Lompat ke isi

Koefisien partisi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29304327; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[kimia fisik]], suatu '''koefisien partisi''' ('''''P''''') atau '''koefisien distribusi''' ('''''D''''') adalah perbandingan [[konsentrasi]] [[senyawa kimia|senyawa]] dalam campuran dua [[Fase benda|fase]] yang tak [[larut]] pada [[kesetimbangan partisi|kesetimbangan]]. Perbandingan ini merupakan ukuran perbedaan [[kelarutan]] senyawa dalam dua fase tersebut. Koefisien partisi umumnya mengacu pada perbandingan konsentrasi spesi senyawa [[ionisasi|tidak terionisasi]] sedangkan koefisien distribusi mengacu pada perbandingan konsentrasi semua spesi senyawa (terionisasi dan yang tidak terionisasi).
Dalam [[kimia fisik]], suatu '''koefisien partisi''' ('''''P''''') atau '''koefisien distribusi''' ('''''D''''') adalah perbandingan [[konsentrasi]] [[senyawa kimia|senyawa]] dalam campuran dua [[Fase benda|fase]] yang tak [[larut]] pada [[kesetimbangan partisi|kesetimbangan]]. Perbandingan ini merupakan ukuran perbedaan [[kelarutan]] senyawa dalam dua fase tersebut. Koefisien partisi umumnya mengacu pada perbandingan konsentrasi spesi senyawa [[ionisasi|tidak terionisasi]] sedangkan koefisien distribusi mengacu pada perbandingan konsentrasi semua spesi senyawa (terionisasi dan yang tidak terionisasi).<ref>Younggil Kwon. [https://books.google.com/books?id=yt7pBwAAQBAJ&pg=PA44&lpg=PA44&dq=partition-coefficient+(P)+or+distribution-coefficient+(D)+ionized&source=bl&ots=MbLxVRK5QZ&sig=ObTLeQwJtpgEvLvsfGH17ylZnr4&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwjzkcKUyIvOAhWnIpoKHarkBw0Q6AEILjAD#v=onepage&q=partition-coefficient%20(P)%20or%20distribution-coefficient%20(D)%20ionized&f=false Handbook of Essential Pharmacokinetics, Pharmacodynamics and Drug Metabolism for Industrial Scientists]. Kluwer Academic/Plenum Publishers. 2001. hlm. 44. ISBN 978-1-4757-8693-4.</ref>


Dalam ilmu [[kimia]] dan [[farmasi]], kedua fase tersebut biasanya merupakan [[pelarut]]. Umumnya, salah satu pelarutnya adalah air sedangkan yang kedua adalah pelarut [[hidrofobik]] seperti [[1-oktanol]]. Oleh karena itu, koefisien partisi mengukur seberapa [[hidrofilik]] ("cinta air") atau [[hidrofobik]] ("takut air") zat kimia tersebut. Koefisien partisi berguna untuk mengestimasi distribusi obat dalam tubuh. Obat hidrofobik dengan koefisien partisi oktanol/air tinggi terutama didistribusikan ke daerah hidrofobik seperti selubung [[lipid]] dwilapis. Sebaliknya obat hidrofilik (koefisien partisi oktanol/air rendah) ditemukan terutama di daerah berair seperti [[serum darah]].
Dalam ilmu [[kimia]] dan [[farmasi]], kedua fase tersebut biasanya merupakan [[pelarut]].<ref>''Partition coefficients and their uses''. ''Chem Rev''. 1971. Vol. 71 (6). hlm. 525–616. doi:10.1021/cr60274a001.</ref> Umumnya, salah satu pelarutnya adalah air sedangkan yang kedua adalah pelarut [[hidrofobik]] seperti [[1-oktanol]].<ref>James Sangster. ''Octanol-Water Partition Coefficients: Fundamentals and Physical Chemistry''. John Wiley & Sons Ltd. 1997. Vol. 2. hlm. 178. ISBN 978-0-471-97397-3.</ref> Oleh karena itu, koefisien partisi mengukur seberapa [[hidrofilik]] ("cinta air") atau [[hidrofobik]] ("takut air") zat kimia tersebut. Koefisien partisi berguna untuk mengestimasi distribusi obat dalam tubuh. Obat hidrofobik dengan koefisien partisi oktanol/air tinggi terutama didistribusikan ke daerah hidrofobik seperti selubung [[lipid]] dwilapis. Sebaliknya obat hidrofilik (koefisien partisi oktanol/air rendah) ditemukan terutama di daerah berair seperti [[serum darah]].<ref>Leon Shargel. [http://www.amazon.com/Applied-Biopharmaceutics-Pharmacokinetics-Edition-Biopharmaceuticals/dp/007160393X Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics]. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. 211. ISBN 978-0-07-160393-5.</ref>


