Lompat ke isi

Efek sterik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28423879; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Tipe ==
== Tipe ==
=== Halangan sterik ===
=== Halangan sterik ===
Halangan sterik terjadi ketika gugus berukuran besar pada suatu molekul mencegah reaksi kimia yang teramati dalam molekul terkait dengan gugus yang lebih kecil. Walaupun halangan sterik terkadang menimbulkan masalah (menghambat [[reaksi SN2|reaksi S<sub>N</sub>2]] dengan pembentukan [[Substrat (biologi)|substrat]] tersier), efek ini juga bisa menjadi alat yang sangat berguna, dan sering dimanfaatkan oleh kimiawan untuk mengubah pola reaktivitas molekul dengan menghentikan reaksi samping yang tidak diinginkan ('''proteksi sterik''') atau dengan mengarahkannya pada satu preferensi untuk satu reaksi stereokimia seperti pada [[diastereoselektivitas]]. Hambatan sterik antara gugus yang berdekatan juga bisa membatasi [[geometri molekul|sudut ikatan torsional]]. Namun, [[hiperkonjugasi]] telah disarankan sebagai penjelasan terkait [[Isomerisme konformasi|konformasi]] [[konformasi bersilang|bersilang (''staggered'')]] pada [[etana]] karena halangan sterik dari atom [[hidrogen]] yang berukuran kecil sangatlah kecil. Efek ini bertanggungjawab terhadap bentuk yang teramati pada [[rotaksana]].
Halangan sterik terjadi ketika gugus berukuran besar pada suatu molekul mencegah reaksi kimia yang teramati dalam molekul terkait dengan gugus yang lebih kecil. Walaupun halangan sterik terkadang menimbulkan masalah (menghambat [[reaksi SN2|reaksi S<sub>N</sub>2]] dengan pembentukan [[Substrat (biologi)|substrat]] tersier), efek ini juga bisa menjadi alat yang sangat berguna, dan sering dimanfaatkan oleh kimiawan untuk mengubah pola reaktivitas molekul dengan menghentikan reaksi samping yang tidak diinginkan ('''proteksi sterik''') atau dengan mengarahkannya pada satu preferensi untuk satu reaksi stereokimia seperti pada [[diastereoselektivitas]]. Hambatan sterik antara gugus yang berdekatan juga bisa membatasi [[geometri molekul|sudut ikatan torsional]]. Namun, [[hiperkonjugasi]] telah disarankan sebagai penjelasan terkait [[Isomerisme konformasi|konformasi]] [[konformasi bersilang|bersilang (''staggered'')]] pada [[etana]] karena halangan sterik dari atom [[hidrogen]] yang berukuran kecil sangatlah kecil.<ref>Vojislava Pophristic. ''Hyperconjugation not steric repulsion leads to the staggered structure of ethane''. ''Nature''. 2001. Vol. 411 (6837). hlm. 565–8. doi:10.1038/35079036.</ref><ref>Frank Weinhold. ''Chemistry. A new twist on molecular shape''. ''Nature''. 2001. Vol. 411 (6837). hlm. 539–41. doi:10.1038/35079225.</ref> Efek ini bertanggungjawab terhadap bentuk yang teramati pada [[rotaksana]].


 
Karena suatu [[asam Lewis|asam dan basa Lewis]] tidak dapat bergabung akibat halangan sterik, mereka dikatan membentuk suatu [[pasangan Lewis terfrustrasi]].<ref>Stephan, Douglas W. "Frustrated Lewis pairs": a concept for new reactivity and catalysis. Org. Biomol. Chem. 2008, 6, 1535-1539. doi:10.1039/b802575b</ref>
Karena suatu [[asam Lewis|asam dan basa Lewis]] tidak dapat bergabung akibat halangan sterik, mereka dikatan membentuk suatu [[pasangan Lewis terfrustrasi]].


