Lompat ke isi

Manajemen sumber daya air: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28041336; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Sumber daya air ==
== Sumber daya air ==
 
Air adalah sumber daya yang penting bagi kehidupan di planet. Dari seluruh sumber daya air di bumi, hanya tiga persen yang merupakan air tawar, dan dua pertiganya berada dalam kondisi beku di es kutub dan gletser. Seperlima dari satu persennya berada di lokasi yang tidak terjangkau atau tidak bisa dimanfaatkan (misal air yang mengalir sebagai [[banjir]] akibat hujan deras). Kurang lebih hanya 0.08 persen dari total air tawar yang mampu dimanfaatkan oleh manusia dan kebutuhan tersebut terus berkembang untuk berbagai kebutuhan.<ref>Fry, Carolyn [http://www.amazon.co.uk/Impact-Climate-Change-Challenge-Twenty-first/dp/1847731163 The Impact of Climate Change: The World's Greatest Challenge in the Twenty-first Century] 2008, New Holland Publishers Ltd</ref>
Air adalah sumber daya yang penting bagi kehidupan di planet. Dari seluruh sumber daya air di bumi, hanya tiga persen yang merupakan air tawar, dan dua pertiganya berada dalam kondisi beku di es kutub dan gletser. Seperlima dari satu persennya berada di lokasi yang tidak terjangkau atau tidak bisa dimanfaatkan (misal air yang mengalir sebagai [[banjir]] akibat hujan deras). Kurang lebih hanya 0.08 persen dari total air tawar yang mampu dimanfaatkan oleh manusia dan kebutuhan tersebut terus berkembang untuk berbagai kebutuhan.


=== Pertanian sebagai konsumen utama air ===
=== Pertanian sebagai konsumen utama air ===
[[Pertanian]] adalah pengguna utama dari sumber daya air tawar dunia, mencapai 70 persennya. Populasi dunia terus berkembang dan kebutuhan terhadap bahan pangan serta meningkatnya kebutuhan pertanian untuk menghasilkan bahan bakar ([[biofuel]]) meningkatkan kebutuhan sumber daya air bagi pertanian. [[Kelangkaan]] air menjadi masalah utama. Sebuah studi yang dilakukan di Sri Lanka oleh [[International Water Management Institute]] dilakukan pada tahun 2007 menemukan bahwa seperlima dari populasi dunia berada di area dengan [[kelangkaan air fisik]], di mana tidak terdapat cukup air untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup.
[[Pertanian]] adalah pengguna utama dari sumber daya air tawar dunia, mencapai 70 persennya.<ref>Grafton, Q. R., & Hussey, K. (2011). Water Resources Planning and Management. New York: Cambridge University Press.</ref> Populasi dunia terus berkembang dan kebutuhan terhadap bahan pangan serta meningkatnya kebutuhan pertanian untuk menghasilkan bahan bakar ([[biofuel]]) meningkatkan kebutuhan sumber daya air bagi pertanian. [[Kelangkaan]] air menjadi masalah utama. Sebuah studi yang dilakukan di Sri Lanka oleh [[International Water Management Institute]] dilakukan pada tahun 2007 menemukan bahwa seperlima dari populasi dunia berada di area dengan [[kelangkaan air fisik]], di mana tidak terdapat cukup air untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup.<ref>Molden, D. (Ed). ''Water for food, Water for life: A Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture.'' Earthscan/IWMI, 2007.</ref>


Sebuah laporan lain menyatakan bahwa masih memungkinkan untuk memproduksi bahan pangan pada masa depan namun dengan akibat masalah lingkungan yang akan terjadi di berbagai belahan dunia. Mengenai produksi pangan, [[Bank Dunia]] menargetkan produksi pangan dan manajemen sumber daya air sebagai masalah global yang harus dibahas dan ditangani.
Sebuah laporan lain menyatakan bahwa masih memungkinkan untuk memproduksi bahan pangan pada masa depan namun dengan akibat masalah lingkungan yang akan terjadi di berbagai belahan dunia. Mengenai produksi pangan, [[Bank Dunia]] menargetkan produksi pangan dan manajemen sumber daya air sebagai masalah global yang harus dibahas dan ditangani.<ref>The World Bank, 2006 [http://water.worldbank.org/water/publications/reengaging-agricultural-water-management-challenges-and-options Reengaging in Agricultural Water Management: Challenges and Options]. hlm. 4–5.</ref>


== Masa depan sumber daya air ==
== Masa depan sumber daya air ==
 
Salah satu masalah utama dari manajemen berbasis air adalah keberlanjutan dari alokasi sumber daya air sekarang dan pada masa depan.<ref>Walmsly, N., & Pearce, G. (2010). Towards Sustainable Water Resources Management: Bringing the Strategic Approach up-to-date. Irrigation & Drainage Systems, 24(3/4), 191-203.</ref> Karena air menjadi langka sehingga pengelolaan menjadi sebuah kepentingan yang terus tumbuh. Mencari keseimbangan antara yang dibutuhkan manusia dan yang dibutuhkan lingkungan menjadi tahap awal dari manajemen sumber daya air. Usaha menemukan sistem sumber daya air tawar yan berkelanjutan telah dilakukan pada skala nasional di berbagai negara pada seperti Australia.
 
