Diaserein: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28768560; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Diaserein''' ([[Nama Generik Internasional|INN]]), juga dikenal sebagai '''diasetilrein''', adalah obat kerja lambat dari golongan [[antrakuinon]] yang digunakan untuk mengobati penyakit sendi seperti [[osteoartritis]]. Obat ini bekerja dengan menghambat interleukin-1 beta. [[Perpustakaan Cochrane|Tinjauan Cochrane]] terbaru tahun 2014 menemukan bahwa diaserein memiliki sedikit efek menguntungkan pada nyeri. | [[File:Diacerein.svg|thumb|right|280px|Diacerein]] | ||
'''Diaserein''' ([[Nama Generik Internasional|INN]]), juga dikenal sebagai '''diasetilrein''', adalah obat kerja lambat dari golongan [[antrakuinon]] yang digunakan untuk mengobati penyakit sendi seperti [[osteoartritis]].<ref>Harry Gouvas. ''Use of Sodium Hyaluronate in the treatment of Osteoarthritis''. 2011.</ref> Obat ini bekerja dengan menghambat interleukin-1 beta. [[Perpustakaan Cochrane|Tinjauan Cochrane]] terbaru tahun 2014 menemukan bahwa diaserein memiliki sedikit efek menguntungkan pada nyeri.<ref>[http://www.cochrane.org/CD005117/MUSKEL_diacerein-for-osteoarthritis Diacerein for osteoarthritis]. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. February 2014. hlm. CD005117. doi:10.1002/14651858.CD005117.pub3.</ref> | |||
==Sintesis== | ==Sintesis== | ||
Berbagai rute sintetis untuk diaserein telah dikembangkan, yang sebagian besar menggunakan aloin sebagai prekursor. Gugus [[hidroksil]] aloin diasetilasi, dan zat antara selanjutnya dioksidasi menggunakan [[kromium trioksida|kromat anhidrida]] dalam sistem pelarut [[asam asetat]]. | Berbagai rute sintetis untuk diaserein telah dikembangkan, yang sebagian besar menggunakan aloin sebagai prekursor. Gugus [[hidroksil]] aloin diasetilasi, dan zat antara selanjutnya dioksidasi menggunakan [[kromium trioksida|kromat anhidrida]] dalam sistem pelarut [[asam asetat]].<ref>[https://patents.google.com/patent/US8324411B2/en Process for the preparation of DIACEREIN].</ref> | ||
Metode yang kurang umum menggunakan rhein sebagai senyawa awal. Metode ini melibatkan di[[asetilasi]] gugus hidroksil pada posisi C4 dan C5 rhein. | Metode yang kurang umum menggunakan rhein sebagai senyawa awal. Metode ini melibatkan di[[asetilasi]] gugus hidroksil pada posisi C4 dan C5 rhein.<ref>[https://patents.google.com/patent/EP0928781B1/en Process for the preparation of rhein and its diacyl derivatives].</ref> | ||
==Efek samping== | ==Efek samping== | ||
Efek samping yang paling umum dari pengobatan diaserein adalah gejala gastrointestinal termasuk tinja lunak dan diare. Gejala ini umumnya ringan hingga sedang dan terjadi lebih sering dalam 2 minggu pertama, dan berkurang dengan pengobatan lanjutan. Berdasarkan tinjauan oleh [[Badan Pengawas Obat Eropa]] (EMA), penggunaan obat-obatan yang mengandung diaserein dibatasi karena diare parah dan gangguan hati pada pasien. | Efek samping yang paling umum dari pengobatan diaserein adalah gejala gastrointestinal termasuk tinja lunak dan diare.<ref>Pavelka K, Bruyere O, Cooper C, et al. Diacerein: Benefits, Risks and Place in the Management of Osteoarthritis. An Opinion-Based Report from the ESCEO. Drugs & Aging 2016;33:75-85</ref> Gejala ini umumnya ringan hingga sedang dan terjadi lebih sering dalam 2 minggu pertama, dan berkurang dengan pengobatan lanjutan. Berdasarkan tinjauan oleh [[Badan Pengawas Obat Eropa]] (EMA), penggunaan obat-obatan yang mengandung diaserein dibatasi karena diare parah dan gangguan hati pada pasien.<ref>''Benefit-risk assessment of diacerein in the treatment of osteoarthritis''. ''Drug Safety''. March 2015. Vol. 38 (3). hlm. 245–52. doi:10.1007/s40264-015-0266-z.</ref><ref>''Diacerein for osteoarthritis''. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. February 2014. hlm. CD005117. doi:10.1002/14651858.CD005117.pub3.</ref> | ||
Efek samping yang tidak umum adalah efek samping hati (paling sering dilaporkan sebagai kelainan tes fungsi hati). Efek samping ini digambarkan sebagai kasus peningkatan enzim hati dalam darah yang ringan/sedang. | Efek samping yang tidak umum adalah efek samping hati (paling sering dilaporkan sebagai kelainan tes fungsi hati). Efek samping ini digambarkan sebagai kasus peningkatan enzim hati dalam darah yang ringan/sedang. | ||
| Baris 16: | Baris 18: | ||
==Peringatan khusus== | ==Peringatan khusus== | ||
