Transisi epitelial-mesenkimal: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29589878; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Transisi epitelial-mesenkimal''', disebut juga '''transformasi epitelial-mesenkimal''', '''EMT''', adalah suatu mekanisme pada [[morfogenesis]] yang mengubah [[sel epitelial]] menjadi [[sel mesenkimal]] yang bersifat sementara maupun permanen. EMT diidentifikasi memiliki peran pada [[fibrosis]] dan pertumbuhan [[sel kanker]]. Beberapa lintasan [[onkogen]]ik diketahui menginduksi EMT dengan stimulasi [[faktor pertumbuhan]], Src, Ras, Ets, [[integrin]], Wnt/beta-katenin dan Notch. Pada saat [[embrio]]nik, regulasi EMT ditentukan oleh ''bone morphogenetic proteins'', BMP. Peningkatan rasio BMP yang terjadi saat [[tumorigenesis]] belum diketahui benar dampaknya, tetapi pada [[kanker usus besar]], [[kanker prostat|prostat]] dan [[kanker indung telur|ovarian]] terjadi perubahan morfologi, aktivitas dan keganasan, yang menjadi ciri pengaruh EMT. | '''Transisi epitelial-mesenkimal''', disebut juga '''transformasi epitelial-mesenkimal''', '''EMT''', adalah suatu mekanisme pada [[morfogenesis]] yang mengubah [[sel epitelial]] menjadi [[sel mesenkimal]] yang bersifat sementara maupun permanen. EMT diidentifikasi memiliki peran pada [[fibrosis]] dan pertumbuhan [[sel kanker]].<ref>Jonathan P. Sleeman. [https://www.nature.com/articles/nrm1835 Complex networks orchestrate epithelial–mesenchymal transitions]. ''Nature Reviews Molecular Cell Biology''. 2006-02. Vol. 7 (2). hlm. 131–142. doi:10.1038/nrm1835.</ref> Beberapa lintasan [[onkogen]]ik diketahui menginduksi EMT dengan stimulasi [[faktor pertumbuhan]], Src, Ras, Ets, [[integrin]], Wnt/beta-katenin dan Notch. Pada saat [[embrio]]nik, regulasi EMT ditentukan oleh ''bone morphogenetic proteins'', BMP.<ref>''Bone morphogenetic proteins induce pancreatic cancer cell invasiveness through a Smad1-dependent mechanism that involves matrix metalloproteinase-2''. ''Carcinogenesis''. 2009. Vol. 30 (2). hlm. 238-48. doi:10.1093/carcin/bgn274.</ref> Peningkatan rasio BMP yang terjadi saat [[tumorigenesis]] belum diketahui benar dampaknya, tetapi pada [[kanker usus besar]], [[kanker prostat|prostat]] dan [[kanker indung telur|ovarian]] terjadi perubahan morfologi, aktivitas dan keganasan, yang menjadi ciri pengaruh EMT. | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Gagasan bahwa sel epitelial bisa menurunkan sifat-sifat epitelial dan mendapatkan sifat-sifat mesenkimal muncul pada awal tahun 1980 dari pengamatan yang dilakukan oleh [[Elizabeth Hay]] pada embrio anak ayam. Awalnya, ide ini dinamakan transformasi epitelial-mesenkimal, tetapi saat ini lebih banyak digunakan transisi epitelial-mesenkimal (EMT) untuk menunjukkan bahwa proses dediferensiasi ini secara alami bersifat sementara, atau transisi mesenkimal-epitelial (MET) yang proses kebalikan dari EMT. | Gagasan bahwa sel epitelial bisa menurunkan sifat-sifat epitelial dan mendapatkan sifat-sifat mesenkimal muncul pada awal tahun 1980 dari pengamatan yang dilakukan oleh [[Elizabeth Hay]] pada embrio anak ayam. Awalnya, ide ini dinamakan transformasi epitelial-mesenkimal, tetapi saat ini lebih banyak digunakan transisi epitelial-mesenkimal (EMT) untuk menunjukkan bahwa proses dediferensiasi ini secara alami bersifat sementara, atau transisi mesenkimal-epitelial (MET) yang proses kebalikan dari EMT.<ref>''An overview of epithelio-mesenchymal transformation''. ''Acta Anat''. 1995. Vol. 154 (1). hlm. 8-20.</ref> | ||