Salah satu masalah utama dari manajemen berbasis air adalah keberlanjutan dari alokasi sumber daya air sekarang dan pada masa depan. Karena air menjadi langka sehingga pengelolaan menjadi sebuah kepentingan yang terus tumbuh. Mencari keseimbangan antara yang dibutuhkan manusia dan yang dibutuhkan lingkungan menjadi tahap awal dari manajemen sumber daya air. Usaha menemukan sistem sumber daya air tawar yan berkelanjutan telah dilakukan pada skala nasional di berbagai negara pada seperti Australia.


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
Baris 27: Baris 24:
* [[Politik air]]
* [[Politik air]]
* [[Kualitas air]]
* [[Kualitas air]]
== Referensi ==


== Bahan bacaan terkait ==
== Bahan bacaan terkait ==
Baris 44: Baris 38:
* [http://water.worldbank.org/water/publications/public-private-partnerships-urban-water-utilities-review-experiences-developing-countri/ The World Bank on public-private water mechanisms for urban utilities]
* [http://water.worldbank.org/water/publications/public-private-partnerships-urban-water-utilities-review-experiences-developing-countri/ The World Bank on public-private water mechanisms for urban utilities]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manajemen+sumber+daya+air&oldid=28041336 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28041336 (2025-10-17T00:34:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manajemen+sumber+daya+air&oldid=28041336 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28041336 (2025-10-17T00:34:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.06

Manajemen sumber daya air adalah aktivitas merencanakan, mengembangkan, mendistribusikan, dan mengelola penggunaan sumber daya air secara optimal. Manajemen sumber daya air adalah subbagian dari manajemen siklus air. Dalam kondisi yang ideal, perencanaan manajemen sumber daya air memperhatikan semua kebutuhan air dan mengalokasikan air berbasis kesetaraan yang memuaskan semua pengguna air. Secara praktik, hal in jarang terjadi.

Sumber daya air

Air adalah sumber daya yang penting bagi kehidupan di planet. Dari seluruh sumber daya air di bumi, hanya tiga persen yang merupakan air tawar, dan dua pertiganya berada dalam kondisi beku di es kutub dan gletser. Seperlima dari satu persennya berada di lokasi yang tidak terjangkau atau tidak bisa dimanfaatkan (misal air yang mengalir sebagai banjir akibat hujan deras). Kurang lebih hanya 0.08 persen dari total air tawar yang mampu dimanfaatkan oleh manusia dan kebutuhan tersebut terus berkembang untuk berbagai kebutuhan.[1]

Pertanian sebagai konsumen utama air

Pertanian adalah pengguna utama dari sumber daya air tawar dunia, mencapai 70 persennya.[2] Populasi dunia terus berkembang dan kebutuhan terhadap bahan pangan serta meningkatnya kebutuhan pertanian untuk menghasilkan bahan bakar (biofuel) meningkatkan kebutuhan sumber daya air bagi pertanian. Kelangkaan air menjadi masalah utama. Sebuah studi yang dilakukan di Sri Lanka oleh International Water Management Institute dilakukan pada tahun 2007 menemukan bahwa seperlima dari populasi dunia berada di area dengan kelangkaan air fisik, di mana tidak terdapat cukup air untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup.[3]

Sebuah laporan lain menyatakan bahwa masih memungkinkan untuk memproduksi bahan pangan pada masa depan namun dengan akibat masalah lingkungan yang akan terjadi di berbagai belahan dunia. Mengenai produksi pangan, Bank Dunia menargetkan produksi pangan dan manajemen sumber daya air sebagai masalah global yang harus dibahas dan ditangani.[4]

Masa depan sumber daya air

Salah satu masalah utama dari manajemen berbasis air adalah keberlanjutan dari alokasi sumber daya air sekarang dan pada masa depan.[5] Karena air menjadi langka sehingga pengelolaan menjadi sebuah kepentingan yang terus tumbuh. Mencari keseimbangan antara yang dibutuhkan manusia dan yang dibutuhkan lingkungan menjadi tahap awal dari manajemen sumber daya air. Usaha menemukan sistem sumber daya air tawar yan berkelanjutan telah dilakukan pada skala nasional di berbagai negara pada seperti Australia.

Lihat pula

Bahan bacaan terkait

Pranala luar

Referensi

  1. Fry, Carolyn The Impact of Climate Change: The World's Greatest Challenge in the Twenty-first Century 2008, New Holland Publishers Ltd
  2. Grafton, Q. R., & Hussey, K. (2011). Water Resources Planning and Management. New York: Cambridge University Press.
  3. Molden, D. (Ed). Water for food, Water for life: A Comprehensive Assessment of Water Management in Agriculture. Earthscan/IWMI, 2007.
  4. The World Bank, 2006 Reengaging in Agricultural Water Management: Challenges and Options. hlm. 4–5.
  5. Walmsly, N., & Pearce, G. (2010). Towards Sustainable Water Resources Management: Bringing the Strategic Approach up-to-date. Irrigation & Drainage Systems, 24(3/4), 191-203.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28041336 (2025-10-17T00:34:01Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.