Lompat ke isi

Bromotimol biru: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29210336; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Bromothymol-blue-2D-skeletal.png|thumb|right|280px|Bromothymol-blue-2D-skeletal]]
'''Bromotimol biru''' (juga dikenal sebagai '''Bromotimol sulfonftalein''' dan '''BTB''') adalah suatu [[indikator pH]]. Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH relatif netral (dekat 7). Senyawa ini umum digunakan untuk mengukur kehadiran [[asam karbonat]] dalam cairan. Senyawa ini biasanya dijual dalam bentuk padatan seperti [[garam]] [[natrium]] pada indikator [[asam]].
'''Bromotimol biru''' (juga dikenal sebagai '''Bromotimol sulfonftalein''' dan '''BTB''') adalah suatu [[indikator pH]]. Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH relatif netral (dekat 7). Senyawa ini umum digunakan untuk mengukur kehadiran [[asam karbonat]] dalam cairan. Senyawa ini biasanya dijual dalam bentuk padatan seperti [[garam]] [[natrium]] pada indikator [[asam]].


== Struktur dan sifat ==
== Struktur dan sifat ==
Bromotimol biru berperan sebagai asam lemah dalam larutan. Karenanya, ia dapat berada dalam bentuk terprotonasi atau terdeprotonasi, menghasilkan warna kuning atau biru, masing-masing. Senyawa ini berwarna biru laut terang dengan sendirinya, dan biru kehijauan dalam larutan netral. [[Deprotonasi]] dalam bentuk netral menghasilkan struktur yang sangat [[sistem terkonjugasi|terkonjugasi]], berperan pada munculnya perbedaan warna. Intermediat dari mekanisme deprotonasi tersebut bertanggung jawab terhadap munculnya warna kehijauan dalam larutan netral.
Bromotimol biru berperan sebagai asam lemah dalam larutan. Karenanya, ia dapat berada dalam bentuk terprotonasi atau terdeprotonasi, menghasilkan warna kuning atau biru, masing-masing. Senyawa ini berwarna biru laut terang dengan sendirinya, dan biru kehijauan dalam larutan netral. [[Deprotonasi]] dalam bentuk netral menghasilkan struktur yang sangat [[sistem terkonjugasi|terkonjugasi]], berperan pada munculnya perbedaan warna. Intermediat dari mekanisme deprotonasi tersebut bertanggung jawab terhadap munculnya warna kehijauan dalam larutan netral.<ref>Thierry De Meyer. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0143720813004294 Substituent effects on absorption spectra of pH indicators: An experimental and computational study of sulfonphthaleine dyes]. ''Dyes and Pigments''. Mare 2014. Vol. 102. hlm. 241–250. doi:10.1016/j.dyepig.2013.10.048.</ref>


Bentuk terprotonasi bromotimol biru memiliki puncak serapan pada 692&nbsp;nm karenanya memancarkan warna kuning terang pada larutan asam, serta bentuk terdeprotonasi dengan puncak serapan pada 602&nbsp;nm karenanya memancarkan warna biru terang pada larutan yang lebih basa.
Bentuk terprotonasi bromotimol biru memiliki puncak serapan pada 692&nbsp;nm karenanya memancarkan warna kuning terang pada larutan asam, serta bentuk terdeprotonasi dengan puncak serapan pada 602&nbsp;nm karenanya memancarkan warna biru terang pada larutan yang lebih basa.<ref>Nahhal. [http://www.inl-journal.com/content/pdf/2228-5326-2-16.pdf Thin film optical BTB pH sensors using sol–gel method in presence of surfactants]. ''International Nano Letters''. 18 Juli 2012. Vol. 2 (16). hlm. 3.</ref>


 
Bromotimol biru sedikit larut dalam minyak, tetapi larut dalam air, [[eter]], dan larutan air alkali. Senyawa ini ini kurang larut dalam pelarut nonpolar seperti [[benzena]], [[toluena]], dan [[xilena]], dan praktis tidak larut dalam [[eter minyak bumi|petroleum eter]].<ref>Maryadele J O'Neil. [https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7 The Merck Index]. Merck Research Laboratory. 2006. hlm. [https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7/page/1445 1445]. ISBN 978-0-911910-00-1.</ref>
Bromotimol biru sedikit larut dalam minyak, tetapi larut dalam air, [[eter]], dan larutan air alkali. Senyawa ini ini kurang larut dalam pelarut nonpolar seperti [[benzena]], [[toluena]], dan [[xilena]], dan praktis tidak larut dalam [[eter minyak bumi|petroleum eter]].