== Faktor transkripsi pengatur EMT == | == Faktor transkripsi pengatur EMT == | ||
| Baris 8: | Baris 8: | ||
=== SNAIL === | === SNAIL === | ||
Pada [[vertebrata]], SNAIL1 (atau SNAIL) dan SNAIL2 (atau SLUG) mengaktifkan EMT selama perkembangan, fibrosis, dan kanker. Protein-protein ini menekan gen epitelial dengan cara berikatan pada urutan DNA E-box pada domain zinc-finger terminal karboksil. Ketika SNAIL berikatan pada urutan DNA tersebut, selanjutnya terjadi perekrutan PRC2 (polycomb repressive complex 2). | Pada [[vertebrata]], SNAIL1 (atau SNAIL) dan SNAIL2 (atau SLUG) mengaktifkan EMT selama perkembangan, fibrosis, dan kanker.<ref>M. Angela Nieto. [http://dev.biologists.org/content/132/14/3151 The Snail genes as inducers of cell movement and survival: implications in development and cancer]. ''Development''. 2005-07-15. Vol. 132 (14). hlm. 3151–3161. doi:10.1242/dev.01907.</ref> Protein-protein ini menekan gen epitelial dengan cara berikatan pada urutan DNA E-box pada domain zinc-finger terminal karboksil. Ketika SNAIL berikatan pada urutan DNA tersebut, selanjutnya terjadi perekrutan PRC2 (polycomb repressive complex 2).<ref>''Molecular mechanisms of epithelial-mesenchymal transition''. ''Nat Rev Mol Cell Biol''. 2014. Vol. 15 (3). hlm. 178-96. doi:10.1038/nrm3758.</ref> | ||
=== TWIST === | === TWIST === | ||
Fungsi Twist sebelum langkah intravasasi yaitu dengan menekan ekspresi E-cadherin dan menginduksi gen lain yang terlibat dalam transisi epitelial mesenkim (EMT), seperti fibronektin dan vimentin. TWIST termasuk dalam faktor transkripsi bHLH (basic helix-loop-helix), yang mana faktor transkripsi pada kategori ini yang mengatur EMT selain Twist yaitu E12 dan E47, juga protein ''inhibitor of differentiation'' (ID). | Fungsi Twist sebelum langkah intravasasi yaitu dengan menekan ekspresi E-cadherin dan menginduksi gen lain yang terlibat dalam transisi epitelial mesenkim (EMT), seperti fibronektin dan vimentin.<ref>[https://archive.org/details/cell_2004-06-25_117_7/page/927 Twist, a master regulator of morphogenesis, plays an essential role in tumor metastasis]. ''Cell''. 2004. Vol. 117 (7). hlm. 927-39. doi:10.1016/j.cell.2004.06.006.</ref> TWIST termasuk dalam faktor transkripsi bHLH (basic helix-loop-helix), yang mana faktor transkripsi pada kategori ini yang mengatur EMT selain Twist yaitu E12 dan E47, juga protein ''inhibitor of differentiation'' (ID).<ref>Amparo Cano. [https://www.nature.com/articles/nrc2131 Snail, Zeb and bHLH factors in tumour progression: an alliance against the epithelial phenotype?]. ''Nature Reviews Cancer''. 2007-06. Vol. 7 (6). hlm. 415–428. doi:10.1038/nrc2131.</ref> | ||
=== Elf5 === | === Elf5 === | ||