Jika salah satu pelarutnya adalah gas dan lainnya adalah cairan, maka koefisien partisi gas/cair dapat ditentukan. Misalnya, koefisien partisi [[darah]]/gas dari [[anestesi]] umum digunakan untuk mengukur seberapa mudah anestesi mengalir dari gas ke darah. Koefisien partisi juga dapat didefinisikan bila salah satu fase adalah [[padatan]], misalnya, bila satu fase adalah [[logam]] dan yang kedua adalah logam padat, atau ketika keduanya adalah padatan. Pemisahan suatu zat menjadi padatan menghasilkan [[larutan padat]].
Jika salah satu pelarutnya adalah gas dan lainnya adalah cairan, maka koefisien partisi gas/cair dapat ditentukan. Misalnya, koefisien partisi [[darah]]/gas dari [[anestesi]] umum digunakan untuk mengukur seberapa mudah anestesi mengalir dari gas ke darah.<ref>David E. Golan. [https://books.google.com/books?id=az8uSDkB0mgC&pg=PA243&dq=gas+blood+partition+coefficient&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=gas%20blood%20partition%20coefficient&f=false Principles of Pharmacology: The Pathophysiologic Basis of Drug Therapy]. Lippincott Williams & Wilkins. 2008. hlm. 243. ISBN 978-0-7817-8355-2.</ref> Koefisien partisi juga dapat didefinisikan bila salah satu fase adalah [[padatan]], misalnya, bila satu fase adalah [[logam]] dan yang kedua adalah logam padat,<ref>R.E. Stallman. [http://www.amazon.com/Modern-Physical-Metallurgy-Eighth-Edition/dp/0080982042 Modern Physical Metallurgy]. Elsevier/Butterworth-Heinemann. 2014. hlm. 93–120, esp. 106ff. ISBN 978-0-08-098204-5.</ref> atau ketika keduanya adalah padatan.<ref>Eugene S. Machlin. [https://books.google.com/books?id=a9qMi8IMYmQC&pg=PR6&dq=%22solid-solid%22+partition+coefficient+semiconductor&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=%22solid-solid%22%20partition%20coefficient%20semiconductor&f=false An Introduction to Aspects of Thermodynamics and Kinetics Relevant to Materials Science]. Elsevier. 2007. hlm. 98. ISBN 978-0-08-054968-2.</ref> Pemisahan suatu zat menjadi padatan menghasilkan [[larutan padat]].


Koefisien partisi dapat diukur secara eksperimental dengan berbagai cara (dengan ''shake-flask'', [[kromatografi cair kinerja tinggi|HPLC]], dan lain sebagainya) atau dapat diperkirakan melalui perhitungan berdasarkan berbagai metode (berbasis fragmen, berbasis atom, dan lainnya).
Koefisien partisi dapat diukur secara eksperimental dengan berbagai cara (dengan ''shake-flask'', [[kromatografi cair kinerja tinggi|HPLC]], dan lain sebagainya) atau dapat diperkirakan melalui perhitungan berdasarkan berbagai metode (berbasis fragmen, berbasis atom, dan lainnya).


