Empedu: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29444183; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Cholestasis_2_high_mag.jpg|thumb|right|280px|Cholestasis 2 high mag]] | |||
Komposisi empedu adalah [[air]] 97-98%, garam empedu 0,7%, bilirubin 0,2%, [[lemak]] 0,51% dan 200 meq/l garam anorganik. Dua pigmen utama untuk empedu adalah [[bilirubin]] yang berwarna oranye-kuning, dan [[biliverdin]], yang terbuat dari oksidasi bilirubin, yang berwarna hijau. Ketika kedua pewarna tersebut tercampur, campuran tersebut membuat feses berwarna coklat. | '''Empedu''' adalah cairan bersifat [[basa]] yang pahit dan berwarna hijau kekuningan karena mengandung pigmen bilirubin, biliverdin, dan [[urobilin]], yang disekresikan oleh [[hepatosit]] [[hati]] pada sebagian besar [[vertebrata]]. Empedu digunakan untuk membantu pencernaan [[lemak]] di [[usus dua belas jari]]. Dalam manusia, setiap hari sekitar 400-800cc cairan empedu disekresikan oleh hati di mana sekresinya berjalan terus-menerus.<ref>[http://www.vivo.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion/liver/bile.html Secretion of Bile and the Role of Bile Acids In Digestion]. ''www.vivo.colostate.edu''.</ref> Jumlah yang disekresikan akan meningkat jika sedang mencerna lemak. Pada beberapa [[spesies]], empedu disimpan dan dikonsentrasikan dalam [[kantung empedu]]. Setelah makan, cairan empedu tersimpan ini akan dilepaskan ke [[usus dua belas jari]] untuk membantu proses [[pencernaan makanan]]. | ||
Komposisi empedu adalah [[air]] 97-98%, garam empedu 0,7%,<ref>Kim E. Barrett. [https://archive.org/details/ganongsreviewofm0000unse Ganong's review of medical physiology]. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. [https://archive.org/details/ganongsreviewofm0000unse/page/512 512]. ISBN 978-0-07-178003-2.</ref> bilirubin 0,2%, [[lemak]] 0,51%<ref>Kim E. Barrett. [https://archive.org/details/ganongsreviewofm0000unse Ganong's review of medical physiology]. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. [https://archive.org/details/ganongsreviewofm0000unse/page/512 512]. ISBN 978-0-07-178003-2.</ref> dan 200 meq/l garam anorganik.<ref>Guyton and Hall. ''Textbook of Medical Physiology''. Saunders Elsevier. 2011. hlm. 784. ISBN 978-1-4160-4574-8.</ref> Dua pigmen utama untuk empedu adalah [[bilirubin]] yang berwarna oranye-kuning, dan [[biliverdin]], yang terbuat dari oksidasi bilirubin, yang berwarna hijau. Ketika kedua pewarna tersebut tercampur, campuran tersebut membuat feses berwarna coklat.<ref>[https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803095505664 Bile pigments - Oxford Reference]. ''www.oxfordreference.com''. doi:10.1093/oi/authority.20110803095505664.</ref> | |||
== Fungsi == | == Fungsi == | ||
Empedu bertindak, dalam batas tertentu, sebagai [[surfaktan]] yang membantu mengemulsi lemak dalam makanan. Anion garam empedu bersifat [[hidrofilik]] di satu sisi dan [[hidrofobik]] di sisi lain; karena itu, mereka cenderung berkumpul mengelilingi tetesan lemak ([[trigliserida]] dan [[fosfolipid]]) untuk membentuk [[misel]], dengan sisi hidrofobik menghadap lemak dan sisi hidrofilik menghadap ke luar. Sisi hidrofilik bermuatan negatif, dan muatan tersebut mencegah tetesan lemak yang dilapisi empedu dari berkumpul kembali menjadi partikel lemak yang lebih besar. Biasanya, dalam manusia, misel di usus dua belas jari memiliki diameter sekitar 1-50 μm.<ref>Eric Dickinson. [https://books.google.co.uk/books?id=7nAoDwAAQBAJ&pg=PA22 Food Colloids: Self-Assembly and Material Science]. Royal Society of Chemistry. 2007-10-31. hlm. 22. ISBN 978-1-84755-769-8.</ref> | |||
Dispersi lemak makanan ke dalam misel meningkatkan area permukaan untuk aksi enzim [[lipase pankreatik]], yang sebenarnya mencerna trigliserida, dan mampu mencapai inti lemak tersebut melalui celah di antara garam empedu.<ref>Mark E. Lowe. ''Trigliserida lipase pankreas''. 2002-12-01. Vol. 43. hlm. 2007–2016. doi:10.1194 / jlr.R200012-JLR200.</ref> Trigliserida dipecah menjadi dua [[asam lemak]] dan [[monogliserida]], yang diserap oleh [[Vili usus|vili]] di dinding [[Usus dua belas jari|usus]]. Setelah ditransfer melintasi membran usus, asam lemak tersebut membentuk kembali menjadi trigliserida (re-esterifikasi), sebelum diserap ke dalam [[sistem limfatik]] melalui [[lakteal]]. Tanpa garam empedu, sebagian besar lemak dalam makanan akan diekskresikan dalam feses dan tidak dicernakan.<ref>Cecie Starr. [https://books.google.co.id/books? Id = IsOcq_1PnlMC & pg = PT650 Biologi: Konsep dan Aplikasi]. 2007-09-20. ISBN 978-0-495-11981-4.</ref> | |||