Elf5 dikenal sebagai regulator morfogenesis alveolar. Elf5 juga menekan EMT dengan menghambat ekspresi Snail2. Tampaknya pengikatan ini adalah langsung, karena Elf5 mengikat promotor Snail2 ditunjukkan dengan immunopresipitasi kromatin. | Elf5 dikenal sebagai regulator morfogenesis alveolar. Elf5 juga menekan EMT dengan menghambat ekspresi Snail2. Tampaknya pengikatan ini adalah langsung, karena Elf5 mengikat promotor Snail2 ditunjukkan dengan immunopresipitasi kromatin.<ref>''Elf5 inhibits the epithelial-mesenchymal transition in mammary gland development and breast cancer metastasis by transcriptionally repressing Snail2''. ''Nat Cell Biol''. 2012. Vol. 14 (11). hlm. 1212-22. doi:10.1038/ncb2607.</ref> | ||
== Regulator EMT == | == Regulator EMT == | ||
| Baris 20: | Baris 20: | ||
=== Penginduksi EMT === | === Penginduksi EMT === | ||
==== Protein keluarga TGF-beta ==== | ==== Protein keluarga TGF-beta ==== | ||
Keluarga TGF-beta terdiri dari 3 TGF-beta, 2 activin, dan banyak bone morphogenetic protein (BMP), dan ligan homodimer/heterodimer pada reseptor kinase. | Keluarga TGF-beta terdiri dari 3 TGF-beta, 2 activin, dan banyak bone morphogenetic protein (BMP), dan ligan homodimer/heterodimer pada reseptor kinase. | ||
| Baris 31: | Baris 30: | ||
=== Penghambat EMT === | === Penghambat EMT === | ||
Protein [[KLF17]] (Krüppel-like factor 17) telah diketahui sebagai regulator negatif proses EMT. KLF17 adalah inhibitor pada tahap awal metastasis [[kanker payudara]], bekerja dengan cara menekan gen ''inhibitor of differentiation 1'' (Id1) yang sebelumnya diketahui terlibat dalam proses EMT. | Protein [[KLF17]] (Krüppel-like factor 17) telah diketahui sebagai regulator negatif proses EMT. KLF17 adalah inhibitor pada tahap awal metastasis [[kanker payudara]], bekerja dengan cara menekan gen ''inhibitor of differentiation 1'' (Id1) yang sebelumnya diketahui terlibat dalam proses EMT.<ref>''KLF17 is a negative regulator of epithelial-mesenchymal transition and metastasis in breast cancer''. ''Nat Cell Biol''. 2009. Vol. 11 (11). hlm. 1297-304. doi:10.1038/ncb1974.</ref> | ||
== Peran EMT pada metastasis kanker == | == Peran EMT pada metastasis kanker == | ||
EMT ditandai dengan hilangnya sifat epitel, seperti ekspresi [[E-cadherin]] dan [[adhesi sel]], dan perolehan sifat mesenkim, seperti ekspresi N-cadherin dan migrasi seluler. EMT adalah proses penting dalam perkembangan, tetapi bila diaktifkan secara tidak tepat selama karsinogenesis, EMT menyebabkan peningkatan invasi jaringan, metastasis dan prognosis pasien yang buruk. Ada banyak laporan yang mendukung EMT berperan dalam metastasis kanker. Pada model pankreas, ''knock-down'' faktor transkripsi Zeb1 mampu menekan ''stemness'', kapasitas kolonisasi dan khususnya plastisitas fenotipik/metabolik pada sel tumor. | EMT ditandai dengan hilangnya sifat epitel, seperti ekspresi [[E-cadherin]] dan [[adhesi sel]], dan perolehan sifat mesenkim, seperti ekspresi N-cadherin dan migrasi seluler. EMT adalah proses penting dalam perkembangan, tetapi bila diaktifkan secara tidak tepat selama karsinogenesis, EMT menyebabkan peningkatan invasi jaringan, metastasis dan prognosis pasien yang buruk. Ada banyak laporan yang mendukung EMT berperan dalam metastasis kanker. Pada model pankreas, ''knock-down'' faktor transkripsi Zeb1 mampu menekan ''stemness'', kapasitas kolonisasi dan khususnya plastisitas fenotipik/metabolik pada sel tumor.<ref>Thomas Brabletz. [https://www.nature.com/articles/ncb3513 The EMT-activator Zeb1 is a key factor for cell plasticity and promotes metastasis in pancreatic cancer]. ''Nature Cell Biology''. 2017-05. Vol. 19 (5). hlm. 518–529. doi:10.1038/ncb3513.</ref> | ||