=== Efek sterik lain ===
=== Efek sterik lain ===
Beberapa jenis efek sterik lain diantaranya:
Beberapa jenis efek sterik lain diantaranya:
* '''Perlindungan sterik''' terjadi ketika suatu gugus [[muatan listrik|bermuatan]] pada suatu molekul terlihat melemah atau dilindungi secara spasial oleh atom yang kurang bermuatan (atau bermuatan lawan), termasuk [[ion|ion lawan]] dalam [[larutan]] (Perlindungan [[Peter Debye|Debye]]). Dalam beberapa kasus, untuk sebuah atom agar dapat berinteraksi dengan atom yang terlindungi secara sterik, atom tersebut harus mendekati dari sekitar tempat di mana ada sedikit perisai, sehingga mengendalikan di mana dan dari arah mana interaksi molekuler dapat terjadi.
* '''Perlindungan sterik''' terjadi ketika suatu gugus [[muatan listrik|bermuatan]] pada suatu molekul terlihat melemah atau dilindungi secara spasial oleh atom yang kurang bermuatan (atau bermuatan lawan), termasuk [[ion|ion lawan]] dalam [[larutan]] (Perlindungan [[Peter Debye|Debye]]).<ref>Wataru Nagata. ''Steric Effect on Deshielding of the Aromatic C4-Proton by a C5-Proton in an Octahydrophenanthrene Series''. ''Journal of the American Chemical Society''. September 1964. Vol. 86 (18). hlm. 3746–3749. doi:10.1021/ja01072a027.</ref> Dalam beberapa kasus, untuk sebuah atom agar dapat berinteraksi dengan atom yang terlindungi secara sterik, atom tersebut harus mendekati dari sekitar tempat di mana ada sedikit perisai, sehingga mengendalikan di mana dan dari arah mana interaksi molekuler dapat terjadi.
* '''Atraksi sterik''' terjadi ketika molekul memiliki bentuk atau [[Geometri molekul|geometri]] yang dioptimalkan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam kasus ini, molekul akan bereaksi satu sama lain paling sering dalam pengaturan spesifik.
* '''Atraksi sterik''' terjadi ketika molekul memiliki bentuk atau [[Geometri molekul|geometri]] yang dioptimalkan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam kasus ini, molekul akan bereaksi satu sama lain paling sering dalam pengaturan spesifik.
* '''Penyeberangan rantai''': suatu rantai, cincin, atau kumpulan cincin tidak dapat berubah dari satu konformasi ke konformasi lainnya apabila ia membutuhkan suatu rantai (atau cincin - cincin tersebut adalah suatu rantai siklik) untuk melewati dirinya sendiri atau rantai lain. Efek ini bertanggung jawab atas bentuk yang teramati pada [[katenana]] dan [[simpul molekul]].
* '''Penyeberangan rantai''': suatu rantai, cincin, atau kumpulan cincin tidak dapat berubah dari satu konformasi ke konformasi lainnya apabila ia membutuhkan suatu rantai (atau cincin - cincin tersebut adalah suatu rantai siklik) untuk melewati dirinya sendiri atau rantai lain. Efek ini bertanggung jawab atas bentuk yang teramati pada [[katenana]] dan [[simpul molekul]].
* '''Tolakan sterik''' antara berbagai bagian dari sistem molekuler ditemukan sangat penting dalam mengatur arah transformasi yang dimediasi [[logam transisi]] dan [[katalisis]]. Efek sterik ini bahkan mampu menginduksi pergantian mekanisme pada reaksi katalitik. Tolakan sterik juga terlibat besar dalam menstabilkan [[koloid]] oleh pelapisan permukaan dengan suatu [[polimer]], serta dapat menyebabkan pemendekan [[panjang ikatan]], pelepasan perlindungan sterik pada resonansi [[proton]] dan peningkatan frekuensi kompresional dalam [[Spektroskopi inframerah|spektrum IR]].
* '''Tolakan sterik''' antara berbagai bagian dari sistem molekuler ditemukan sangat penting dalam mengatur arah transformasi yang dimediasi [[logam transisi]] dan [[katalisis]]. Efek sterik ini bahkan mampu menginduksi pergantian mekanisme pada reaksi katalitik.<ref>Valentin P. Ananikov. ''Can Steric Effects Induce the Mechanism Switch in the Rhodium-Catalyzed Imine Boration Reaction? A Density Functional and ONIOM Study''. ''Organometallics''. 2005. Vol. 24 (8). hlm. 1938. doi:10.1021/om049156o.</ref> Tolakan sterik juga terlibat besar dalam menstabilkan [[koloid]] oleh pelapisan permukaan dengan suatu [[polimer]], serta dapat menyebabkan pemendekan [[panjang ikatan]], pelepasan perlindungan sterik pada resonansi [[proton]] dan peningkatan frekuensi kompresional dalam [[Spektroskopi inframerah|spektrum IR]].<ref>Jie Zong. ''Exceptional Steric Congestion in an in,in-Bis(hydrosilane)''. ''Journal of the American Chemical Society''. 11 September 2013. Vol. 135 (36). hlm. 13235–13237. doi:10.1021/ja407398w.</ref>
* '''Hambatan sterik resonansi''' terjadi hanya pada cincin [[benzena]]. Kehadiran gugus apapun pada posisi ''orto'' dalam [[asam benzoat]] akan melepas gugus [[asam karboksilat]] keluar bidang, dan karenanya hubungan [[mesomer]]nya dengan cincin benzena akan hilang. Artinya bahwa asam benzoat tersubstitusi-''orto'' lebih kuat daripada asam benzoat tersubstitusi-''meta'' dan ''para''.
* '''Hambatan sterik resonansi''' terjadi hanya pada cincin [[benzena]]. Kehadiran gugus apapun pada posisi ''orto'' dalam [[asam benzoat]] akan melepas gugus [[asam karboksilat]] keluar bidang, dan karenanya hubungan [[mesomer]]nya dengan cincin benzena akan hilang. Artinya bahwa asam benzoat tersubstitusi-''orto'' lebih kuat daripada asam benzoat tersubstitusi-''meta'' dan ''para''.
* '''Hambatan sterik protonasi''' salah satunya terjadi pada [[2,2,6,6-Tetrametilpiperidina]] dan in,in-difosfina.
* '''Hambatan sterik protonasi''' salah satunya terjadi pada [[2,2,6,6-Tetrametilpiperidina]] dan in,in-difosfina.<ref>Zong, J., Mague, J. T., Kraml, C. M., & Pascal Jr, R. A. (2013). "A Congested in, in-Diphosphine." Organic letters, 15(9), 2179-2181. DOI: 10.1021/ol400728m</ref>


