Lompat ke isi

Pengawaaspalan: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28609431; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 3: Baris 3:
Unit pengawaaspal biasanya ditempatkan setelah menara penyulingan vakum. Ini biasanya merupakan unit pelarut pengawaaspal ("SDA"). SDA memisahkan aspal dari bahan baku karena hidrokarbon ringan akan melarutkan senyawa [[alifatik]], tetapi tidak melarutkan [[aspaltena]]. Keluaran dari unit pengawaaspal adalah minyak awaaspalan ("DAO") dan [[aspal]].
Unit pengawaaspal biasanya ditempatkan setelah menara penyulingan vakum. Ini biasanya merupakan unit pelarut pengawaaspal ("SDA"). SDA memisahkan aspal dari bahan baku karena hidrokarbon ringan akan melarutkan senyawa [[alifatik]], tetapi tidak melarutkan [[aspaltena]]. Keluaran dari unit pengawaaspal adalah minyak awaaspalan ("DAO") dan [[aspal]].


DAO dari pengawaaspalan [[propana]] memiliki mutu tertinggi tetapi hasil terendah, sedangkan penggunaan [[pentana]] dapat mendwigandakan atau mentrigandakan hasil dari umpan berat, tetapi mengurangkan kontaminasi oleh residu logam dan karbon yang memperpendek umur katalis perengkahan hilir. Jika [[pelarut]]nya adalah [[butana]], unit itu disebut [[pengawaaspal butana]] ("BDA") dan jika pelarutnya adalah [[propana]], unit itu disebut unit [[pengawaaspal propana]] ("PDA").
DAO dari pengawaaspalan [[propana]] memiliki mutu tertinggi tetapi hasil terendah, sedangkan penggunaan [[pentana]] dapat mendwigandakan atau mentrigandakan hasil dari umpan berat, tetapi mengurangkan kontaminasi oleh residu logam dan karbon yang memperpendek umur katalis perengkahan hilir.<ref>John J. McKetta. [https://books.google.com/books?id=Xlqsr_K59mcC&pg=PP1&dq=McKetta,+John+J.+Petroleum+Processing+Handbook. Petroleum Processing Handbook]. CRC Press. 1992. hlm. 536. ISBN 978-0-8247-8681-6.</ref> Jika [[pelarut]]nya adalah [[butana]], unit itu disebut [[pengawaaspal butana]] ("BDA") dan jika pelarutnya adalah [[propana]], unit itu disebut unit [[pengawaaspal propana]] ("PDA").
 
== Rujukan ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 15: Baris 12:
*[https://archive.today/20121216140338/http://www3.interscience.wiley.com/cgi-bin/bookhome/114124025/ Lubricants and Lubrication (Second Edition)]
*[https://archive.today/20121216140338/http://www3.interscience.wiley.com/cgi-bin/bookhome/114124025/ Lubricants and Lubrication (Second Edition)]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengawaaspalan&oldid=28609431 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28609431 (2025-11-23T03:18:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pengawaaspalan&oldid=28609431 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28609431 (2025-11-23T03:18:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.15

Pengawaaspalan () adalah sistem rekayasa proses di kilang minyak bumi dengan cara memisahkan residu vakum menjadi bagian parafin (minyak awaaspalan, DAO) dan bagian (sangat) aromatik (aspaltena). Alat yang digunakan dalam pengawaaspalan adalah pengawaaspal. Pengawaaspal adalah unit dalam penyulingan minyak mentah atau peningkat bitumen yang memisahkan aspal dari minyak mentah atau bitumen.

Unit pengawaaspal biasanya ditempatkan setelah menara penyulingan vakum. Ini biasanya merupakan unit pelarut pengawaaspal ("SDA"). SDA memisahkan aspal dari bahan baku karena hidrokarbon ringan akan melarutkan senyawa alifatik, tetapi tidak melarutkan aspaltena. Keluaran dari unit pengawaaspal adalah minyak awaaspalan ("DAO") dan aspal.

DAO dari pengawaaspalan propana memiliki mutu tertinggi tetapi hasil terendah, sedangkan penggunaan pentana dapat mendwigandakan atau mentrigandakan hasil dari umpan berat, tetapi mengurangkan kontaminasi oleh residu logam dan karbon yang memperpendek umur katalis perengkahan hilir.[1] Jika pelarutnya adalah butana, unit itu disebut pengawaaspal butana ("BDA") dan jika pelarutnya adalah propana, unit itu disebut unit pengawaaspal propana ("PDA").

Pranala luar

Referensi

  1. John J. McKetta. Petroleum Processing Handbook. CRC Press. 1992. hlm. 536. ISBN 978-0-8247-8681-6.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28609431 (2025-11-23T03:18:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.