== Koefisien partisi dan log ''P'' ==
== Koefisien partisi dan log ''P'' ==
 
'''Koefisien partisi''', disingkat '''''P''''', didefinisikan sebagai perbandingan tertentu [[konsentrasi]] [[larutan|zat terlarut]] di antara kedua pelarut (dwifase cair), khususnya bagi zat terlarut yang tidak [[ionisasi|terionisasi]], dan [[logaritma]] dari perbandingan tersebut karenanya merupakan '''log ''P'''''.<ref>John Comer. [https://archive.org/details/pharmacokinetico0000lipo Pharmacokinetic Optimization in Drug Research: Biological, Physicochemical, and Computational Strategies]. Wiley-VCH. 2001. hlm. [https://archive.org/details/pharmacokinetico0000lipo/page/275 275]–304. doi:10.1002/9783906390437.ch17. ISBN 978-3-906390-22-2.</ref> Bila salah satu pelarutnya adalah air dan yang lainnya adalah [[pelarut]] non-polar, maka nilai log ''P'' tersebut adalah ukuran [[lipofilitas]] atau [[hidrofobisitas]]nya.<ref>John Comer. [https://archive.org/details/pharmacokinetico0000lipo Pharmacokinetic Optimization in Drug Research: Biological, Physicochemical, and Computational Strategies]. Wiley-VCH. 2001. hlm. [https://archive.org/details/pharmacokinetico0000lipo/page/275 275]–304. doi:10.1002/9783906390437.ch17. ISBN 978-3-906390-22-2.</ref> <ref>Yvonne Connolly Martin. [http://www.amazon.com/Quantitative-Drug-Design-Critical-Introduction/dp/1420070991/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1458375751&sr=1-1 Quantitative Drug Design: A critical introduction]. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.</ref> Preseden yang ditentukan adalah untuk tipe fase lipofilik dan [[hidrofilik]] untuk selalu berada di [[pembilang]] dan [[penyebut]]; misalnya, dalam sistem dwifase ''n''-[[oktanol]] (setelahnya disederhanakan sebagai "oktanol") dan air:
 
'''Koefisien partisi''', disingkat '''''P''''', didefinisikan sebagai perbandingan tertentu [[konsentrasi]] [[larutan|zat terlarut]] di antara kedua pelarut (dwifase cair), khususnya bagi zat terlarut yang tidak [[ionisasi|terionisasi]], dan [[logaritma]] dari perbandingan tersebut karenanya merupakan '''log ''P'''''. Bila salah satu pelarutnya adalah air dan yang lainnya adalah [[pelarut]] non-polar, maka nilai log ''P'' tersebut adalah ukuran [[lipofilitas]] atau [[hidrofobisitas]]nya. Preseden yang ditentukan adalah untuk tipe fase lipofilik dan [[hidrofilik]] untuk selalu berada di [[pembilang]] dan [[penyebut]]; misalnya, dalam sistem dwifase ''n''-[[oktanol]] (setelahnya disederhanakan sebagai "oktanol") dan air:


: <math>\log\ P_\text{okt/air} = \log\Bigg(\frac{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{oktanol}^\text{tak-terionisasi}}{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{air}^\text{tak-terionisasi}}\Bigg)</math>
: <math>\log\ P_\text{okt/air} = \log\Bigg(\frac{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{oktanol}^\text{tak-terionisasi}}{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{air}^\text{tak-terionisasi}}\Bigg)</math>
Baris 16: Baris 14:
Untuk perkiraan pertama, fase non-polar dalam eksperimen semacam itu biasanya didominasi oleh bentuk zat terlarut yang tidak terionisasi, yang netral secara elektrik, meskipun ini mungkin tidak benar untuk fase berair. Untuk mengukur ''koefisien partisi dari zat terlarut yang dapat diionisasi'', [[pH]] fase berair disesuaikan sedemikian rupa sehingga bentuk senyawa utama dalam larutan adalah tidak terionisasi, atau pengukurannya pada pH tersebut memerlukan pertimbangan semua spesi, tidak terionisasi dan terionisasi (lihat berikut).
Untuk perkiraan pertama, fase non-polar dalam eksperimen semacam itu biasanya didominasi oleh bentuk zat terlarut yang tidak terionisasi, yang netral secara elektrik, meskipun ini mungkin tidak benar untuk fase berair. Untuk mengukur ''koefisien partisi dari zat terlarut yang dapat diionisasi'', [[pH]] fase berair disesuaikan sedemikian rupa sehingga bentuk senyawa utama dalam larutan adalah tidak terionisasi, atau pengukurannya pada pH tersebut memerlukan pertimbangan semua spesi, tidak terionisasi dan terionisasi (lihat berikut).