Karena empedu itu meningkatkan penyerapan lemak, empedu adalah bagian penting dari penyerapan zat yang larut dalam lemak,<ref>[https://www.vivo.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion Sekresi Empedu dan Peran Asam Empedu Dalam Pencernaan].</ref> seperti [[vitamin]] [[Vitamin A|A]], [[Vitamin D|D]], [[Vitamin E|E]], dan [[Vitamin K|K]].<ref>[https://www.vivo.colostate.edu/hbooks/pathphys/digestion/liver/bile.html Sekresi Empedu dan Peran Asam Empedu Dalam Pencernaan]. ''www.vivo.colostate.edu''.</ref> | |||
Karena empedu itu meningkatkan penyerapan lemak, empedu adalah bagian penting dari penyerapan zat yang larut dalam lemak, seperti [[vitamin]] [[Vitamin A|A]], [[Vitamin D|D]], [[Vitamin E|E]], dan [[Vitamin K|K]]. | |||
Selain membantu fungsi pencernaan, empedu adalah menjadi bagian dari rute ekskresi bilirubin, produk sampingan dari [[sel darah merah]] yang didaur ulang oleh hati. Bilirubin berasal dari [[hemoglobin]] dan terbuat melalui proses [[glukuronidasi]]. | Selain membantu fungsi pencernaan, empedu adalah menjadi bagian dari rute ekskresi bilirubin, produk sampingan dari [[sel darah merah]] yang didaur ulang oleh hati. Bilirubin berasal dari [[hemoglobin]] dan terbuat melalui proses [[glukuronidasi]]. | ||
Empedu cenderung lebih bersifat [[basa]]. [[pH]] getah empedu dalam duktus koledokus (7,50-8,05) itu lebih tinggi daripada getah empedu dalam kandung empedu (6,80-7,65). Getah empedu dalam kantong empedu menjadi lebih asam semakin lama orang tersebut tidak makan, meskipun kalau orang itu beristirahat, penurunan pH ini akan diperlambatkan. Sebagai basa, ia juga berfungsi untuk menetralkan kelebihan [[asam lambung]] sebelum memasuki [[usus dua belas jari]], bagian pertama dari [[usus halus]]. Garam empedu juga bertindak sebagai [[bakterisida]], menghancurkan banyak mikrob yang mungkin berada di dalam makanan. | Empedu cenderung lebih bersifat [[basa]]. [[pH]] getah empedu dalam duktus koledokus (7,50-8,05) itu lebih tinggi daripada getah empedu dalam kandung empedu (6,80-7,65). Getah empedu dalam kantong empedu menjadi lebih asam semakin lama orang tersebut tidak makan, meskipun kalau orang itu beristirahat, penurunan pH ini akan diperlambatkan.<ref>D. Juni Sutor. [http://gut.bmj.com/content/17/12/971.full.pdf Variasi Diurnal dalam pH Patologis Kantung Empedu]. Vol. 17. doi:10.1136 / gut.17.12.971.</ref> Sebagai basa, ia juga berfungsi untuk menetralkan kelebihan [[asam lambung]] sebelum memasuki [[usus dua belas jari]], bagian pertama dari [[usus halus]]. Garam empedu juga bertindak sebagai [[bakterisida]], menghancurkan banyak mikrob yang mungkin berada di dalam makanan.<ref>M. E. Merritt. ''Pengaruh garam empedu pada DNA dan integritas membran bakteri enterik''. 2009-09-17. Vol. 58. doi:10.1099 / jmm.0.014092-0.</ref> | ||
== Asam empedu primer == | == Asam empedu primer == | ||
== Kepustakaan == | == Kepustakaan == | ||
* Syaifuddin. 2006. ''Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan''. Penerbit Buku Kedokteran EGC. [[Jakarta]]. | * Syaifuddin. 2006. ''Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan''. Penerbit Buku Kedokteran EGC. [[Jakarta]]. | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Empedu&oldid=29444183 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29444183 (2026-07-11T13:38:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.05

Empedu adalah cairan bersifat basa yang pahit dan berwarna hijau kekuningan karena mengandung pigmen bilirubin, biliverdin, dan urobilin, yang disekresikan oleh hepatosit hati pada sebagian besar vertebrata. Empedu digunakan untuk membantu pencernaan lemak di usus dua belas jari. Dalam manusia, setiap hari sekitar 400-800cc cairan empedu disekresikan oleh hati di mana sekresinya berjalan terus-menerus.[1] Jumlah yang disekresikan akan meningkat jika sedang mencerna lemak. Pada beberapa spesies, empedu disimpan dan dikonsentrasikan dalam kantung empedu. Setelah makan, cairan empedu tersimpan ini akan dilepaskan ke usus dua belas jari untuk membantu proses pencernaan makanan.