== Peran EMT pada resistensi obat kanker == | == Peran EMT pada resistensi obat kanker == | ||
Peran EMT pada resistensi obat kanker (kemoresistensi) diamati menggunakan model tikus kanker paru dan kanker pankreas. Eksperimen knockdown faktor transkripsi Snail atau Twist menunjukkan peran EMT kurang terlihat pada metastasis kedua model tersebut, tapi lebih kentara dalam menginduksi kemoresistensi. Snail juga telah ditunjukkan mendorong kekambuhan kanker payudara ''in vivo''. | Peran EMT pada resistensi obat kanker (kemoresistensi) diamati menggunakan model tikus kanker paru dan kanker pankreas. Eksperimen knockdown faktor transkripsi Snail atau Twist menunjukkan peran EMT kurang terlihat pada metastasis kedua model tersebut, tapi lebih kentara dalam menginduksi kemoresistensi.<ref>Dingcheng Gao. [https://www.nature.com/articles/nature15748 Epithelial-to-mesenchymal transition is not required for lung metastasis but contributes to chemoresistance]. ''Nature''. 2015-11. Vol. 527 (7579). hlm. 472–476. doi:10.1038/nature15748.</ref><ref>[https://archive.org/details/sim_nature-uk_nature_2015-11-26_527_7579/page/525 Epithelial-to-mesenchymal transition is dispensable for metastasis but induces chemoresistance in pancreatic cancer]. ''Nature''. 2015. Vol. 527 (7579). hlm. 525-30. doi:10.1038/nature16064.</ref> Snail juga telah ditunjukkan mendorong kekambuhan kanker payudara ''in vivo''.<ref>''The transcriptional repressor Snail promotes mammary tumor recurrence''. ''Cancer Cell''. 2005. Vol. 8 (3). hlm. 197-209. doi:10.1016/j.ccr.2005.07.009.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transisi+epitelial-mesenkimal&oldid=29589878 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589878 (2026-08-16T17:50:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Transisi+epitelial-mesenkimal&oldid=29589878 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29589878 (2026-08-16T17:50:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 29 Agustus 2026 13.58
Transisi epitelial-mesenkimal, disebut juga transformasi epitelial-mesenkimal, EMT, adalah suatu mekanisme pada morfogenesis yang mengubah sel epitelial menjadi sel mesenkimal yang bersifat sementara maupun permanen. EMT diidentifikasi memiliki peran pada fibrosis dan pertumbuhan sel kanker.[1] Beberapa lintasan onkogenik diketahui menginduksi EMT dengan stimulasi faktor pertumbuhan, Src, Ras, Ets, integrin, Wnt/beta-katenin dan Notch. Pada saat embrionik, regulasi EMT ditentukan oleh bone morphogenetic proteins, BMP.[2] Peningkatan rasio BMP yang terjadi saat tumorigenesis belum diketahui benar dampaknya, tetapi pada kanker usus besar, prostat dan ovarian terjadi perubahan morfologi, aktivitas dan keganasan, yang menjadi ciri pengaruh EMT.
