Koniina: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28590426; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Koniin''' adalah sejenis [[alkaloid]] yang berasal dari tanaman ''[[Poison Hemlock]]'' (''[[Conium maculatum]]'') dan bersifat beracun | [[File:Coniin_-_Coniine.svg|thumb|right|280px|Coniin - Coniine]] | ||
'''Koniin''' adalah sejenis [[alkaloid]] yang berasal dari tanaman ''[[Poison Hemlock]]'' (''[[Conium maculatum]]'') dan bersifat beracun <ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Selain koniin, terdapat senyawa alkaloid beracun [[γ-coniceine]] pada tanaman tersebut, hanya saja koniin delapan kali lebih beracun daripada γ-coniceine.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Profil alkaloid pada ''C. maculatum'' berubah-ubah sepanjang tahun tergantung dari variasi [[intensitas cahaya]] dan kelembapan.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref>> Koniin mendominasi pada saat musim panas yang kering dan banyak cahayanya, sementara pada saat musim hujan, kadar koniin dan γ-coniceine kandungannya mirip.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Kandungan tertingginya umum ditemukan pada buah yang matang.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Efek beracunnya akan timbul saat tanaman atau [[biji]] tercerna.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Gejala keracunannya sama pada semua binatang dan meiputi pelemahan otot, kurangnya koordinasai, bergetar, perbesaran pupil, dan produksi [[saliva]] secara berlebihan.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Pada konsentasi yang mematikan, koniin dapat melumpuhkan otot pernapasan.<ref>Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. ''Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet''. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3</ref> Koniin dapat terakumulasi pada daging dan susu dari binatang yang mengonsumsi ''C. maculatum'' sehingga manusia yang mengonsumsinya dapat terkena keracunan yang bisa berujung menjadi gagal [[ginjal]].<ref>Frank, A.A., Reed, W.M. (1990) Comparative toxicity of coniine, an alkaloid of ''Conium maculatum'' (poison hemlock), in chickens, quails, and turkeys. ''Avian Dis'' 34:433–437.</ref> | |||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 5: | Baris 7: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koniina&oldid=28590426 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28590426 (2025-11-21T16:00:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 18.15
Koniin adalah sejenis alkaloid yang berasal dari tanaman Poison Hemlock (Conium maculatum) dan bersifat beracun [1] Selain koniin, terdapat senyawa alkaloid beracun γ-coniceine pada tanaman tersebut, hanya saja koniin delapan kali lebih beracun daripada γ-coniceine.[2] Profil alkaloid pada C. maculatum berubah-ubah sepanjang tahun tergantung dari variasi intensitas cahaya dan kelembapan.[3]> Koniin mendominasi pada saat musim panas yang kering dan banyak cahayanya, sementara pada saat musim hujan, kadar koniin dan γ-coniceine kandungannya mirip.[4] Kandungan tertingginya umum ditemukan pada buah yang matang.[5] Efek beracunnya akan timbul saat tanaman atau biji tercerna.[6] Gejala keracunannya sama pada semua binatang dan meiputi pelemahan otot, kurangnya koordinasai, bergetar, perbesaran pupil, dan produksi saliva secara berlebihan.[7] Pada konsentasi yang mematikan, koniin dapat melumpuhkan otot pernapasan.[8] Koniin dapat terakumulasi pada daging dan susu dari binatang yang mengonsumsi C. maculatum sehingga manusia yang mengonsumsinya dapat terkena keracunan yang bisa berujung menjadi gagal ginjal.[9]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
- ↑ Frank, A.A., Reed, W.M. (1990) Comparative toxicity of coniine, an alkaloid of Conium maculatum (poison hemlock), in chickens, quails, and turkeys. Avian Dis 34:433–437.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28590426 (2025-11-21T16:00:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.