'''Koefisien partisi''' untuk senyawa yang dapat diionisasi, disingkat '''log ''P'' <sup>I</sup>''', diturunkan untuk kasus-kasus dimana terdapat bentuk molekul yang dominan, sehingga seseorang harus mempertimbangkan partisi dari semua bentuk, terionisasi dan tidak terionisasi, antara dua fase (dan juga interaksi dari dua kesetimbangan, partisi dan ionisasi). ''M'' digunakan untuk menunjukkan jumlah bentuk terionisasi; untuk bentuk ke- () logaritma untuk koefisien partisi tersebut, <math>\log\ P_\text{oct/wat}^\mathrm{I}</math>, didefinisikan dengan cara yang sama seperti bentuk yang tidak terionisasi. Misalnya, untuk partisi air oktanol, maka:
'''Koefisien partisi''' untuk senyawa yang dapat diionisasi, disingkat '''log ''P'' <sup>I</sup>''', diturunkan untuk kasus-kasus dimana terdapat bentuk molekul yang dominan, sehingga seseorang harus mempertimbangkan partisi dari semua bentuk, terionisasi dan tidak terionisasi, antara dua fase (dan juga interaksi dari dua kesetimbangan, partisi dan ionisasi).<ref>Yvonne Connolly Martin. [http://www.amazon.com/Quantitative-Drug-Design-Critical-Introduction/dp/1420070991/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1458375751&sr=1-1 Quantitative Drug Design: A critical introduction]. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.</ref><ref>Pagliara A, Carrupt PA, Caron G, Gaillard P, Testa, B. ''Lipophilicity Profiles of Ampholytes''. ''Chemical Reviews''. 1997. Vol. 97. hlm. 3385–3400. doi:10.1021/cr9601019.</ref> ''M'' digunakan untuk menunjukkan jumlah bentuk terionisasi; untuk bentuk ke- () logaritma untuk koefisien partisi tersebut, <math>\log\ P_\text{oct/wat}^\mathrm{I}</math>, didefinisikan dengan cara yang sama seperti bentuk yang tidak terionisasi. Misalnya, untuk partisi air oktanol, maka:


: <math>\log\ P_\text{okt/air}^\mathrm{I} = \log\Bigg(\frac{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{oktanol}^\mathrm{I}}{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{air}^\mathrm{I}}\Bigg)</math>
: <math>\log\ P_\text{okt/air}^\mathrm{I} = \log\Bigg(\frac{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{oktanol}^\mathrm{I}}{\big[\text{zat terlarut}\big]_\text{air}^\mathrm{I}}\Bigg)</math>
Baris 23: Baris 21:


== Contoh data koefisien partisi ==
== Contoh data koefisien partisi ==
Data dari tabel berikut berasal dari [[Dortmund Data Bank]].<ref>[http://www.ddbst.com/ddb-kow.html Octanol-Water Partition Coefficients - DDBST GmbH]. ''ddbst.com''.</ref> Mereka diurutkan berdasarkan koefisien partisi, terkecil sampai terbesar (asetamida bersifat hidrofilik, dan 2,2',4,4',5-pentaklorobifenil bersifat lipofilik), dan ditampilkan dengan suhu di mana mereka diukur (yang memengaruhi nilai tersebut).


Data dari tabel berikut berasal dari [[Dortmund Data Bank]]. Mereka diurutkan berdasarkan koefisien partisi, terkecil sampai terbesar (asetamida bersifat hidrofilik, dan 2,2',4,4',5-pentaklorobifenil bersifat lipofilik), dan ditampilkan dengan suhu di mana mereka diukur (yang memengaruhi nilai tersebut).
{| cellpadding="4" rules="all" style="margin: 1em 0em; background: #ffffff; border: 2px solid #aaa;"
 
