Lompat ke isi

Fipronil: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29011909; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Fipronil''' adalah [[insektisida]] berspektrum luas yang termasuk dalam kelas insektisida [[fenilpirazol]]. Fipronil mengganggu sistem saraf pusat serangga dengan menghalangi saluran ion berpagar ligan dari reseptor GABA A ( kelompok IRAC 2B) dan saluran klorida berpagar glutamat (GluCl). Hal ini menyebabkan hipereksitasi saraf dan otot serangga yang terkontaminasi. Spesifisitas fipronil terhadap serangga diyakini karena afinitas pengikatannya yang lebih besar terhadap reseptor GABA A serangga daripada yang ada pada mamalia, dan karena aksinya pada saluran GluCl, yang tidak ada pada mamalia. Hingga tahun 2017, tampaknya tidak ada resistensi yang signifikan di antara kutu terhadap fipronil.
'''Fipronil''' adalah [[insektisida]] berspektrum luas yang termasuk dalam kelas insektisida [[fenilpirazol]]. Fipronil mengganggu sistem saraf pusat serangga dengan menghalangi saluran ion berpagar ligan dari reseptor GABA A ( kelompok IRAC 2B) dan saluran klorida berpagar glutamat (GluCl). Hal ini menyebabkan hipereksitasi saraf dan otot serangga yang terkontaminasi. Spesifisitas fipronil terhadap serangga diyakini karena afinitas pengikatannya yang lebih besar terhadap reseptor GABA A serangga daripada yang ada pada mamalia, dan karena aksinya pada saluran GluCl, yang tidak ada pada mamalia. Hingga tahun 2017, tampaknya tidak ada resistensi yang signifikan di antara kutu terhadap fipronil.<ref>Peter Jeschke. [https://onlinelibrary.wiley.com/doi/book/10.1002/9783527699261 Modern Crop Protection Compounds]. Wiley-VCH. 25 January 2019. hlm. 1449–1478. doi:10.1002/9783527699261. ISBN 9783527699261.</ref><ref>Valérie Raymond-Delpech. ''Ion channels: molecular targets of neuroactive insecticides''. ''Invertebrate Neuroscience''. 2005. Vol. 5 (3–4). hlm. 119–133. doi:10.1007/s10158-005-0004-9.</ref><ref>Karen Todd-Jenkins. [https://www.americanveterinarian.com/journals/amvet/2017/june2017/perception-versus-reality-insecticide-resistance-in-fleas Perception Versus Reality: Insecticide Resistance in Fleas]. ''American Veterinarian''. 18 Jun 2017. Vol. 2 (3).</ref><ref>Jill E. Maddison. [https://archive.org/details/smallanimalclini0000unse_c1r0 Small Animal Clinical Pharmacology]. Elsevier Health Sciences. 2008. hlm. [https://archive.org/details/smallanimalclini0000unse_c1r0/page/n242 229]. ISBN 978-0-7020-2858-8.</ref>


Fipronil digunakan sebagai bahan aktif dalam produk pengendali kutu untuk hewan peliharaan dan umpan kecoa rumahan serta pengendalian hama ladang untuk jagung, lapangan golf, dan rumput komersial. Penggunaannya yang luas membuat efek spesifiknya menjadi perhatian utama. Pengamatan terhadap kemungkinan bahaya bagi manusia atau ekosistem sedang berlangsung serta pemantauan perkembangan resistensi pestisida.
Fipronil digunakan sebagai bahan aktif dalam produk pengendali kutu untuk hewan peliharaan dan umpan kecoa rumahan serta pengendalian hama ladang untuk jagung, lapangan golf, dan rumput komersial. Penggunaannya yang luas membuat efek spesifiknya menjadi perhatian utama. Pengamatan terhadap kemungkinan bahaya bagi manusia atau ekosistem sedang berlangsung serta pemantauan perkembangan resistensi pestisida.
Baris 7: Baris 7:
* [[Residu pestisida]]
* [[Residu pestisida]]
* [[Dampak lingkungan dari pestisida]]
* [[Dampak lingkungan dari pestisida]]
* [[Herbisida]]
* [[Herbisida]]  
* [[Bakterisida]]
* [[Bakterisida]]  
* [[Fungisida]]
* [[Fungisida]]  
* [[Insektisida]]
* [[Insektisida]]  
* [[Nematisida]]
* [[Nematisida]]  
* [[Virusida]]
* [[Virusida]]


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
*
*
*
 
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fipronil&oldid=29011909 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011909 (2026-03-05T15:08:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fipronil&oldid=29011909 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29011909 (2026-03-05T15:08:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.09

Fipronil adalah insektisida berspektrum luas yang termasuk dalam kelas insektisida fenilpirazol. Fipronil mengganggu sistem saraf pusat serangga dengan menghalangi saluran ion berpagar ligan dari reseptor GABA A ( kelompok IRAC 2B) dan saluran klorida berpagar glutamat (GluCl). Hal ini menyebabkan hipereksitasi saraf dan otot serangga yang terkontaminasi. Spesifisitas fipronil terhadap serangga diyakini karena afinitas pengikatannya yang lebih besar terhadap reseptor GABA A serangga daripada yang ada pada mamalia, dan karena aksinya pada saluran GluCl, yang tidak ada pada mamalia. Hingga tahun 2017, tampaknya tidak ada resistensi yang signifikan di antara kutu terhadap fipronil.[1][2][3][4]

Fipronil digunakan sebagai bahan aktif dalam produk pengendali kutu untuk hewan peliharaan dan umpan kecoa rumahan serta pengendalian hama ladang untuk jagung, lapangan golf, dan rumput komersial. Penggunaannya yang luas membuat efek spesifiknya menjadi perhatian utama. Pengamatan terhadap kemungkinan bahaya bagi manusia atau ekosistem sedang berlangsung serta pemantauan perkembangan resistensi pestisida.

Lihat pula

Referensi

  1. Peter Jeschke. Modern Crop Protection Compounds. Wiley-VCH. 25 January 2019. hlm. 1449–1478. doi:10.1002/9783527699261. ISBN 9783527699261.
  2. Valérie Raymond-Delpech. Ion channels: molecular targets of neuroactive insecticides. Invertebrate Neuroscience. 2005. Vol. 5 (3–4). hlm. 119–133. doi:10.1007/s10158-005-0004-9.
  3. Karen Todd-Jenkins. Perception Versus Reality: Insecticide Resistance in Fleas. American Veterinarian. 18 Jun 2017. Vol. 2 (3).
  4. Jill E. Maddison. Small Animal Clinical Pharmacology. Elsevier Health Sciences. 2008. hlm. 229. ISBN 978-0-7020-2858-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29011909 (2026-03-05T15:08:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.