P-Diklorobenzena: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28712445; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''1,4-Diklorobenzena''' atau '''p-Diklorobenzena''' atau '''para-DCB''' '''(p-DCB)''' adalah sebuah senyawa organik dengan rumus C<sub>6</sub>H<sub>4</sub>Cl<sub>2</sub>. | '''1,4-Diklorobenzena''' atau '''p-Diklorobenzena''' atau '''para-DCB''' '''(p-DCB)''' adalah sebuah senyawa organik dengan rumus C<sub>6</sub>H<sub>4</sub>Cl<sub>2</sub>. | ||
Padatan tak berwarna ini memiliki bau yang agak kuat. Molekul p-DCB terdiri dari cincin benzena dengan dua atom klor (menggantikan [[atom hidrogen]]) di arah yang berlawanan cincin. | Padatan tak berwarna ini memiliki bau yang agak kuat. Molekul p-DCB terdiri dari cincin benzena dengan dua atom klor (menggantikan [[atom hidrogen]]) di arah yang berlawanan cincin.<ref>http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/5219646.stm</ref> | ||
Senyawa ini paling banyak digunakan sebagai desinfektan, [[pestisida]], dan deodoran , paling asering juga ada di [[kapur barus]] di mana ia adalah pengganti naphthalene yang lebih tradisional karena nammthalene lebih mudah terbakar yang lebih besar (meskipun kedua bahan kimia mmemiliki [[peringkat NFPA]] yang sama: 704). Ini juga digunakan sebagai pendahulu dalam produksi polimer yang cukup kuat secara kimia maupun termal (p-Phenilena [[sulfida]]). | Senyawa ini paling banyak digunakan sebagai desinfektan, [[pestisida]], dan deodoran , paling asering juga ada di [[kapur barus]] di mana ia adalah pengganti naphthalene yang lebih tradisional karena nammthalene lebih mudah terbakar yang lebih besar (meskipun kedua bahan kimia mmemiliki [[peringkat NFPA]] yang sama: 704). Ini juga digunakan sebagai pendahulu dalam produksi polimer yang cukup kuat secara kimia maupun termal (p-Phenilena [[sulfida]]).<ref>https://www.cdc.gov/niosh/npg/npgd0190.html</ref> | ||
p-DCB tidak larut dalam air dan tidak mudah diurai oleh organisme tanah manapun. Seperti banyak hidrokarbon, p-DCB bersifat lipofilik dan akan terakumulasi di dalam jaringan lemak jika dikonsumsi oleh seseorang atau hewan. | p-DCB tidak larut dalam air dan tidak mudah diurai oleh organisme tanah manapun. Seperti banyak hidrokarbon, p-DCB bersifat lipofilik dan akan terakumulasi di dalam jaringan lemak jika dikonsumsi oleh seseorang atau hewan.<ref>http://www.atsdr.cdc.gov/toxfaqs/tf.asp?id=703&tid=126</ref> | ||
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan [[Amerika Serikat]] (DHHS) dan juga Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah menetapkan bahwa p-DCB dapat secara wajar diantisipasi sebagai [[karsinogen]]. Ini telah ditunjukkan oleh penelitian pada hewan, meskipun penelitian pada manusia skala penuh belum dilakukan. | Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan [[Amerika Serikat]] (DHHS) dan juga Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah menetapkan bahwa p-DCB dapat secara wajar diantisipasi sebagai [[karsinogen]]. Ini telah ditunjukkan oleh penelitian pada hewan,<ref>http://www.oehha.org/prop65.html</ref> meskipun penelitian pada manusia skala penuh belum dilakukan. | ||
== Produksi == | == Produksi == | ||
p-DCB umumnya diproduksi oleh klorinasi benzena menggunakan zat besi [[klorida]] sebagai katalis: | p-DCB umumnya diproduksi oleh klorinasi benzena menggunakan zat besi [[klorida]] sebagai katalis: | ||
<chem>C6H6 + 2Cl2CO2 -> C6H4Cl2 + 2H Cl</chem> | <chem>C6H6 + 2Cl2CO2 -> C6H4Cl2 + 2H Cl</chem> | ||
Pengotor utamanya adalah 1,2 isomer. Senyawa ini dapat dimurnikan dengan [[kristal]]isasi fraksional, dengan memanfaatkan [[Titik lebur|titik leleh]] yang relatif tinggi yaitu '''53,5 °C'''; dichlorobenzenes isomer dan klorobenzena meleleh di bawah '''[[suhu]] kamar'''. | Pengotor utamanya adalah 1,2 isomer. Senyawa ini dapat dimurnikan dengan [[kristal]]isasi fraksional, dengan memanfaatkan [[Titik lebur|titik leleh]] yang relatif tinggi yaitu '''53,5 °C'''; dichlorobenzenes isomer dan klorobenzena meleleh di bawah '''[[suhu]] kamar'''.<ref>https://doi.org/10.1021%2Fma00015a003</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=P-Diklorobenzena&oldid=28712445 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28712445 (2025-12-18T01:50:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=P-Diklorobenzena&oldid=28712445 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28712445 (2025-12-18T01:50:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 09.15
1,4-Diklorobenzena atau p-Diklorobenzena atau para-DCB (p-DCB) adalah sebuah senyawa organik dengan rumus C6H4Cl2.
Padatan tak berwarna ini memiliki bau yang agak kuat. Molekul p-DCB terdiri dari cincin benzena dengan dua atom klor (menggantikan atom hidrogen) di arah yang berlawanan cincin.[1]
Senyawa ini paling banyak digunakan sebagai desinfektan, pestisida, dan deodoran , paling asering juga ada di kapur barus di mana ia adalah pengganti naphthalene yang lebih tradisional karena nammthalene lebih mudah terbakar yang lebih besar (meskipun kedua bahan kimia mmemiliki peringkat NFPA yang sama: 704). Ini juga digunakan sebagai pendahulu dalam produksi polimer yang cukup kuat secara kimia maupun termal (p-Phenilena sulfida).[2]
p-DCB tidak larut dalam air dan tidak mudah diurai oleh organisme tanah manapun. Seperti banyak hidrokarbon, p-DCB bersifat lipofilik dan akan terakumulasi di dalam jaringan lemak jika dikonsumsi oleh seseorang atau hewan.[3]
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (DHHS) dan juga Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) telah menetapkan bahwa p-DCB dapat secara wajar diantisipasi sebagai karsinogen. Ini telah ditunjukkan oleh penelitian pada hewan,[4] meskipun penelitian pada manusia skala penuh belum dilakukan.
Produksi
p-DCB umumnya diproduksi oleh klorinasi benzena menggunakan zat besi klorida sebagai katalis:
Pengotor utamanya adalah 1,2 isomer. Senyawa ini dapat dimurnikan dengan kristalisasi fraksional, dengan memanfaatkan titik leleh yang relatif tinggi yaitu 53,5 °C; dichlorobenzenes isomer dan klorobenzena meleleh di bawah suhu kamar.[5]
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28712445 (2025-12-18T01:50:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.