|- align="center" bgcolor="#f0f0f0"
!Komponen
!log P<sub>OW</sub>
!T (°C)
|-
||[[Asetamida]]<ref>''Interaction of the peptide bond with solvent water: a vapor phase analysis''. ''Biochemistry''. Jan 1978. Vol. 17 (1). hlm. 201–4. doi:10.1021/bi00594a030.</ref>||-1.16||25
|-
||[[Metanol]]<ref>''The partition of organic compounds. between higher alcohols and water''. ''Acta Chem Scand''. 1951. Vol. 5. hlm. 774–780. doi:10.3891/acta.chem.scand.05-0774.</ref>||-0.81||19
|-
||[[Asam format]]<ref>''Separation of Formic and Sulfuric Acids by Extraction''. ''Ind Eng Chem''. 1955. Vol. 47 (10). hlm. 2114–2122. doi:10.1021/ie50550a029.</ref>||-0.41||25
|-
||[[Dietil eter]]<ref>''The partition of organic compounds. between higher alcohols and water''. ''Acta Chem Scand''. 1951. Vol. 5. hlm. 774–780. doi:10.3891/acta.chem.scand.05-0774.</ref>||0.83||20
|-
||[[p-Diklorobenzena]]<ref>[http://nepis.epa.gov/Exe/ZyNET.exe/9101OLPC.txt?ZyActionD=ZyDocument&Client=EPA&Index=1981%20Thru%201985&Docs=&Query=&Time=&EndTime=&SearchMethod=1&TocRestrict=n&Toc=&TocEntry=&QField=&QFieldYear=&QFieldMonth=&QFieldDay=&UseQField=&IntQFieldOp=0&ExtQFieldOp=0&XmlQuery=&File=D%3A%5CZYFILES%5CINDEX%20DATA%5C81THRU85%5CTXT%5C00000025%5C9101OLPC.txt&User=ANONYMOUS&Password=anonymous&SortMethod=h%7C-&MaximumDocuments=1&FuzzyDegree=0&ImageQuality=r75g8/r75g8/x150y150g16/i425&Display=p%7Cf&DefSeekPage=x&SearchBack=ZyActionL&Back=ZyActionS&BackDesc=Results%20page&MaximumPages=1&ZyEntry=2 Octanol - Water Partition Coefficients and Aqueous Solubilities of Organic Compounds]. ''NBS Techn Rep''. 1981. Vol. 81 (2406). hlm. S1–56.</ref>||3.37||25
|-
||[[Heksametilbenzena]]<ref>[http://nepis.epa.gov/Exe/ZyNET.exe/9101OLPC.txt?ZyActionD=ZyDocument&Client=EPA&Index=1981%20Thru%201985&Docs=&Query=&Time=&EndTime=&SearchMethod=1&TocRestrict=n&Toc=&TocEntry=&QField=&QFieldYear=&QFieldMonth=&QFieldDay=&UseQField=&IntQFieldOp=0&ExtQFieldOp=0&XmlQuery=&File=D%3A%5CZYFILES%5CINDEX%20DATA%5C81THRU85%5CTXT%5C00000025%5C9101OLPC.txt&User=ANONYMOUS&Password=anonymous&SortMethod=h%7C-&MaximumDocuments=1&FuzzyDegree=0&ImageQuality=r75g8/r75g8/x150y150g16/i425&Display=p%7Cf&DefSeekPage=x&SearchBack=ZyActionL&Back=ZyActionS&BackDesc=Results%20page&MaximumPages=1&ZyEntry=2 Octanol - Water Partition Coefficients and Aqueous Solubilities of Organic Compounds]. ''NBS Techn Rep''. 1981. Vol. 81 (2406). hlm. S1–56.</ref>||4.61||25
|-
|| 2,2',4,4',5-Pentaklorobifenil<ref>''Reversed phase liquid chromatography of PCBs as a basis for calculation of water solubility and K ow for polychlorobiphenyls''. ''Fresenius Z Anal Chem''. 1988. Vol. 331 (3–4). hlm. 295–301. doi:10.1007/BF00481899.</ref>||6.41||Ambien
|}


Nilai untuk senyawa lain dapat ditemukan dalam berbagai ulasan dan monograf yang tersedia.   Pembahasan kritis tentang tantangan pengukuran log P, dan penghitungan perkiraan nilai perkiraannya (lihat di bawah), muncul dalam beberapa ulasan.
Nilai untuk senyawa lain dapat ditemukan dalam berbagai ulasan dan monograf yang tersedia.<ref>''Partition coefficients and their uses''. ''Chem Rev''. 1971. Vol. 71 (6). hlm. 525–616. doi:10.1021/cr60274a001.</ref> <ref>Corwin Hansch. [https://archive.org/details/substituentconst0000hans Substituent Constants for Correlation Analysis in Chemistry and Biology]. John Wiley & Sons Ltd. 1979. ISBN 978-0-471-05062-9.</ref><ref>[http://www.nist.gov/data/PDFfiles/jpcrd367.pdf Octanol-Water Partition Coefficients of Simple Organic Compounds]. ''Journal of Physical and Chemical Reference Data''. 1989. Vol. 18 (3). hlm. 1111– 1227. doi:10.1063/1.555833.</ref> <ref>Albert Leo. ''Exploring QSAR, Hydrophobic, Electronic, and Steric Constants''. American Chemical Society. 1995. ISBN 978-0-8412-3060-6.</ref><ref>''Calculation of molecular lipophilicity: State-of-the-art and comparison of log P methods on more than 96,000 compounds''. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. Mar 2009. Vol. 98 (3). hlm. 861–93. doi:10.1002/jps.21494.</ref> Pembahasan kritis tentang tantangan pengukuran log P, dan penghitungan perkiraan nilai perkiraannya (lihat di bawah), muncul dalam beberapa ulasan.<ref>Yvonne Connolly Martin. [http://www.amazon.com/Quantitative-Drug-Design-Critical-Introduction/dp/1420070991/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1458375751&sr=1-1 Quantitative Drug Design: A critical introduction]. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.</ref><ref>''Calculation of molecular lipophilicity: State-of-the-art and comparison of log P methods on more than 96,000 compounds''. ''Journal of Pharmaceutical Sciences''. Mar 2009. Vol. 98 (3). hlm. 861–93. doi:10.1002/jps.21494.</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Koefisien partisi darah–gas]]
* [[Koefisien partisi darah–gas]]
* [[Informatika kimia]]
* [[Informatika kimia]]
Baris 43: Baris 59:
* [[ITIES]]
* [[ITIES]]
* [[Diagram partisi ionik]]
* [[Diagram partisi ionik]]
== Referensi ==