Komposisi empedu adalah air 97-98%, garam empedu 0,7%,[2] bilirubin 0,2%, lemak 0,51%[3] dan 200 meq/l garam anorganik.[4] Dua pigmen utama untuk empedu adalah bilirubin yang berwarna oranye-kuning, dan biliverdin, yang terbuat dari oksidasi bilirubin, yang berwarna hijau. Ketika kedua pewarna tersebut tercampur, campuran tersebut membuat feses berwarna coklat.[5]
Fungsi
Empedu bertindak, dalam batas tertentu, sebagai surfaktan yang membantu mengemulsi lemak dalam makanan. Anion garam empedu bersifat hidrofilik di satu sisi dan hidrofobik di sisi lain; karena itu, mereka cenderung berkumpul mengelilingi tetesan lemak (trigliserida dan fosfolipid) untuk membentuk misel, dengan sisi hidrofobik menghadap lemak dan sisi hidrofilik menghadap ke luar. Sisi hidrofilik bermuatan negatif, dan muatan tersebut mencegah tetesan lemak yang dilapisi empedu dari berkumpul kembali menjadi partikel lemak yang lebih besar. Biasanya, dalam manusia, misel di usus dua belas jari memiliki diameter sekitar 1-50 μm.[6]
Dispersi lemak makanan ke dalam misel meningkatkan area permukaan untuk aksi enzim lipase pankreatik, yang sebenarnya mencerna trigliserida, dan mampu mencapai inti lemak tersebut melalui celah di antara garam empedu.[7] Trigliserida dipecah menjadi dua asam lemak dan monogliserida, yang diserap oleh vili di dinding usus. Setelah ditransfer melintasi membran usus, asam lemak tersebut membentuk kembali menjadi trigliserida (re-esterifikasi), sebelum diserap ke dalam sistem limfatik melalui lakteal. Tanpa garam empedu, sebagian besar lemak dalam makanan akan diekskresikan dalam feses dan tidak dicernakan.[8]
Karena empedu itu meningkatkan penyerapan lemak, empedu adalah bagian penting dari penyerapan zat yang larut dalam lemak,[9] seperti vitamin A, D, E, dan K.[10]
Selain membantu fungsi pencernaan, empedu adalah menjadi bagian dari rute ekskresi bilirubin, produk sampingan dari sel darah merah yang didaur ulang oleh hati. Bilirubin berasal dari hemoglobin dan terbuat melalui proses glukuronidasi.
Empedu cenderung lebih bersifat basa. pH getah empedu dalam duktus koledokus (7,50-8,05) itu lebih tinggi daripada getah empedu dalam kandung empedu (6,80-7,65). Getah empedu dalam kantong empedu menjadi lebih asam semakin lama orang tersebut tidak makan, meskipun kalau orang itu beristirahat, penurunan pH ini akan diperlambatkan.[11] Sebagai basa, ia juga berfungsi untuk menetralkan kelebihan asam lambung sebelum memasuki usus dua belas jari, bagian pertama dari usus halus. Garam empedu juga bertindak sebagai bakterisida, menghancurkan banyak mikrob yang mungkin berada di dalam makanan.[12]
Asam empedu primer
Kepustakaan
- Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Referensi
- ↑ Secretion of Bile and the Role of Bile Acids In Digestion. www.vivo.colostate.edu.
- ↑ Kim E. Barrett. Ganong's review of medical physiology. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. 512. ISBN 978-0-07-178003-2.
- ↑ Kim E. Barrett. Ganong's review of medical physiology. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. 512. ISBN 978-0-07-178003-2.
- ↑ Guyton and Hall. Textbook of Medical Physiology. Saunders Elsevier. 2011. hlm. 784. ISBN 978-1-4160-4574-8.
- ↑ Bile pigments - Oxford Reference. www.oxfordreference.com. doi:10.1093/oi/authority.20110803095505664.
- ↑ Eric Dickinson. Food Colloids: Self-Assembly and Material Science. Royal Society of Chemistry. 2007-10-31. hlm. 22. ISBN 978-1-84755-769-8.
- ↑ Mark E. Lowe. Trigliserida lipase pankreas. 2002-12-01. Vol. 43. hlm. 2007–2016. doi:10.1194 / jlr.R200012-JLR200.
- ↑ Cecie Starr. Id = IsOcq_1PnlMC & pg = PT650 Biologi: Konsep dan Aplikasi. 2007-09-20. ISBN 978-0-495-11981-4.
- ↑ Sekresi Empedu dan Peran Asam Empedu Dalam Pencernaan.
- ↑ Sekresi Empedu dan Peran Asam Empedu Dalam Pencernaan. www.vivo.colostate.edu.
- ↑ D. Juni Sutor. Variasi Diurnal dalam pH Patologis Kantung Empedu. Vol. 17. doi:10.1136 / gut.17.12.971.
- ↑ M. E. Merritt. Pengaruh garam empedu pada DNA dan integritas membran bakteri enterik. 2009-09-17. Vol. 58. doi:10.1099 / jmm.0.014092-0.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29444183 (2026-07-11T13:38:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.