Sejarah
Gagasan bahwa sel epitelial bisa menurunkan sifat-sifat epitelial dan mendapatkan sifat-sifat mesenkimal muncul pada awal tahun 1980 dari pengamatan yang dilakukan oleh Elizabeth Hay pada embrio anak ayam. Awalnya, ide ini dinamakan transformasi epitelial-mesenkimal, tetapi saat ini lebih banyak digunakan transisi epitelial-mesenkimal (EMT) untuk menunjukkan bahwa proses dediferensiasi ini secara alami bersifat sementara, atau transisi mesenkimal-epitelial (MET) yang proses kebalikan dari EMT.[3]
Faktor transkripsi pengatur EMT
Proses EMT melibatkan master regulator termasuk faktor transkripsi SNAIL, Twist, dan ZEB (zinc-finger E-box-binding). Faktor transkripsi ini memiliki profil ekspresi yang berbeda, sehingga kontribusinya pada EMT bergantung pada jenis sel dan jaringan yang terlibat dan jalur sinyal yang menginisiasi EMT.
SNAIL
Pada vertebrata, SNAIL1 (atau SNAIL) dan SNAIL2 (atau SLUG) mengaktifkan EMT selama perkembangan, fibrosis, dan kanker.[4] Protein-protein ini menekan gen epitelial dengan cara berikatan pada urutan DNA E-box pada domain zinc-finger terminal karboksil. Ketika SNAIL berikatan pada urutan DNA tersebut, selanjutnya terjadi perekrutan PRC2 (polycomb repressive complex 2).[5]
TWIST
Fungsi Twist sebelum langkah intravasasi yaitu dengan menekan ekspresi E-cadherin dan menginduksi gen lain yang terlibat dalam transisi epitelial mesenkim (EMT), seperti fibronektin dan vimentin.[6] TWIST termasuk dalam faktor transkripsi bHLH (basic helix-loop-helix), yang mana faktor transkripsi pada kategori ini yang mengatur EMT selain Twist yaitu E12 dan E47, juga protein inhibitor of differentiation (ID).[7]
Elf5
Elf5 dikenal sebagai regulator morfogenesis alveolar. Elf5 juga menekan EMT dengan menghambat ekspresi Snail2. Tampaknya pengikatan ini adalah langsung, karena Elf5 mengikat promotor Snail2 ditunjukkan dengan immunopresipitasi kromatin.[8]
Regulator EMT
Ada beberapa protein yang telah diidentifikasi menginduksi EMT yaitu:
Penginduksi EMT
Protein keluarga TGF-beta
Keluarga TGF-beta terdiri dari 3 TGF-beta, 2 activin, dan banyak bone morphogenetic protein (BMP), dan ligan homodimer/heterodimer pada reseptor kinase.
Reseptor tirosin kinase
Pengikatan ligan mendorong autofosforilasi pada reseptor dan mengaktifkan jalur PI3K-AKT, ERK MAPK, p38 MAPK, dan jalur JNK.
Sinyal lainnya
Sinyal lainnya meliputi pensinyalan Wnt canonical, pensinyalan Hedgehog (Hh), dan pensinyalan Notch.