== Bacaan lebih lanjut ==
== Bacaan lebih lanjut ==
 
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
*  
*
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [http://www.vcclab.org/online.html vcclab.org]. Ikhtisar dari banyak logP dan kalkulator sifat fisik lainnya tersedia secara komersial dan daring.
* [http://www.vcclab.org/online.html vcclab.org]. Ikhtisar dari banyak logP dan kalkulator sifat fisik lainnya tersedia secara komersial dan daring.


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koefisien+partisi&oldid=29304327 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304327 (2026-06-01T14:45:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Koefisien+partisi&oldid=29304327 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29304327 (2026-06-01T14:45:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.01

Dalam kimia fisik, suatu koefisien partisi (P) atau koefisien distribusi (D) adalah perbandingan konsentrasi senyawa dalam campuran dua fase yang tak larut pada kesetimbangan. Perbandingan ini merupakan ukuran perbedaan kelarutan senyawa dalam dua fase tersebut. Koefisien partisi umumnya mengacu pada perbandingan konsentrasi spesi senyawa tidak terionisasi sedangkan koefisien distribusi mengacu pada perbandingan konsentrasi semua spesi senyawa (terionisasi dan yang tidak terionisasi).[1]

Dalam ilmu kimia dan farmasi, kedua fase tersebut biasanya merupakan pelarut.[2] Umumnya, salah satu pelarutnya adalah air sedangkan yang kedua adalah pelarut hidrofobik seperti 1-oktanol.[3] Oleh karena itu, koefisien partisi mengukur seberapa hidrofilik ("cinta air") atau hidrofobik ("takut air") zat kimia tersebut. Koefisien partisi berguna untuk mengestimasi distribusi obat dalam tubuh. Obat hidrofobik dengan koefisien partisi oktanol/air tinggi terutama didistribusikan ke daerah hidrofobik seperti selubung lipid dwilapis. Sebaliknya obat hidrofilik (koefisien partisi oktanol/air rendah) ditemukan terutama di daerah berair seperti serum darah.[4]

Jika salah satu pelarutnya adalah gas dan lainnya adalah cairan, maka koefisien partisi gas/cair dapat ditentukan. Misalnya, koefisien partisi darah/gas dari anestesi umum digunakan untuk mengukur seberapa mudah anestesi mengalir dari gas ke darah.[5] Koefisien partisi juga dapat didefinisikan bila salah satu fase adalah padatan, misalnya, bila satu fase adalah logam dan yang kedua adalah logam padat,[6] atau ketika keduanya adalah padatan.[7] Pemisahan suatu zat menjadi padatan menghasilkan larutan padat.

Koefisien partisi dapat diukur secara eksperimental dengan berbagai cara (dengan shake-flask, HPLC, dan lain sebagainya) atau dapat diperkirakan melalui perhitungan berdasarkan berbagai metode (berbasis fragmen, berbasis atom, dan lainnya).

