Lompat ke isi

Terapi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28954699; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Terapi''' (dalam [[Bahasa Yunani|Yunani]]: '''θεραπεία'''), atau '''[[pengobatan]]''', adalah [[remediasi]] masalah [[kesehatan]], biasanya mengikuti [[diagnosis]]. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai '''terapis'''.<br />
'''Terapi''' (dalam [[Bahasa Yunani|Yunani]]: '''θεραπεία'''), atau '''[[pengobatan]]''', adalah [[remediasi]] masalah [[kesehatan]], biasanya mengikuti [[diagnosis]]. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai '''terapis'''.<br />
Dalam bidang [[medis]], kata terapi [[sinonim]] dengan kata pengobatan. Di antara psikolog, kata ini mengacu kepada [[psikoterapi]].
Dalam bidang [[medis]], kata terapi [[sinonim]] dengan kata pengobatan. Di antara psikolog, kata ini mengacu kepada [[psikoterapi]].
'''Terapi pencegahan''' atau '''terapi [[Profilaksis]]''' adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis. Sebagai contoh adalah banyaknya [[vaksin]] untuk mencegah [[infeksi]] penyakit. '''Terapi ''abortive''''' adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya penyakit, seperti gejala sakit kepala [[migrain]], adalah sebuah terapi ''abortive''. '''Terapi ''supportive''''' adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan [[pasien]].
'''Terapi pencegahan''' atau '''terapi [[Profilaksis]]''' adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis.<ref>[http://www.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news.asp?IDNews=51 Terapi Profilaksis untuk mencegah infeksi CMV]</ref> Sebagai contoh adalah banyaknya [[vaksin]] untuk mencegah [[infeksi]] penyakit. '''Terapi ''abortive''''' adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya penyakit, seperti gejala sakit kepala [[migrain]],<ref>penatalaksanaan Migrain [http://www.scribd.com/doc/39333676/PENATALAKSANAAN-MIGREN PENATALAKSANAAN MIGREN]</ref> adalah sebuah terapi ''abortive''.<ref>[http://www.tanyadokter.com/tipdetail.asp?id=1001470 Migren: Bukan Sembarang Sakit Kepala].</ref> '''Terapi ''supportive''''' adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan [[pasien]].


== Dampak negatif ==
== Dampak negatif ==
Selain [[Efek terapi]] (dampak [[positif]]) yang diinginkan dari sebuah pengobatan, terapis juga dapat menyebabkan dampak [[negatif]] yang tidak diharapkan. Ketika dampak negatif yang ditimbulkan lebih kecil/lemah dari dampak positifnya, maka hal itu sering disebut sebagai [[Efek samping]].
Selain [[Efek terapi]] (dampak [[positif]]) yang diinginkan dari sebuah pengobatan, terapis juga dapat menyebabkan dampak [[negatif]] yang tidak diharapkan. Ketika dampak negatif yang ditimbulkan lebih kecil/lemah dari dampak positifnya, maka hal itu sering disebut sebagai [[Efek samping]].
Efek samping merupakan [[hasil]] dari [[dosis]] atau [[prosedur]] yang tidak tepat (yang biasanya disebabkan oleh kesalahan medis). Beberapa efek samping hanya muncul pada awal/permulaan perawatan, ketika peningkatan dan penghentian perawatan. Penggunaan [[obat]] atau [[intervensi]] medis lainnya yang merupakan [[kontraindikasi]] dapat meningkatkan risiko efek samping. Beberapa pasien terkadang menghentikan terapi karena efek samping yang ditimbulkannya. Tingkat keparahan dari efek samping ini bervariasi, mulai dari rasa mual hingga dapat mengakibatkan kematian. Efek samping yang umum terjadi di antaranya perubahan berat badan, perubahan tingkat [[enzim]], perubahan [[patologis]] yang terdeteksi pada level [[mikroskopis]], [[makroskopis]], atau [[psikologis]]. Efek samping dapat menyebabkan perubahan yang dapat dipulihkan kembali maupun permanen, termasuk peningkatan atau penurunan kerentanan individu terhadap [[obat]] / bahan [[kimia]], makanan, atau prosedur tertentu (misalnya interaksi terhadap obat).
Efek samping merupakan [[hasil]] dari [[dosis]] atau [[prosedur]] yang tidak tepat (yang biasanya disebabkan oleh kesalahan medis). Beberapa efek samping hanya muncul pada awal/permulaan perawatan, ketika peningkatan dan penghentian perawatan. Penggunaan [[obat]] atau [[intervensi]] medis lainnya yang merupakan [[kontraindikasi]] dapat meningkatkan risiko efek samping. Beberapa pasien terkadang menghentikan terapi karena efek samping yang ditimbulkannya. Tingkat keparahan dari efek samping ini bervariasi, mulai dari rasa mual hingga dapat mengakibatkan kematian. Efek samping yang umum terjadi di antaranya perubahan berat badan, perubahan tingkat [[enzim]], perubahan [[patologis]] yang terdeteksi pada level [[mikroskopis]], [[makroskopis]], atau [[psikologis]]. Efek samping dapat menyebabkan perubahan yang dapat dipulihkan kembali maupun permanen, termasuk peningkatan atau penurunan kerentanan individu terhadap [[obat]] / bahan [[kimia]], makanan, atau prosedur tertentu (misalnya interaksi terhadap obat).
Baris 16: Baris 15:


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terapi&oldid=28954699 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28954699 (2026-02-12T23:17:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Terapi&oldid=28954699 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28954699 (2026-02-12T23:17:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 28 Agustus 2026 23.07

Terapi (dalam Yunani: θεραπεία), atau pengobatan, adalah remediasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Orang yang melakukan terapi disebut sebagai terapis.
Dalam bidang medis, kata terapi sinonim dengan kata pengobatan. Di antara psikolog, kata ini mengacu kepada psikoterapi. Terapi pencegahan atau terapi Profilaksis adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk mencegah munculnya kondisi medis.[1] Sebagai contoh adalah banyaknya vaksin untuk mencegah infeksi penyakit. Terapi abortive adalah pengobatan yang dimaksudkan untuk menghentikan kondisi medis dari perkembangan lebih lanjut. Pengobatan yang dilakukan pada tanda-tanda paling awal dari munculnya penyakit, seperti gejala sakit kepala migrain,[2] adalah sebuah terapi abortive.[3] Terapi supportive adalah suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien.

Dampak negatif

Selain Efek terapi (dampak positif) yang diinginkan dari sebuah pengobatan, terapis juga dapat menyebabkan dampak negatif yang tidak diharapkan. Ketika dampak negatif yang ditimbulkan lebih kecil/lemah dari dampak positifnya, maka hal itu sering disebut sebagai Efek samping. Efek samping merupakan hasil dari dosis atau prosedur yang tidak tepat (yang biasanya disebabkan oleh kesalahan medis). Beberapa efek samping hanya muncul pada awal/permulaan perawatan, ketika peningkatan dan penghentian perawatan. Penggunaan obat atau intervensi medis lainnya yang merupakan kontraindikasi dapat meningkatkan risiko efek samping. Beberapa pasien terkadang menghentikan terapi karena efek samping yang ditimbulkannya. Tingkat keparahan dari efek samping ini bervariasi, mulai dari rasa mual hingga dapat mengakibatkan kematian. Efek samping yang umum terjadi di antaranya perubahan berat badan, perubahan tingkat enzim, perubahan patologis yang terdeteksi pada level mikroskopis, makroskopis, atau psikologis. Efek samping dapat menyebabkan perubahan yang dapat dipulihkan kembali maupun permanen, termasuk peningkatan atau penurunan kerentanan individu terhadap obat / bahan kimia, makanan, atau prosedur tertentu (misalnya interaksi terhadap obat).

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28954699 (2026-02-12T23:17:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.