Penghambat EMT
Protein KLF17 (Krüppel-like factor 17) telah diketahui sebagai regulator negatif proses EMT. KLF17 adalah inhibitor pada tahap awal metastasis kanker payudara, bekerja dengan cara menekan gen inhibitor of differentiation 1 (Id1) yang sebelumnya diketahui terlibat dalam proses EMT.[9]
Peran EMT pada metastasis kanker
EMT ditandai dengan hilangnya sifat epitel, seperti ekspresi E-cadherin dan adhesi sel, dan perolehan sifat mesenkim, seperti ekspresi N-cadherin dan migrasi seluler. EMT adalah proses penting dalam perkembangan, tetapi bila diaktifkan secara tidak tepat selama karsinogenesis, EMT menyebabkan peningkatan invasi jaringan, metastasis dan prognosis pasien yang buruk. Ada banyak laporan yang mendukung EMT berperan dalam metastasis kanker. Pada model pankreas, knock-down faktor transkripsi Zeb1 mampu menekan stemness, kapasitas kolonisasi dan khususnya plastisitas fenotipik/metabolik pada sel tumor.[10]
Peran EMT pada resistensi obat kanker
Peran EMT pada resistensi obat kanker (kemoresistensi) diamati menggunakan model tikus kanker paru dan kanker pankreas. Eksperimen knockdown faktor transkripsi Snail atau Twist menunjukkan peran EMT kurang terlihat pada metastasis kedua model tersebut, tapi lebih kentara dalam menginduksi kemoresistensi.[11][12] Snail juga telah ditunjukkan mendorong kekambuhan kanker payudara in vivo.[13]
Referensi
- ↑ Jonathan P. Sleeman. Complex networks orchestrate epithelial–mesenchymal transitions. Nature Reviews Molecular Cell Biology. 2006-02. Vol. 7 (2). hlm. 131–142. doi:10.1038/nrm1835.
- ↑ Bone morphogenetic proteins induce pancreatic cancer cell invasiveness through a Smad1-dependent mechanism that involves matrix metalloproteinase-2. Carcinogenesis. 2009. Vol. 30 (2). hlm. 238-48. doi:10.1093/carcin/bgn274.
- ↑ An overview of epithelio-mesenchymal transformation. Acta Anat. 1995. Vol. 154 (1). hlm. 8-20.
- ↑ M. Angela Nieto. The Snail genes as inducers of cell movement and survival: implications in development and cancer. Development. 2005-07-15. Vol. 132 (14). hlm. 3151–3161. doi:10.1242/dev.01907.
- ↑ Molecular mechanisms of epithelial-mesenchymal transition. Nat Rev Mol Cell Biol. 2014. Vol. 15 (3). hlm. 178-96. doi:10.1038/nrm3758.
- ↑ Twist, a master regulator of morphogenesis, plays an essential role in tumor metastasis. Cell. 2004. Vol. 117 (7). hlm. 927-39. doi:10.1016/j.cell.2004.06.006.
- ↑ Amparo Cano. Snail, Zeb and bHLH factors in tumour progression: an alliance against the epithelial phenotype?. Nature Reviews Cancer. 2007-06. Vol. 7 (6). hlm. 415–428. doi:10.1038/nrc2131.
- ↑ Elf5 inhibits the epithelial-mesenchymal transition in mammary gland development and breast cancer metastasis by transcriptionally repressing Snail2. Nat Cell Biol. 2012. Vol. 14 (11). hlm. 1212-22. doi:10.1038/ncb2607.
- ↑ KLF17 is a negative regulator of epithelial-mesenchymal transition and metastasis in breast cancer. Nat Cell Biol. 2009. Vol. 11 (11). hlm. 1297-304. doi:10.1038/ncb1974.
- ↑ Thomas Brabletz. The EMT-activator Zeb1 is a key factor for cell plasticity and promotes metastasis in pancreatic cancer. Nature Cell Biology. 2017-05. Vol. 19 (5). hlm. 518–529. doi:10.1038/ncb3513.
- ↑ Dingcheng Gao. Epithelial-to-mesenchymal transition is not required for lung metastasis but contributes to chemoresistance. Nature. 2015-11. Vol. 527 (7579). hlm. 472–476. doi:10.1038/nature15748.
- ↑ Epithelial-to-mesenchymal transition is dispensable for metastasis but induces chemoresistance in pancreatic cancer. Nature. 2015. Vol. 527 (7579). hlm. 525-30. doi:10.1038/nature16064.
- ↑ The transcriptional repressor Snail promotes mammary tumor recurrence. Cancer Cell. 2005. Vol. 8 (3). hlm. 197-209. doi:10.1016/j.ccr.2005.07.009.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29589878 (2026-08-16T17:50:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.