Koefisien partisi dan log P

Koefisien partisi, disingkat P, didefinisikan sebagai perbandingan tertentu konsentrasi zat terlarut di antara kedua pelarut (dwifase cair), khususnya bagi zat terlarut yang tidak terionisasi, dan logaritma dari perbandingan tersebut karenanya merupakan log P.[8] Bila salah satu pelarutnya adalah air dan yang lainnya adalah pelarut non-polar, maka nilai log P tersebut adalah ukuran lipofilitas atau hidrofobisitasnya.[9] [10] Preseden yang ditentukan adalah untuk tipe fase lipofilik dan hidrofilik untuk selalu berada di pembilang dan penyebut; misalnya, dalam sistem dwifase n-oktanol (setelahnya disederhanakan sebagai "oktanol") dan air:

log Pokt/air=log([zat terlarut]oktanoltak-terionisasi[zat terlarut]airtak-terionisasi)

Untuk perkiraan pertama, fase non-polar dalam eksperimen semacam itu biasanya didominasi oleh bentuk zat terlarut yang tidak terionisasi, yang netral secara elektrik, meskipun ini mungkin tidak benar untuk fase berair. Untuk mengukur koefisien partisi dari zat terlarut yang dapat diionisasi, pH fase berair disesuaikan sedemikian rupa sehingga bentuk senyawa utama dalam larutan adalah tidak terionisasi, atau pengukurannya pada pH tersebut memerlukan pertimbangan semua spesi, tidak terionisasi dan terionisasi (lihat berikut).

Koefisien partisi untuk senyawa yang dapat diionisasi, disingkat log P I, diturunkan untuk kasus-kasus dimana terdapat bentuk molekul yang dominan, sehingga seseorang harus mempertimbangkan partisi dari semua bentuk, terionisasi dan tidak terionisasi, antara dua fase (dan juga interaksi dari dua kesetimbangan, partisi dan ionisasi).[11][12] M digunakan untuk menunjukkan jumlah bentuk terionisasi; untuk bentuk ke- () logaritma untuk koefisien partisi tersebut, log Poct/watI, didefinisikan dengan cara yang sama seperti bentuk yang tidak terionisasi. Misalnya, untuk partisi air oktanol, maka:

log Pokt/airI=log([zat terlarut]oktanolI[zat terlarut]airI)

Untuk membedakan antara hal ini dan koefisien partisi standar, tidak terionisasi, untuk yang tidak terionisasi sering diberi simbol log P0, sehingga ekspresi log Poct/watI untuk zat terlarut terionisasi menjadi perpanjangan persamaan ini, dalam kisaran nilai .

Contoh data koefisien partisi

Data dari tabel berikut berasal dari Dortmund Data Bank.[13] Mereka diurutkan berdasarkan koefisien partisi, terkecil sampai terbesar (asetamida bersifat hidrofilik, dan 2,2',4,4',5-pentaklorobifenil bersifat lipofilik), dan ditampilkan dengan suhu di mana mereka diukur (yang memengaruhi nilai tersebut).

Komponen log POW T (°C)
Asetamida[14] -1.16 25
Metanol[15] -0.81 19
Asam format[16] -0.41 25
Dietil eter[17] 0.83 20
p-Diklorobenzena[18] 3.37 25
Heksametilbenzena[19] 4.61 25
2,2',4,4',5-Pentaklorobifenil[20] 6.41 Ambien

Nilai untuk senyawa lain dapat ditemukan dalam berbagai ulasan dan monograf yang tersedia.[21] [22][23] [24][25] Pembahasan kritis tentang tantangan pengukuran log P, dan penghitungan perkiraan nilai perkiraannya (lihat di bawah), muncul dalam beberapa ulasan.[26][27]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

  • vcclab.org. Ikhtisar dari banyak logP dan kalkulator sifat fisik lainnya tersedia secara komersial dan daring.