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Teori tumbukan]]
* [[Teori tumbukan]]
* Percepatan [[laju reaksi]] akibat halangan sterik dalam [[efek Thorpe–Ingold]]
* Percepatan [[laju reaksi]] akibat halangan sterik dalam [[efek Thorpe–Ingold]]
* [[Gaya antarmolekul]]
* [[Gaya antarmolekul]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
*  Suatu Program untuk Mengitung Ukuran Sterik Molekul
*  Suatu Program untuk Mengitung Ukuran Sterik Molekul


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+sterik&oldid=28423879 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28423879 (2025-11-12T08:14:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Efek+sterik&oldid=28423879 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28423879 (2025-11-12T08:14:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 08.59

Efek sterik merupakan suatu efek yang didasarkan pada kenyataan bahwa setiap atom dalam suatu molekul menempati suatu ruang tertentu. Jika atom-atom saling berdekatan, maka akan timbul pelepasan energi terkait yang disebabkan oleh saling tumpang-tindihnya awan elektron (Pauli atau Pertukaran interaksi, atau repulsi Born), dan hal ini dapat berpengaruh pada bentuk molekul tersebut (konformasi) dan reaktivitasnya.

Tipe

Halangan sterik

Halangan sterik terjadi ketika gugus berukuran besar pada suatu molekul mencegah reaksi kimia yang teramati dalam molekul terkait dengan gugus yang lebih kecil. Walaupun halangan sterik terkadang menimbulkan masalah (menghambat reaksi SN2 dengan pembentukan substrat tersier), efek ini juga bisa menjadi alat yang sangat berguna, dan sering dimanfaatkan oleh kimiawan untuk mengubah pola reaktivitas molekul dengan menghentikan reaksi samping yang tidak diinginkan (proteksi sterik) atau dengan mengarahkannya pada satu preferensi untuk satu reaksi stereokimia seperti pada diastereoselektivitas. Hambatan sterik antara gugus yang berdekatan juga bisa membatasi sudut ikatan torsional. Namun, hiperkonjugasi telah disarankan sebagai penjelasan terkait konformasi bersilang (staggered) pada etana karena halangan sterik dari atom hidrogen yang berukuran kecil sangatlah kecil.[1][2] Efek ini bertanggungjawab terhadap bentuk yang teramati pada rotaksana.

