Lompat ke isi

Saluran (geografi): Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29142714; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 4: Baris 4:


== Pembentukan ==
== Pembentukan ==
Inisiasi batang air mengacu pada situs di lereng gunung tempat air mulai mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. Situs ini disebut sebagai kepala batang air dan menandai batas penting antara proses lereng bukit dan proses fluvial. Hulu batang air adalah bagian paling atas dari jaringan batang air dan ditentukan oleh air yang mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. Hulu batang air terbentuk karena aliran permukaan dan/atau aliran bawah permukaan terakumulasi ke titik di mana tegangan geser dapat mengatasi ketahanan erosi permukaan tanah. Hulu batang air sering dikaitkan dengan colluvium, [[Lembah|cekungan]] dan [[tanah longsor]] .
Inisiasi batang air mengacu pada situs di lereng gunung tempat air mulai mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Situs ini disebut sebagai kepala batang air dan menandai batas penting antara proses lereng bukit dan proses fluvial. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Hulu batang air adalah bagian paling atas dari jaringan batang air dan ditentukan oleh air yang mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Hulu batang air terbentuk karena aliran permukaan dan/atau aliran bawah permukaan terakumulasi ke titik di mana tegangan geser dapat mengatasi ketahanan erosi permukaan tanah. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Hulu batang air sering dikaitkan dengan colluvium, [[Lembah|cekungan]] dan [[tanah longsor]] . <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref>


[[Limpasan permukaan|Aliran darat]] merupakan faktor utama dalam inisiasi batang air di mana saturasi aliran darat semakin dalam untuk meningkatkan tegangan geser dan memulai pemotongan batang air. Aliran darat bertemu dalam depresi topografi di mana inisiasi batang air dimulai. Komposisi tanah, vegetasi, curah hujan, dan topografi menentukan jumlah dan laju aliran permukaan. Komposisi tanah menentukan seberapa cepat kejenuhan terjadi dan kekuatan kohesif menghambat masuknya material dari aliran permukaan. Vegetasi memperlambat tingkat infiltrasi selama peristiwa curah hujan dan akar tanaman jangkar tanah di lereng bukit.
[[Limpasan permukaan|Aliran darat]] merupakan faktor utama dalam inisiasi batang air di mana saturasi aliran darat semakin dalam untuk meningkatkan tegangan geser dan memulai pemotongan batang air. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Aliran darat bertemu dalam depresi topografi di mana inisiasi batang air dimulai. Komposisi tanah, vegetasi, curah hujan, dan topografi menentukan jumlah dan laju aliran permukaan. Komposisi tanah menentukan seberapa cepat kejenuhan terjadi dan kekuatan kohesif menghambat masuknya material dari aliran permukaan. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Vegetasi memperlambat tingkat infiltrasi selama peristiwa curah hujan dan akar tanaman jangkar tanah di lereng bukit. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref>
 
Aliran bawah permukaan menggoyahkan tanah dan muncul kembali di lereng bukit di mana kepala saluran sering terbentuk. Hal ini sering mengakibatkan hulu batang air tiba-tiba dan tanah longsor. Cekungan terbentuk karena aliran bawah permukaan yang terkonsentrasi di mana konsentrasi kolovium berada dalam fluks konstan. Hulu batang air yang berasosiasi dengan cekungan di medan yang curam sering bermigrasi ke atas dan ke bawah lereng bukit tergantung pada suplai sedimen dan curah hujan.
 
== Referensi ==


Aliran bawah permukaan menggoyahkan tanah dan muncul kembali di lereng bukit di mana kepala saluran sering terbentuk. Hal ini sering mengakibatkan hulu batang air tiba-tiba dan tanah longsor. Cekungan terbentuk karena aliran bawah permukaan yang terkonsentrasi di mana konsentrasi kolovium berada dalam fluks konstan. <ref>Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.</ref> Hulu batang air yang berasosiasi dengan cekungan di medan yang curam sering bermigrasi ke atas dan ke bawah lereng bukit tergantung pada suplai sedimen dan curah hujan.


==Sumber==
==Sumber==
*
*  
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saluran+%28geografi%29&oldid=29142714 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29142714 (2026-04-19T08:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Saluran+%28geografi%29&oldid=29142714 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29142714 (2026-04-19T08:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.06

Dalam geografi fisik, batang air adalah jenis bentang alam yang terdiri dari garis besar jalur badan air yang relatif dangkal dan sempit atau cairan lain (misalnya lava ), paling sering batas sungai, delta sungai, atau selat . Kata tersebut umumnya digunakan untuk merujuk pada bentukan alami yang sempit dan serumpun dengan terusan, yang lebih umum digunakan untuk menunjukkan bentukan buatan.

Batang air penting untuk fungsi pelabuhan dan badan air lainnya yang digunakan untuk navigasi pelayaran . Secara alami, saluran akan mengubah kedalaman dan kapasitasnya karena proses erosi dan pengendapan . Manusia memelihara saluran yang dapat dinavigasi dengan pengerukan dan proses rekayasa lainnya.

Pembentukan

Inisiasi batang air mengacu pada situs di lereng gunung tempat air mulai mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. [1] Situs ini disebut sebagai kepala batang air dan menandai batas penting antara proses lereng bukit dan proses fluvial. [2] Hulu batang air adalah bagian paling atas dari jaringan batang air dan ditentukan oleh air yang mengalir di antara tepian yang dapat diidentifikasi. [3] Hulu batang air terbentuk karena aliran permukaan dan/atau aliran bawah permukaan terakumulasi ke titik di mana tegangan geser dapat mengatasi ketahanan erosi permukaan tanah. [4] Hulu batang air sering dikaitkan dengan colluvium, cekungan dan tanah longsor . [5]

Aliran darat merupakan faktor utama dalam inisiasi batang air di mana saturasi aliran darat semakin dalam untuk meningkatkan tegangan geser dan memulai pemotongan batang air. [6] Aliran darat bertemu dalam depresi topografi di mana inisiasi batang air dimulai. Komposisi tanah, vegetasi, curah hujan, dan topografi menentukan jumlah dan laju aliran permukaan. Komposisi tanah menentukan seberapa cepat kejenuhan terjadi dan kekuatan kohesif menghambat masuknya material dari aliran permukaan. [7] Vegetasi memperlambat tingkat infiltrasi selama peristiwa curah hujan dan akar tanaman jangkar tanah di lereng bukit. [8]

Aliran bawah permukaan menggoyahkan tanah dan muncul kembali di lereng bukit di mana kepala saluran sering terbentuk. Hal ini sering mengakibatkan hulu batang air tiba-tiba dan tanah longsor. Cekungan terbentuk karena aliran bawah permukaan yang terkonsentrasi di mana konsentrasi kolovium berada dalam fluks konstan. [9] Hulu batang air yang berasosiasi dengan cekungan di medan yang curam sering bermigrasi ke atas dan ke bawah lereng bukit tergantung pada suplai sedimen dan curah hujan.

Sumber

Referensi

  1. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  2. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  3. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  4. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  5. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  6. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  7. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  8. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.
  9. Bierman, R. B, David R. Montgomery (2014). Key Concepts in Geomorphology. W. H. Freeman and Company Publishers. United States.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29142714 (2026-04-19T08:35:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.