Referensi

  1. Younggil Kwon. Handbook of Essential Pharmacokinetics, Pharmacodynamics and Drug Metabolism for Industrial Scientists. Kluwer Academic/Plenum Publishers. 2001. hlm. 44. ISBN 978-1-4757-8693-4.
  2. Partition coefficients and their uses. Chem Rev. 1971. Vol. 71 (6). hlm. 525–616. doi:10.1021/cr60274a001.
  3. James Sangster. Octanol-Water Partition Coefficients: Fundamentals and Physical Chemistry. John Wiley & Sons Ltd. 1997. Vol. 2. hlm. 178. ISBN 978-0-471-97397-3.
  4. Leon Shargel. Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics. McGraw-Hill Medical. 2012. hlm. 211. ISBN 978-0-07-160393-5.
  5. David E. Golan. Principles of Pharmacology: The Pathophysiologic Basis of Drug Therapy. Lippincott Williams & Wilkins. 2008. hlm. 243. ISBN 978-0-7817-8355-2.
  6. R.E. Stallman. Modern Physical Metallurgy. Elsevier/Butterworth-Heinemann. 2014. hlm. 93–120, esp. 106ff. ISBN 978-0-08-098204-5.
  7. Eugene S. Machlin. An Introduction to Aspects of Thermodynamics and Kinetics Relevant to Materials Science. Elsevier. 2007. hlm. 98. ISBN 978-0-08-054968-2.
  8. John Comer. Pharmacokinetic Optimization in Drug Research: Biological, Physicochemical, and Computational Strategies. Wiley-VCH. 2001. hlm. 275–304. doi:10.1002/9783906390437.ch17. ISBN 978-3-906390-22-2.
  9. John Comer. Pharmacokinetic Optimization in Drug Research: Biological, Physicochemical, and Computational Strategies. Wiley-VCH. 2001. hlm. 275–304. doi:10.1002/9783906390437.ch17. ISBN 978-3-906390-22-2.
  10. Yvonne Connolly Martin. Quantitative Drug Design: A critical introduction. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.
  11. Yvonne Connolly Martin. Quantitative Drug Design: A critical introduction. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.
  12. Pagliara A, Carrupt PA, Caron G, Gaillard P, Testa, B. Lipophilicity Profiles of Ampholytes. Chemical Reviews. 1997. Vol. 97. hlm. 3385–3400. doi:10.1021/cr9601019.
  13. Octanol-Water Partition Coefficients - DDBST GmbH. ddbst.com.
  14. Interaction of the peptide bond with solvent water: a vapor phase analysis. Biochemistry. Jan 1978. Vol. 17 (1). hlm. 201–4. doi:10.1021/bi00594a030.
  15. The partition of organic compounds. between higher alcohols and water. Acta Chem Scand. 1951. Vol. 5. hlm. 774–780. doi:10.3891/acta.chem.scand.05-0774.
  16. Separation of Formic and Sulfuric Acids by Extraction. Ind Eng Chem. 1955. Vol. 47 (10). hlm. 2114–2122. doi:10.1021/ie50550a029.
  17. The partition of organic compounds. between higher alcohols and water. Acta Chem Scand. 1951. Vol. 5. hlm. 774–780. doi:10.3891/acta.chem.scand.05-0774.
  18. Octanol - Water Partition Coefficients and Aqueous Solubilities of Organic Compounds. NBS Techn Rep. 1981. Vol. 81 (2406). hlm. S1–56.
  19. Octanol - Water Partition Coefficients and Aqueous Solubilities of Organic Compounds. NBS Techn Rep. 1981. Vol. 81 (2406). hlm. S1–56.
  20. Reversed phase liquid chromatography of PCBs as a basis for calculation of water solubility and K ow for polychlorobiphenyls. Fresenius Z Anal Chem. 1988. Vol. 331 (3–4). hlm. 295–301. doi:10.1007/BF00481899.
  21. Partition coefficients and their uses. Chem Rev. 1971. Vol. 71 (6). hlm. 525–616. doi:10.1021/cr60274a001.
  22. Corwin Hansch. Substituent Constants for Correlation Analysis in Chemistry and Biology. John Wiley & Sons Ltd. 1979. ISBN 978-0-471-05062-9.
  23. Octanol-Water Partition Coefficients of Simple Organic Compounds. Journal of Physical and Chemical Reference Data. 1989. Vol. 18 (3). hlm. 1111– 1227. doi:10.1063/1.555833.
  24. Albert Leo. Exploring QSAR, Hydrophobic, Electronic, and Steric Constants. American Chemical Society. 1995. ISBN 978-0-8412-3060-6.
  25. Calculation of molecular lipophilicity: State-of-the-art and comparison of log P methods on more than 96,000 compounds. Journal of Pharmaceutical Sciences. Mar 2009. Vol. 98 (3). hlm. 861–93. doi:10.1002/jps.21494.
  26. Yvonne Connolly Martin. Quantitative Drug Design: A critical introduction. CRC Press/Taylor & Francis. 2010. hlm. 66–73. ISBN 978-1-4200-7099-6.
  27. Calculation of molecular lipophilicity: State-of-the-art and comparison of log P methods on more than 96,000 compounds. Journal of Pharmaceutical Sciences. Mar 2009. Vol. 98 (3). hlm. 861–93. doi:10.1002/jps.21494.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29304327 (2026-06-01T14:45:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.