Tingkat panas pembangkitan bersih: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25234144; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Tingkat panas pembangkitan bersih''' adalah salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan [[kinerja]] dari [[pembangkit listrik tenaga uap]]. Nilainya diperoleh dari besarnya [[energi]] [[bahan bakar]] atau [[panas]] yang masuk ke [[Pendidih|boiler]]. [[Energi listrik]] yang dihitung hanya yang digunakan untuk dikirim ke jaringan [[transmisi tenaga listrik]]. Perhitungan energi listrik menggunakan satuan [[Kilowatt jam|KiloWattJam]]. Tingkat panas pembangkitan bersih umumnya dinyatakan dalam [[satuan panas Britania]]. Satuan lain yang dapat digunakan adalah kiloJoule/kiloWattJam atau kilokalori/kiloWattJam. Penentuan jumlah bahan bakar dapat menggunakan acuan tingkat panas pembangkitan bersih. [[Biaya]] bahan bakar dalam [[studi kelayakan finansial]] juga dapat mengacu dari tingkatan tersebut. Pada [[PLTU Batubara|PLTU batubara]], nilai dari keluaran [[turbin]] memperhitungkan tingkat panas pembangkitan bersih sebagai salah satu faktor penentunya. Dalam perhitungan [[daya listrik]], tingkat panas pembangkitan bersih dirumuskan dengan daya listrik tambahan dan efisiensi boiler. | '''Tingkat panas pembangkitan bersih''' adalah salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan [[kinerja]] dari [[pembangkit listrik tenaga uap]]. Nilainya diperoleh dari besarnya [[energi]] [[bahan bakar]] atau [[panas]] yang masuk ke [[Pendidih|boiler]]. [[Energi listrik]] yang dihitung hanya yang digunakan untuk dikirim ke jaringan [[transmisi tenaga listrik]]. Perhitungan energi listrik menggunakan satuan [[Kilowatt jam|KiloWattJam]]. Tingkat panas pembangkitan bersih umumnya dinyatakan dalam [[satuan panas Britania]]. Satuan lain yang dapat digunakan adalah kiloJoule/kiloWattJam atau kilokalori/kiloWattJam. Penentuan jumlah bahan bakar dapat menggunakan acuan tingkat panas pembangkitan bersih. [[Biaya]] bahan bakar dalam [[studi kelayakan finansial]] juga dapat mengacu dari tingkatan tersebut. Pada [[PLTU Batubara|PLTU batubara]], nilai dari keluaran [[turbin]] memperhitungkan tingkat panas pembangkitan bersih sebagai salah satu faktor penentunya. Dalam perhitungan [[daya listrik]], tingkat panas pembangkitan bersih dirumuskan dengan daya listrik tambahan dan efisiensi boiler.<ref>[http://b2tke.bppt.go.id/images/Documents/PPID/SetiapSaat/R%20-%20Publikasi%20Ilmiah/PLTU%20Batubara%20Superkritikal%20Yang%20Efisien.pdf PLTU Batu Bara Superkritikal yang Efisien]. Balai Besar Teknologi Energi. 2015. hlm. 50. ISBN 978-602-1124-94-9.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tingkat+panas+pembangkitan+bersih&oldid=25234144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25234144 (2024-01-29T01:49:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tingkat+panas+pembangkitan+bersih&oldid=25234144 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 25234144 (2024-01-29T01:49:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 04.14
Tingkat panas pembangkitan bersih adalah salah satu parameter yang digunakan untuk menentukan kinerja dari pembangkit listrik tenaga uap. Nilainya diperoleh dari besarnya energi bahan bakar atau panas yang masuk ke boiler. Energi listrik yang dihitung hanya yang digunakan untuk dikirim ke jaringan transmisi tenaga listrik. Perhitungan energi listrik menggunakan satuan KiloWattJam. Tingkat panas pembangkitan bersih umumnya dinyatakan dalam satuan panas Britania. Satuan lain yang dapat digunakan adalah kiloJoule/kiloWattJam atau kilokalori/kiloWattJam. Penentuan jumlah bahan bakar dapat menggunakan acuan tingkat panas pembangkitan bersih. Biaya bahan bakar dalam studi kelayakan finansial juga dapat mengacu dari tingkatan tersebut. Pada PLTU batubara, nilai dari keluaran turbin memperhitungkan tingkat panas pembangkitan bersih sebagai salah satu faktor penentunya. Dalam perhitungan daya listrik, tingkat panas pembangkitan bersih dirumuskan dengan daya listrik tambahan dan efisiensi boiler.[1]
Lihat pula
Referensi
- ↑ PLTU Batu Bara Superkritikal yang Efisien. Balai Besar Teknologi Energi. 2015. hlm. 50. ISBN 978-602-1124-94-9.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25234144 (2024-01-29T01:49:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.