Pada tahun 2014, Komite [[Farmakovigilans]] dan Penilaian Risiko (PRAC) Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) melakukan peninjauan terhadap obat-obatan yang mengandung diaserein karena kekhawatiran tentang efeknya pada saluran pencernaan dan hati. Hasilnya, PRAC telah mengajukan usulan tambahan untuk mengelola risiko diaserein dan merasa puas bahwa dengan pembatasan baru, manfaat diaserein untuk mengatasi rasa sakit lebih besar daripada efek sampingnya untuk pengobatan osteoartritis. Rekomendasi berikut telah dibuat terkait penggunaan diaserein: | Pada tahun 2014, Komite [[Farmakovigilans]] dan Penilaian Risiko (PRAC) Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) melakukan peninjauan terhadap obat-obatan yang mengandung diaserein karena kekhawatiran tentang efeknya pada saluran pencernaan dan hati. Hasilnya, PRAC telah mengajukan usulan tambahan untuk mengelola risiko diaserein dan merasa puas bahwa dengan pembatasan baru, manfaat diaserein untuk mengatasi rasa sakit lebih besar daripada efek sampingnya untuk pengobatan osteoartritis.<ref>[http://www.ema.europa.eu/ema/index.jsp?curl=pages/medicines/human/referrals/Diacerein-containing_medicines_for_oral_administration/human_referral_prac_000010.jsp&mid=WC0b01ac05805c516f Diacerein-containing medicines for oral administration]. 2018-09-17.</ref> Rekomendasi berikut telah dibuat terkait penggunaan diaserein: | ||
*Karena potensi komplikasi yang dapat terjadi akibat diare pada orang dewasa yang lebih tua, diaserein tidak lagi direkomendasikan pada pasien berusia 65 tahun ke atas. | *Karena potensi komplikasi yang dapat terjadi akibat diare pada orang dewasa yang lebih tua, diaserein tidak lagi direkomendasikan pada pasien berusia 65 tahun ke atas. | ||
*Pasien juga disarankan untuk memulai pengobatan dengan setengah dosis normal (yaitu 50 mg setiap hari, bukan 100 mg setiap hari), dan harus berhenti mengonsumsi diaserein jika diare terjadi. | *Pasien juga disarankan untuk memulai pengobatan dengan setengah dosis normal (yaitu 50 mg setiap hari, bukan 100 mg setiap hari), dan harus berhenti mengonsumsi diaserein jika diare terjadi. | ||
| Baris 26: | Baris 28: | ||
==Dosis dan cara pemberian== | ==Dosis dan cara pemberian== | ||
Dosis awal yang dianjurkan adalah 50 mg sekali sehari dengan makan malam selama 2 sampai 4 minggu pertama pengobatan, setelah itu dosis harian yang dianjurkan adalah 50 mg dua kali sehari. | Dosis awal yang dianjurkan adalah 50 mg sekali sehari dengan makan malam selama 2 sampai 4 minggu pertama pengobatan, setelah itu dosis harian yang dianjurkan adalah 50 mg dua kali sehari.<ref>[http://www.ema.europa.eu/ema/index.jsp?curl=pages/medicines/human/referrals/Diacerein-containing_medicines_for_oral_administration/human_referral_prac_000010.jsp&mid=WC0b01ac05805c516f Diacerein-containing medicines for oral administration]. 2018-09-17.</ref> | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Diaserein&oldid=28768560 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28768560 (2026-01-01T23:03:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 08.58
Diaserein (INN), juga dikenal sebagai diasetilrein, adalah obat kerja lambat dari golongan antrakuinon yang digunakan untuk mengobati penyakit sendi seperti osteoartritis.[1] Obat ini bekerja dengan menghambat interleukin-1 beta. Tinjauan Cochrane terbaru tahun 2014 menemukan bahwa diaserein memiliki sedikit efek menguntungkan pada nyeri.[2]
Sintesis
Berbagai rute sintetis untuk diaserein telah dikembangkan, yang sebagian besar menggunakan aloin sebagai prekursor. Gugus hidroksil aloin diasetilasi, dan zat antara selanjutnya dioksidasi menggunakan kromat anhidrida dalam sistem pelarut asam asetat.[3]
Metode yang kurang umum menggunakan rhein sebagai senyawa awal. Metode ini melibatkan diasetilasi gugus hidroksil pada posisi C4 dan C5 rhein.[4]
Efek samping
Efek samping yang paling umum dari pengobatan diaserein adalah gejala gastrointestinal termasuk tinja lunak dan diare.[5] Gejala ini umumnya ringan hingga sedang dan terjadi lebih sering dalam 2 minggu pertama, dan berkurang dengan pengobatan lanjutan. Berdasarkan tinjauan oleh Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), penggunaan obat-obatan yang mengandung diaserein dibatasi karena diare parah dan gangguan hati pada pasien.[6][7]
Efek samping yang tidak umum adalah efek samping hati (paling sering dilaporkan sebagai kelainan tes fungsi hati). Efek samping ini digambarkan sebagai kasus peningkatan enzim hati dalam darah yang ringan/sedang.