== Preparasi ==
== Preparasi ==
Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator pH, sebanyak 0.10&nbsp;g zat dilarutkan dalam 8.0&nbsp;cm<sup>3</sup> N/50 NaOH kemudian diencerkan dengan air hingga 250&nbsp;cm<sup>3</sup>. Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator dalam analisis volumetri, sebanyak 0.1&nbsp;g zat dilarutkan dalam 100&nbsp;cm<sup>3</sup> [[etanol]] 50% (v/v).
Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator pH, sebanyak 0.10&nbsp;g zat dilarutkan dalam 8.0&nbsp;cm<sup>3</sup> N/50 NaOH kemudian diencerkan dengan air hingga 250&nbsp;cm<sup>3</sup>. Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator dalam analisis volumetri, sebanyak 0.1&nbsp;g zat dilarutkan dalam 100&nbsp;cm<sup>3</sup> [[etanol]] 50% (v/v).<ref>Maryadele J O'Neil. [https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7 The Merck Index]. Merck Research Laboratory. 2006. hlm. [https://archive.org/details/merckindexencycl0000unse_m4f7/page/1445 1445]. ISBN 978-0-911910-00-1.</ref>


== Penggunaan ==
== Penggunaan ==
Bromotimol biru dapat digunakan untuk mengamati aktivitas [[fotosintesis]], atau sebagai indikator pernapasan (berubah kuning ketika CO<sub>2</sub> ditambahkan).<ref>Sabnis R. W. [https://archive.org/details/handbookofacidba0000sabn Handbook of Acid-Base Indicators]. CRC Press. 2007. ISBN 0-8493-8218-1.</ref><ref>Sabnis R. W. ''Handbook of Biological Dyes and Stains: Synthesis and Industrial Applications''. Wiley. 2010. ISBN 0-470-40753-0.</ref> Demonstrasi umum sifat indikator pH BTB melibatkan penghirupan ke dalam larutan netral BTB. Ketika [[karbon dioksida]] terserap dari napas yang masuk ke dalam larutan tersebut, akan membentuk asam karbonat, larutan berubah warna dari hijau ke kuning. Karenanya, BTB umum digunakan pada kelas sains untuk mendemonstrasikan bahwa semakin besar kekuatan yang digunakan, keluaran CO<sub>2</sub> akan semakin besar pula.


Bromotimol biru dapat digunakan untuk mengamati aktivitas [[fotosintesis]], atau sebagai indikator pernapasan (berubah kuning ketika CO<sub>2</sub> ditambahkan). Demonstrasi umum sifat indikator pH BTB melibatkan penghirupan ke dalam larutan netral BTB. Ketika [[karbon dioksida]] terserap dari napas yang masuk ke dalam larutan tersebut, akan membentuk asam karbonat, larutan berubah warna dari hijau ke kuning. Karenanya, BTB umum digunakan pada kelas sains untuk mendemonstrasikan bahwa semakin besar kekuatan yang digunakan, keluaran CO<sub>2</sub> akan semakin besar pula.
Bromotimol biru telah digunakan bersama dengan [[fenol merah]] untuk memonitor aktivitas enzim ''[[asparaginase]]'' [[fungi]] dengan fenol merah berubah warna menjadi merah muda dan bromotimol biru menjadi biru yang menandakan adanya kenaikan pH sehingga menunjukkan aktivitas [[enzim]] tersebut. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa [[metil merah]] lebih berguna dalam menentukan aktivitasnya karena cincin berwarna kuning terang terbentuk dalam zona aktivitas enzim.<ref>Mohan Dhale. [http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0167701214001109 A comparative rapid and sensitive method to screen l-asparaginase producing fungi]. ''Journal of Microbiological Methods''. Juli 2014. Vol. 102. hlm. 66–68. doi:10.1016/j.mimet.2014.04.010.</ref>
 
Bromotimol biru telah digunakan bersama dengan [[fenol merah]] untuk memonitor aktivitas enzim ''[[asparaginase]]'' [[fungi]] dengan fenol merah berubah warna menjadi merah muda dan bromotimol biru menjadi biru yang menandakan adanya kenaikan pH sehingga menunjukkan aktivitas [[enzim]] tersebut. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa [[metil merah]] lebih berguna dalam menentukan aktivitasnya karena cincin berwarna kuning terang terbentuk dalam zona aktivitas enzim.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 25: Baris 25:
* [[Titrasi asam-basa]]
* [[Titrasi asam-basa]]
* [[Senyawa azo]]
* [[Senyawa azo]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
Baris 33: Baris 30:
* [https://www.sigmaaldrich.com/US/en/product/sigma/18470 Bromothymol Blue (Sodium Salt) -Sigma Aldrich]
* [https://www.sigmaaldrich.com/US/en/product/sigma/18470 Bromothymol Blue (Sodium Salt) -Sigma Aldrich]


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromotimol+biru&oldid=29210336 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29210336 (2026-05-10T10:09:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromotimol+biru&oldid=29210336 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29210336 (2026-05-10T10:09:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.05

Berkas:Bromothymol-blue-2D-skeletal.png
Bromothymol-blue-2D-skeletal

Bromotimol biru (juga dikenal sebagai Bromotimol sulfonftalein dan BTB) adalah suatu indikator pH. Senyawa ini banyak digunakan dalam aplikasi yang memerlukan pengukuran zat yang memiliki pH relatif netral (dekat 7). Senyawa ini umum digunakan untuk mengukur kehadiran asam karbonat dalam cairan. Senyawa ini biasanya dijual dalam bentuk padatan seperti garam natrium pada indikator asam.

