Lompat ke isi

Toksikologi akuatik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28487298; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Toksikologi akuatik''' adalah cabang ilmu yang mempelajari efek dari zat beracun terhadap [[ekosistem]] perairan dan [[organisme]] air. Ilmu ini bertujuan untuk menyelidiki kerusakan lingkungan, melacak dan mengidentifikasi jejak-jejak polutan yang tidak terlihat secara visual tetapi memiliki dampak yang nyata dan merusak. Di setiap perairan yang ada seperti aliran [[sungai]], [[danau]], serta [[lautan]] tidak terlepas dari interaksi antara makhluk hidup disekitarnya termasuk dengan manusia. Tidak terlepas juga adanya interaksi kimiawi yang terjadi pada perairan tersebut. Seorang yang meneliti tingkat pencemaran zat beracun pada perairan dapat juga disebut dengan seorang Toksikolog. Memahami toksikologi akuatik dapat menjadi pedoman guna melindungi dan melestarikan keanekaragaam hayati yang terdapat di perairan.
[[File:Nrborderborderentrythreecolorsmay05-1-.JPG|thumb|right|280px|air yang tercemar]]
 
'''Toksikologi akuatik''' adalah cabang ilmu yang mempelajari efek dari zat beracun terhadap [[ekosistem]] perairan dan [[organisme]] air. Ilmu ini bertujuan untuk menyelidiki kerusakan lingkungan, melacak dan mengidentifikasi jejak-jejak polutan yang tidak terlihat secara visual tetapi memiliki dampak yang nyata dan merusak. Di setiap perairan yang ada seperti aliran [[sungai]], [[danau]], serta [[lautan]] tidak terlepas dari interaksi antara makhluk hidup disekitarnya termasuk dengan manusia. Tidak terlepas juga adanya interaksi kimiawi yang terjadi pada perairan tersebut. Seorang yang meneliti tingkat pencemaran zat beracun pada perairan dapat juga disebut dengan seorang Toksikolog. Memahami toksikologi akuatik dapat menjadi pedoman guna melindungi dan melestarikan keanekaragaam hayati yang terdapat di perairan.<ref>[https://www.eurofinsus.com/environment-testing/services/specialty-services/aquatic-toxicology/ Aquatic Toxicology]. ''Eurofins Scientific''.</ref>


== Polutan dalam air ==
== Polutan dalam air ==
Polutan atau dapat disebut juga dengan [[zat kimia]] beracun dapat mencemari suatu perairan. Ketika zat kimia ter kontaminasi dengan lingkungan perairan maka lingkungan perairan tersebut telah tercemar dan dapat membahayakan kehidupan organisme yang terdapat di sana. Zat kimia berbahaya atau polutan tersebut dapat masuk ke tubuh organisme air seperti [[ikan]] dalam berbagai jalur, masuk melalui [[insang]] yang berfungsi sebagai pernafasan ikan dan juga dapat masuk ke tubuh organisme air lainnya melalui sendimen perairan yang terkontaminasi serta makanan untuk organisme air yang terbuat dari bahan zat kimiawi.  [[Senyawa kimia|Senyawa]] yang larut dalam lemak (lipofilik) dan persisten, cenderung tidak terdegradasi dan mudah terakumulasi dalam jaringan lemak organisme. Sebaliknya, senyawa yang mudah larut dalam air mungkin akan tersebar lebih luas tetapi juga lebih cepat menghilang atau daya [[racun]] yang dihasilkan menghilang secara alami.
Polutan atau dapat disebut juga dengan [[zat kimia]] beracun dapat mencemari suatu perairan. Ketika zat kimia ter kontaminasi dengan lingkungan perairan maka lingkungan perairan tersebut telah tercemar dan dapat membahayakan kehidupan organisme yang terdapat di sana. Zat kimia berbahaya atau polutan tersebut dapat masuk ke tubuh organisme air seperti [[ikan]] dalam berbagai jalur, masuk melalui [[insang]] yang berfungsi sebagai pernafasan ikan dan juga dapat masuk ke tubuh organisme air lainnya melalui sendimen perairan yang terkontaminasi serta makanan untuk organisme air yang terbuat dari bahan zat kimiawi.  [[Senyawa kimia|Senyawa]] yang larut dalam lemak (lipofilik) dan persisten, cenderung tidak terdegradasi dan mudah terakumulasi dalam jaringan lemak organisme. Sebaliknya, senyawa yang mudah larut dalam air mungkin akan tersebar lebih luas tetapi juga lebih cepat menghilang atau daya [[racun]] yang dihasilkan menghilang secara alami.<ref>J.P.F. D'Mello. [https://www.cabidigitallibrary.org/doi/book/10.1079/9781789245189.0000 Introduction to environmental toxicology]. ''CABI Books''. 2020-01. doi:10.1079/9781789245189.0000.</ref>