Reaksi kulit ringan (ruam, gatal, dan eksem) juga telah dilaporkan dengan pengobatan diaserein.
Perubahan warna urin (kuning atau merah muda) adalah efek samping lain dari diaserein. Efek ini disebabkan oleh eliminasi metabolit rhein melalui urin dan belum ditemukan signifikansi klinis; efek ini mungkin juga bergantung pada asupan cairan umum.
Peringatan khusus
Pada tahun 2014, Komite Farmakovigilans dan Penilaian Risiko (PRAC) Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) melakukan peninjauan terhadap obat-obatan yang mengandung diaserein karena kekhawatiran tentang efeknya pada saluran pencernaan dan hati. Hasilnya, PRAC telah mengajukan usulan tambahan untuk mengelola risiko diaserein dan merasa puas bahwa dengan pembatasan baru, manfaat diaserein untuk mengatasi rasa sakit lebih besar daripada efek sampingnya untuk pengobatan osteoartritis.[8] Rekomendasi berikut telah dibuat terkait penggunaan diaserein:
- Karena potensi komplikasi yang dapat terjadi akibat diare pada orang dewasa yang lebih tua, diaserein tidak lagi direkomendasikan pada pasien berusia 65 tahun ke atas.
- Pasien juga disarankan untuk memulai pengobatan dengan setengah dosis normal (yaitu 50 mg setiap hari, bukan 100 mg setiap hari), dan harus berhenti mengonsumsi diaserein jika diare terjadi.
- Obat ini tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit hati atau riwayat penyakit hati, dan dokter harus memantau pasien mereka untuk tanda-tanda awal masalah hati.
- Penggunaan diaserein harus dibatasi untuk mengobati gejala osteoartritis yang memengaruhi pinggul atau lutut.
- Diaserein tidak boleh diberikan selama kehamilan dan menyusui.
PRAC menyimpulkan bahwa keseimbangan manfaat-risiko produk obat yang mengandung diaserein tetap menguntungkan dalam pengobatan osteoartritis simtomatik, tergantung pada perubahan yang disepakati pada informasi dan ketentuan produk.
Dosis dan cara pemberian
Dosis awal yang dianjurkan adalah 50 mg sekali sehari dengan makan malam selama 2 sampai 4 minggu pertama pengobatan, setelah itu dosis harian yang dianjurkan adalah 50 mg dua kali sehari.[9]
Referensi
- ↑ Harry Gouvas. Use of Sodium Hyaluronate in the treatment of Osteoarthritis. 2011.
- ↑ Diacerein for osteoarthritis. The Cochrane Database of Systematic Reviews. February 2014. hlm. CD005117. doi:10.1002/14651858.CD005117.pub3.
- ↑ Process for the preparation of DIACEREIN.
- ↑ Process for the preparation of rhein and its diacyl derivatives.
- ↑ Pavelka K, Bruyere O, Cooper C, et al. Diacerein: Benefits, Risks and Place in the Management of Osteoarthritis. An Opinion-Based Report from the ESCEO. Drugs & Aging 2016;33:75-85
- ↑ Benefit-risk assessment of diacerein in the treatment of osteoarthritis. Drug Safety. March 2015. Vol. 38 (3). hlm. 245–52. doi:10.1007/s40264-015-0266-z.
- ↑ Diacerein for osteoarthritis. The Cochrane Database of Systematic Reviews. February 2014. hlm. CD005117. doi:10.1002/14651858.CD005117.pub3.
- ↑ Diacerein-containing medicines for oral administration. 2018-09-17.
- ↑ Diacerein-containing medicines for oral administration. 2018-09-17.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28768560 (2026-01-01T23:03:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.