Ksilenol jingga: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26764992; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Xylenolorange2.svg|thumb|right|280px|Xylenolorange2]] | |||
Zat ini berpendar, dan memiliki eksitasi maksimum 440 & 570 nm dan emisi maksimum 610 nm. | '''Ksilenol jingga''' merupakan [[pereaksi kimia]] organik, yang paling umum digunakan sebagai garam tetranatrium sebagai indikator untuk [[titrasi]] logam. Bila digunakan untuk titrasi [[logam]], zat ini akan tampak merah dalam titran dan berubah menjadi kuning setelah mencapai titik akhirnya. Secara historis, sediaan komersialnya terkenal tidak murni,<ref>Craig Gay. ''Determination of Iron in Solutions with the Ferric–Xylenol Orange Complex''. ''Analytical Biochemistry''. 1999. Vol. 273 (2). hlm. 143–148. doi:10.1006/abio.1999.4207.</ref> terkadang hanya mengandung 20% ksilenol jingga, dan mengandung sejumlah besar semi-ksilenol jingga dan asam iminodiasetat. Kemurnian setinggi 90% kini tersedia. | ||
Zat ini berpendar, dan memiliki eksitasi maksimum 440 & 570 nm dan emisi maksimum 610 nm.<ref>[https://micro.magnet.fsu.edu/primer/techniques/fluorescence/fluorotable1.html Fluorescence - Fluorochrome Data Tables]. ''Molecular Expressions Microscopy Primer: Specialized Microscopy Techniques''. 2018-09-11.</ref> | |||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ksilenol+jingga&oldid=26764992 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26764992 (2025-01-07T13:25:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.08
Ksilenol jingga merupakan pereaksi kimia organik, yang paling umum digunakan sebagai garam tetranatrium sebagai indikator untuk titrasi logam. Bila digunakan untuk titrasi logam, zat ini akan tampak merah dalam titran dan berubah menjadi kuning setelah mencapai titik akhirnya. Secara historis, sediaan komersialnya terkenal tidak murni,[1] terkadang hanya mengandung 20% ksilenol jingga, dan mengandung sejumlah besar semi-ksilenol jingga dan asam iminodiasetat. Kemurnian setinggi 90% kini tersedia.
Zat ini berpendar, dan memiliki eksitasi maksimum 440 & 570 nm dan emisi maksimum 610 nm.[2]
Referensi
- ↑ Craig Gay. Determination of Iron in Solutions with the Ferric–Xylenol Orange Complex. Analytical Biochemistry. 1999. Vol. 273 (2). hlm. 143–148. doi:10.1006/abio.1999.4207.
- ↑ Fluorescence - Fluorochrome Data Tables. Molecular Expressions Microscopy Primer: Specialized Microscopy Techniques. 2018-09-11.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26764992 (2025-01-07T13:25:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.