== Uji bahaya zat di perairan ==
== Uji bahaya zat di perairan ==
Untuk mengukur potensi bahaya suatu [[zat]], toksikologi akuatik menggunakan teknik pengujian toksisitas. Teknik pengujian ini bernama konsep LC50 (Lethal Concentration 50) yang juga disebut sebagai parameter kunci. LC50 didefinisikan sebagai konsentrasi zat uji yang diperkirakan menyebabkan kematian pada 50% populasi organisme yang diuji dalam waktu tertentu (biasanya 48 atau 96 jam). Pengujian ini sering menggunakan organisme indikator seperti ikan ''Cyprinus carpio'' ([[ikan mas]]) atau ''Daphnia magna'' ([[kutu air]]). Nilai LC50 memberikan gambaran kasar tentang level bahayanya suatu zat kimia atau disebut toksisitas akut suatu senyawa. Hasil yang dihasilkan memberikan data kesimpulan di mana semakin rendah nilai LC50, semakin beracun zat tersebut dan begitu juga dengan sebaliknya. Data ini sangat penting bagi pihak terkait atau pemerintah untuk menetapkan standar kualitas air yang aman bagi kehidupan organisme di perairan.
Untuk mengukur potensi bahaya suatu [[zat]], toksikologi akuatik menggunakan teknik pengujian toksisitas. Teknik pengujian ini bernama konsep LC50 (Lethal Concentration 50) yang juga disebut sebagai parameter kunci. LC50 didefinisikan sebagai konsentrasi zat uji yang diperkirakan menyebabkan kematian pada 50% populasi organisme yang diuji dalam waktu tertentu (biasanya 48 atau 96 jam). Pengujian ini sering menggunakan organisme indikator seperti ikan ''Cyprinus carpio'' ([[ikan mas]]) atau ''Daphnia magna'' ([[kutu air]]). Nilai LC50 memberikan gambaran kasar tentang level bahayanya suatu zat kimia atau disebut toksisitas akut suatu senyawa. Hasil yang dihasilkan memberikan data kesimpulan di mana semakin rendah nilai LC50, semakin beracun zat tersebut dan begitu juga dengan sebaliknya. Data ini sangat penting bagi pihak terkait atau pemerintah untuk menetapkan standar kualitas air yang aman bagi kehidupan organisme di perairan.<ref>OECD. [https://www.oecd.org/en/publications/test-no-203-fish-acute-toxicity-test_9789264069961-en.html Test No. 203: Fish, Acute Toxicity Test]. ''OECD Guidelines for the Testing of Chemicals, Section 2''. 2025-06-24. doi:10.1787/9789264069961-en.</ref>
 
== Rujukan ==


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksikologi+akuatik&oldid=28487298 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28487298 (2025-11-14T10:07:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksikologi+akuatik&oldid=28487298 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28487298 (2025-11-14T10:07:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.09

air yang tercemar

Toksikologi akuatik adalah cabang ilmu yang mempelajari efek dari zat beracun terhadap ekosistem perairan dan organisme air. Ilmu ini bertujuan untuk menyelidiki kerusakan lingkungan, melacak dan mengidentifikasi jejak-jejak polutan yang tidak terlihat secara visual tetapi memiliki dampak yang nyata dan merusak. Di setiap perairan yang ada seperti aliran sungai, danau, serta lautan tidak terlepas dari interaksi antara makhluk hidup disekitarnya termasuk dengan manusia. Tidak terlepas juga adanya interaksi kimiawi yang terjadi pada perairan tersebut. Seorang yang meneliti tingkat pencemaran zat beracun pada perairan dapat juga disebut dengan seorang Toksikolog. Memahami toksikologi akuatik dapat menjadi pedoman guna melindungi dan melestarikan keanekaragaam hayati yang terdapat di perairan.[1]

Polutan dalam air

Polutan atau dapat disebut juga dengan zat kimia beracun dapat mencemari suatu perairan. Ketika zat kimia ter kontaminasi dengan lingkungan perairan maka lingkungan perairan tersebut telah tercemar dan dapat membahayakan kehidupan organisme yang terdapat di sana. Zat kimia berbahaya atau polutan tersebut dapat masuk ke tubuh organisme air seperti ikan dalam berbagai jalur, masuk melalui insang yang berfungsi sebagai pernafasan ikan dan juga dapat masuk ke tubuh organisme air lainnya melalui sendimen perairan yang terkontaminasi serta makanan untuk organisme air yang terbuat dari bahan zat kimiawi. Senyawa yang larut dalam lemak (lipofilik) dan persisten, cenderung tidak terdegradasi dan mudah terakumulasi dalam jaringan lemak organisme. Sebaliknya, senyawa yang mudah larut dalam air mungkin akan tersebar lebih luas tetapi juga lebih cepat menghilang atau daya racun yang dihasilkan menghilang secara alami.[2]

Uji bahaya zat di perairan

Untuk mengukur potensi bahaya suatu zat, toksikologi akuatik menggunakan teknik pengujian toksisitas. Teknik pengujian ini bernama konsep LC50 (Lethal Concentration 50) yang juga disebut sebagai parameter kunci. LC50 didefinisikan sebagai konsentrasi zat uji yang diperkirakan menyebabkan kematian pada 50% populasi organisme yang diuji dalam waktu tertentu (biasanya 48 atau 96 jam). Pengujian ini sering menggunakan organisme indikator seperti ikan Cyprinus carpio (ikan mas) atau Daphnia magna (kutu air). Nilai LC50 memberikan gambaran kasar tentang level bahayanya suatu zat kimia atau disebut toksisitas akut suatu senyawa. Hasil yang dihasilkan memberikan data kesimpulan di mana semakin rendah nilai LC50, semakin beracun zat tersebut dan begitu juga dengan sebaliknya. Data ini sangat penting bagi pihak terkait atau pemerintah untuk menetapkan standar kualitas air yang aman bagi kehidupan organisme di perairan.[3]

Referensi

  1. Aquatic Toxicology. Eurofins Scientific.
  2. J.P.F. D'Mello. Introduction to environmental toxicology. CABI Books. 2020-01. doi:10.1079/9781789245189.0000.
  3. OECD. Test No. 203: Fish, Acute Toxicity Test. OECD Guidelines for the Testing of Chemicals, Section 2. 2025-06-24. doi:10.1787/9789264069961-en.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28487298 (2025-11-14T10:07:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.