Struktur dan sifat

Bromotimol biru berperan sebagai asam lemah dalam larutan. Karenanya, ia dapat berada dalam bentuk terprotonasi atau terdeprotonasi, menghasilkan warna kuning atau biru, masing-masing. Senyawa ini berwarna biru laut terang dengan sendirinya, dan biru kehijauan dalam larutan netral. Deprotonasi dalam bentuk netral menghasilkan struktur yang sangat terkonjugasi, berperan pada munculnya perbedaan warna. Intermediat dari mekanisme deprotonasi tersebut bertanggung jawab terhadap munculnya warna kehijauan dalam larutan netral.[1]

Bentuk terprotonasi bromotimol biru memiliki puncak serapan pada 692 nm karenanya memancarkan warna kuning terang pada larutan asam, serta bentuk terdeprotonasi dengan puncak serapan pada 602 nm karenanya memancarkan warna biru terang pada larutan yang lebih basa.[2]

Bromotimol biru sedikit larut dalam minyak, tetapi larut dalam air, eter, dan larutan air alkali. Senyawa ini ini kurang larut dalam pelarut nonpolar seperti benzena, toluena, dan xilena, dan praktis tidak larut dalam petroleum eter.[3]

Preparasi

Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator pH, sebanyak 0.10 g zat dilarutkan dalam 8.0 cm3 N/50 NaOH kemudian diencerkan dengan air hingga 250 cm3. Untuk menyiapkan larutan untuk digunakan sebagai indikator dalam analisis volumetri, sebanyak 0.1 g zat dilarutkan dalam 100 cm3 etanol 50% (v/v).[4]

Penggunaan

Bromotimol biru dapat digunakan untuk mengamati aktivitas fotosintesis, atau sebagai indikator pernapasan (berubah kuning ketika CO2 ditambahkan).[5][6] Demonstrasi umum sifat indikator pH BTB melibatkan penghirupan ke dalam larutan netral BTB. Ketika karbon dioksida terserap dari napas yang masuk ke dalam larutan tersebut, akan membentuk asam karbonat, larutan berubah warna dari hijau ke kuning. Karenanya, BTB umum digunakan pada kelas sains untuk mendemonstrasikan bahwa semakin besar kekuatan yang digunakan, keluaran CO2 akan semakin besar pula.

Bromotimol biru telah digunakan bersama dengan fenol merah untuk memonitor aktivitas enzim asparaginase fungi dengan fenol merah berubah warna menjadi merah muda dan bromotimol biru menjadi biru yang menandakan adanya kenaikan pH sehingga menunjukkan aktivitas enzim tersebut. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa metil merah lebih berguna dalam menentukan aktivitasnya karena cincin berwarna kuning terang terbentuk dalam zona aktivitas enzim.[7]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Thierry De Meyer. Substituent effects on absorption spectra of pH indicators: An experimental and computational study of sulfonphthaleine dyes. Dyes and Pigments. Mare 2014. Vol. 102. hlm. 241–250. doi:10.1016/j.dyepig.2013.10.048.
  2. Nahhal. Thin film optical BTB pH sensors using sol–gel method in presence of surfactants. International Nano Letters. 18 Juli 2012. Vol. 2 (16). hlm. 3.
  3. Maryadele J O'Neil. The Merck Index. Merck Research Laboratory. 2006. hlm. 1445. ISBN 978-0-911910-00-1.
  4. Maryadele J O'Neil. The Merck Index. Merck Research Laboratory. 2006. hlm. 1445. ISBN 978-0-911910-00-1.
  5. Sabnis R. W. Handbook of Acid-Base Indicators. CRC Press. 2007. ISBN 0-8493-8218-1.
  6. Sabnis R. W. Handbook of Biological Dyes and Stains: Synthesis and Industrial Applications. Wiley. 2010. ISBN 0-470-40753-0.
  7. Mohan Dhale. A comparative rapid and sensitive method to screen l-asparaginase producing fungi. Journal of Microbiological Methods. Juli 2014. Vol. 102. hlm. 66–68. doi:10.1016/j.mimet.2014.04.010.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29210336 (2026-05-10T10:09:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.