquad }</math> <math>{\Delta H=-176{,}6~\rm kJ/mol}</math><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kontak&oldid=26886662 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


SO<sub>3</sub> memiliki [[kelarutan]] yang lebih tinggi di dalam H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> daripada air. Dari sini [[asam disulfat]] dapat dihasilkan:
SO<sub>3</sub> memiliki [[kelarutan]] yang lebih tinggi di dalam H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> daripada air. Dari sini [[asam disulfat]] dapat dihasilkan:
Baris 30: Baris 30:


Perlu dicatat bahwa suhu reaksi [[sulfur dioksida]] dengan [[oksigen]] harus berada di dalam ambang batas 400–600&nbsp;°C.
Perlu dicatat bahwa suhu reaksi [[sulfur dioksida]] dengan [[oksigen]] harus berada di dalam ambang batas 400–600&nbsp;°C.
== Catatan kaki ==


== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
* O.B. Lapina, B.S. Bal'zhinimaev, S. Boghosian, K.M. Eriksen, R. Fehrmann: ''Progress on the mechanistic understanding of SO<sub>2</sub> oxidation catalysts.'' Dalam: ''[[Catalysis Today]].'' 1999, 51, S. 469–479, .
* O.B. Lapina, B.S. Bal'zhinimaev, S. Boghosian, K.M. Eriksen, R. Fehrmann: ''Progress on the mechanistic understanding of SO<sub>2</sub> oxidation catalysts.'' Dalam: ''[[Catalysis Today]].'' 1999, 51, S. 469–479, .


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kontak&oldid=26886662 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26886662 (2025-02-05T04:24:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proses+kontak&oldid=26886662 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26886662 (2025-02-05T04:24:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.08

Proses Kontak adalah prosedur teknis yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat dengan menggunakan katalisator (contohnya adalah vanadium pentoksida dan silikon dioksida). Proses ini sering digunakan dalam bidang perindustrian, walaupun proses kontak ganda yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan juga telah dikembangkan. Sebelumnya proses yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat adalah proses ruang timbal dan proses vitriol.[1]

Proses Kontak pertama kali dipatenkan di Bristol oleh Peregrine Phillips pada tahun 1831, tetapi proses ini baru digunakan dalam bidang perindustrian beberapa dasawarsa kemudian - contohnya adalah di kota Freiberg pada tahun 1875..[2] Kemudian platina mulai digunakan sebagai katalisator, tetapi terobosan yang sesungguhnya baru terjadi setelah Vanadium dijadikan katalisator.

Prosedur

Pertama-tama sulfur dioksida diproduksi dengan membakar sulfur. Udara yang dibutuhkan untuk pembakaran harus dikeringkan terlebih dahulu untuk menghindari korosi dan deaktivasi katalisator oleh asam sulfat atau asam sulfit:

S8(s)+8 O2(g)8 SO2(g) ΔH=297,03kJ/mol[3]

Pembakaran sulfur dilakukan dengan kelebihan udara di dalam sebuah tungku dengan bahan yang tahan suhu tinggi hingga campuran gas mencapai sekitar 10 hingga 11% sulfur dioksida. Setelah pembakaran, gas harus didinginkan hingga suhu 410-440 °C untuk persiapan oksidasi katalitis dalam langkah berikutnya.

Sulfur dioksida dapat juga diperoleh dengan membakar bijih yang mengandung sulfid:

4 FeS2+11 O22 Fe2O3+8 SO2

Sulfur dioksida yang telah dihasilkan lalu bereaksi dengan oksigen dalam reaksi setimbang dengan bantuan dari katalisator platina atau vanadium (di atas gel silika SiO2) dan hasilnya adalah sulfur trioksida:

2 SO2(g)+O2(g)2 SO3(g) ΔH=197,96kJ/mol[4]

Sulfur trioksida yang diperoleh lalu bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat:

SO3(g)+H2O(l)H2SO4(l) ΔH=176,6kJ/mol[5]

SO3 memiliki kelarutan yang lebih tinggi di dalam H2SO4 daripada air. Dari sini asam disulfat dapat dihasilkan:

SO3(g)+H2SO4(l)H2S2O7(l)

Asam ini kemudian dapat direaksikan dengan air untuk memperoleh kandungan asam sulfat yang dua kali lebih besar:

H2S2O7(l)+H2O(l)2H2SO4(l)

Perlu dicatat bahwa suhu reaksi sulfur dioksida dengan oksigen harus berada di dalam ambang batas 400–600 °C.

Daftar pustaka

  • O.B. Lapina, B.S. Bal'zhinimaev, S. Boghosian, K.M. Eriksen, R. Fehrmann: Progress on the mechanistic understanding of SO2 oxidation catalysts. Dalam: Catalysis Today. 1999, 51, S. 469–479, .

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26886662 (2025-02-05T04:24:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.