Karena suatu asam dan basa Lewis tidak dapat bergabung akibat halangan sterik, mereka dikatan membentuk suatu pasangan Lewis terfrustrasi.[3]

Efek sterik lain

Beberapa jenis efek sterik lain diantaranya:

  • Perlindungan sterik terjadi ketika suatu gugus bermuatan pada suatu molekul terlihat melemah atau dilindungi secara spasial oleh atom yang kurang bermuatan (atau bermuatan lawan), termasuk ion lawan dalam larutan (Perlindungan Debye).[4] Dalam beberapa kasus, untuk sebuah atom agar dapat berinteraksi dengan atom yang terlindungi secara sterik, atom tersebut harus mendekati dari sekitar tempat di mana ada sedikit perisai, sehingga mengendalikan di mana dan dari arah mana interaksi molekuler dapat terjadi.
  • Atraksi sterik terjadi ketika molekul memiliki bentuk atau geometri yang dioptimalkan untuk berinteraksi satu sama lain. Dalam kasus ini, molekul akan bereaksi satu sama lain paling sering dalam pengaturan spesifik.
  • Penyeberangan rantai: suatu rantai, cincin, atau kumpulan cincin tidak dapat berubah dari satu konformasi ke konformasi lainnya apabila ia membutuhkan suatu rantai (atau cincin - cincin tersebut adalah suatu rantai siklik) untuk melewati dirinya sendiri atau rantai lain. Efek ini bertanggung jawab atas bentuk yang teramati pada katenana dan simpul molekul.
  • Tolakan sterik antara berbagai bagian dari sistem molekuler ditemukan sangat penting dalam mengatur arah transformasi yang dimediasi logam transisi dan katalisis. Efek sterik ini bahkan mampu menginduksi pergantian mekanisme pada reaksi katalitik.[5] Tolakan sterik juga terlibat besar dalam menstabilkan koloid oleh pelapisan permukaan dengan suatu polimer, serta dapat menyebabkan pemendekan panjang ikatan, pelepasan perlindungan sterik pada resonansi proton dan peningkatan frekuensi kompresional dalam spektrum IR.[6]
  • Hambatan sterik resonansi terjadi hanya pada cincin benzena. Kehadiran gugus apapun pada posisi orto dalam asam benzoat akan melepas gugus asam karboksilat keluar bidang, dan karenanya hubungan mesomernya dengan cincin benzena akan hilang. Artinya bahwa asam benzoat tersubstitusi-orto lebih kuat daripada asam benzoat tersubstitusi-meta dan para.
  • Hambatan sterik protonasi salah satunya terjadi pada 2,2,6,6-Tetrametilpiperidina dan in,in-difosfina.[7]

Lihat pula

Pranala luar

  • Suatu Program untuk Mengitung Ukuran Sterik Molekul

Referensi

  1. Vojislava Pophristic. Hyperconjugation not steric repulsion leads to the staggered structure of ethane. Nature. 2001. Vol. 411 (6837). hlm. 565–8. doi:10.1038/35079036.
  2. Frank Weinhold. Chemistry. A new twist on molecular shape. Nature. 2001. Vol. 411 (6837). hlm. 539–41. doi:10.1038/35079225.
  3. Stephan, Douglas W. "Frustrated Lewis pairs": a concept for new reactivity and catalysis. Org. Biomol. Chem. 2008, 6, 1535-1539. doi:10.1039/b802575b
  4. Wataru Nagata. Steric Effect on Deshielding of the Aromatic C4-Proton by a C5-Proton in an Octahydrophenanthrene Series. Journal of the American Chemical Society. September 1964. Vol. 86 (18). hlm. 3746–3749. doi:10.1021/ja01072a027.
  5. Valentin P. Ananikov. Can Steric Effects Induce the Mechanism Switch in the Rhodium-Catalyzed Imine Boration Reaction? A Density Functional and ONIOM Study. Organometallics. 2005. Vol. 24 (8). hlm. 1938. doi:10.1021/om049156o.
  6. Jie Zong. Exceptional Steric Congestion in an in,in-Bis(hydrosilane). Journal of the American Chemical Society. 11 September 2013. Vol. 135 (36). hlm. 13235–13237. doi:10.1021/ja407398w.
  7. Zong, J., Mague, J. T., Kraml, C. M., & Pascal Jr, R. A. (2013). "A Congested in, in-Diphosphine." Organic letters, 15(9), 2179-2181. DOI: 10.1021/ol400728m

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28423879 (2025-11-12T08:14:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.